Peristiwa
Antisipasi Konvoi dan Kemacetan Festival Santri Nusantara, Polsek Pesantren Kediri Siagakan 71 Personel
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 71 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan sejumlah jalur masuk Kota Kediri selama pelaksanaan puncak Festival Santri Nusantara 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, pada Kamis (8/10/2026) malam hingga Jumat (9/10/2026).
Pengamanan difokuskan pada tujuh titik strategis di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, untuk mengantisipasi kemacetan, pergerakan rombongan dari luar daerah, serta potensi gangguan keamanan selama kegiatan Lirboyo Bersholawat berlangsung.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. memimpin pengamanan tersebut dengan melibatkan 26 personel Polsek Pesantren, empat personel bantuan kendali operasi (BKO) Polres Kediri Kota, dan 40 personel TNI.
Pengamanan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB setelah seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Markas Polres Kediri Kota.
Selanjutnya, anggota mendapatkan arahan pimpinan sebelum ditempatkan di sejumlah persimpangan dan jalur perbatasan.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Santri Nusantara 2026, khususnya untuk mengendalikan pergerakan kendaraan dan mengantisipasi gangguan ketertiban di wilayah Kecamatan Pesantren.
Berdasarkan laporan pengamanan yang disampaikan Siswandi, kegiatan mencakup “patroli mobiling tempat rawan” serta “pengaturan arus lalu lintas apabila terdapat jalan yang macet”.
Tujuh Titik Strategis Dijaga Personel Gabungan
Polsek Pesantren membagi kekuatan pengamanan ke tujuh lokasi yang dinilai strategis untuk memantau arus kendaraan menuju Kota Kediri.
Di Simpang Empat Baptis, pengamanan melibatkan enam personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.
Sementara itu, Simpang Empat Bence dijaga lima anggota Polsek Pesantren bersama 10 personel TNI.
Untuk Simpang Empat Reco Pentung, pengamanan dilakukan oleh empat personel bantuan dari Polres Kediri Kota.
Di Simpang Tiga Terminal Lama, empat anggota Polsek Pesantren ditempatkan untuk melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas.
Selanjutnya, Simpang Tiga Lapangan Gajah Mada mendapat pengamanan lima personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.
Adapun Simpang Empat Baruna dijaga dua personel Polsek Pesantren.
Sementara itu, kawasan perbatasan Blabak mendapat perhatian dengan penempatan lima personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.
Penempatan petugas di perbatasan Blabak menjadi bagian dari pengawasan terhadap kendaraan dan rombongan yang hendak memasuki wilayah Kota Kediri.
Dengan pola tersebut, pengamanan tidak hanya terpusat di sekitar Pondok Pesantren Lirboyo, tetapi juga menjangkau sejumlah akses masuk kota.
Antisipasi Rombongan dari Luar Kota Kediri
Selain menempatkan personel di persimpangan, Polsek Pesantren melaksanakan patroli bergerak atau mobile patrol di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.
Patroli dilakukan untuk memantau perkembangan situasi serta mengantisipasi kedatangan rombongan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.
Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa apabila ditemukan rombongan dari luar Kota Kediri yang hendak memasuki wilayah kota dan berpotensi mengganggu pengamanan, petugas akan melakukan pemeriksaan serta mengarahkan rombongan tersebut kembali ke wilayah asal.
Langkah tersebut berkaitan dengan pengamanan Lirboyo Bersholawat yang sebelumnya juga menjadi perhatian Polres Kediri Kota.
Dalam apel pengamanan gabungan, Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H. meminta personel mengantisipasi konvoi kelompok perguruan pencak silat yang tidak berkaitan dengan kegiatan keagamaan.
“Yang perlu diantisipasi adalah kedatangan kelompok perguruan yang berkumpul untuk melakukan konvoi,” kata Kompol Iwan saat memberikan arahan pengamanan, pada Kamis (8/10/2026).
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar Kediri untuk mendukung pengawasan terhadap pergerakan rombongan.
“Kita juga berkoordinasi dengan polres samping untuk membantu melakukan penyekatan,” ujarnya.
Pengaturan Lalu Lintas Jadi Perhatian
Selain mengantisipasi konvoi, petugas gabungan disiagakan untuk mengatur arus kendaraan apabila terjadi kepadatan di sejumlah persimpangan.
Pengamanan dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang menjadi puncak Festival Santri Nusantara 2026.
Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.
Dalam rapat koordinasi sebelumnya, panitia memperkirakan jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 50.000 orang.
