Peristiwa
Polsek Kediri Kota dan Satpol PP Razia Yustisi di Pasar Banjaran
Kediriselaludihati.com – Operasi Yustisi Dilaksanakan Oleh Polsek Kediri Kota. Kegiatan, pada hari Minggu 23 Maret 2022 mulai pukul 09.00 WIB – selesai.
Polsek Kediri Kota bersama dengan Satpol PP Kota Kediri telah melaksanakan Kegiatan Ops Yustisi dipimpin oleh Pawas IPTU ABDUL MALIK dan Padal IPDA Suprapto. Dasarnya, Inmendagri Nomor 03 tahun 2022, Tentang PPKM LEVEL 3, 2, 1.
Aturan lain, Perda Prov Jatim Nomor 2 tahun 2020. Perwalikota Kediri Nomor 32 tahun 2020. Keputusan Walikota Kediri No 188.45/38/419.033/2022. tentang Perpanjngan PPKM (Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat) Level 3 Covid 19.
Sasarannya adalah Pasar Banjaran jl. Ir Sutami Kota Kediri dan Taman Wisata Pagora Jl. Imam Bojol Kota Kediri. Petugas memberikan sanksi yustisi kepada 29 pelanggar prokes. Petuugas membagikan 6 masker gratis kepada masyarakat.
“Selama kegiatan berjalan aman, lancar dan terkendali serta dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kapolsek Kediri Kota, Kompol Sugianto, S.Sos. (res/an).
Peristiwa
Siswa Kelas IX SMPN 1 Kediri Dikenalkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Sekolah Berbasis Karakter dan Disiplin
Kediriselaludihati.com – Polres Kediri Kota melalui jajaran Polsek Kediri Kota menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Kemala Taruna Bhayangkara tahun ajaran 2027/2028 kepada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kota Kediri, pada Jumat (9/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan pilihan pendidikan menengah atas yang menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan wawasan kebangsaan.
Sosialisasi berlangsung mulai pukul 07.00 WIB di SMP Negeri 1 Kota Kediri, Jalan Diponegoro, Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, Kota Kediri.
Kegiatan dilaksanakan Bhabinkamtibmas Kelurahan Balowerti Aiptu M. Chamson Syafi’i bersama Panit Binmas Polsek Kediri Kota Aiptu April Prasetyo, S.H., dan Aiptu Dwi Sasongko.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan informasi mengenai SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai salah satu alternatif sekolah lanjutan bagi siswa yang akan menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui laporan kegiatan yang disampaikannya, menjelaskan bahwa sosialisasi ditujukan kepada seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kota Kediri agar mengenal program pendidikan dan kesempatan mengikuti seleksi penerimaan murid baru SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
“Sekolah tersebut diperkenalkan sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter melalui nilai-nilai kebhayangkaraan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan nasionalisme,” ungkapnya.
Menurut Bowo, pengenalan sekolah tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan referensi kepada siswa dalam menentukan pilihan pendidikan setelah lulus SMP.
Dalam laporan kegiatan, salah satu tujuan pendidikan yang diperkenalkan adalah membentuk siswa yang berkarakter serta mempersiapkan mereka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk universitas terkemuka di tingkat internasional.
Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan informasi mengenai pilihan pendidikan kepada pelajar yang sedang mempersiapkan diri memasuki jenjang sekolah menengah atas.
Bagi siswa kelas IX, pemilihan sekolah lanjutan merupakan salah satu tahapan penting karena berkaitan dengan minat, kemampuan akademik, serta rencana pendidikan jangka panjang.
Karena itu, pengenalan berbagai pilihan sekolah dapat membantu siswa dan orang tua memperoleh gambaran mengenai karakteristik lembaga pendidikan sebelum menentukan pilihan.
Dalam sosialisasi di SMP Negeri 1 Kota Kediri, petugas menekankan pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai bagian dari proses pembentukan karakter pelajar.
Nilai-nilai tersebut dinilai relevan dalam mendukung keberhasilan pendidikan karena tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kedisiplinan, wawasan kebangsaan dan nasionalisme menjadi bagian dari nilai pendidikan yang diperkenalkan dalam program SMA Kemala Taruna Bhayangkara.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan belajar yang baik, tetapi juga mengembangkan sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri, lingkungan sekolah, dan masyarakat.
