Uncategorized
Bareskrim Ungkap Penyalahgunaan LPG Bersubsidi di Sidoarjo, Sita 1.820 Tabung dan Tetapkan Dua Tersangka
SIDOARJO – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap praktik penyalahgunaan LPG bersubsidi melalui pemindahan isi tabung secara ilegal di Desa Kendal Pecabean, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).Dalam pengungkapan tersebut, Polisi menyita sebanyak 1.820 tabung LPG berbagai ukuran dan menetapkan dua orang sebagai tersangka.Kasubdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri, AKBP Wahyu Norman H., menjelaskan, petugas awalnya mengamankan tujuh orang yang berada di lokasi untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, penyidik menetapkan dua orang berinisial EPPS dan SO sebagai tersangka.“Petugas mengamankan 1.820 tabung LPG, terdiri atas 1.187 tabung ukuran 3 kilogram, 583 tabung ukuran 12 kilogram, dan 50 tabung ukuran 50 kilogram, baik dalam kondisi berisi maupun kosong,” ujar AKBP Wahyu.Selain ribuan tabung LPG, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa empat unit kendaraan roda empat, 53 selang regulator, dua timbangan digital, serta satu kardus segel tabung LPG berbagai ukuran.Berdasarkan hasil pendalaman sementara, aktivitas ilegal tersebut diduga telah berlangsung sejak Juni hingga Oktober 2026.Dari lokasi tersebut, para pelaku diperkirakan mampu memproduksi rata-rata 2.400 tabung LPG ukuran 12 kilogram dan 40 tabung ukuran 50 kilogram setiap bulan.LPG hasil pemindahan isi tabung secara ilegal tersebut diduga dipasarkan di sejumlah wilayah di Jawa Timur hingga luar Pulau Jawa, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).Berdasarkan perhitungan sementara penyidik, dengan asumsi aktivitas tersebut telah berlangsung selama empat bulan penuh, potensi kerugian negara akibat penyalahgunaan subsidi diperkirakan mencapai Rp2.149.440.000 atau sekitar Rp2,1 miliar.Nilai tersebut masih berupa estimasi dan akan didalami lebih lanjut dalam proses penyidikan.Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni, menegaskan bahwa pengungkapan kasus di Sidoarjo tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberantas penyalahgunaan LPG bersubsidi agar distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima masyarakat yang berhak.Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menyampaikan, secara nasional Dittipidter Bareskrim Polri telah menangani sekitar 777 kasus penyalahgunaan LPG bersubsidi dengan jumlah tersangka sekitar 600 orang.“Gas LPG bersubsidi ini diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk meringankan beban ekonomi. Seharusnya subsidi ini tepat sasaran, tetapi faktanya masih ada oknum yang menyalahgunakannya demi keuntungan pribadi,” kata Brigjen Irhamni.Ia menambahkan, penyidik juga akan mendalami kemungkinan penerapan tindak pidana pencucian uang (TPPU) apabila dalam proses penyidikan ditemukan alat bukti yang mendukung.Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan Polda Jatim mendukung penuh langkah penegakan hukum yang dilakukan Dittipidter Bareskrim Polri terhadap penyalahgunaan LPG bersubsidi.“Pengawasan terhadap distribusi barang bersubsidi sangat penting karena LPG bersubsidi merupakan hak masyarakat yang memenuhi kriteria penerima. Penyalahgunaan distribusi dapat merugikan masyarakat dan mengganggu ketepatan sasaran program pemerintah,” ujar Kombes Pol. Abast.Ia juga mengajak masyarakat turut berperan dalam mengawasi distribusi LPG bersubsidi di lingkungannya.“Kami mengimbau masyarakat membeli LPG melalui pangkalan resmi dan segera melaporkan kepada kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun distribusi yang tidak sesuai ketentuan,” pungkas Kombes Pol. Abast.Dalam perkara ini, penyidik menerapkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah melalui Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).Hingga saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap peran masing-masing tersangka, asal-usul pasokan LPG, mekanisme pemindahan isi tabung, aliran hasil kejahatan, serta jaringan distribusi yang berkaitan dengan perkara tersebut. (*)
Uncategorized
Matangkan Program POLIRAN, Polda Jatim Siapkan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Ketahanan Pangan dan Bank Sampah
