Inspirasi
Tekankan Peran Bhabinkamtibmas, AKBP Wisnu Minta Polisi Adaptif dan Dekat dengan Masyarakat
‘

Kediriselaludihati- Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke jajaran Polsek Kota dan Polsek Mojoroto, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi internal, mengecek kesiapsiagaan personel, sekaligus menyerap langsung berbagai kebutuhan serta kendala yang dihadapi anggota di tingkat Polsek.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Kediri Kota didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., serta para pejabat utama Polres Kediri Kota.

Rombongan pertama mendatangi Mako Polsek Kota. Kedatangan Kapolres disambut Kapolsek Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., bersama jajaran anggota.
Kegiatan diawali dengan pengecekan Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako), pemeriksaan area mako dan zone escape, serta peninjauan UMKM Bhayangkari Ranting Kota.
Kapolsek Kota Kompol Bowo Wicaksono menyampaikan bahwa wilayah hukum Polsek Kota yang mencakup 17 kelurahan secara umum dalam kondisi terjaga dengan dukungan 68 personel Polri dan 5 ASN.
“Pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas di masing-masing wilayah berjalan dengan baik. Sampai saat ini belum terdapat kegiatan maupun permasalahan menonjol yang mengganggu situasi kamtibmas,” kata Kompol Bowo.
Dalam arahannya, Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menegaskan bahwa tantangan kepolisian saat ini membutuhkan kedekatan yang lebih kuat dengan masyarakat.
Menurutnya, jumlah personel yang ada harus diimbangi dengan kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi bersama warga.
“Dengan jumlah personel yang terbatas, tentunya kita tidak mungkin mengamankan seluruh wilayah secara maksimal tanpa dukungan masyarakat. Karena itu hubungan dengan masyarakat harus terus dibangun,” ujar AKBP Wisnu.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Bhabinkamtibmas harus menjadi mata dan telinga Polri di tengah masyarakat. Setiap kendala maupun kebutuhan di lapangan harus disampaikan agar bisa segera dievaluasi dan dicarikan solusi,” jelasnya.
AKBP Wisnu juga meminta jajarannya mampu menyesuaikan pola komunikasi dengan perkembangan zaman, terutama menghadapi karakter generasi muda.
“Kita harus mampu masuk ke dunia generasi Z. Jangan hanya menggunakan cara lama, tetapi harus menyesuaikan cara komunikasi dan pelayanan dengan kondisi masyarakat saat ini,” katanya.
Selain itu, Kapolres mengingatkan agar proses penegakan hukum dilakukan secara profesional sesuai aturan yang berlaku.
“Dalam setiap proses hukum harus dilaksanakan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari,” tegasnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah anggota menyampaikan aspirasi terkait kegiatan sosial masyarakat yang membutuhkan partisipasi personel serta pola penyelesaian permasalahan internal anggota.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menyampaikan bahwa setiap bentuk partisipasi harus tetap memperhatikan aturan dan tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi Polri.
Setelah dari Polsek Kota, rombongan melanjutkan kunjungan ke Mako Polsek Mojoroto. Kedatangan Kapolres disambut Wakapolsek Mojoroto AKP Wilu Suwandoko bersama anggota.
Di Polsek Mojoroto, Kapolres kembali melakukan pengecekan Sispam Mako dan meninjau UMKM Bhayangkari Ranting Mojoroto sebelum memberikan arahan kepada personel.
Wakapolsek Mojoroto AKP Wilu Suwandoko menyampaikan bahwa wilayah hukum Polsek Mojoroto saat ini didukung 63 personel yang terdiri dari 60 anggota Polri dan 3 ASN.
Ia menjelaskan bahwa secara umum situasi kamtibmas berjalan baik, namun tetap diperlukan perhatian terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk aktivitas kelompok perguruan silat.
Dalam arahannya, AKBP Wisnu meminta seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.
“Setiap anggota harus mampu memprediksi dan mengantisipasi skenario terburuk, terutama dalam pengamanan markas komando. Kesiapan bukan hanya ketika terjadi gangguan, tetapi harus dibangun sejak awal,” ujarnya.
Kapolres kembali mengingatkan bahwa hakikat tugas Polri adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus meluruskan pola pikir bahwa masyarakat membutuhkan kita. Polri hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” kata AKBP Wisnu.
Ia juga menegaskan posisi Bhabinkamtibmas sebagai wajah Polri di tengah masyarakat.
“Bhabinkamtibmas adalah ujung tombak Polres Kediri Kota. Karena mereka yang paling sering bersentuhan langsung dengan masyarakat,” tambahnya.
