Peristiwa
Jalan Sehat Sarungan di Kelurahan Betet Kediri Berlangsung Meriah, Polsek Pesantren Kawal Keamanan Kegiatan
Kediriselaludihati.com – Masyarakat Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengikuti kegiatan Jalan Sehat Sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Betet tersebut diberangkatkan langsung oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim.
Sejak pagi, warga mengikuti kegiatan yang mengangkat sarung sebagai simbol kedekatan dengan tradisi pesantren dan kehidupan masyarakat santri.
Jalan sehat dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dan dilanjutkan dengan hiburan musik gambus serta pengundian hadiah bagi peserta.
Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polsek Pesantren melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Betet Aiptu Sulaiman melakukan pemantauan dan pengamanan bersama unsur tiga pilar serta staf Kelurahan Betet.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., menjelaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan bertujuan mendukung kelancaran kegiatan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak membutuhkan kerja sama antara panitia, petugas keamanan, dan peserta agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik.
“Jalan Sehat Sarungan ini menjadi kegiatan positif yang mempererat kebersamaan masyarakat dalam memperingati Hari Santri. Kami dari Polsek Pesantren mendukung pelaksanaannya melalui pengamanan dan pemantauan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman,” kata Kompol Siswandi.
Kegiatan Jalan Sehat Sarungan menjadi salah satu bentuk peringatan Hari Santri yang dikemas melalui aktivitas olahraga dan kebersamaan masyarakat.
Sarung yang digunakan dalam kegiatan tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan pesantren dan telah menjadi bagian dari tradisi berpakaian masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kediri.
Dalam kehidupan santri, sarung bukan sekadar pakaian sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang melekat pada aktivitas keagamaan dan sosial.
Melalui kegiatan jalan sehat, simbol budaya tersebut dihadirkan dalam suasana yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober juga menjadi momentum untuk mengenang kontribusi kalangan pesantren dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa.
Selain kegiatan keagamaan, peringatan tersebut kerap diisi dengan berbagai aktivitas sosial, pendidikan, olahraga, dan kebudayaan.
Di Kelurahan Betet, kegiatan Jalan Sehat Sarungan tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga bersama, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga untuk mempererat hubungan sosial.
Kehadiran Wakil Wali Kota Kediri dalam pemberangkatan peserta turut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat.
Setelah jalan sehat, peserta disuguhi hiburan musik gambus yang menambah suasana kebersamaan dalam rangkaian acara.
Panitia juga menyiapkan pengundian hadiah sebagai bagian dari kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Betet.
Sementara itu, anggota kepolisian bersama unsur tiga pilar melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Kompol Siswandi menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, dan mengikuti arahan panitia maupun petugas di lapangan. Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga agar kegiatan masyarakat berlangsung lancar dan memberikan manfaat bagi semua,” ujarnya.
Keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dan pelayanan langsung di lingkungan kelurahan.
Melalui kegiatan tersebut, petugas dapat berinteraksi dengan warga sekaligus membangun kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan unsur tiga pilar menjadi salah satu bentuk koordinasi kewilayahan untuk mendukung aktivitas masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di ruang publik juga memerlukan perhatian terhadap keselamatan peserta dan ketertiban lingkungan sekitar.
Karena itu, kehadiran petugas menjadi bagian dari upaya pencegahan agar potensi gangguan dapat diantisipasi selama acara berlangsung.
Kompol Siswandi berharap kegiatan masyarakat yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan dan tradisi lokal dapat terus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.
“Kami berharap semangat Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian sosial, dan upaya menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat,” katanya.
Berdasarkan laporan Polsek Pesantren, kegiatan Jalan Sehat Sarungan di Kelurahan Betet berlangsung tertib, lancar, dan aman.
Saat laporan disampaikan, rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan hiburan musik gambus dan pengundian hadiah.
Melalui pengamanan tersebut, Polsek Pesantren mendukung kelancaran peringatan Hari Santri 2026 sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. (res/an)
Inspirasi
Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polres Kediri Kota Lakukan Penyekatan Arus Balik Rombongan PSHT
Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung pengamanan dan penyekatan arus balik rombongan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dari arah Tulungagung yang melintasi wilayah hukum Polres Kediri Kota, Minggu (25/10/2026) sore.
