Connect with us

Peristiwa

Antisipasi Balap Liar, Backbone Polsek Banyakan Patroli Harkamtibmas Keliling

Published

on

Kediriselaludihati.com – Backbone Polsek Banyakan, Polres Kediri Kota melaksanakan kegiatan Patroli Harkamtibmas. Kegiatan itu pada Hari Kamis 30 November 2023 mulai pukul 24.00 s/d 04.00 WIB.

Unit Backbone melaksanakan Kegiatan Patroli Harkamtibmas dan Blue Ligth di Wilayah Hukum Polsek Banyakan dalam rangka Antisipasi 3-C, Balap Liar dan Genk Motor.

Kuat Personel Kegiatan 2 (Dua) personil, Padal Aiptu Suprianto, Aipda Sunardi dan Aipda Rizal FP

Sasaran Kegiatan Patroli dan Barcode adalah Jalan seputaran SPBU Maron jln raya Maron, Jalan seputaran SPBU Jabon Jln. Jabon – Prambon, Simpang Empat KUA Banyakan dan Jalan Baru Bandara.

“Selama kegiatan berjalan lancar, situasi aman terkendali,” ujar Kapolsek Banyakan Iptu Umar Said, S.H. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Tak Hanya Antisipasi Kejahatan, Polsek Mojoroto Kediri Soroti Kesehatan Pekerja dan Penumpukan Sampah di Banjarmlati

Published

on

Kediriselaludihati.com – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 tidak hanya dilakukan melalui pencegahan tindak kriminalitas. Jajaran Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota juga memperkuat pembinaan masyarakat dengan memberikan perhatian terhadap persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan kesehatan pekerja.

Perhatian tersebut ditunjukkan melalui kegiatan sambang yang dilakukan anggota Unit Binmas Polsek Mojoroto, Aiptu Hendro, di tempat penampungan sampah Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam kegiatan yang dihadiri kepala kelurahan dan pekerja bank sampah tersebut, petugas mengingatkan pengelola agar memperhatikan kesehatan pekerja serta memastikan volume sampah yang ditampung tidak melebihi kapasitas lokasi.

Imbauan itu disampaikan untuk mengantisipasi persoalan kebersihan dan gangguan lingkungan yang dapat muncul akibat penumpukan sampah secara berlebihan.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kegiatan jajarannya, menempatkan pembinaan masyarakat sebagai salah satu upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukumnya.

Pembinaan tersebut mencakup peningkatan kepedulian terhadap kondisi lingkungan, termasuk aktivitas pengelolaan sampah yang bersentuhan langsung dengan kesehatan pekerja dan kenyamanan warga sekitar.

Kegiatan sambang di Banjarmlati berlangsung sehari sebelum dimulainya Operasi Pekat Semeru 2026 yang dijadwalkan pada 10-21 Oktober 2026.

Operasi tersebut diarahkan untuk menanggulangi penyakit masyarakat dan gangguan keamanan sesuai sasaran yang ditetapkan kepolisian. Sementara itu, pembinaan di tempat penampungan sampah merupakan kegiatan rutin pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang berjalan beriringan dengan kesiapan pelaksanaan operasi.

“Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat komunikasi dan membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga ketertiban lingkungan,” ungkapnya.

Dalam kunjungannya, Aiptu Hendro memberikan perhatian terhadap kondisi pekerja yang setiap hari berhadapan dengan berbagai jenis sampah.

Aktivitas pengumpulan dan pemilahan sampah memiliki risiko kesehatan tersendiri, terutama apabila pekerja tidak menggunakan perlindungan yang memadai atau bekerja di lingkungan yang kurang higienis.

Kontak langsung dengan sampah yang tercampur benda tajam, material kotor, maupun limbah lainnya dapat meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan gangguan kesehatan.

Karena itu, pengelola perlu memastikan pekerja memiliki perlengkapan pelindung yang sesuai dengan jenis pekerjaan serta menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan selama beraktivitas.

Selain kesehatan pekerja, persoalan kapasitas penampungan menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Petugas mengingatkan agar sampah yang masuk tidak dibiarkan menumpuk hingga melampaui kemampuan tempat penampungan.

Penumpukan sampah secara berlebihan dapat menghambat proses pemilahan dan pengangkutan. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut juga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, mengundang serangga, dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Pengaturan jumlah sampah yang diterima menjadi penting agar kegiatan pengelolaan tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru.

Keberadaan bank sampah memiliki manfaat bagi masyarakat karena membantu pengumpulan dan pemilahan material yang masih dapat dimanfaatkan kembali.

Namun, manfaat tersebut perlu diimbangi dengan pengelolaan operasional yang memperhatikan daya tampung, kebersihan, dan keselamatan pekerja.

Dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, persoalan lingkungan yang tidak ditangani dengan baik berpotensi memicu keluhan maupun perselisihan antarwarga.

Karena itu, komunikasi antara pengelola bank sampah, pemerintah kelurahan, dan masyarakat sekitar diperlukan untuk mencegah munculnya persoalan yang lebih luas.