Dalam dialog bersama anggota, sejumlah kebutuhan operasional turut disampaikan, di antaranya kondisi fasilitas ruang SPKT, kendaraan dinas Bhabinkamtibmas, serta kebutuhan sarana pendukung fungsi Reskrim.
Terkait hal tersebut, Kapolres meminta agar kebutuhan personel dipetakan dan diajukan sesuai skala prioritas.
“Kebutuhan yang sudah menjadi ketentuan agar didata, mana yang bisa dipenuhi secara internal dan mana yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah,” jelasnya.
Kunjungan kerja tersebut ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Melalui kegiatan ini, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat komunikasi antara pimpinan dan anggota sekaligus memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat terus berjalan optimal. (res/aro)
Inspirasi
Polisi Siapkan Penyekatan dan Larang Konvoi Perguruan Silat Saat Puncak Festival Santri Nusantara di Lirboyo
Kediriselaludihati – Sebanyak 784 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan untuk mengamankan kegiatan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Kamis (8/10/2026) malam.
Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan jemaah, gangguan ketertiban, serta potensi konvoi kelompok perguruan pencak silat menuju kawasan pesantren.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, ratusan personel mengikuti apel kesiapan pengamanan di Markas Polres Kediri Kota, Kamis sore.
Apel dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., dan diikuti pejabat utama Polres Kediri Kota, para perwira pengendali serta personel gabungan dari sejumlah satuan.
Lirboyo Bersholawat merupakan puncak rangkaian Festival Santri Nusantara 2026 yang digelar pada 4-8 Oktober 2026.
Dalam arahannya, Iwan menegaskan bahwa pengamanan telah dipersiapkan melalui rapat koordinasi lintas instansi. Seluruh personel diminta memahami tugas masing-masing dan mengantisipasi potensi gangguan sebelum kegiatan dimulai.
“Saat ini merupakan puncak kegiatan Festival Santri 2026, yaitu sholawatan. Kegiatan ini sebelumnya sudah dilaksanakan rapat koordinasi,” kata Iwan saat memberikan arahan kepada peserta apel.
784 Personel dari Berbagai Satuan
Pengamanan Lirboyo Bersholawat melibatkan personel gabungan dari kepolisian, TNI, serta Pemerintah Kota Kediri.
Berdasarkan laporan pengamanan, kekuatan personel terdiri atas 350 anggota Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, 100 personel Kodim 0809/Kediri, 90 personel Satbrimob Polda Jawa Timur, 30 personel Brigif Wirayudha, serta 90 personel Yonif 521 Kediri.
Selain itu, terdapat 90 personel Direktorat Samapta Polda Jawa Timur, empat anggota Subdenpom, 20 personel Satpol PP Kota Kediri, dan 10 petugas Dinas Perhubungan Kota Kediri.
Seluruh kekuatan tersebut disiapkan untuk mendukung pengamanan kegiatan yang diperkirakan dihadiri puluhan ribu jemaah.
Dalam rapat koordinasi sebelumnya, panitia memperkirakan sekitar 50.000 orang akan menghadiri Lirboyo Bersholawat.
Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan petugas, terutama pada jalur menuju pesantren dan titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Polisi Antisipasi Konvoi Perguruan Silat
Salah satu perhatian utama dalam apel pengamanan adalah kemungkinan kedatangan kelompok perguruan pencak silat yang melakukan konvoi menuju kawasan Lirboyo.
Iwan meminta personel mengantisipasi potensi tersebut melalui pengawasan dan koordinasi dengan kepolisian di wilayah sekitar Kediri.
“Yang perlu diantisipasi adalah kedatangan kelompok perguruan yang berkumpul untuk melakukan konvoi,” ujar Iwan.
Ia menegaskan, kegiatan Lirboyo Bersholawat merupakan acara keagamaan sehingga peserta diminta mengikuti ketentuan yang telah disiapkan penyelenggara.
“Dalam kegiatan ini tidak diperbolehkan ada atribut perguruan. Yang diperbolehkan masuk adalah yang berpakaian busana muslim,” katanya.
Kepolisian juga menyiapkan langkah penyekatan untuk mencegah konvoi kelompok perguruan menuju lokasi acara.
Menurut Iwan, koordinasi dengan polres wilayah sekitar telah dilakukan untuk mendukung pengamanan tersebut.
“Kita juga berkoordinasi dengan polres samping untuk membantu melakukan penyekatan,” ujarnya.