Pengamanan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB tersebut dipusatkan di jalan provinsi kawasan perbatasan Kediri Kota. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Berdasarkan laporan kepolisian, sekitar 2.500 sepeda motor yang membawa rombongan PSHT melintas dari arah Tulungagung menuju sejumlah daerah, yakni Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Jombang.
Besarnya jumlah kendaraan yang bergerak dalam rombongan menjadi perhatian petugas untuk memastikan perjalanan berlangsung tertib dan tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.
Dalam pengamanan tersebut, AKBP Wisnu didampingi Wakapolres Kediri Kota, Kabagops, Kasat Reskrim, Kasat Lantas, Kasat Samapta, Kanit Gakkum, serta personel pengamanan Polres Kediri Kota.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan maupun hambatan lalu lintas akibat pergerakan kendaraan dalam jumlah besar.
“Pengamanan ini kami lakukan untuk memastikan rombongan yang melintas dari arah Tulungagung dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan tertib. Kami juga berupaya menjaga kelancaran arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat lainnya tidak terganggu,” kata AKBP Wisnu.
Pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel kepolisian di kawasan perbatasan yang menjadi jalur lintasan rombongan.
Petugas melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama rombongan melintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
Keterlibatan sejumlah satuan fungsi kepolisian dimaksudkan agar pengamanan dapat dilakukan secara terpadu, terutama dalam aspek ketertiban, keselamatan berkendara, dan pencegahan gangguan keamanan.
Satlantas berperan dalam pemantauan kondisi lalu lintas, sementara personel dari satuan fungsi lainnya mendukung pengamanan sesuai tugas masing-masing.
AKBP Wisnu menekankan pentingnya kedisiplinan seluruh pengguna jalan, termasuk rombongan yang melakukan perjalanan secara berkelompok.
Menurutnya, jumlah kendaraan yang besar membutuhkan perhatian khusus karena berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas apabila tidak diikuti kepatuhan terhadap peraturan berkendara.
“Kami mengimbau seluruh anggota rombongan untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban, dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Keselamatan harus menjadi prioritas selama perjalanan,” ujarnya.
Selain memastikan perjalanan rombongan berlangsung aman, pengamanan juga dilakukan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur lintasan.
Kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mencegah potensi gesekan maupun gangguan ketertiban yang mungkin muncul akibat pergerakan massa dalam jumlah besar.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik organisasi melalui sikap tertib dan menghormati masyarakat di sepanjang perjalanan.
“Kami berharap seluruh peserta perjalanan dapat menjaga ketertiban dan menunjukkan sikap yang bertanggung jawab. Kepolisian hadir untuk memastikan keamanan bersama, baik bagi rombongan maupun masyarakat yang menggunakan jalan,” katanya.
Berdasarkan laporan Polres Kediri Kota, kegiatan pengamanan dan penyekatan arus balik PSHT dari Tulungagung berlangsung aman dan tertib.
Tidak terdapat laporan mengenai gangguan keamanan selama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pengamanan ini menjadi bagian dari langkah preventif Polres Kediri Kota dalam menjaga situasi kamtibmas dan keselamatan berlalu lintas, khususnya saat terjadi pergerakan rombongan kendaraan dalam jumlah besar yang melintasi wilayah Kota Kediri. (res/aro)
Peristiwa
Bertemu Jemaat Gereja Pantekosta, AKBP Wisnu Buka Ruang Aspirasi dan Sosialisasikan Layanan Polisi 110
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan melalui media sosial dan penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Pesan tersebut disampaikan saat mengunjungi Gereja Pantekosta GPPI di Jalan Brawijaya, Kota Kediri, Minggu (25/10/2026).
Kunjungan yang merupakan bagian dari program Minggu Kasih tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk mempererat hubungan dengan umat Kristiani sekaligus membuka ruang komunikasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat.
AKBP Wisnu bersama rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 15.55 WIB dan disambut Pendeta Gbieon Prabowo, S.E., beserta pengurus GPPI Kediri.
Sekitar 50 jemaat turut hadir dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut.
