Uncategorized
Ratusan Warga Ngadiluwih Bergerak ke Mojo, Polisi Antisipasi Aksi Susulan terkait Polemik Sound Horeg
Kediriselaludihati.com – Sekitar 500 warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mendatangi sekretariat Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Kediri Bangkit (LSM AKB) di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Selasa (13/10/2026) malam. Aksi tersebut dipicu keberatan warga terhadap unggahan media sosial mengenai kegiatan karnaval sound horeg di Desa Dukuh.
Massa datang untuk meminta klarifikasi sekaligus mempertanyakan legalitas organisasi tersebut. Namun, upaya warga menemui pengurus LSM AKB tidak membuahkan hasil karena pihak yang hendak dimintai penjelasan tidak berada di lokasi.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, aksi tersebut diikuti sekitar 500 warga dengan menggunakan kurang lebih 200 sepeda motor.
“Ratusan warga Desa Dukuh mendatangi Desa Ngadi untuk meminta klarifikasi terkait unggahan mengenai karnaval sound horeg. Namun, saat perwakilan warga mendatangi sekretariat LSM AKB dan rumah humasnya, pihak yang hendak ditemui tidak berada di lokasi,” kata Iptu Mahmud.
Berdasarkan laporan kepolisian, warga mulai berkumpul di Lapangan Desa Dukuh sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka kemudian berangkat menuju Kecamatan Mojo pada pukul 19.00 WIB.
Rombongan tiba di Desa Ngadi sekitar pukul 19.50 WIB. Aksi tersebut dikoordinasikan Manon, yang merupakan kepala dusun di Desa Dukuh.
Sekitar pukul 20.00 WIB, sebanyak 20 perwakilan warga mendatangi sekretariat LSM Aliansi Kediri Bangkit untuk menyampaikan tuntutan.
Namun, tidak ada pengurus maupun anggota organisasi tersebut yang dapat ditemui.
Perwakilan warga kemudian bergerak menuju rumah Arif Fatikunada, yang disebut sebagai humas LSM AKB, sekitar pukul 20.25 WIB. Arif juga tidak berada di rumah saat rombongan datang.
Setelah menunggu tanpa memperoleh kesempatan bertemu, perwakilan warga kembali bergabung dengan massa sekitar pukul 20.40 WIB.
Lima menit kemudian, seluruh rombongan meninggalkan Desa Ngadi dan kembali menuju Desa Dukuh.
Mahmud menjelaskan bahwa terdapat tiga persoalan yang menjadi pokok tuntutan warga.
Pertama, warga mempertanyakan legalitas LSM Aliansi Kediri Bangkit, termasuk dasar pendirian dan status kelembagaannya.
Kedua, warga meminta klarifikasi atas unggahan media sosial yang berkaitan dengan kegiatan karnaval sound horeg di Desa Dukuh.
Ketiga, warga menghendaki penjelasan mengenai dasar, maksud, dan tujuan penyampaian informasi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sebelum aksi berlangsung, kepolisian telah melakukan pendalaman informasi dan koordinasi lintas wilayah untuk mengantisipasi pergerakan massa.
Informasi awal mengenai rencana aksi diperoleh antara lain melalui komunikasi dengan Kepala Desa Dukuh Junaidi Setiawan dan perangkat desa setempat.
Polsek Ngadiluwih dan Polsek Mojo kemudian berkoordinasi untuk memantau situasi di wilayah asal massa maupun lokasi yang menjadi tujuan aksi.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan koordinasi antarpihak agar penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan. Penyelesaian melalui komunikasi dan klarifikasi tetap menjadi langkah yang diutamakan,” ujar Mahmud. [Draf kutipan, menunggu konfirmasi]
Menurut laporan kepolisian, koordinator aksi tidak menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan kepada Polres Kediri maupun Polres Kediri Kota.
Meski demikian, laporan tersebut tidak mencatat adanya penangkapan, korban, ataupun kerusakan selama aksi berlangsung.
Kepolisian juga belum melaporkan adanya bentrokan antara warga Desa Dukuh dan masyarakat Desa Ngadi.
