Peristiwa
Ponpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
Kediriselaludihati.com- Anggota Polsek Mojo, Polresta Kediri melaksanakan Pengamanan Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an Ponpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ds. Ploso Kec. Mojo Kab. Kediri. Kegiatan berlangsung, pada Kamis 6 Februari 2020 pukul 19.00 – 23.30 WIB.
“Telah dilaksanakan Pengamanan Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an Ponpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah di halaman Madrasah Barat Ponpes Al Falah Ds. Ploso Kec. Mojo Kab. Kediri dengan perkiraan tamu undangan sekitar 1.000 orang,” kata Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi.
Kegiatan Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an Ponpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ds. Ploso Kec. Mojo Kab. Kediri tersebut dilaksanakan dalam rangka Tasyakuran Wisuda Purna atau Perpisahan Kelulusan para Santri Ponpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah dengan Jumlah 17 Santriwati.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain KH. Zainudin Djazuli (Gus Din), KH. Nurul Huda Djazuli (Gus Dah), KH. Fu’ad Djazuli (Gus Fuk), Nyai Lailatul Badriyah, KH. Anwar Iskandar dari Ponpes Jamsaren Kota Kediri, KH. Marzuki Mustamar M.Ag (PP Sabilur Rosyad Gasek Malang).
Ustad Zulfikar, Kapolsek Mojo AKP Wahana, S.H, Danramil Mojo Kapten Arm Sugito, Brigif, Lettu CHB Supriyanto (Pabintal), Para Guru/Pengasuh/Pengurus Ponpes Al Falah Ploso, Para Wali Santri yang Purna/lulus, Tomas Ds. Ploso,Toga Ds. Ploso, Para Alumni/mantan Santri Al Falah Ploso
Diawali dengan Pembukaan, Pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Sambutan An. Santri, Prosesi Wisuda, Sambutan An. Wali Santri, Sambutan An. Pengasuh, Gema Sholawat, Mau’idhoh Hasanah, Penutup / Do’a
Dalam kegiatan tersebut tidak dihadiri oleh tamu/tokoh dari Partai Politik dan selama kegiatan Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an dalam sambutan maupun Tauziah tidak ada pembicaraan yang mengarah ke ranah politik
Telah dilakukan Pengamanan dari Polsek Mojo baik Pamka maupun Pamtup dan dibantu oleh Koramil Mojo serta Pengamanan Internal Ponpes Al Falah maupun Banser Satkoryon Mojo yang tergelar baik di lokasi Haflah, simpang jalan maupun area parkir tamu seputaran lokasi agar kegiatan dan lalu lintas berjalan lancar yang dipimpin oleh Padal Polsek Mojo. (res/an).
Peristiwa
Jumat Keliling di Masjid Al Huda Kediri, AKBP Wisnu Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Polisi 110
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Ketua Bhayangkari Kediri Kota Ny Aie Wisnu mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Pesan tersebut disampaikan saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Jami’ Al Huda, Jalan Al Huda, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).
Dalam pertemuan bersama jamaah, AKBP Wisnu mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membuat informasi dapat tersebar dengan cepat, termasuk kabar yang belum tentu benar.
Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai setiap informasi yang diterima melalui media sosial maupun platform komunikasi digital lainnya.
Kapolres juga mengajak warga memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila menemukan tindak pidana, gangguan keamanan, atau persoalan yang menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.
Kegiatan Jumat Keliling tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.
AKBP Wisnu bersama rombongan berangkat dari Mapolres Kediri Kota sekitar pukul 11.30 WIB dan tiba di Masjid Jami’ Al Huda pada pukul 11.40 WIB.
Kedatangan Kapolres disambut jamaah dan pengurus masjid sebelum rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam sambutannya, AKBP Wisnu mengatakan bahwa Polres Kediri Kota berencana melaksanakan kegiatan serupa secara rutin sebagai sarana menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
“Kami dari Polres Kediri Kota akan melaksanakan kegiatan seperti ini secara rutin untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas,” kata AKBP Wisnu.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan warga menjadi penting agar kepolisian dapat mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Melalui pertemuan tersebut, warga juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun pertanyaan terkait pelayanan kepolisian.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian Kapolres adalah maraknya informasi yang beredar di ruang digital.
AKBP Wisnu mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang muncul di internet dapat dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan.
Masyarakat perlu memeriksa sumber informasi, membandingkan dengan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi.
“Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini kita sudah memasuki dunia digital dan banyak berita di dunia maya. Kami berharap bapak-bapak sekalian tidak percaya seratus persen terhadap informasi tersebut, tetapi mengecek terlebih dahulu kebenarannya,” ujar AKBP Wisnu.