Kegiatan sambang Aiptu Hendro menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang mengedepankan komunikasi langsung dengan masyarakat.

Pendekatan tersebut juga relevan dengan upaya menjaga situasi kamtibmas selama pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026, meskipun pengelolaan sampah bukan sasaran penindakan utama operasi.

Selain penegakan hukum terhadap pelanggaran yang menjadi sasaran operasi, pemeliharaan ketertiban di lingkungan masyarakat tetap membutuhkan langkah pencegahan dan komunikasi yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan sambang, kepolisian dapat mengetahui persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus menyampaikan imbauan agar potensi gangguan ketertiban dapat diantisipasi sejak dini.

Keterlibatan kepala kelurahan dalam kegiatan di Banjarmlati juga menjadi bagian dari koordinasi antara aparat kepolisian dan pemerintah setempat.

Sinergi tersebut diperlukan agar persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dapat ditangani sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Dengan berlangsungnya Operasi Pekat Semeru 2026 mulai Sabtu (10/10/2026), upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.

Polsek Mojoroto melalui kegiatan pembinaan masyarakat mendorong pengelola bank sampah untuk memperhatikan kesehatan pekerja, mengendalikan volume sampah, serta menjaga komunikasi dengan pemerintah kelurahan dan aparat kewilayahan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Operasi Pekat Semeru Digelar 10–21 Oktober 2026, Polisi Ajak Warga Mojoroto Aktifkan Ronda Malam

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026 yang berlangsung pada 10–21 Oktober 2026, jajaran Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, memperkuat keamanan lingkungan melalui peningkatan peran pos keamanan lingkungan (pos kamling). Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah tindak kriminalitas, terutama pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Penguatan keamanan lingkungan dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Mojoroto, Aiptu Andri Jatmiko, melalui pertemuan bersama Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan unsur tiga pilar di Kantor Kelurahan Mojoroto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (9/10/2026) malam.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dilanjutkan dengan pengecekan pos kamling di wilayah RT 26 RW 09 dan RT 45 RW 09, Kelurahan Mojoroto.

Dalam kegiatan itu, petugas memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama pada malam hari. Polisi juga menempelkan stiker berisi imbauan keamanan di pos kamling sebagai pengingat pentingnya pengawasan lingkungan.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama menjelang pelaksanaan Operasi Pekat Semeru 2026.

“Kami mengajak masyarakat untuk kembali meningkatkan kegiatan ronda malam dan mengaktifkan pos kamling di lingkungan masing-masing. Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh warga,” kata Rudi.

Menurut Rudi, keberadaan pos kamling memiliki peran penting dalam membangun sistem pengawasan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Melalui kegiatan ronda, warga dapat memantau aktivitas di sekitar permukiman sekaligus mengenali potensi gangguan keamanan sebelum berkembang menjadi tindak kriminalitas.

“Menjelang Operasi Pekat Semeru 2026, kami ingin memastikan masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan. Apabila menemukan aktivitas mencurigakan, segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas atau melapor kepada kepolisian,” ujarnya.

Operasi Pekat Semeru 2026 dijadwalkan berlangsung selama 12 hari, mulai 10 hingga 21 Oktober 2026. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian dalam menanggulangi berbagai bentuk penyakit masyarakat dan gangguan keamanan sesuai sasaran operasi yang telah ditetapkan.

Dalam konteks keamanan lingkungan, kewaspadaan terhadap tindak pencurian menjadi salah satu perhatian yang perlu ditingkatkan, terutama di kawasan permukiman yang memiliki aktivitas masyarakat cukup padat.

Kejahatan seperti pencurian kendaraan bermotor dan pencurian rumah dapat terjadi ketika pengawasan lingkungan lemah. Karena itu, keberadaan pos kamling dinilai dapat membantu mempersempit kesempatan pelaku kejahatan.

Selain mengandalkan patroli kepolisian, keterlibatan warga dalam kegiatan ronda malam menjadi bagian penting dari sistem keamanan lingkungan berbasis masyarakat.

Dalam kegiatan di Kelurahan Mojoroto, Aiptu Andri Jatmiko juga mengingatkan anggota Satlinmas dan warga agar terus menjalin komunikasi dengan Bhabinkamtibmas.

Koordinasi tersebut diperlukan agar setiap informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat segera disampaikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Pengecekan pos kamling di RT 26 RW 09 dan RT 45 RW 09 menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Selain memberikan imbauan secara langsung, petugas memasang stiker pesan kamtibmas di lokasi pos kamling agar warga senantiasa mengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas.

Rudi mengingatkan bahwa upaya pencegahan kejahatan dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memastikan kendaraan terkunci dengan baik, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta memeriksa kondisi rumah sebelum ditinggalkan.

“Kami berharap masyarakat tidak memberikan kesempatan kepada pelaku kejahatan. Pastikan kendaraan dan rumah dalam keadaan aman, tingkatkan pengawasan lingkungan, serta jangan ragu melapor apabila mengetahui adanya potensi tindak pidana,” katanya.