Setelah aksi berakhir, Polsek Mojo melakukan evaluasi terhadap potensi perkembangan situasi keamanan.
Salah satu perhatian aparat adalah kemungkinan munculnya aksi susulan karena warga belum berhasil menemui pengurus LSM AKB untuk memperoleh klarifikasi.
Selain itu, perdebatan di media sosial berpotensi memperkeruh persoalan apabila tidak disertai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kemungkinan adanya aksi lanjutan tetap perlu diantisipasi. Kami mendorong semua pihak mengedepankan dialog dan menjaga situasi agar tetap aman serta kondusif,” kata Mahmud.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Mojo merekomendasikan peningkatan koordinasi dengan Polsek Ngadiluwih serta pemantauan perkembangan persoalan di lapangan.
Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat juga didorong melakukan pendekatan persuasif kepada warga.
Sementara itu, pemantauan media sosial diperlukan untuk mengidentifikasi unggahan yang berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting mengingat aksi melibatkan massa dalam jumlah besar dan menyasar sekretariat organisasi yang berkaitan dengan rumah tinggal salah satu pengurusnya.
Kepolisian berupaya memastikan penyampaian aspirasi masyarakat tetap berlangsung sesuai ketentuan hukum dan tidak berkembang menjadi intimidasi ataupun tindakan persekusi.
Di sisi lain, materi unggahan yang menjadi pokok keberatan warga masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi secara berimbang.
Laporan kepolisian belum memuat isi lengkap unggahan yang dipersoalkan maupun tanggapan resmi dari pengurus LSM Aliansi Kediri Bangkit.
Status legalitas organisasi yang dipertanyakan warga juga belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan tuntutan dalam aksi tersebut.
Karena itu, persoalan mengenai unggahan karnaval sound horeg dan keberatan warga masih memerlukan penjelasan dari pihak-pihak terkait.
Aksi tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang dijadwalkan pada 10 hingga 21 Oktober 2026.
Operasi itu berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.
Adapun penanganan aksi warga Desa Dukuh merupakan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui koordinasi kepolisian lintas wilayah serta pendekatan persuasif.
Laporan kepolisian tidak menyebutkan bahwa pengamanan aksi tersebut merupakan penugasan khusus dalam Operasi Sikat Semeru 2026.
Hingga rombongan meninggalkan Desa Ngadi sekitar pukul 20.45 WIB, belum terlaksana pertemuan klarifikasi antara warga dan pihak LSM AKB.
Kepolisian masih mengantisipasi kemungkinan perkembangan persoalan sembari mendorong penyelesaian melalui dialog agar polemik unggahan karnaval sound horeg tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. (res/an)
Peristiwa
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota Melalui Pembinaan Rohani dan Mental
Kediriselaludihati.com – Kepolisian Resor Kediri Kota terus melaksanakan pembinaan rohani dan mental bagi personelnya melalui program Karomah atau Kamis, Rohani, dan Mental sampai di Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, lingkungan Mapolres Kediri Kota, pada Kamis (15/10/2026).
Program yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kepolisian.
Pembinaan rohani dan mental ini menjadi salah satu kegiatan internal kepolisian yang diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kesadaran moral personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa program Karomah dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, ceramah agama, dan doa bersama.
“Kegiatan Karomah dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Polres Kediri Kota, diawali pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan ceramah agama dan doa yang dipimpin Ustaz Mohammad Taufik,” ungkap Kompol Riko Saksono.
Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Kediri Kota AKP Karyawan Hadi, S.H., M.H., sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.
Selanjutnya, Ustaz Mohammad Taufik, S.Pd.I., memberikan ceramah agama sekaligus memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta.
Pembinaan spiritual bagi anggota kepolisian memiliki arti penting karena tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalisme, tetapi juga integritas, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat yang menuntut ketegasan sekaligus sikap humanis.
Karena itu, pembinaan mental dan rohani diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi personel untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas, kehidupan pribadi, dan tanggung jawab sosial.
Program Karomah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarpersonel, baik dari satuan kerja di tingkat polres maupun polsek jajaran.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan semakin tertanam dalam lingkungan kerja kepolisian.