Ia menegaskan bahwa Polres Kediri Kota siap membantu masyarakat apabila membutuhkan klarifikasi terhadap informasi yang berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban.
“Kami dari Polres Kediri Kota siap membantu bapak-bapak sekalian untuk memastikan apakah berita tersebut benar atau tidak,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting karena penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman dan keresahan apabila diterima tanpa pemeriksaan.
Terlebih, informasi yang berkaitan dengan tindak kriminalitas, konflik sosial, maupun isu keamanan sering kali mendapat perhatian masyarakat dan berpotensi menyebar dengan cepat.
Karena itu, AKBP Wisnu meminta warga lebih bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas asal-usulnya.
Selain mengingatkan bahaya hoaks, Kapolres juga memperkenalkan kembali layanan kepolisian melalui nomor 110.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan penanganan petugas.
AKBP Wisnu mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu menghubungi kepolisian apabila menemukan persoalan yang mengganggu keamanan lingkungan.
“Apabila bapak-bapak sekalian menemukan permasalahan seperti tindak pidana atau apa pun yang berkaitan dengan keresahan masyarakat, kami dari Polres Kediri Kota siap melayani melalui layanan polisi 110,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan layanan tersebut dapat mempermudah masyarakat memperoleh bantuan kepolisian tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor polisi.
“Harapannya, dengan layanan 110 tersebut, kami dapat membantu masyarakat dalam mengatasi kendala yang terjadi di lingkungan mereka,” kata AKBP Wisnu.
Layanan polisi 110 merupakan saluran pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian yang dapat diakses masyarakat secara gratis.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melaporkan peristiwa yang membutuhkan respons kepolisian, termasuk dugaan tindak pidana maupun gangguan keamanan dan ketertiban.
Meski demikian, laporan yang disampaikan masyarakat tetap memerlukan informasi yang jelas agar petugas dapat menindaklanjuti sesuai kondisi dan kewenangannya.
Setelah menyampaikan pesan kamtibmas, AKBP Wisnu mengikuti khotbah dan salat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Jami’ Al Huda.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama takmir dan imam masjid.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran Polres Kediri Kota untuk menjalin komunikasi dengan tokoh agama serta masyarakat di lingkungan Kelurahan Ngadirejo.
Melalui dialog tersebut, kepolisian dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan pengurus tempat ibadah yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga ruang pertemuan warga dan penyampaian pesan-pesan sosial yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, kegiatan Jumat Keliling dapat menjadi salah satu sarana komunikasi antara kepolisian dan masyarakat tanpa harus menunggu munculnya persoalan keamanan.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kediri Kota didampingi Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., dan Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, S.H.
Turut hadir Kasubbag Perencanaan Polres Kediri Kota AKP Ibnu Sa’i, Kanit Propam Polsek Kediri Kota Iptu Murdijono, Kasi TIK Polres Kediri Kota Aiptu Nanang, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngadirejo Aiptu Bekti Purwanto.
Kehadiran sejumlah pejabat kepolisian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan pembinaan dan komunikasi masyarakat yang dilakukan langsung oleh pimpinan Polres Kediri Kota.
Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai cara memperoleh informasi yang benar serta mekanisme meminta bantuan kepolisian.
AKBP Wisnu menekankan pentingnya kerja sama antara polisi dan warga dalam menjaga situasi lingkungan tetap aman.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Kediri Kota berharap masyarakat semakin terbuka dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan keamanan di lingkungannya.
Kegiatan di Masjid Jami’ Al Huda berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB dan diakhiri dengan foto bersama.
Jumat Keliling tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan Polres Kediri Kota kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sekaligus memperkuat edukasi mengenai literasi digital dan pelayanan kepolisian. (res/an)
Peristiwa
Green Policing di Asrama Polisi PK Bangsa, Kapolres Kediri Kota Ajak Masyarakat Bersama Menjaga Lingkungan
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di lingkungan Asrama Polisi (Aspol) Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Green Policing, pendekatan kepolisian yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata bersama masyarakat.
AKBP Wisnu hadir bersama Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko dan sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota.
Kegiatan tersebut juga melibatkan warga yang tinggal di sekitar Asrama Polisi PK Bangsa.
Setibanya di lokasi, AKBP Wisnu langsung mengikuti penanaman pohon bersama masyarakat dan jajaran kepolisian.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap penghijauan lingkungan permukiman.
Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk memperbaiki kualitas lingkungan.
Keberadaan pepohonan di kawasan permukiman memiliki sejumlah manfaat, mulai dari memberikan keteduhan, membantu menyerap air hujan, hingga mendukung kualitas udara dan kenyamanan lingkungan.
