Connect with us

Peristiwa

Bagikan 7 Masker Gratis, Polsek Banyakan Harapkan Kesadaran Prokes Meningkat

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Banyakan melaksanakan Operasi Yustisi Penegakan Disiplin Prokes PPKM Level 2. Kegiatan itu berjalan, pada hari Jumat 24 September 2021, pukul 09.00 WIB –  selesai

Lokasi Razia ada di depan Mapolsek Banyakan  Kc. Banyakan. Adapun hasil Operasi Yustisi.

Pelanggar Protokol Kesehatan terdiri dariTegoran Lisan.  4 Orang dan Membagikan Masker 7 Masker.

Petugas yang diterjunkan dalam razia ini dipimpin Kapolsek AKP Wahana S.H. Padal Iptu Abdul Manap S.H dan Anggota Sek Banyakan 4 Pers. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan tertib serta tetap mematuhi protokol kesehatan

“Pelaksanaan Operasi Yustisi, Selanjutnya mohon petunjuk dan arahan Komandan serta perkembangan akan kami sampaikan kembali, terimakasih,” kata Kapolsek Banyakan AKP Wahana, S.H.  (res/an).

Continue Reading

kriminal

Jaga Mojoroto Tetap Aman, Polisi Sisir Perbankan, SPBU dan Kawasan Permukiman

Published

on

Kediriselaludihati – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, meningkatkan patroli malam dengan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pengawasan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan gangguan keamanan.

Patroli Harkamtibmas Backbone tersebut dilaksanakan Senin (28/9/2026) mulai pukul 21.00 WIB dengan sasaran terminal bus, permukiman warga, kawasan perumahan, perbankan hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada malam hari.

“Patroli dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor,” kata Rudi.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Mojoroto menerjunkan tiga personel. Mereka yakni Aiptu Margono sebagai perwira pengendali, Aipda Aris K dan Aipda Hengki.

Petugas bergerak menyusuri sejumlah kawasan yang menjadi sasaran patroli. Terminal bus menjadi salah satu lokasi pemantauan karena menjadi tempat aktivitas dan mobilitas masyarakat, termasuk pada malam hari.

Patroli kemudian menyasar kawasan permukiman dan perumahan. Kehadiran polisi di lingkungan tempat tinggal warga diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami mengedepankan upaya pencegahan. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat mencegah munculnya niat maupun kesempatan melakukan tindak kejahatan,” ujar Rudi.

Selain lingkungan tempat tinggal warga, petugas melakukan pemantauan di kawasan perbankan. Lokasi tersebut menjadi salah satu sasaran untuk mengantisipasi tindak kriminalitas terhadap fasilitas perbankan maupun masyarakat yang melakukan transaksi.

SPBU juga masuk dalam rute patroli. Polisi memantau situasi di sekitar area pengisian bahan bakar untuk memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman.

Menurut Rudi, patroli pada malam hari menjadi bagian dari upaya Polsek Mojoroto menjaga situasi keamanan di wilayah hukumnya tetap kondusif.

Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas maupun kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

“Keamanan lingkungan membutuhkan peran bersama. Apabila masyarakat mengetahui adanya gangguan keamanan atau aktivitas yang mencurigakan, segera informasikan kepada petugas,” katanya.

Polsek Mojoroto menyatakan patroli berlangsung lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemantauan terpantau aman dan terkendali. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Sapa Malam Satlantas Kediri Kota, Polisi Disebar di Enam Titik Rawan Kepadatan

Published

on

Kediriselaludihati – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota menggelar Sapa Malam dengan menempatkan personel di sejumlah titik lalu lintas, Senin (28/9/2026) malam.

Kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB dengan menyasar enam titik, yakni depan Kediri Town Square (Ketos), Simpang Tiga Patiunus, Simpang Empat Jembatan Brawijaya, depan Grand Surya, kawasan Alun-Alun Kota Kediri, serta Simpang Tiga Panglima Polim.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan, Sapa Malam dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran lalu lintas pada jam aktivitas masyarakat pada malam hari.

“Personel melaksanakan pengaturan dan penguraian arus lalu lintas sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kepadatan di sejumlah titik,” kata Septia.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, personel terlebih dahulu mengikuti apel Sapa Malam. Kegiatan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan anggota piket staf.

Menurut Septia, keberadaan personel di lapangan diperlukan untuk memastikan arus kendaraan tetap bergerak lancar, terutama pada kawasan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan titik pertemuan arus kendaraan.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kegiatan berada di jalur strategis Kota Kediri. Kawasan Jembatan Brawijaya, Alun-Alun, hingga sekitar pusat perbelanjaan menjadi bagian dari titik yang dipantau petugas.

“Sapa Malam merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” ujar Septia.