Dalam sambutannya, AKBP Wisnu memperkenalkan diri kepada pengurus dan jemaat gereja. Ia menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari masyarakat Kota Kediri sekaligus memberikan pelayanan kepolisian secara maksimal.
“Saya mohon izin untuk bergabung menjadi warga Kota Kediri. Harapan saya, kehadiran kami dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh masyarakat, termasuk jemaat Gereja Pantekosta,” kata AKBP Wisnu.
Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan turun langsung ke masyarakat merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Melalui program Minggu Kasih, kepolisian dapat bertemu langsung dengan warga, mendengarkan keluhan, menerima masukan, serta mengetahui persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, komunikasi dua arah diperlukan agar pelayanan kepolisian semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Pertemuan dengan jemaat gereja juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga kerukunan serta situasi keamanan di Kota Kediri.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian Kapolres adalah penggunaan media sosial yang semakin luas dalam kehidupan sehari-hari.
AKBP Wisnu mengingatkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan risiko apabila masyarakat tidak berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi.
Media sosial dapat menjadi sarana memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, dan mengembangkan kegiatan positif. Namun, ruang digital juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi palsu maupun melakukan penipuan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar, terutama apabila berkaitan dengan permintaan uang, data pribadi, atau tawaran yang mencurigakan.
“Media sosial memiliki dampak positif dan negatif. Karena itu, masyarakat harus bijak menggunakannya, menjaga etika dalam berkomunikasi, dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar AKBP Wisnu.
Ia juga menyoroti maraknya modus penipuan yang memanfaatkan media sosial dan berbagai saluran komunikasi digital.
Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa kebenaran informasi sebelum mengambil keputusan atau meneruskannya kepada orang lain.
Langkah sederhana seperti memastikan identitas pengirim, memeriksa sumber informasi, dan tidak sembarangan memberikan data pribadi dapat membantu mengurangi risiko menjadi korban penipuan.
Selain mengingatkan bahaya kejahatan digital, Kapolres memperkenalkan layanan kepolisian 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika membutuhkan bantuan.
Layanan tersebut dapat digunakan untuk menyampaikan laporan mengenai tindak pidana, dugaan penipuan online, maupun gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggal.
AKBP Wisnu mengajak jemaat tidak ragu menghubungi polisi apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan kepolisian.
“Apabila masyarakat mengalami atau mengetahui adanya penipuan online, tindak pidana, maupun permasalahan keamanan di lingkungan RT dan RW, silakan menghubungi layanan polisi 110. Setiap laporan akan diterima dan ditindaklanjuti sesuai dengan permasalahan yang disampaikan,” katanya.
Ia berharap keberadaan layanan tersebut dapat mempermudah masyarakat menjangkau kepolisian tanpa harus menunggu persoalan berkembang menjadi lebih besar.
Program Minggu Kasih juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mengenai pelayanan dan keamanan lingkungan secara langsung kepada jajaran kepolisian.
Dalam kunjungan tersebut, AKBP Wisnu didampingi Kabag Ren Polres Kediri Kota Kompol Herlina, Kabag Log Kompol Kristin, Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Kasi Hukum AKP Suparjo, S.H., serta Kasi Keu Aiptu Heru.
Sejumlah perwakilan Bhayangkari juga turut hadir bersama pengurus dan jemaat GPPI Kediri.
Kehadiran para pejabat Polres Kediri Kota tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi lintas unsur dalam mendukung pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Selain menyampaikan pesan kamtibmas, kunjungan juga diisi dengan penyerahan cendera mata dari pihak GPPI Kediri kepada Kapolres Kediri Kota.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah antara jajaran kepolisian, pendeta, pengurus gereja, serta jemaat.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan kepolisian melalui kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang menempatkan komunikasi langsung sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan.
Melalui Minggu Kasih, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat hubungan dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok sosial.
Kegiatan kunjungan Kapolres Kediri Kota di GPPI Jalan Brawijaya berlangsung aman, lancar, dan kondusif.