Pembinaan semacam ini juga relevan dengan upaya membangun budaya pelayanan publik yang mengedepankan kejujuran, kesantunan, serta penghormatan terhadap masyarakat.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Kediri Kota.
Meski demikian, pembentukan karakter personel tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepolisian sehari-hari.
Dengan demikian, program Karomah dapat menjadi salah satu sarana penguatan nilai moral yang perlu diikuti penerapan nyata dalam pelaksanaan tugas.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono menyampaikan dalam laporannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mempunyai landasan moral yang kuat dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. (res/an)
Peristiwa
Zulhas Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Dorong Harga Sembako Murah dan Penyerapan Gabah Petani
Kediriselaludihati.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.
Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 12.05 WIB bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata dan rombongan pejabat pemerintah pusat.
Kedatangan rombongan disambut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus koperasi. Penampilan seni tari tradisional turut menyambut kedatangan Menko Pangan.
Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan lembaga ekonomi milik masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung kepada warga.
“KDKMP ini merupakan milik seluruh warga. Kepala desa sebagai dewan pengawas dibantu oleh ketua koperasi dan seluruh pegawai, termasuk manajer koperasi,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan arahan di KDMP Sonorejo.
Menurutnya, pengelolaan koperasi harus disertai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengurus maupun pegawai.
Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam periode dua tahun. Apabila ditemukan pengelola yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, pergantian dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Salah satu perhatian utama Menko Pangan adalah keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Zulhas menyebut koperasi harus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, elpiji, hingga pupuk bagi petani.
“Tujuan koperasi ini agar warga bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling murah. Petani bisa mengambil pupuk di sini, gas LPG, minyak goreng, beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan harga beras yang ditargetkan tersedia melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Satu kilogram beras di seluruh KDKMP hanya Rp12.500, berlaku di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungannya, mengingat harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
Meski demikian, laporan kunjungan belum merinci jenis maupun kualitas beras yang dimaksud, mekanisme penetapan harga, serta ketersediaan stok di setiap koperasi. Karena itu, angka Rp12.500 per kilogram merupakan harga yang disampaikan Menko Pangan dalam kunjungan tersebut, bukan hasil verifikasi harga jual di seluruh gerai koperasi.
Selain distribusi sembako, Zulhas menekankan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi petani di tingkat desa.
Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat penjualan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil pertanian.
Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah menghubungkan petani dengan Perum Bulog untuk penyerapan gabah.
“Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga membantu pemasaran hasil pertanian dan menghubungkan petani dengan Bulog untuk penyerapan gabah,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menyediakan kebutuhan masyarakat dan membantu memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.
“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi desa,” tegas Zulhas.
Ia juga mengajak pengurus koperasi dan pemerintah daerah menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Mari kita jadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Kunjungan ke KDMP Sonorejo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam laporan kegiatan disebutkan terdapat 107 titik operasional yang menjadi bagian dari agenda pemantauan tersebut.
Selain memberikan arahan, Zulkifli Hasan meninjau gerai koperasi untuk melihat kesiapan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan usaha.
Ia juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan fungsi koperasi sebagai sarana pelayanan ekonomi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.
Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Deputi BP BUMN Hambra Samal, Deputi BUMN Wahyu Setyawan, serta sejumlah pejabat terkait.
Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.
Dari unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, hadir Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro.
Hadir pula Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan pemerintah kecamatan, jajaran BNI, dan pengurus KDMP Sonorejo.
Manager KDMP Sonorejo Biswatul Hikmah turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.
Sebelum tiba di Sonorejo, Zulkifli Hasan bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri sekitar pukul 11.41 WIB.
Rombongan kemudian disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi koperasi.
Untuk memastikan kelancaran kunjungan kerja, aparat kepolisian melaksanakan pengamanan dan pengawalan sejak kedatangan rombongan di bandara hingga pelaksanaan kegiatan di Desa Sonorejo.
Apel persiapan pengamanan dilaksanakan di Polsek Grogol pada pukul 09.30 WIB, dipimpin Wakapolsek Grogol Iptu Agus Susanto.
Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak protokoler kementerian, pengelola bandara, serta jajaran kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur kunjungan.
Setelah melakukan peninjauan gerai koperasi dan memberikan keterangan kepada awak media, Zulkifli Hasan meninggalkan KDMP Sonorejo sekitar pukul 12.40 WIB.
Rombongan kembali ke Bandara Internasional Dhoho Kediri dan bertolak menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.14 WIB.
Agenda selanjutnya adalah peninjauan Koperasi Desa Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk kegiatan peninjauan, dialog, dan transaksi.
Kunjungan Menko Pangan di Sonorejo juga menjadi perhatian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.
Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan dan gerai koperasi, tetapi juga oleh ketersediaan barang, harga yang kompetitif, kemampuan pengelola, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi petani, efektivitas koperasi dalam menyediakan kebutuhan produksi dan membuka akses pemasaran hasil panen akan menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program.
Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan koperasi.
Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat mendorong agar KDMP Sonorejo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata di wilayah Kediri dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (res/an)
Peristiwa
Tanaman Padi Terdampak Kekeringan, Bhabinkamtibmas Polsek Mojoroto Dampingi Pemeriksaan Irigasi di Tiga Kelurahan Kota Kediri
Kediriselaludihati.com – Persoalan kekurangan air yang dialami tanaman pertanian di wilayah Kelurahan Bujel, Ngampel, dan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendapat perhatian aparat kepolisian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel Aipda Yuda Kuswantoro, S.Sos., bersama perangkat kelurahan dan petugas BBWS Brantas turun langsung melakukan pengecekan pengairan di Lingkungan Jombok, Kelurahan Bujel, pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.
Pengecekan dilakukan menyusul adanya tanaman, termasuk padi, yang mengalami kekurangan air di kawasan pertanian Bujel, Ngampel, dan Gayam.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kepolisian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Bhabinkamtibmas dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas melaksanakan pengecekan pengairan tanaman atau padi yang mengalami kekeringan di wilayah Bujel, Ngampel, dan Gayam,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, karena persoalan pengairan pertanian berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan kebutuhan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan pertanian.
Pemeriksaan lapangan menjadi langkah untuk melihat kondisi pengairan dan mengidentifikasi persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Ketersediaan air merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman padi. Kekurangan pasokan air dalam jangka waktu tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko penurunan produktivitas.
Karena itu, koordinasi antara petani, pemerintah kelurahan, dan instansi pengelola sumber daya air diperlukan agar persoalan yang terjadi dapat diketahui secara tepat.
Keterlibatan BBWS Brantas dalam pengecekan tersebut menjadi bagian dari koordinasi teknis mengenai kondisi pengairan di kawasan pertanian yang dilaporkan mengalami kekeringan.
Sementara itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menunjukkan peran kepolisian dalam mendampingi kegiatan masyarakat dan mendukung komunikasi antara warga dengan instansi terkait.
Meski demikian, laporan Polsek Mojoroto belum menjelaskan secara terperinci penyebab kekurangan air yang dialami tanaman di tiga kelurahan tersebut.
Belum terdapat pula data mengenai luas lahan terdampak, jumlah petani yang mengalami kesulitan pengairan, maupun tingkat kerusakan tanaman.
Hasil pemeriksaan teknis BBWS Brantas dan rencana tindak lanjut penanganan juga belum dicantumkan dalam laporan.
Dengan demikian, pengecekan yang dilakukan belum dapat disimpulkan telah menyelesaikan persoalan kekeringan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keberlangsungan pertanian di kawasan perkotaan.
Meskipun berada di wilayah Kota Kediri, keberadaan lahan pertanian di Bujel, Ngampel, dan Gayam tetap berkaitan dengan kebutuhan produksi pangan dan keberlanjutan usaha petani.
Kondisi pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penentu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen sesuai potensi lahan.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto dalam laporannya memastikan bahwa kegiatan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas berlangsung aman, terkendali, serta lancar.
Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi mengenai langkah teknis lanjutan maupun jadwal penanganan pengairan di kawasan pertanian yang terdampak kekurangan air. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
