Connect with us

Peristiwa

Forpimda Kota Kediri Ikuti Arahan Presiden Dalam Rangka Penanganan Covid-19 di Jatim

Published

on

Kediriselaludihati.com – T Pada hari Kamis  25 Juni 2020 mulai pukul  10.00 –  11.15  WIB  bertempat di Ruang Djoyoboyo Pemkot Kediri Jl. Basuki Rahmad Kota Kediri telah dilaksanakan video conference bersama Presiden RI, Ibu Gubernur Jawa Timur, dan Bupati/Wali Kota se- Jatim dalam rangka penanganan Covid – 19 di wilayah Jawa Timur.

Hadir dalam kegiatan tersebut  Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, S.E. Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana, S.I.K, Dandim 0809 Kediri Letkol Kav. Dwi Agung Sutrisno, S.E, M.Si.  Plt. Asisten Adm Umum Cevy Ning Suyudi.  Kepala Pelaksana BPBD Pemkot Kediri Bapak Samsul Bahri dan Kadinkes Kota Kediri dr. Fauzan.

Rangkaian Kegiatan diawali dengan pemaparan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yakni  Pemprov Jatim  telah melakukan langkah – langkah untuk menjaga ketahanan pangan kita dalam pandemi Covid-19. Ketersediaan bahan pangan kami surplus daging, beras dan bahan pangan lainnya. Dampak covid-19 di Jatim ada PHK 6.924 pekerja, dirumahkan 50.359 pekerja.

Ditambahkan Khofifah , disyukuri ada 241 orang sembuh baru dan secara prosentase Jatim tertinggi sembuh juga, walaupun kasus covid-19 di Jatim tertinggi. Terkait tracing  pemerintah daerah yang sangat berperan.

“Kami akan memasuki new normal, hal itu tidak mudah karena budaya masyarakat, banyak warga yang masih belum mematuhi instruksi pemerintah termasuk pemakaian masker sehingga menimbulkan cluster baru. Kami sudah membuat kampung tangguh diberbagai Jawa timur dan dapat menjadi referensi nasional untuk mencegah penyebaran covid-19,” kata Khofifah.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan Ketua Gugus Kuratif Jatim dr. Joni. Ada 3 langkah yang dilakukan untuk mencegah penyebaran covid-19 di Jatim, yaitu tes masif (tes rapid dan tes PCR), tracing  dan treatment.

“Saat ini berita baiknya di Jatim bahwa angka kesembuhan kita mulai meningkat dan angka Kematian menurun. Walaupun angka confirm naik, namun angka kesembuhan juga meningkat dengan angka kematian yang cukup landai,” jelasnya.

Selanjutnya cara dilanjutkan dengan arahan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo yang  imengapresiasi semua pihak yang membantu dalam pencegahan penyebaran covid-19 di Jatim.

“Saya ingin mengingat kita bahwa sekarang kita mengalami krisis kesehatan dan ekonomi dampak dari covid-19. Krisis ekonomi global itu nyata, IMF memprediksi tahun 2020 negara besar akan minus ekonominya, termasuk Amerika, Jepang, Inggris dan negara besar lainnya. Dalam mengelola krisis ini, rem dan gas harus benar-benar seimbang, baik dalam kesehatan maupun ekonomi,” kata Presiden Joko Widodo

Ditambahkan , tadi sudah dijelaskan bahwa angka positif di Jatim kemarin 183 orang dan terbanyak di Indonesia, namun angka kesembuhan juga bagus yaitu 31%, maka dari itu saya minta 2 Minggu ini pengendaliannya ditingkatkan.

“Perlunya kerjasama/ sinergi yang baik antar management yang ada, khususnya Surabaya yang tertinggi harus dijaga terlebih dahulu. Saya titip agar koordinasi antar management dilakukan, khususnya penempatan pasien yang perlu dimasukkan di RS Darurat dan RS Rujukan,” tambahnya.