SURABAYA – Polda Jawa Timur terus mematangkan program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) sebagai salah satu upaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif yang memanfaatkan potensi lingkungan dan ekonomi lokal.Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim meninjau langsung persiapan program tersebut di Kampung Wisata Ondomohen, kawasan Ondomohen Magersari Gang V, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Kamis (22/10/2026).Peninjauan dilakukan untuk melihat potensi wilayah sekaligus mematangkan konsep pelaksanaan program sebelum nantinya diimplementasikan.Kampung Wisata Ondomohen dipilih sebagai salah satu lokasi karena memiliki potensi pengembangan kegiatan produktif masyarakat yang dapat dipadukan dengan pengelolaan lingkungan dan ekonomi kreatif.Melalui POLIRAN, Polda Jatim merancang kolaborasi pemberdayaan masyarakat yang memadukan sejumlah sektor, antara lain ketahanan pangan melalui pertanian perkotaan (urban farming) serta pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi melalui bank sampah.Program tersebut diarahkan untuk memberikan ruang produktif sekaligus membekali masyarakat, khususnya warga yang belum memiliki pekerjaan tetap, dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas ekonomi secara berkelanjutan.Selain mendukung ketahanan pangan, pengembangan bank sampah juga diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah.Polda Jatim berharap POLIRAN tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak terkait sesuai bidang dan kewenangannya.Dalam peninjauan tersebut, Kapolda Jatim dan jajaran juga berinteraksi dengan masyarakat setempat untuk melihat secara langsung potensi yang dapat dikembangkan serta menyerap masukan warga sebagai bagian dari pematangan program.Melalui POLIRAN, Polda Jatim berupaya mendorong kehadiran Polri yang tidak hanya berorientasi pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga membangun kemitraan serta mendukung tumbuhnya kegiatan produktif di tengah masyarakat. (*)
Peristiwa
Pengabdian Puluhan Tahun Berakhir dengan Penghormatan, 26 Personel Polres Kediri Kota Diantar Naik Becak
Kediriselaludihati.com – Suasana haru mewarnai prosesi wisuda purna bhakti 26 personel Polres Kediri Kota yang dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., Kamis (22/10/2026).
Prosesi pelepasan anggota Polri dan pegawai negeri pada Polri (PNPP) yang memasuki masa pensiun tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) dan halaman Mapolres Kediri Kota.
Tidak sekadar menyerahkan penghargaan, AKBP Wisnu bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota memberikan penghormatan kepada para purnawirawan melalui pengalungan medali, penyerahan bunga, hingga tradisi pedang pora.
Puncak acara berlangsung ketika para wisudawan berjalan melewati barisan pedang pora sebelum diantar menggunakan becak mengelilingi lingkungan Mapolres Kediri Kota.
Prosesi tersebut menjadi simbol penghormatan institusi kepada para personel yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di kepolisian.
Sebanyak 26 personel yang mengikuti wisuda purna bhakti merupakan anggota Polri dan pegawai negeri pada Polri yang memasuki masa pensiun dalam periode Juni 2025 hingga Oktober 2026.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri Wakapolres Kediri Kota, para pejabat utama, kapolsek jajaran, pengurus Bhayangkari, serta anggota Polres Kediri Kota.
Turut hadir Ketua Persatuan Purnawirawan (PP) Polri Kota Kediri bersama jajaran pengurusnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan doa dan ramah tamah.
Dua perwakilan personel purna bhakti mendapat kesempatan menyampaikan sambutan, yakni Kompol Ni Ketut Suarningsih, S.H., mewakili personel yang pensiun pada 2025 dan Kompol Sugeng Triyono mewakili personel yang pensiun pada 2026.
Kehadiran keduanya menjadi bagian dari penghormatan kepada para personel yang telah menyelesaikan tugas kedinasan setelah menjalani pengabdian di lingkungan Polri.
Setelah sambutan perwakilan purnawirawan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan keputusan pemberhentian dengan hormat.
Satu per satu wisudawan kemudian dipanggil untuk menerima penghargaan dari Kapolres Kediri Kota.
Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, AKBP Wisnu mendatangi para wisudawan untuk menyerahkan tanda penghargaan, mengalungkan medali, serta memberikan buket bunga.
Penyerahan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas pengabdian para personel selama menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian maupun aparatur sipil negara di lingkungan Polri.
Prosesi berlangsung dengan melibatkan anggota polisi wanita yang bertugas membawa perlengkapan penghargaan.
Setelah seluruh wisudawan menerima penghormatan, AKBP Wisnu menyampaikan sambutan kepada para purna bhakti dan keluarga yang hadir.
Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian perpisahan resmi antara institusi Polres Kediri Kota dan personel yang telah mengakhiri masa dinasnya.