Melalui pertemuan tersebut, AKBP Wisnu berharap masyarakat semakin aktif menjaga keamanan lingkungan, bijak menggunakan media sosial, serta memanfaatkan layanan polisi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian. (res/aro)
Peristiwa
Gus Najib Isi Pengajian Islam Rahmatan Lil Alamin di Semampir, Bhabinkamtibmas Pantau Keamanan
Kediriselaludihati.com – Sekitar 150 jamaah mengikuti pengajian Ahad pagi yang diselenggarakan Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) di Masjid Baiturrahman, Jalan Mayor Bismo Nomor 23, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Minggu (25/10/2026).
Pengajian yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB tersebut mengangkat tema “Menebarkan Islam Rahmatan Lil Alamin” dengan menghadirkan KH Najib Muhamad atau Gus Najib, pengasuh Pondok Pesantren Al Madienah, Denanyar, Jombang, sebagai penceramah.
Kegiatan juga dihadiri Ketua IKADI H. Suparno, seorang purnawirawan TNI, bersama para jamaah yang mengikuti rangkaian pengajian.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Semampir Aiptu Dodik Bagoes Riyadi melaksanakan sambang dan patroli pemantauan di sekitar lokasi.
Selain memantau situasi keamanan, petugas berkoordinasi dengan panitia mengenai ketertiban jamaah dan penataan kendaraan di area parkir masjid.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan rasa aman kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan keagamaan.
“Pengajian merupakan kegiatan positif yang mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Kami mendukung kegiatan tersebut dengan melakukan pemantauan keamanan agar seluruh jamaah dapat mengikuti pengajian dengan tertib dan nyaman,” kata Kompol Bowo.
Pengajian Ahad pagi IKADI kali ini mengangkat semangat Islam rahmatan lil alamin, yakni ajaran Islam yang membawa rahmat dan kebaikan bagi seluruh alam.
Tema tersebut menjadi pengingat pentingnya menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati, kepedulian sosial, dan hubungan yang baik antarsesama.
Dalam laporan kegiatan, pengajian juga memuat pesan mengenai pentingnya menjaga semangat beribadah, mempererat silaturahmi, serta mencari ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Kehadiran para jamaah dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengajian rutin masih menjadi salah satu ruang pertemuan masyarakat untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Di sisi lain, kegiatan yang melibatkan banyak jamaah membutuhkan perhatian terhadap ketertiban lingkungan, terutama akses keluar masuk lokasi dan penataan kendaraan.
Karena itu, Aiptu Dodik Bagoes Riyadi menyampaikan pesan kamtibmas kepada panitia agar memperhatikan kelancaran kegiatan, ketertiban peserta, serta pengaturan parkir.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan maupun hambatan yang dapat mengganggu kenyamanan jamaah dan pengguna jalan di sekitar masjid.
Kompol Bowo menekankan pentingnya kerja sama antara pengurus masjid, panitia penyelenggara, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengimbau panitia untuk memperhatikan penataan parkir dan ketertiban jamaah, terutama saat kedatangan maupun kepulangan peserta. Dengan koordinasi yang baik, kegiatan keagamaan dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.
Menurutnya, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga melalui komunikasi langsung dengan warga.
Kegiatan sambang Bhabinkamtibmas menjadi salah satu sarana untuk menjalin hubungan dengan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi keamanan di lingkungan kelurahan.
Melalui pendekatan tersebut, kepolisian dapat menyampaikan imbauan secara langsung dan membangun kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh agama dan pengurus tempat ibadah.
Kompol Bowo berharap kegiatan keagamaan yang membawa pesan kebaikan dapat terus menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan masyarakat.
“Semangat Islam rahmatan lil alamin hendaknya juga tercermin dalam kehidupan bermasyarakat, melalui sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, dan peduli terhadap keamanan lingkungan. Kepolisian bersama masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana yang damai dan kondusif,” katanya.
Berdasarkan laporan Polsek Kediri Kota, kegiatan pengajian Ahad pagi IKADI di Masjid Baiturrahman berlangsung aman, lancar, dan terkendali selama pemantauan dilakukan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas Kelurahan Semampir menjadi bagian dari pelayanan kepolisian untuk mendukung kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat komunikasi antara polisi dan masyarakat di Kota Kediri. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