Selain melakukan pemantauan, personel disiagakan untuk melakukan pengaturan dan penguraian apabila terjadi peningkatan volume kendaraan.

Dengan langkah tersebut, kepadatan diharapkan dapat diantisipasi lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi antrean kendaraan yang mengganggu aktivitas pengguna jalan.

Septia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas, mematuhi rambu dan arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.

Satlantas Polres Kediri Kota menyatakan seluruh rangkaian Sapa Malam berlangsung aman dan lancar. Pemantauan arus lalu lintas dilakukan selama kegiatan berlangsung untuk menjaga kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota tetap terkendali. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Protes Maxim Turbo, Driver Ojol Kediri Gelar Aksi hingga Segel Kantor

Published

on

Kediriselaludihati – Sekitar 200 pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kediri Raya menggelar aksi menolak penerapan fitur Maxim Turbo berbayar di Kota Kediri.

Aksi yang berlangsung pada Selasa (21/9/2026) itu menyasar Kantor Pemerintah Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat dan berlanjut ke Kantor Perwakilan Maxim Kediri di Jalan Banjaran Gang Carik.

Massa menilai fitur Turbo membebani pengemudi karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan fasilitas prioritas dalam menerima pesanan. Selain penghapusan Turbo, massa meminta penerimaan mitra baru dibatasi.

Setelah menyampaikan aspirasi dan mengikuti audiensi di Pemkot Kediri, massa bergerak menuju Kantor Perwakilan Maxim Kediri. Di lokasi tersebut, sejumlah peserta aksi kemudian memasang rantai dan gembok pada kantor serta menempelkan banner dan poster.

Sebelum bergerak, sekitar 200 peserta berkumpul di depan Taman Makam Pahlawan Joyoboyo, Jalan PK Bangsa, Kota Kediri. Mereka membawa satu mobil komando, sekitar 230 sepeda motor, sejumlah bendera komunitas, banner, dan poster berisi tuntutan.

Perwakilan GARDA Kediri Raya, Rudi Sutanto, meminta peserta menjaga aksi tetap damai. Ia menegaskan tujuan kedatangan mereka adalah meminta pemerintah daerah membantu mempertemukan pengemudi dengan pihak aplikator.

“Tempat kita mencari nafkah kita jaga bersama, jangan anarkis. Kita sampaikan tuntutan kita,” kata Rudi dalam orasinya.

Menurut dia, para pengemudi berharap Pemkot Kediri dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan dengan manajemen aplikator.

“Hapus Maxim Turbo dan stop penerimaan mitra baru. Kita datang ke sini dengan baik-baik dan penuh harapan,” ujarnya.

Dewan Penasihat GARDA Kediri Raya Moch. Mahbuba mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan keberatan pengemudi secara terbuka kepada pemerintah daerah dan Maxim.

“Kita meminta jajaran Pemkot Kediri memfasilitasi apa yang menjadi tuntutan para driver agar diakomodasi,” kata Mahbuba.

Setelah berorasi, perwakilan massa diterima dalam audiensi bersama jajaran Pemkot Kediri dan perwakilan Maxim sekitar pukul 11.25 WIB.

Dalam pertemuan itu, pengemudi kembali mempersoalkan sistem Turbo. Perwakilan pengemudi, Dimas, menyebut fitur tersebut ditawarkan dengan biaya Rp 15.000 untuk tiga jam.

Menurut Dimas, pengemudi sudah harus menanggung sejumlah biaya operasional untuk bekerja. Kehadiran fitur berbayar itu dinilai menambah pengeluaran.

“Fitur Turbo merupakan fitur baru dari Maxim yang merupakan fitur prioritas, sedangkan sebelumnya kita sudah keluar modal,” kata Dimas.

Pengemudi lainnya, Mustakim, mempersoalkan peluang mendapatkan pesanan antara pengemudi yang membeli dan tidak membeli Turbo.

Ia mengklaim pengemudi yang tidak menggunakan fitur tersebut menjadi lebih sulit mendapatkan pesanan. Karena itu, ia mempertanyakan prinsip keadilan dalam distribusi pesanan setelah fitur Turbo diterapkan.

“Pengemudi yang tidak membeli fitur Turbo tidak ada peluang untuk mendapatkan order. Sebelum ada Turbo, peluang kita mendapatkan order sama,” kata Mustakim.

Ketua DPD GARDA Jawa Timur Fikri Nurulhafid juga meminta penjelasan mengenai manfaat fitur Turbo jika pengemudi yang tidak membelinya tetap disebut memiliki kesempatan mendapatkan pesanan yang sama.