Pernyataan Kapolres dalam sambutan belum tercantum dalam laporan kegiatan sehingga kutipan langsung berikut merupakan usulan yang harus dikonfirmasi sebelum diterbitkan:
“Atas nama keluarga besar Polres Kediri Kota, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh personel yang memasuki masa purna bhakti. Pengabdian yang telah diberikan selama bertugas merupakan bagian penting dari perjalanan institusi Polri dalam melayani masyarakat,” kata AKBP Wisnu.
Wisuda purna bhakti menjadi salah satu tradisi penghormatan dalam lingkungan kepolisian bagi anggota yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Bagi para personel, berakhirnya masa dinas menandai perubahan dari kehidupan kedinasan menuju masa pensiun.
Sementara bagi institusi, prosesi tersebut menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi sekaligus menjaga hubungan kekeluargaan dengan para purnawirawan.
Rangkaian acara di Rupatama ditutup dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri sebelum seluruh peserta mengikuti prosesi tradisi pedang pora di halaman Mapolres Kediri Kota.
Dalam tradisi tersebut, para personel purna bhakti didampingi pasangan masing-masing berjalan melewati barisan anggota yang membentuk gerbang kehormatan menggunakan pedang.
Prosesi dipimpin seorang komandan pedang pora dan diiringi musik serta pembacaan puisi.
AKBP Wisnu bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota turut mengikuti rangkaian penghormatan tersebut.
Barisan pedang pora menjadi simbol pelepasan resmi bagi anggota yang telah menuntaskan tugas dan tanggung jawabnya selama berdinas.
Setelah melewati gerbang kehormatan, para wisudawan bersalaman dengan pejabat utama dan kapolsek jajaran Polres Kediri Kota.
Tradisi tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi anggota yang masih aktif untuk memberikan penghormatan terakhir dalam suasana kedinasan kepada para seniornya.
Prosesi pelepasan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan yang menjadi salah satu bagian menarik dari wisuda purna bhakti, yakni mengantar para purnawirawan menggunakan becak.
Para wisudawan diarahkan menuju becak yang telah disiapkan sebelum diajak berkeliling di lingkungan Mapolres Kediri Kota.
Penggunaan becak dalam prosesi tersebut memberikan suasana berbeda dari kegiatan seremonial kedinasan pada umumnya.
Setelah berkeliling, rombongan berhenti di depan Mapolres Kediri Kota untuk mengikuti penyerahan kenang-kenangan.
AKBP Wisnu bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, didampingi para pejabat utama, menyerahkan cendera mata kepada para personel purna bhakti.
Pemberian kenang-kenangan tersebut menjadi bagian akhir dari rangkaian penghormatan kepada para anggota yang telah memasuki masa pensiun.
Usulan kutipan lanjutan Kapolres Kediri Kota, perlu dikonfirmasi sebelum diterbitkan:
“Purna bhakti bukan berarti berakhirnya hubungan kekeluargaan dengan Polres Kediri Kota. Kami berharap para senior tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri dan terus memberikan teladan serta kontribusi positif di tengah masyarakat.”
Kepala Bagian Sumber Daya Manusia Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa wisuda purna bhakti periode Juni 2025 hingga Oktober 2026 diikuti 26 personel.
Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari acara penghargaan di Rupatama hingga tradisi pedang pora dan pelepasan menggunakan becak, dilaporkan berlangsung tertib dan lancar.
Wisuda tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa kedinasan para personel yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Polres Kediri Kota.
Melalui prosesi penghormatan tersebut, Polres Kediri Kota memberikan apresiasi kepada para purnawirawan sekaligus menjaga ikatan kekeluargaan antara anggota aktif dan personel yang telah menyelesaikan pengabdiannya. (res/aro)
Peristiwa
Peringatan Hari Santri di Uniska Center, AKBP Wisnu Bersama Forkopimda Teguhkan Semangat Persatuan dan Kebangsaan
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri apel peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Uniska Center, Kota Kediri, pada Kamis (22/10/2026). Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap peran pesantren dan santri dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun karakter generasi muda.
Apel Hari Santri yang mengangkat tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut dipimpin Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin sebagai inspektur apel.
Kegiatan diikuti para santri, mahasiswa, tokoh agama, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri.
Dalam rangkaian apel, peserta mengikuti pembacaan Resolusi Jihad dan Ikrar Santri sebagai pengingat atas peran ulama dan santri dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
AKBP Wisnu mengikuti rangkaian peringatan tersebut bersama para pejabat pemerintah daerah, pimpinan lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat.
Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk mengingat kembali kontribusi kalangan pesantren dalam kehidupan berbangsa, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan di tengah perkembangan masyarakat.
Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan pengingat atas besarnya peran ulama dan santri dalam perjuangan bangsa.