Personel diminta mengarahkan kembali rombongan yang datang untuk melakukan konvoi menuju wilayah masing-masing.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan mengantisipasi pertemuan kelompok massa di sekitar kawasan pesantren.
Personel Diminta Tetap Berada di Titik Pengamanan
Selain mengantisipasi konvoi, Iwan memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan personel selama bertugas.
Petugas diminta segera menempati lokasi pengamanan masing-masing setelah waktu Magrib.
“Saya minta setelah Magrib rekan-rekan sudah berada di titik masing-masing,” kata Iwan.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak meninggalkan lokasi tugas sebelum ada instruksi resmi dari pimpinan pengamanan.
“Pencabutan personel menunggu perintah. Jangan sampai belum ada perintah, rekan-rekan sudah meninggalkan titik,” tegasnya.
Arahan tersebut diberikan untuk memastikan pengamanan tetap berjalan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dan pergerakan jemaah dapat dikendalikan.
Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan Tactical Floor Game (TFG), yakni simulasi taktis untuk memantapkan pemahaman petugas terhadap penempatan dan pola pengamanan.
Melalui kegiatan tersebut, personel memperoleh gambaran mengenai pembagian tugas dan koordinasi antarsatuan selama pengamanan berlangsung.
Pengamanan Dipersiapkan Sejak Rapat Koordinasi
Sebelumnya, Polres Kediri Kota telah menggelar rapat koordinasi pengamanan Festival Santri Nusantara 2026 pada Selasa (6/10/2026).
Rapat tersebut membahas berbagai kebutuhan teknis, mulai dari pengaturan arus kendaraan, lokasi parkir, jalur masuk jemaah, pelayanan kesehatan, hingga jalur evakuasi.
Panitia juga menyiapkan 503 personel pengamanan internal yang direncanakan ditempatkan pada 47 titik di dalam dan sekitar kawasan Pondok Pesantren Lirboyo.
Dalam koordinasi tersebut, pengamanan kepolisian difokuskan pada kawasan luar pesantren, terutama ruas jalan dan persimpangan yang berpotensi mengalami kemacetan.
Panitia sebelumnya juga menyampaikan rencana penutupan jalan di sekitar lokasi mulai pukul 17.00 WIB.
Kendaraan jemaah akan diarahkan menuju lokasi parkir yang telah disiapkan, sementara jalur evakuasi harus dijaga agar tidak terhalang kendaraan.
Kegiatan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech menjadi salah satu agenda puncak Festival Santri Nusantara 2026 yang terbuka bagi masyarakat umum.
Dengan pengerahan ratusan personel gabungan, kepolisian memprioritaskan pengamanan jemaah, pengaturan lalu lintas, pencegahan konvoi, serta koordinasi antarsatuan hingga kegiatan selesai.
Masyarakat yang akan menghadiri acara diimbau mengikuti arahan petugas, mematuhi pengaturan lalu lintas, dan tidak melakukan konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban di sekitar Pondok Pesantren Lirboyo. (res/aro)
Inspirasi
Pengabdian Berbuah Kenaikan Pangkat, Anggota Polri dan PNS Polres Kediri Kota Terima Penghargaan
Kediriselalaludihati – Polres Kediri Kota menggelar upacara laporan kenaikan pangkat pengabdian anggota Polri dan kenaikan pangkat reguler PNS Polri periode 1 Oktober 2026.
Dua personel menerima kenaikan pangkat dalam upacara yang berlangsung di halaman apel Polres Kediri Kota, Selasa (6/10/2026) mulai pukul 07.30 WIB.
Satu anggota Polri mendapatkan kenaikan pangkat pengabdian dari Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) menjadi Inspektur Polisi Dua (Ipda). Sementara satu PNS Polri memperoleh kenaikan pangkat reguler dari Pengatur Muda Tingkat I menjadi Pengatur.
Anggota Polri yang menerima kenaikan pangkat pengabdian adalah Imam Ardi Sriwijaya, personel Polsek Mojoroto Polres Kediri Kota. Dengan kenaikan tersebut, pangkatnya berubah dari Aiptu menjadi Ipda.
Sementara PNS Polri yang memperoleh kenaikan pangkat reguler adalah Edi Siswanto, S.Sos., yang bertugas sebagai Pengadministrasi Perkantoran pada Satlantas Polres Kediri Kota.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. bertindak sebagai inspektur upacara.