Setelah berakhirnya vidcon dengan Presiden Republik Indonesia, Walikota Kediri menyampaikan kembali arahan dari Presiden bahwa semua orang harus memiliki perasaan yang sama, baik pemerintah maupun masyarakat bahwa saat ini masih dalam Pandemi Covid-19 sehingga tidak perlu bergerombol dahulu, harus selalu menjaga jarak dengan orang lain, dan selalu menggunakan masker. “Kalau tidak menggunakan masker ini betul-betul merugikan kita semua, bukan hanya panjenengan yang rugi tapi kita semua yang akan rugi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Abdullah Abu Bakar menuturkan untuk masalah ekonomi pemerintah akan menjaga kestabilan ekonomi Indonesia. Secara ekonomi masih baik untuk supply dan demand-nya atau ketersediaan bahan baku dijamin oleh pemerintah. Kemudian untuk masalah kesehatan kabupaten dan kota diminta oleh Presiden untuk mengendalikan dengan baik terkait Covid-19 ini, jangan sampai penularannya tersebar ke masyarakat. “Disampaikan oleh bapak Presiden juga harus satu manajemen baik Polri, TNI, pemerintah maupun masyarakat termasuk juga rumah sakit. Nanti kita juga akan memisahkan mana pasien yang ringan dan mana pasien yang berat,” ujar Walikota Kediri.

Kota Kediri belum new normal , Walikota Kediri mengungkapkan sesuai arahan presiden bahwa sebelum new normal itu harus ada prakondisi jangan asal dibuka. Untuk di Kota Kediri sedang dilakukan, jadi tempat-tempat yang sering untuk berkerumun mohon maaf belum bisa dibuka karena itu ada resikonya dan resiko ini yang selalu diukur dengan baik. Berikutnya, untuk seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, agar sama-sama mensosialisasikan tentang penggunaan masker jadi ke mana-mana harus menggunakan masker karena menggunakan masker ini sangat penting untuk menjaga diri sendiri maupun orang lain.

“Sementara itu kami pemerintah akan mempersiapkan rencana-rencana yang baik untuk kita semua yang ada di Kota Kediri maupun di sekitarnya juga. Saya minta terkait masalah bantuan sosial, bagi warga Kota Kediri yang merasa belum mendapatkan bantuan tapi terkendala secara ekonomi gara- gara Covid-19 silahkan daftar ke kelurahan. Saya rasa kelurahan sudah mendistribusikan dan terus menerima pendaftaran-pendaftaran dari warga Kota Kediri. Berikutnya juga yang perlu saya sampaikan adalah tidak semuanya nanti terkait masalah perekonomian itu akan buka sekaligus semuanya tidak jadi akan kita lihat mana resiko yang paling rendah, resiko yang paling rendah ini akan dibuka terlebih dahulu sedangkan resiko-resiko yang tinggi ini akan kita tahan dulu untuk mengendalikan virus Corona ini. Contohnya resiko yang tinggi itu adalah tempat bermain, tempat gim, tempat nonton, tempat berenang itu masih belum bisa kita buka dan taman-taman kita itu belum bisa juga kita buka untuk sementara ini supaya kita bisa tetap mengendalikan,” ujar Abdullah Abu Bakar Walikota Kediri.

Terakhir Walikota Kediri menyampaikan bahwa  akan terus melakukan tracing, dan juga melakukan random rapid test di tempat-tempat umum yang ada di Kota Kediri. (res|aro)

Continue Reading

Peristiwa

Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota Melalui Pembinaan Rohani dan Mental

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kepolisian Resor Kediri Kota terus melaksanakan pembinaan rohani dan mental bagi personelnya melalui program Karomah atau Kamis, Rohani, dan Mental sampai di Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, lingkungan Mapolres Kediri Kota, pada Kamis (15/10/2026).

Program yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kepolisian.

Pembinaan rohani dan mental ini menjadi salah satu kegiatan internal kepolisian yang diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kesadaran moral personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa program Karomah dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, ceramah agama, dan doa bersama.

“Kegiatan Karomah dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Polres Kediri Kota, diawali pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan ceramah agama dan doa yang dipimpin Ustaz Mohammad Taufik,” ungkap Kompol Riko Saksono.

Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Kediri Kota AKP Karyawan Hadi, S.H., M.H., sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.

Selanjutnya, Ustaz Mohammad Taufik, S.Pd.I., memberikan ceramah agama sekaligus memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta.

Pembinaan spiritual bagi anggota kepolisian memiliki arti penting karena tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalisme, tetapi juga integritas, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral.

Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat yang menuntut ketegasan sekaligus sikap humanis.

Karena itu, pembinaan mental dan rohani diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi personel untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas, kehidupan pribadi, dan tanggung jawab sosial.

Program Karomah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarpersonel, baik dari satuan kerja di tingkat polres maupun polsek jajaran.

Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan semakin tertanam dalam lingkungan kerja kepolisian.

Pembinaan semacam ini juga relevan dengan upaya membangun budaya pelayanan publik yang mengedepankan kejujuran, kesantunan, serta penghormatan terhadap masyarakat.

Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Kediri Kota.

Meski demikian, pembentukan karakter personel tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepolisian sehari-hari.

Dengan demikian, program Karomah dapat menjadi salah satu sarana penguatan nilai moral yang perlu diikuti penerapan nyata dalam pelaksanaan tugas.

Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono menyampaikan dalam laporannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.

Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mempunyai landasan moral yang kuat dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Zulhas Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Dorong Harga Sembako Murah dan Penyerapan Gabah Petani

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.

Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 12.05 WIB bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata dan rombongan pejabat pemerintah pusat.

Kedatangan rombongan disambut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus koperasi. Penampilan seni tari tradisional turut menyambut kedatangan Menko Pangan.

Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan lembaga ekonomi milik masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung kepada warga.

“KDKMP ini merupakan milik seluruh warga. Kepala desa sebagai dewan pengawas dibantu oleh ketua koperasi dan seluruh pegawai, termasuk manajer koperasi,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan arahan di KDMP Sonorejo.

Menurutnya, pengelolaan koperasi harus disertai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengurus maupun pegawai.

Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam periode dua tahun. Apabila ditemukan pengelola yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, pergantian dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.

Salah satu perhatian utama Menko Pangan adalah keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Zulhas menyebut koperasi harus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, elpiji, hingga pupuk bagi petani.

“Tujuan koperasi ini agar warga bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling murah. Petani bisa mengambil pupuk di sini, gas LPG, minyak goreng, beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan harga beras yang ditargetkan tersedia melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Satu kilogram beras di seluruh KDKMP hanya Rp12.500, berlaku di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungannya, mengingat harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.

Meski demikian, laporan kunjungan belum merinci jenis maupun kualitas beras yang dimaksud, mekanisme penetapan harga, serta ketersediaan stok di setiap koperasi. Karena itu, angka Rp12.500 per kilogram merupakan harga yang disampaikan Menko Pangan dalam kunjungan tersebut, bukan hasil verifikasi harga jual di seluruh gerai koperasi.

Selain distribusi sembako, Zulhas menekankan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi petani di tingkat desa.

Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat penjualan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil pertanian.

Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah menghubungkan petani dengan Perum Bulog untuk penyerapan gabah.

“Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga membantu pemasaran hasil pertanian dan menghubungkan petani dengan Bulog untuk penyerapan gabah,” jelasnya.

Dengan mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menyediakan kebutuhan masyarakat dan membantu memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.

“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi desa,” tegas Zulhas.

Ia juga mengajak pengurus koperasi dan pemerintah daerah menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

“Mari kita jadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.

Kunjungan ke KDMP Sonorejo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam laporan kegiatan disebutkan terdapat 107 titik operasional yang menjadi bagian dari agenda pemantauan tersebut.

Selain memberikan arahan, Zulkifli Hasan meninjau gerai koperasi untuk melihat kesiapan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan usaha.

Ia juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan fungsi koperasi sebagai sarana pelayanan ekonomi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.

Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Deputi BP BUMN Hambra Samal, Deputi BUMN Wahyu Setyawan, serta sejumlah pejabat terkait.

Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.

Dari unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, hadir Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro.

Hadir pula Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan pemerintah kecamatan, jajaran BNI, dan pengurus KDMP Sonorejo.

Manager KDMP Sonorejo Biswatul Hikmah turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.

Sebelum tiba di Sonorejo, Zulkifli Hasan bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri sekitar pukul 11.41 WIB.

Rombongan kemudian disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi koperasi.

Untuk memastikan kelancaran kunjungan kerja, aparat kepolisian melaksanakan pengamanan dan pengawalan sejak kedatangan rombongan di bandara hingga pelaksanaan kegiatan di Desa Sonorejo.