Menurutnya, semangat cinta tanah air, persatuan, dan kepedulian terhadap sesama perlu terus dijaga di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya menghormati perbedaan dan menjaga persaudaraan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah.
“Sejalan dengan tema tahun ini, kita berharap para santri terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, terampil, berakhlak baik, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat,” kata Qowimuddin.
Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis melalui pendidikan karakter, toleransi, serta kepedulian sosial.
Kehadiran AKBP Wisnu dalam peringatan Hari Santri juga memperlihatkan hubungan kelembagaan antara kepolisian dan komunitas pesantren sebagai bagian dari masyarakat Kota Kediri.
Pesantren memiliki peran dalam pendidikan agama dan pembentukan karakter, sedangkan kepolisian menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kedua peran tersebut dapat saling mendukung melalui komunikasi, pembinaan masyarakat, dan kegiatan yang memperkuat kerukunan.
“Hari Santri menjadi momentum untuk menghargai perjuangan para ulama dan santri sekaligus memperkuat semangat kebangsaan. Kami mendukung peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, disiplin, cinta tanah air, dan memiliki kepedulian terhadap keamanan serta kerukunan masyarakat,” ujar Kapolres Kediri Kota.
Sementara itu, Qowimuddin yang akrab disapa Gus Qowim mengajak para santri untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan agar mampu menghadapi perubahan zaman.
Ia menilai pendidikan pesantren perlu berjalan seiring dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Santri juga didorong untuk tidak ragu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana belajar dan mengembangkan potensi diri.
Namun, penggunaan teknologi harus disertai kemampuan memilah informasi secara cermat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang menyesatkan.
Gus Qowim secara khusus mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial untuk kegiatan positif serta menghindari informasi yang dapat memicu perpecahan.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah semakin luasnya penggunaan media digital dalam kehidupan masyarakat, termasuk di kalangan pelajar dan santri.
Kemampuan berpikir kritis, memeriksa kebenaran informasi, dan menjaga etika berkomunikasi menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang bertanggung jawab.
Selain penguasaan teknologi, Gus Qowim mengingatkan bahwa nilai-nilai kebaikan yang diperoleh di pesantren harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sikap menghormati sesama, menjaga lingkungan, serta membangun hubungan yang baik dengan masyarakat merupakan bentuk nyata penerapan pendidikan karakter.
“Saya yakin, dari pondok-pondok pesantren di Kota Kediri akan terus lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan siap berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.
Peringatan Hari Santri juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan tokoh agama.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama dalam menjaga kehidupan sosial yang rukun di Kota Kediri.
Bagi kepolisian, komunikasi dengan pesantren dan tokoh agama merupakan salah satu bagian penting dalam membangun hubungan dengan masyarakat.
Melalui pendekatan yang mengedepankan komunikasi, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat dicegah dan diselesaikan secara baik sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.
“Santri memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan di tengah masyarakat. Kami berharap semangat Hari Santri dapat memperkuat kerja sama antara kepolisian, pesantren, dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Kota Kediri tetap aman dan kondusif,” kata AKBP Wisnu.
Gus Qowim juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kediri untuk terus membangun kerja sama dengan pondok pesantren, para ulama, dan seluruh unsur masyarakat.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia serta kehidupan sosial yang harmonis.
“Pemerintah Kota Kediri akan terus bersinergi dengan pondok pesantren, para kiai, ulama, dan tokoh agama dalam membangun Kota Kediri tercinta ini,” katanya.
Apel Hari Santri tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus, sejumlah perwakilan Forkopimda, Komandan Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur AKP Joko Widodo, serta Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika.
Hadir pula Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri A. Zamroni, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Basyarudin, serta Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil.
Sejumlah pimpinan lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kepemudaan, pejabat pemerintah daerah, dan perwakilan masyarakat juga mengikuti kegiatan tersebut.
Peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober memiliki dasar sejarah yang berkaitan dengan Resolusi Jihad yang diserukan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah keterlibatan ulama dan santri mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Pemerintah kemudian menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015.
Melalui peringatan tahun ini, nilai perjuangan, pendidikan, dan kebangsaan kembali menjadi perhatian bersama.
Kehadiran AKBP Wisnu bersama jajaran Forkopimda Kota Kediri dalam apel tersebut menjadi bagian dari dukungan lintas lembaga terhadap peran pesantren dan santri dalam kehidupan masyarakat.
Peringatan Hari Santri diharapkan tidak hanya menguatkan ingatan terhadap sejarah perjuangan, tetapi juga mendorong generasi muda untuk terus belajar, menjaga persatuan, dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Kediri. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