Upacara turut dihadiri Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., jajaran pejabat utama, para kapolsek, perwira, bintara serta PNS Polres Kediri Kota.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto mengatakan, kenaikan pangkat tersebut merupakan bentuk penghargaan institusi kepada personel sesuai masa kerja dan pengabdian yang telah dijalankan.
“Pada periode 1 Oktober 2026 terdapat satu anggota Polri yang menerima kenaikan pangkat pengabdian dari Aiptu menjadi Ipda dan satu PNS Polri yang mendapatkan kenaikan pangkat reguler,” kata Wisnu.
Kenaikan pangkat pengabdian yang diterima Imam Ardi Sriwijaya menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya sebagai anggota Polri.
Berbeda dengan kenaikan pangkat reguler, kenaikan pangkat pengabdian diberikan menjelang berakhirnya masa dinas kepada anggota yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara kenaikan pangkat yang diterima Edi Siswanto merupakan kenaikan reguler dalam jenjang kepangkatan PNS Polri. Ia sehari-hari menjalankan tugas administrasi perkantoran di Satlantas Polres Kediri Kota.
Prosesi upacara diawali dengan kedatangan Kapolres sebagai inspektur upacara, dilanjutkan penghormatan pasukan dan laporan komandan upacara.
Personel penerima kenaikan pangkat kemudian mengambil tempat untuk mengikuti laporan resmi kenaikan pangkat di hadapan inspektur upacara.
Kapolres Kediri Kota dalam momentum tersebut juga mengingatkan bahwa kenaikan pangkat tidak hanya bermakna perubahan jenjang kepangkatan, tetapi harus diikuti peningkatan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Kenaikan pangkat harus menjadi motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi dan masyarakat. Pangkat yang diterima juga membawa tanggung jawab yang harus dijaga,” ujar Wisnu.
Bagi personel lainnya, momentum tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk terus menjaga profesionalisme dan kualitas pelaksanaan tugas.
Upacara kemudian ditutup dengan doa dan foto bersama. Kenaikan pangkat dua personel tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan terhadap perjalanan pengabdian anggota Polri dan PNS di lingkungan Polres Kediri Kota. (res/aro)
Inspirasi
Tiga Personel Polres Kediri Kota Jalani Perawatan, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Datang Menjenguk
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. menjenguk tiga anggota Polres Kediri Kota yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, pada Jumat (2/10/2026).
Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan anggota sekaligus memberikan dukungan dan semangat selama menjalani proses pemulihan.
AKBP Wisnu datang bersama Ketua Bhayangkari Kota Kediri Aie Wisnu dan Kasidokes Polres Kediri Kota Ipda Habib.
Rombongan diterima Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Kediri Kombes Pol. dr. Elyani, Sp.OG.(K) Obsos.
Tiga anggota Polres Kediri Kota yang dikunjungi masing-masing Kanit Samapta Polsek Pesantren AKP Sugito, PS Kanit Pidsus Satreskrim Aiptu Bagus serta PNS Polsek Pesantren Pengatur I Susiati.
Setelah tiba di RS Bhayangkara Kediri, Kapolres bersama Karumkit mendatangi anggota yang tengah menjalani perawatan.
AKBP Wisnu melihat kondisi mereka sekaligus memberikan dukungan agar tetap bersemangat mengikuti proses perawatan hingga kondisi kesehatan kembali pulih.
Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk perhatian pimpinan kepada personel yang sedang sakit.
Kapolres ingin memastikan anggota yang menjalani perawatan mendapatkan dukungan, tidak hanya dari keluarga, tetapi juga lingkungan institusi tempat mereka bertugas.
Kehadiran Ketua Bhayangkari Kota Kediri dalam kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari dukungan moril kepada anggota dan keluarganya selama menjalani masa perawatan.
Dalam kesempatan itu, rombongan berbincang dengan anggota yang dirawat dan memberikan semangat agar fokus pada proses pemulihan kesehatan.
Karumkit Bhayangkara Tk. II Kediri Kombes Pol. dr. Elyani turut mendampingi Kapolres selama melakukan kunjungan ke ruang perawatan.
Kegiatan visite berlangsung sekitar 40 menit. Setelah memastikan kondisi anggota dan memberikan dukungan, rombongan Kapolres meninggalkan RS Bhayangkara Kediri sekitar pukul 09.40 WIB.
Kunjungan kepada personel yang sakit menjadi bagian dari perhatian internal Polres Kediri Kota terhadap kondisi kesehatan anggotanya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi personel yang sedang menjalani perawatan untuk menjalani proses pemulihan hingga nantinya dapat kembali beraktivitas. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