Penguatan pos kamling juga menjadi bagian dari pendekatan preventif dan preemtif kepolisian dalam mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pendekatan preventif dilakukan melalui peningkatan pengawasan dan pencegahan langsung terhadap potensi kejahatan. Sementara itu, kegiatan preemtif diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan.

Melalui keterlibatan Satlinmas dan unsur tiga pilar, kepolisian berupaya memperkuat koordinasi di tingkat kelurahan sehingga upaya pencegahan kriminalitas dapat dilakukan secara bersama-sama.

Keberadaan pos kamling juga diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi antarwarga untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi keamanan lingkungan.

Dengan dimulainya Operasi Pekat Semeru 2026 pada Sabtu (10/10/2026), masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga keamanan wilayah masing-masing.

Penguatan sistem keamanan lingkungan melalui kegiatan ronda, koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, dan kepedulian terhadap aktivitas di sekitar permukiman menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tindak kriminalitas. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Cegah Curas, Curat, dan Curanmor, Bhabinkamtibmas Bandar Lor Kediri Ajak Pengurus Pesantren Tingkatkan Kewaspadaan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menjelang pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, jajaran Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota memperkuat upaya pencegahan tindak kriminalitas di lingkungan pondok pesantren.

Salah satunya melalui pendekatan langsung kepada tokoh agama untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Upaya tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor, Aipda Toni Setiawan, bersama Babinsa saat menyambangi lingkungan Pondok Pesantren Kedonglo Al-Munadhdoroh, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (9/10/2026) malam.

Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB itu, petugas berdialog dengan tokoh agama setempat, Prayogo, mengenai pentingnya meningkatkan pengamanan lingkungan pesantren untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas.

Lingkungan pondok pesantren menjadi salah satu kawasan yang membutuhkan perhatian terhadap keamanan karena terdapat aktivitas santri, pengurus, serta masyarakat yang datang untuk berbagai keperluan.

Mobilitas tersebut perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan, terutama pencurian kendaraan bermotor dan pencurian barang berharga.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menekankan pentingnya keterlibatan pengurus pesantren dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya menjelang Operasi Sikat Semeru 2026.

“Penguatan keamanan di lingkungan pesantren dapat dilakukan melalui pengawasan akses keluar masuk, pemantauan kendaraan, serta peningkatan kepedulian terhadap aktivitas yang mencurigakan,” terangnya.

Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga memiliki peran dalam membangun komunikasi dengan tokoh agama agar informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat disampaikan lebih cepat kepada aparat.

Dalam pertemuan tersebut, perhatian diarahkan pada antisipasi kejahatan 3C yang menjadi salah satu fokus pencegahan kriminalitas di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Istilah 3C merujuk pada tiga jenis tindak pidana, yakni curas, curat, dan curanmor. Ketiganya merupakan bentuk kejahatan yang dapat menimbulkan kerugian materiil sekaligus mengganggu rasa aman masyarakat.

Pencegahan terhadap tindak kriminalitas tersebut tidak hanya mengandalkan kehadiran petugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

Di kawasan pesantren, pengawasan terhadap kendaraan yang terparkir menjadi salah satu langkah penting. Santri, pengurus, dan pengunjung perlu memastikan kendaraan terkunci dengan baik serta tidak meninggalkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau.

Selain itu, pengelola pesantren dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang tidak dikenal, terutama pada malam hari ketika aktivitas masyarakat mulai berkurang.

Komunikasi antara pengurus pesantren, petugas keamanan internal, dan aparat kewilayahan juga diperlukan agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini.

Kegiatan sambang yang dilakukan Aipda Toni Setiawan bersama Babinsa tersebut berkaitan dengan pendekatan preemtif kepolisian menjelang Operasi Sikat Semeru 2026.

Operasi ini berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.

Melalui pendekatan preemtif, kepolisian berupaya membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan kejahatan sebelum tindak pidana terjadi.

Sementara itu, langkah preventif dapat dilakukan melalui pengawasan lingkungan, patroli, dan peningkatan kewaspadaan pada lokasi yang memiliki potensi kerawanan.

Keterlibatan tokoh agama dalam menjaga keamanan dinilai penting karena pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Tokoh agama dapat berperan dalam menyampaikan pesan keamanan kepada santri dan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian bersama terhadap ketertiban lingkungan.

Melalui dialog dengan Prayogo, Bhabinkamtibmas dan Babinsa berupaya memperkuat komunikasi dengan lingkungan pesantren agar pengawasan terhadap potensi kejahatan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan kriminalitas membutuhkan kerja sama antara aparat keamanan dan warga.

Menjelang Operasi Sikat Semeru 2026, kewaspadaan terhadap kejahatan 3C menjadi perhatian penting, termasuk di lingkungan pendidikan dan keagamaan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup beragam.

Pengurus pesantren, santri, dan masyarakat sekitar diharapkan dapat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan kendaraan, barang berharga, serta aktivitas di lingkungan masing-masing.

Dengan pengawasan yang lebih baik dan komunikasi yang terjalin antara masyarakat dan aparat, potensi tindak kriminalitas di lingkungan pesantren dapat diminimalkan. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page