Di kawasan perkotaan, ruang hijau juga memiliki peran penting dalam mengurangi paparan panas dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Karena itu, kegiatan penghijauan tidak hanya berkaitan dengan penanaman pohon, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap pemeliharaan tanaman agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan Green Policing di Aspol PK Bangsa menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran bersama terhadap kondisi lingkungan.
Kehadiran warga menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat di sekitar asrama.
Selain menjadi kegiatan penghijauan, penanaman pohon bersama dapat memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dan warga.
Hubungan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pendekatan kepolisian yang mengedepankan kerja sama dengan masyarakat.
Melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan lingkungan, kepolisian dapat membangun interaksi dengan warga di luar kegiatan penegakan hukum dan pengamanan.
“Melalui kegiatan Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tugas kepolisian, tetapi menjaga lingkungan agar tetap hijau, bersih, dan nyaman juga membutuhkan kepedulian kita bersama.” kata AKBP Wisnu.
Kegiatan Green Policing sejalan dengan upaya membangun kesadaran bahwa pemeliharaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Perubahan kondisi lingkungan perkotaan, termasuk berkurangnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya kebutuhan kawasan permukiman, menjadi alasan pentingnya kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.
Meski penanaman pohon merupakan langkah yang relatif sederhana, manfaatnya bergantung pada pemilihan jenis tanaman, kesesuaian lokasi, serta perawatan setelah penanaman.
Karena itu, keberlanjutan kegiatan menjadi hal penting agar pohon yang ditanam tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan seremonial.
Di lingkungan asrama polisi, penghijauan juga dapat memberikan manfaat langsung bagi penghuni maupun masyarakat sekitar.
Pepohonan yang tumbuh dengan baik dapat menciptakan kawasan yang lebih teduh dan mendukung kenyamanan ruang bersama.
Selain itu, kegiatan yang melibatkan warga dapat menjadi sarana membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan secara kolektif.
“Kami berharap pohon yang ditanam hari ini dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil di sekitar tempat tinggal masing-masing,” tambah Wisnu.
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Wisnu didampingi Wakapolres dan para pejabat utama Polres Kediri Kota.
Keterlibatan pimpinan kepolisian dalam penanaman pohon menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan penghijauan yang dilakukan bersama warga.
Sementara itu, kehadiran masyarakat sekitar Aspol PK Bangsa memperlihatkan adanya partisipasi warga dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan kepolisian tersebut.
Laporan kegiatan belum merinci jumlah pohon yang ditanam, jenis tanaman yang digunakan, maupun rencana pemeliharaan setelah penanaman.
Meski demikian, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk interaksi langsung antara Polres Kediri Kota dan masyarakat melalui aktivitas pelestarian lingkungan.
Green Policing juga dapat menjadi sarana edukasi bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari kegiatan berskala besar.
Menanam dan merawat pohon, menjaga kebersihan, serta memperhatikan kondisi ruang hijau di sekitar tempat tinggal merupakan tindakan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Melalui kegiatan di Asrama Polisi PK Bangsa, Polres Kediri Kota menempatkan penghijauan sebagai salah satu bentuk kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Berdasarkan laporan kegiatan, penanaman pohon yang dipimpin AKBP Wisnu berlangsung aman dan kondusif.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal. (res/an)
Peristiwa
Kompensasi Warga Terdampak di Jalan Jaksa Agung dan Jalan Kawi Kediri Dibahas, Pembangunan Jalan Suparjan Jadi Prioritas
Kediriselaludihati.com – Persoalan kompensasi bagi warga yang terdampak pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi di Kantor Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut melibatkan pemerintah kelurahan, perwakilan masyarakat, unsur pelaksana proyek, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Pembahasan difokuskan pada perkembangan kompensasi bagi warga yang terdampak aktivitas pembangunan, khususnya di kawasan Jalan Jaksa Agung dan Jalan Kawi.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pembayaran kompensasi terakhir untuk warga terdampak di kedua kawasan itu dilakukan pada September 2026.
Sementara itu, pelaksanaan pembangunan saat ini lebih diprioritaskan pada kawasan Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan, masih terdapat penerima kompensasi, terutama pada lokasi yang aktivitas pembangunannya masih berlangsung.
Rapat koordinasi tersebut menjadi sarana komunikasi antara pihak terkait dan masyarakat untuk membahas perkembangan proyek serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kelurahan Mojoroto Yahya Budiono, Bhabinkamtibmas Aiptu Andri Jatmiko, serta dua Babinsa, yakni Serka Parik Susanto dan Pratu Arif Afandi.