Besarnya potensi pergerakan masyarakat tersebut membuat pengaturan lalu lintas menjadi salah satu prioritas pengamanan.
Kecamatan Pesantren merupakan salah satu wilayah yang dilalui kendaraan dari arah luar Kota Kediri, sehingga pemantauan pada jalur masuk diperlukan untuk membantu mengendalikan arus menuju pusat kota.
Petugas di setiap titik diminta melakukan pengawasan serta berkoordinasi apabila ditemukan peningkatan volume kendaraan.
Pengamanan juga dilakukan melalui patroli bergerak untuk menjangkau lokasi yang tidak menjadi titik penempatan personel tetap.
Bagian dari Pengamanan Gabungan Festival Santri Nusantara
Pengamanan yang dilakukan Polsek Pesantren merupakan bagian dari operasi pengamanan gabungan yang dikoordinasikan Polres Kediri Kota.
Sebelumnya, Polres Kediri Kota menyiapkan 784 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan Lirboyo Bersholawat.
Pengamanan dibagi ke sejumlah wilayah dan jalur strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun gangguan ketertiban.
Sementara itu, panitia Pondok Pesantren Lirboyo juga menyiapkan pengamanan internal untuk membantu mengatur pergerakan jemaah di lingkungan acara.
Kolaborasi pengamanan tersebut dilakukan agar kegiatan keagamaan dapat berlangsung tanpa mengabaikan aktivitas masyarakat di jalan umum.
Tidak Ada Gangguan Menonjol yang Dilaporkan
Berdasarkan laporan Polsek Pesantren, pengamanan di tujuh titik strategis berlangsung tanpa adanya gangguan keamanan menonjol yang dilaporkan.
Laporan tersebut juga tidak mencantumkan jumlah rombongan yang diarahkan kembali maupun jumlah kendaraan yang mengalami pengalihan arus.
Siswandi menyebut pengamanan Festival Santri Nusantara merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan melibatkan personel Polsek Pesantren sesuai kebutuhan pengamanan wilayah.
Melalui penempatan 71 personel gabungan, kepolisian berupaya memastikan akses masuk Kota Kediri tetap terpantau selama berlangsungnya kegiatan di Pondok Pesantren Lirboyo.
Masyarakat yang melintas di kawasan Kecamatan Pesantren diimbau mematuhi arahan petugas, menghindari konvoi yang mengganggu pengguna jalan, serta mengikuti pengaturan lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan. (res/an)
Peristiwa
Jelang Operasi Sikat Semeru 2026, Polisi di Kediri Ajak Warga Tertib Urus Identitas Digital dan Perlindungan Sosial
Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, jajaran Polres Kediri Kota terus memperkuat pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan pelayanan di tingkat kelurahan.
Salah satunya dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan yang mendampingi aktivitas warga dalam pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) secara mandiri.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Kelurahan Dandangan, Jalan Singosari, Kota Kediri, Jumat (9/10/2026), mulai pukul 09.30 WIB. Sejumlah warga mendatangi kantor kelurahan untuk mengikuti proses aktivasi identitas digital sekaligus melakukan pendaftaran data perlindungan sosial.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Dandangan, Aipda Heppy Endra, S.H., hadir untuk memantau aktivitas masyarakat dan memberikan imbauan agar warga tetap menjaga ketertiban selama mengikuti pelayanan administrasi.
Petugas mengingatkan masyarakat untuk membudayakan antre sesuai giliran sehingga proses pelayanan dapat berlangsung tertib dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh warga.
Selain mengingatkan pentingnya ketertiban, Heppy juga mengajak masyarakat menyampaikan informasi mengenai layanan tersebut kepada warga lain yang belum melakukan pendaftaran.
Langkah itu dilakukan agar masyarakat mengetahui prosedur pengaktifan IKD dan pendaftaran Perlinsos yang berkaitan dengan pendataan penerima bantuan pemerintah, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui kegiatan jajarannya, menaruh perhatian pada pentingnya keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam mendampingi aktivitas masyarakat, terutama pelayanan yang melibatkan banyak warga.
“Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga ketertiban di ruang pelayanan publik sekaligus memperkuat komunikasi antara aparat dan masyarakat,” terangnya.
Pengaktifan IKD merupakan bagian dari pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan administrasi kependudukan. Melalui identitas digital, masyarakat dapat mengakses layanan kependudukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pendaftaran Perlinsos secara mandiri menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk memperbarui atau mengajukan data yang berkaitan dengan program perlindungan sosial pemerintah.