SMA Kemala Taruna Bhayangkara juga diperkenalkan dengan orientasi pendidikan yang mempersiapkan peserta didik menghadapi persaingan akademik pada jenjang yang lebih tinggi.
Meski demikian, laporan kegiatan Polsek Kediri Kota belum memuat rincian persyaratan pendaftaran, tahapan seleksi, jadwal pembukaan pendaftaran, maupun ketentuan penerimaan siswa tahun ajaran 2027/2028.
Informasi mengenai persyaratan dan mekanisme seleksi tetap perlu mengacu pada pengumuman resmi penyelenggara penerimaan murid baru.
Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan unsur pembinaan masyarakat Polsek Kediri Kota. Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama personel Binmas menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap penyebarluasan informasi pendidikan kepada pelajar.
Selain menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, fungsi pembinaan masyarakat kepolisian juga dapat menjangkau lingkungan pendidikan melalui kegiatan komunikasi dan penyuluhan.
Dalam kegiatan ini, penyuluhan difokuskan pada pengenalan SMA Kemala Taruna Bhayangkara dan nilai-nilai pendidikan yang menjadi bagian dari program sekolah tersebut.
Petugas mengajak siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kota Kediri untuk mempertimbangkan kesempatan mengikuti SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara tahun ajaran 2027/2028 sesuai minat dan kesiapan masing-masing.
Berdasarkan laporan Polsek Kediri Kota, sosialisasi berlangsung tanpa kendala yang dilaporkan. Namun, tidak disebutkan jumlah siswa yang mengikuti kegiatan maupun jumlah pelajar yang menyatakan minat untuk mendaftar.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diharapkan memperoleh tambahan informasi mengenai pilihan sekolah menengah atas sehingga dapat mempersiapkan rencana pendidikan lanjutan secara lebih matang. (res/an)
Peristiwa
Temui Driver Ojol di Jalan Monginsidi, Polisi Kediri Kota Ajak Pengendara Patuhi Aturan Lalu Lintas
Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota memberikan edukasi keselamatan berkendara kepada sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di sebuah warung kawasan Jalan Monginsidi, Kota Kediri, pada Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran pengendara dalam mematuhi peraturan lalu lintas sekaligus menekan risiko kecelakaan di jalan raya.
Sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WIB tersebut dilaksanakan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota. Kegiatan dipimpin Kanit Kamsel bersama sejumlah anggota dengan menyasar pengemudi ojek online yang sedang berada di lokasi.
Petugas memberikan pemahaman mengenai pentingnya disiplin berkendara, terutama kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas dan ketentuan yang berlaku di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan yang disampaikannya, menekankan pentingnya “disiplin berlalu lintas dengan mematuhi rambu-rambu dan peraturan lalu lintas”.
Edukasi tersebut menyasar pengemudi ojek online karena kelompok ini memiliki intensitas penggunaan jalan yang relatif tinggi. Dalam menjalankan pekerjaannya, para pengemudi tidak hanya mengantarkan penumpang, tetapi juga melayani pengiriman makanan maupun barang ke berbagai lokasi.
Mobilitas tersebut membuat pengemudi ojek online harus menghadapi beragam kondisi lalu lintas, mulai dari kepadatan kendaraan di pusat kota hingga aktivitas masyarakat di kawasan permukiman.
Karena itu, pemahaman mengenai keselamatan berkendara menjadi kebutuhan penting bagi pengemudi yang menggantungkan aktivitas pekerjaannya pada kendaraan bermotor.
Melalui kegiatan tersebut, kepolisian mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya melindungi keselamatan diri sendiri, penumpang, dan pengguna jalan lainnya.
Pengemudi diharapkan tidak mengabaikan rambu-rambu maupun ketentuan lalu lintas hanya karena mengejar waktu pengantaran atau menyelesaikan pesanan.
Dalam aktivitas sehari-hari, pengemudi ojek online juga dituntut mampu membagi perhatian antara kebutuhan pekerjaan dan keselamatan perjalanan.
Penggunaan aplikasi navigasi dan pemesanan, misalnya, perlu dilakukan dengan tetap mengutamakan konsentrasi berkendara. Pengemudi sebaiknya berhenti di tempat yang aman ketika harus memeriksa informasi perjalanan melalui telepon seluler.
Selain itu, penggunaan helm berstandar nasional, menjaga jarak aman, mematuhi lampu lalu lintas, dan tidak melakukan manuver berbahaya merupakan langkah yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan.