Pertemuan juga diikuti Kasi Ketenteraman dan Ketertiban, Kasi Pemerintahan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta para ketua RT dan RW.
Dari unsur terkait pembangunan hadir Alfi selaku perwakilan hubungan masyarakat LMA bersama sejumlah staf.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memungkinkan pembahasan mengenai dampak pembangunan dilakukan melalui koordinasi langsung di tingkat kelurahan.
Pembangunan infrastruktur jalan tol menuju Bandara Dhoho merupakan proyek yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan yang dilalui maupun berdekatan dengan lokasi pekerjaan.
Selain perubahan akses dan arus kendaraan, pelaksanaan proyek juga dapat menimbulkan dampak sementara terhadap lingkungan dan kegiatan warga.
Karena itu, komunikasi mengenai kompensasi menjadi salah satu hal penting agar masyarakat memperoleh penjelasan mengenai mekanisme dan perkembangan penanganan dampak pembangunan.
Dalam rapat di Kelurahan Mojoroto, pembahasan mengenai kompensasi berkaitan dengan aktivitas proyek di Jalan Jaksa Agung, Jalan Kawi, dan Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Namun, laporan kegiatan belum merinci bentuk kompensasi yang diberikan, jumlah warga penerima, besaran pembayaran, maupun kriteria penetapan penerima.
Belum dijelaskan pula apakah kompensasi tersebut berkaitan dengan gangguan aktivitas usaha, akses bangunan, kerusakan properti, atau bentuk dampak pembangunan lainnya.
Dengan demikian, kompensasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut belum dapat disamakan dengan pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah tanpa adanya penjelasan lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas bersama unsur tiga pilar menghadiri koordinasi tersebut sekaligus mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Kehadiran kepolisian diarahkan untuk mendukung kelancaran komunikasi antara pihak terkait serta mencegah munculnya gangguan keamanan selama pembahasan berlangsung.
“Kami berharap setiap persoalan yang muncul akibat pelaksanaan pembangunan dapat dikomunikasikan secara terbuka melalui pemerintah kelurahan dan pihak terkait. Masyarakat tetap kami imbau menjaga ketertiban agar pembahasan mengenai kompensasi dapat berjalan dengan baik,” kata Kompol Rudi.
Persoalan kompensasi menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari di sekitar kawasan pembangunan.
Kejelasan informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab, dasar pemberian kompensasi, serta waktu penyalurannya diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui forum koordinasi, warga dan unsur pemerintah setempat dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan pekerjaan serta menyampaikan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.
Di sisi lain, keterlibatan RT, RW, dan LPMK menjadi penting karena lembaga tersebut memiliki hubungan langsung dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Informasi yang diperoleh melalui rapat dapat menjadi bahan komunikasi kepada warga, sepanjang sesuai dengan keputusan dan penjelasan resmi pihak yang berwenang.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aiptu Andri Jatmiko bersama Babinsa turut memantau situasi selama berlangsungnya pertemuan.
Kehadiran unsur kepolisian dan TNI merupakan bagian dari koordinasi kewilayahan dalam mendukung penyelesaian persoalan masyarakat melalui musyawarah.
“Kami mengajak masyarakat mengutamakan musyawarah apabila terdapat perbedaan informasi atau persoalan terkait dampak pembangunan. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pihak pelaksana proyek perlu terus dijaga agar situasi tetap aman dan kondusif,” tambah Kompol Rudi.
Pembahasan kompensasi di Kelurahan Mojoroto berlangsung ketika pekerjaan infrastruktur di kawasan Jalan Suparjan Mangunwijaya juga berdampak pada pengaturan arus lalu lintas.
Pada Kamis (22/10/2026) malam, Satlantas Polres Kediri Kota telah melakukan pengalihan dan pengaturan kendaraan di kawasan Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame sehubungan dengan penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya untuk mendukung pekerjaan proyek tol.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga memerlukan koordinasi mengenai akses jalan dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Meski demikian, rapat koordinasi pada Jumat tersebut belum dilaporkan menghasilkan keputusan baru mengenai jadwal pembayaran kompensasi atau mekanisme penanganan warga yang belum menerima.
Informasi mengenai tindak lanjut hasil pertemuan masih memerlukan konfirmasi kepada pemerintah kelurahan dan pihak pelaksana proyek.
Kapolsek Mojoroto melaporkan bahwa seluruh rangkaian rapat koordinasi di Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Mojoroto berlangsung lancar, tertib, dan aman.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari komunikasi berkelanjutan antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pihak pelaksana proyek dalam menangani dampak pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
-
Inspirasi6 years agoPonpes Al Falah Ploso Mojo Kediri Terima Kedatangan Santri pada Juli 2020