Meski demikian, proses pendaftaran tidak serta-merta menjamin seseorang menjadi penerima bantuan. Penetapan penerima tetap mengikuti persyaratan dan mekanisme verifikasi yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mendorong warga untuk lebih aktif mencari informasi melalui saluran pelayanan resmi agar tidak mengalami kesulitan ketika mengurus administrasi.
Pelayanan yang melibatkan banyak warga membutuhkan pengaturan antrean dan komunikasi yang baik. Ketertiban menjadi penting agar masyarakat dapat menyelesaikan keperluannya tanpa menimbulkan kerumunan yang menghambat proses pelayanan.
Kegiatan di Kantor Kelurahan Dandangan melibatkan sejumlah unsur pemerintah, di antaranya Dinas Sosial Kota Kediri, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kediri, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Dandangan, serta Kasi Ketenteraman, Ketertiban, dan Sosial Kelurahan Dandangan.
Kehadiran sejumlah instansi tersebut menunjukkan adanya koordinasi dalam penyelenggaraan pelayanan administrasi kependudukan dan perlindungan sosial kepada masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan sambang Bhabinkamtibmas berlangsung menjelang Operasi Sikat Semeru 2026 yang berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, terutama pencurian, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.
Dalam menghadapi potensi kejahatan tersebut, partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting. Warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap keamanan barang pribadi dan kendaraan ketika berada di tempat pelayanan umum maupun lokasi keramaian.
Selain itu, masyarakat perlu berhati-hati dalam menjaga data pribadi saat mengakses layanan administrasi digital. Informasi kependudukan, kode verifikasi, dan akses akun pribadi tidak semestinya diberikan kepada pihak yang tidak berwenang.
Kewaspadaan tersebut relevan dengan upaya pencegahan kejahatan, meskipun kegiatan aktivasi IKD dan pendaftaran Perlinsos bukan sasaran langsung Operasi Sikat Semeru.
Melalui kegiatan sambang, Bhabinkamtibmas memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi dengan warga sekaligus memperkuat kesadaran mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
Keterlibatan kepolisian dalam kegiatan pelayanan masyarakat juga memberikan ruang bagi warga untuk menyampaikan informasi mengenai persoalan keamanan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Di Kelurahan Dandangan, warga yang mengikuti proses pengaktifan IKD dan pendaftaran Perlinsos menunjukkan ketertiban dengan mengikuti antrean selama pelayanan berlangsung.
Kesadaran masyarakat untuk tertib dalam mengakses layanan publik menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelayanan pemerintah sekaligus menjaga kenyamanan bersama. (res/an).
Peristiwa
Perkuat Kamtibmas Menjelang Operasi Sikat Semeru, Polisi Dampingi Pembagian Bantuan Rp6 Juta di Desa Sidomulyo Kediri
Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, jajaran Polsek Semen, Polres Kediri Kota, meningkatkan kegiatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendampingan berbagai aktivitas warga.
Salah satunya pengamanan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 10 keluarga penerima manfaat di Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Jumat (9/10/2026).
Penyaluran bantuan berlangsung di Balai Desa Sidomulyo, Jalan Raya Sidomulyo Nomor 98, mulai pukul 09.00 WIB. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp600.000 untuk periode Agustus dan September 2026.
Dengan jumlah penerima sebanyak 10 keluarga, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp6 juta.
Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo, Bripka Adhityatama Kurniawan, diterjunkan untuk melakukan pengamanan, pendampingan, sekaligus memantau situasi selama proses penyaluran bantuan berlangsung.
Kehadiran petugas kepolisian bertujuan mendukung kelancaran pelayanan masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban ketika warga berkumpul untuk menerima bantuan.
Kapolsek Semen AKP Sonny Setiawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., melalui kegiatan jajarannya, menempatkan pendampingan masyarakat sebagai bagian dari tugas kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.
Pengamanan penyaluran bantuan juga menjadi salah satu bentuk pendekatan preventif yang relevan dengan upaya memperkuat situasi keamanan menjelang Operasi Sikat Semeru 2026.
Operasi tersebut berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, khususnya pencurian, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, serta kejahatan jalanan.
Selain penegakan hukum terhadap tindak pidana yang menjadi sasaran operasi, kewaspadaan masyarakat dan komunikasi dengan aparat kepolisian menjadi unsur penting dalam pencegahan kriminalitas.
Dalam konteks itu, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kegiatan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi mengenai keamanan lingkungan, termasuk kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan.
Penyaluran BLT Dana Desa di Sidomulyo dihadiri Kepala Desa Damam Hidayat bersama perangkat desa, Babinsa Desa Sidomulyo Serka Endro Sutanto, pendamping desa Anas, serta warga penerima bantuan.