Meski demikian, laporan kegiatan kepolisian tidak merinci seluruh materi teknis keselamatan yang disampaikan kepada pengemudi. Sosialisasi yang tercatat secara khusus menekankan kepatuhan terhadap rambu dan peraturan lalu lintas.
Pendekatan langsung kepada pengemudi ojek online menjadi salah satu cara kepolisian menyampaikan pesan keselamatan kepada kelompok masyarakat yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.
Berbeda dengan penindakan pelanggaran, kegiatan edukasi tersebut lebih diarahkan untuk membangun pemahaman dan kesadaran pengendara agar mematuhi ketentuan lalu lintas secara sukarela.
Interaksi antara petugas dan pengemudi juga menjadi sarana komunikasi untuk memperkuat kepedulian terhadap keselamatan di jalan.
Keberadaan pengemudi ojek online sebagai bagian dari layanan transportasi masyarakat membuat perilaku berkendara mereka turut berpengaruh terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.
Dengan meningkatnya kesadaran terhadap aturan lalu lintas, pengemudi diharapkan dapat menjalankan pekerjaannya secara lebih aman tanpa mengabaikan kepentingan pengguna jalan lain.
Berdasarkan laporan Satlantas Polres Kediri Kota, kegiatan sosialisasi berlangsung hingga pukul 10.30 WIB. Tidak disebutkan adanya penindakan pelanggaran ataupun pemberian sanksi kepada pengemudi selama kegiatan berlangsung.
Laporan tersebut juga tidak mencantumkan jumlah pengemudi ojek online yang mengikuti sosialisasi.
Melalui kegiatan edukasi di Jalan Monginsidi, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya memperkuat budaya tertib berlalu lintas di kalangan pengemudi transportasi daring, sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas dalam setiap perjalanan. (res/an)
Peristiwa
Antisipasi Konvoi dan Kemacetan Festival Santri Nusantara, Polsek Pesantren Kediri Siagakan 71 Personel
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 71 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan sejumlah jalur masuk Kota Kediri selama pelaksanaan puncak Festival Santri Nusantara 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, pada Kamis (8/10/2026) malam hingga Jumat (9/10/2026).
Pengamanan difokuskan pada tujuh titik strategis di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, untuk mengantisipasi kemacetan, pergerakan rombongan dari luar daerah, serta potensi gangguan keamanan selama kegiatan Lirboyo Bersholawat berlangsung.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. memimpin pengamanan tersebut dengan melibatkan 26 personel Polsek Pesantren, empat personel bantuan kendali operasi (BKO) Polres Kediri Kota, dan 40 personel TNI.
Pengamanan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB setelah seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Markas Polres Kediri Kota.
Selanjutnya, anggota mendapatkan arahan pimpinan sebelum ditempatkan di sejumlah persimpangan dan jalur perbatasan.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Santri Nusantara 2026, khususnya untuk mengendalikan pergerakan kendaraan dan mengantisipasi gangguan ketertiban di wilayah Kecamatan Pesantren.
Berdasarkan laporan pengamanan yang disampaikan Siswandi, kegiatan mencakup “patroli mobiling tempat rawan” serta “pengaturan arus lalu lintas apabila terdapat jalan yang macet”.
Tujuh Titik Strategis Dijaga Personel Gabungan
Polsek Pesantren membagi kekuatan pengamanan ke tujuh lokasi yang dinilai strategis untuk memantau arus kendaraan menuju Kota Kediri.
Di Simpang Empat Baptis, pengamanan melibatkan enam personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.
Sementara itu, Simpang Empat Bence dijaga lima anggota Polsek Pesantren bersama 10 personel TNI.
Untuk Simpang Empat Reco Pentung, pengamanan dilakukan oleh empat personel bantuan dari Polres Kediri Kota.
Di Simpang Tiga Terminal Lama, empat anggota Polsek Pesantren ditempatkan untuk melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas.
Selanjutnya, Simpang Tiga Lapangan Gajah Mada mendapat pengamanan lima personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.
Adapun Simpang Empat Baruna dijaga dua personel Polsek Pesantren.
Sementara itu, kawasan perbatasan Blabak mendapat perhatian dengan penempatan lima personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.
Penempatan petugas di perbatasan Blabak menjadi bagian dari pengawasan terhadap kendaraan dan rombongan yang hendak memasuki wilayah Kota Kediri.