Apel persiapan pengamanan dilaksanakan di Polsek Grogol pada pukul 09.30 WIB, dipimpin Wakapolsek Grogol Iptu Agus Susanto.

Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak protokoler kementerian, pengelola bandara, serta jajaran kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur kunjungan.

Setelah melakukan peninjauan gerai koperasi dan memberikan keterangan kepada awak media, Zulkifli Hasan meninggalkan KDMP Sonorejo sekitar pukul 12.40 WIB.

Rombongan kembali ke Bandara Internasional Dhoho Kediri dan bertolak menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.14 WIB.

Agenda selanjutnya adalah peninjauan Koperasi Desa Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk kegiatan peninjauan, dialog, dan transaksi.

Kunjungan Menko Pangan di Sonorejo juga menjadi perhatian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.

Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan dan gerai koperasi, tetapi juga oleh ketersediaan barang, harga yang kompetitif, kemampuan pengelola, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Bagi petani, efektivitas koperasi dalam menyediakan kebutuhan produksi dan membuka akses pemasaran hasil panen akan menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program.

Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan koperasi.

Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat mendorong agar KDMP Sonorejo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata di wilayah Kediri dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Tanaman Padi Terdampak Kekeringan, Bhabinkamtibmas Polsek Mojoroto Dampingi Pemeriksaan Irigasi di Tiga Kelurahan Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Persoalan kekurangan air yang dialami tanaman pertanian di wilayah Kelurahan Bujel, Ngampel, dan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendapat perhatian aparat kepolisian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel Aipda Yuda Kuswantoro, S.Sos., bersama perangkat kelurahan dan petugas BBWS Brantas turun langsung melakukan pengecekan pengairan di Lingkungan Jombok, Kelurahan Bujel, pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.

Pengecekan dilakukan menyusul adanya tanaman, termasuk padi, yang mengalami kekurangan air di kawasan pertanian Bujel, Ngampel, dan Gayam.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kepolisian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Bhabinkamtibmas dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas melaksanakan pengecekan pengairan tanaman atau padi yang mengalami kekeringan di wilayah Bujel, Ngampel, dan Gayam,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, karena persoalan pengairan pertanian berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan kebutuhan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan pertanian.

Pemeriksaan lapangan menjadi langkah untuk melihat kondisi pengairan dan mengidentifikasi persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Ketersediaan air merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman padi. Kekurangan pasokan air dalam jangka waktu tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko penurunan produktivitas.

Karena itu, koordinasi antara petani, pemerintah kelurahan, dan instansi pengelola sumber daya air diperlukan agar persoalan yang terjadi dapat diketahui secara tepat.

Keterlibatan BBWS Brantas dalam pengecekan tersebut menjadi bagian dari koordinasi teknis mengenai kondisi pengairan di kawasan pertanian yang dilaporkan mengalami kekeringan.

Sementara itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menunjukkan peran kepolisian dalam mendampingi kegiatan masyarakat dan mendukung komunikasi antara warga dengan instansi terkait.

Meski demikian, laporan Polsek Mojoroto belum menjelaskan secara terperinci penyebab kekurangan air yang dialami tanaman di tiga kelurahan tersebut.

Belum terdapat pula data mengenai luas lahan terdampak, jumlah petani yang mengalami kesulitan pengairan, maupun tingkat kerusakan tanaman.

Hasil pemeriksaan teknis BBWS Brantas dan rencana tindak lanjut penanganan juga belum dicantumkan dalam laporan.

Dengan demikian, pengecekan yang dilakukan belum dapat disimpulkan telah menyelesaikan persoalan kekeringan.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keberlangsungan pertanian di kawasan perkotaan.

Meskipun berada di wilayah Kota Kediri, keberadaan lahan pertanian di Bujel, Ngampel, dan Gayam tetap berkaitan dengan kebutuhan produksi pangan dan keberlanjutan usaha petani.

Kondisi pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penentu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen sesuai potensi lahan.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto dalam laporannya memastikan bahwa kegiatan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas berlangsung aman, terkendali, serta lancar.

Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi mengenai langkah teknis lanjutan maupun jadwal penanganan pengairan di kawasan pertanian yang terdampak kekurangan air. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page