Keterlibatan unsur pemerintah desa, TNI, dan Polri mencerminkan koordinasi dalam mendukung pelaksanaan pelayanan masyarakat di tingkat desa.
Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan tunai tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Sementara bagi pemerintah desa, penyaluran bantuan menjadi bagian dari pelaksanaan program perlindungan sosial yang bersumber dari Dana Desa.
Pendampingan aparat kewilayahan juga diperlukan untuk memastikan aktivitas pelayanan publik dapat berlangsung tanpa gangguan keamanan.
Terlebih menjelang pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, kepolisian perlu membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk tindak kriminalitas.
Peran Bhabinkamtibmas menjadi penting karena petugas berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat desa. Melalui komunikasi tersebut, warga dapat menyampaikan informasi mengenai kondisi keamanan maupun persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Kegiatan pendampingan penyaluran bantuan di Sidomulyo sekaligus memperlihatkan keterlibatan kepolisian dalam pelayanan masyarakat di luar penanganan perkara pidana.
Meski pembagian BLT Dana Desa bukan sasaran langsung Operasi Sikat Semeru, pengamanan kegiatan masyarakat tetap menjadi bagian dari tugas kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Melalui koordinasi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat, kegiatan pelayanan publik diharapkan dapat berjalan dengan baik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman menjelang pelaksanaan operasi kepolisian tersebut. (res/an).
Peristiwa
Cegah Gangguan Lingkungan, Bhabinkamtibmas Tamanan Kota Kediri Minta Peternak Rutin Bersihkan Kandang
Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, mengingatkan pemilik usaha peternakan ayam di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri untuk menjaga kebersihan kandang dan mengelola limbah ternak dengan baik. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya bau tidak sedap yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat di sekitar lokasi peternakan.
Imbauan tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan, Aipda Sigit Sutanto, saat menyambangi kandang ayam milik Asmikan di RT 02 RW 03, Kelurahan Tamanan, pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 10.00 WIB.
Dalam kunjungannya, Aipda Sigit meminta pemilik peternakan membersihkan kotoran ayam setiap hari. Petugas juga mengingatkan agar sekam yang telah bercampur dengan kotoran ternak tidak dibakar karena bau yang ditimbulkan dapat mengganggu warga sekitar.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., menekankan pentingnya pengelolaan limbah peternakan agar aktivitas usaha tidak menimbulkan persoalan lingkungan.
“Kami mengimbau pemilik peternakan agar selalu menjaga kebersihan kandang, termasuk membersihkan kotoran ayam setiap hari. Sekam yang sudah bercampur dengan kotoran ternak jangan dibakar karena bau dan asapnya bisa mengganggu masyarakat sekitar,” kata Kompol Rudi.
Pengelolaan limbah peternakan menjadi perhatian karena berkaitan dengan kepentingan ekonomi pemilik usaha sekaligus kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Aktivitas peternakan yang tidak disertai pengelolaan limbah secara baik berpotensi menimbulkan keluhan warga. Apabila dibiarkan, persoalan tersebut dapat memengaruhi hubungan sosial antara pemilik usaha dan masyarakat di lingkungan permukiman.
Karena itu, komunikasi langsung antara Bhabinkamtibmas dan pemilik peternakan menjadi salah satu cara untuk mendorong penyelesaian persoalan sebelum berkembang menjadi perselisihan.
Kegiatan sambang tersebut berlangsung menjelang pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, termasuk pencurian, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.
Meski pengelolaan limbah peternakan bukan sasaran utama operasi, pembinaan masyarakat tetap menjadi bagian dari tugas kepolisian dalam memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan permukiman.
Upaya pencegahan gangguan ketertiban tidak hanya dilakukan melalui penindakan terhadap pelaku kejahatan, tetapi juga melalui komunikasi dan penyelesaian persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Di lingkungan permukiman, keberadaan usaha peternakan membutuhkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan hak masyarakat untuk memperoleh lingkungan yang bersih serta nyaman.
Pemilik peternakan diharapkan dapat menjalankan usahanya dengan tetap memperhatikan dampak yang ditimbulkan, terutama melalui pembersihan kandang secara teratur dan pengelolaan limbah yang tidak merugikan warga sekitar.
Dengan pendekatan tersebut, persoalan lingkungan diharapkan dapat ditangani melalui kesadaran dan tanggung jawab bersama sebelum berkembang menjadi gangguan ketertiban masyarakat. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