Dengan pola tersebut, pengamanan tidak hanya terpusat di sekitar Pondok Pesantren Lirboyo, tetapi juga menjangkau sejumlah akses masuk kota.
Antisipasi Rombongan dari Luar Kota Kediri
Selain menempatkan personel di persimpangan, Polsek Pesantren melaksanakan patroli bergerak atau mobile patrol di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.
Patroli dilakukan untuk memantau perkembangan situasi serta mengantisipasi kedatangan rombongan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.
Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa apabila ditemukan rombongan dari luar Kota Kediri yang hendak memasuki wilayah kota dan berpotensi mengganggu pengamanan, petugas akan melakukan pemeriksaan serta mengarahkan rombongan tersebut kembali ke wilayah asal.
Langkah tersebut berkaitan dengan pengamanan Lirboyo Bersholawat yang sebelumnya juga menjadi perhatian Polres Kediri Kota.
Dalam apel pengamanan gabungan, Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H. meminta personel mengantisipasi konvoi kelompok perguruan pencak silat yang tidak berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
“Yang perlu diantisipasi adalah kedatangan kelompok perguruan yang berkumpul untuk melakukan konvoi,” kata Kompol Iwan saat memberikan arahan pengamanan, pada Kamis (8/10/2026).
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar Kediri untuk mendukung pengawasan terhadap pergerakan rombongan.
“Kita juga berkoordinasi dengan polres samping untuk membantu melakukan penyekatan,” ujarnya.
Pengaturan Lalu Lintas Jadi Perhatian
Selain mengantisipasi konvoi, petugas gabungan disiagakan untuk mengatur arus kendaraan apabila terjadi kepadatan di sejumlah persimpangan.
Pengamanan dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang menjadi puncak Festival Santri Nusantara 2026.
Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.
Dalam rapat koordinasi sebelumnya, panitia memperkirakan jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 50.000 orang.
Besarnya potensi pergerakan masyarakat tersebut membuat pengaturan lalu lintas menjadi salah satu prioritas pengamanan.
Kecamatan Pesantren merupakan salah satu wilayah yang dilalui kendaraan dari arah luar Kota Kediri, sehingga pemantauan pada jalur masuk diperlukan untuk membantu mengendalikan arus menuju pusat kota.
Petugas di setiap titik diminta melakukan pengawasan serta berkoordinasi apabila ditemukan peningkatan volume kendaraan.
Pengamanan juga dilakukan melalui patroli bergerak untuk menjangkau lokasi yang tidak menjadi titik penempatan personel tetap.
Bagian dari Pengamanan Gabungan Festival Santri Nusantara
Pengamanan yang dilakukan Polsek Pesantren merupakan bagian dari operasi pengamanan gabungan yang dikoordinasikan Polres Kediri Kota.
Sebelumnya, Polres Kediri Kota menyiapkan 784 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan Lirboyo Bersholawat.
Pengamanan dibagi ke sejumlah wilayah dan jalur strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun gangguan ketertiban.
Sementara itu, panitia Pondok Pesantren Lirboyo juga menyiapkan pengamanan internal untuk membantu mengatur pergerakan jemaah di lingkungan acara.
Kolaborasi pengamanan tersebut dilakukan agar kegiatan keagamaan dapat berlangsung tanpa mengabaikan aktivitas masyarakat di jalan umum.
Tidak Ada Gangguan Menonjol yang Dilaporkan
Berdasarkan laporan Polsek Pesantren, pengamanan di tujuh titik strategis berlangsung tanpa adanya gangguan keamanan menonjol yang dilaporkan.
Laporan tersebut juga tidak mencantumkan jumlah rombongan yang diarahkan kembali maupun jumlah kendaraan yang mengalami pengalihan arus.
Siswandi menyebut pengamanan Festival Santri Nusantara merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan melibatkan personel Polsek Pesantren sesuai kebutuhan pengamanan wilayah.
Melalui penempatan 71 personel gabungan, kepolisian berupaya memastikan akses masuk Kota Kediri tetap terpantau selama berlangsungnya kegiatan di Pondok Pesantren Lirboyo.
Masyarakat yang melintas di kawasan Kecamatan Pesantren diimbau mematuhi arahan petugas, menghindari konvoi yang mengganggu pengguna jalan, serta mengikuti pengaturan lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