Selain Turbo, GARDA meminta penerimaan mitra baru dibatasi. Mereka menilai jumlah pengemudi perlu disesuaikan dengan permintaan layanan agar pendapatan mitra tidak semakin tertekan.

Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan Maxim Kediri, Nana, mengatakan aspirasi pengemudi akan diteruskan kepada kantor pusat.

Ia juga meminta maaf karena perwakilan Maxim dari kantor pusat belum dapat hadir dalam audiensi tersebut.

“Sebelumnya sudah ada rekan-rekan Maxim yang datang, baik yang pro dan kontra. Aspirasi akan kami tampung dan kami teruskan ke pusat,” kata Nana.

Menurut Nana, fitur Turbo memiliki beberapa tingkatan dan masih dalam tahap kajian. Ia menyebut penggunaan fitur tersebut bersifat pilihan.

“Saat ini fitur Turbo ada beberapa tingkatan dan saat ini masih dikaji. Terkait fitur Turbo ini merupakan opsi,” ujarnya.

Terkait permintaan pembatasan mitra baru, Nana mengatakan kebijakan penerimaan pengemudi berada dalam pertimbangan kantor pusat dengan memperhitungkan kondisi permintaan dan ketersediaan pengemudi yang bersifat fluktuatif.

Asisten Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Kediri Eko Lukmono Hadi mengatakan pemerintah kota telah menerima surat berisi aspirasi GARDA.

Pemkot, kata dia, ingin mengetahui ruang kewenangan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti persoalan tersebut sekaligus mendengarkan penjelasan dari pengemudi dan pihak aplikator.

“Kami ingin memastikan ada di bagian mana Pemerintah Kota bisa mendukung rekan-rekan semua karena kami juga ingin mengetahui langkah-langkah dari pemerintah daerah lain,” kata Eko.

Menurut Eko, hak-hak mitra pengemudi perlu mendapat perhatian. Namun, tindak lanjut juga harus mempertimbangkan kewenangan dan regulasi yang berlaku.

“Kalau itu meresahkan dan melanggar, maka kami akan melindungi hak-hak mitra,” ujarnya.

Eko menilai salah satu persoalan yang terlihat dalam polemik tersebut adalah komunikasi antara aplikator dan pengemudi.

Pemkot Kediri kemudian mengarahkan agar Dinas Perhubungan menyiapkan surat untuk menyampaikan aspirasi pengemudi kepada pihak-pihak yang berwenang dan manajemen aplikator di tingkat pusat.

“Coba nanti Pak Kadishub bisa buat surat untuk dikirim ke aplikator, Kementerian Perhubungan atau Kominfo terkait aspirasi rekan-rekan mitra driver Maxim Kediri,” kata Eko.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Bambang Tri Lasmono menyoroti perlunya keseimbangan antara permintaan layanan dan jumlah pengemudi.

“Jadi saya melihat seharusnya demand dan supply ini seimbang,” kata Bambang.

Ia berharap aplikator memperhitungkan kondisi wilayah dan jumlah kebutuhan layanan ketika melakukan penerimaan mitra baru.

Audiensi di Pemkot Kediri berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Massa kemudian bergerak menuju Kantor Perwakilan Maxim Kediri di Jalan Banjaran Gang Carik.

Sekitar pukul 12.52 WIB, peserta tiba di kantor tersebut.Di lokasi itu, peserta aksi melakukan penyegelan dengan memasang rantai dan gembok pada kantor. Massa juga memasang banner dan poster berisi penolakan terhadap Turbo serta tuntutan pembatasan penerimaan mitra baru.

Aksi berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dan peserta kemudian membubarkan diri.

Dalam aksi tersebut, GARDA menyampaikan lima tuntutan utama. Selain penghapusan Turbo dan permintaan pembatasan penerimaan mitra, mereka meminta Pemkot Kediri memanggil manajemen Maxim untuk memberikan klarifikasi mengenai kebijakan tersebut.

Mereka juga meminta pemerintah daerah memberikan perlindungan terhadap mitra pengemudi, mendorong adanya pengawasan terhadap kebijakan aplikator, serta memfasilitasi dialog antara pengemudi, aplikator, dan pemerintah.

Sementara itu, pengamanan dilakukan jajaran Polres Kediri Kota sejak sebelum massa bergerak dari titik kumpul.

Apel pengamanan digelar sekitar pukul 08.00 WIB di halaman Pemkot Kediri dan dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.

Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu I Gde Caka Riyatsaka Ratsuko bersama sejumlah pejabat utama dan personel Polres Kediri Kota serta polsek jajaran turut berada dalam rangkaian pengamanan.

Polisi juga melakukan pengawalan sepanjang rute yang dilalui peserta dari kawasan TMP Joyoboyo menuju Balai Kota hingga Kantor Perwakilan Maxim Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page