Peristiwa
Hadiri Pengajian Maulid Nabi Muhammad di Musala Al Jariya, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Jaga Persatuan
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo, Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota Aiptu Suhartono melakukan patroli DDS. Kegiatan berlangsung pada hari Jumat 13-9-2024 pukul 19.30 WIB s/d selesai
Lokasinya di Jln gunung agung RT 1 RW 2 mushola Al Jariya Kel Dermo kec mojoroto kota Kediri.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo kegiatan sambang / kunjung menghadiri pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di mushola Al Jariya RT 1 RW 2 bersama Miaji (60) ketua takmir mushola Al Jariya dengan maksud menjalin tali silaturahmi.
Petugas sampaikan pesan agar tetap semangat menjabat sebagai ketua takmir mushola Al Jariya dalam memberikan dakwah ibadah kepada para jamaahnya
Jaga persatuan dan kesatuan dalam menyongsong pilkada baik Pilgub/ Pilwalikota
Apabila ada informasi Kamtibmas agar segera menghubungi bhabinkamtibmas .
“Selama kegiatan berjalan lancar tertib dan terkendali,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Ernawan, S. H. (res/an)
Peristiwa
Antisipasi Gangguan Keamanan Malam Hari, Polisi Pantau Arus Lalu Lintas di Dua Persimpangan Kediri
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota menggelar patroli Blue Light di kawasan Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng, pada Jumat (23/10/2026) malam. Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Patroli dimulai pukul 19.00 WIB dengan melibatkan anggota Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satlantas Polres Kediri Kota menggunakan kendaraan dinas roda empat.
Kegiatan tersebut berada di bawah pengendalian Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Kediri Kota.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa patroli difokuskan pada upaya pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat serta pemantauan kondisi lalu lintas pada malam hari.
Petugas melakukan pemantauan di dua persimpangan yang menjadi lokasi kegiatan untuk memastikan situasi jalan tetap aman dan arus kendaraan berjalan lancar.
Patroli Blue Light dilakukan dengan menyalakan lampu rotator biru pada kendaraan kepolisian agar keberadaan petugas terlihat oleh masyarakat.
Kehadiran polisi di jalan raya pada malam hari diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pengguna jalan sekaligus mencegah potensi gangguan ketertiban.
Selain itu, patroli memungkinkan petugas mengetahui secara langsung kondisi lalu lintas dan mengambil langkah penanganan apabila ditemukan hambatan di lapangan.
Pengawasan pada malam hari menjadi salah satu bagian penting dari upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas.
Aktivitas kendaraan yang masih berlangsung pada malam hari membutuhkan kewaspadaan, baik dari petugas maupun pengguna jalan.
Pengendara tetap perlu mematuhi rambu lalu lintas, memperhatikan kondisi jalan, serta menjaga kecepatan kendaraan meskipun arus lalu lintas relatif lengang.
Kegiatan patroli juga menjadi bentuk pelayanan kepolisian yang dilakukan secara langsung melalui kehadiran personel di ruang publik.
Dalam pelaksanaannya, anggota Patwal Satlantas Polres Kediri Kota memantau arus kendaraan di kawasan Ringin Sirah dan Simpang Lonceng.
Kedua lokasi tersebut menjadi titik pengawasan dalam patroli malam yang dilaksanakan di wilayah hukum Polres Kediri Kota.
“Patroli Blue Light merupakan langkah preventif untuk menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas pada malam hari. Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman melalui kehadiran anggota kepolisian di jalan raya,” tambah AKP Septia.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Kediri Kota juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara.
Disiplin berlalu lintas tidak hanya diperlukan ketika terdapat petugas di lapangan, tetapi harus menjadi kebiasaan setiap pengguna jalan.
Kepatuhan terhadap aturan menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko kecelakaan maupun gangguan lalu lintas.
Patroli yang dilaksanakan anggota Satlantas tersebut tidak dilaporkan sebagai kegiatan razia atau pemeriksaan kendaraan.
Laporan kepolisian juga tidak menyebutkan adanya kecelakaan, penindakan pelanggaran, maupun gangguan keamanan selama pelaksanaan kegiatan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota melaporkan bahwa patroli Blue Light di Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng berlangsung aman dan lancar.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah pencegahan Satlantas Polres Kediri Kota untuk menjaga keamanan jalan raya dan kelancaran mobilitas masyarakat pada malam hari. (res/an)
Peristiwa
Wali Kota Kediri Vinanda dan Gus Qowim Hadiri Doa Bersama PGRI, Bhabinkamtibmas Kaliombo Ajak Warga Jaga Kondusivitas
Kediriselaludihati.com – Sekitar 1.000 guru dari berbagai sekolah di Kota Kediri mengikuti doa bersama dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Masjid Al-Ikhlas, lingkungan SMP Negeri 2 Kota Kediri, Jalan Padang Padi, Kelurahan Kaliombo, pada Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, serta sejumlah tokoh agama dan pejabat pemerintah daerah.
Kehadiran ratusan hingga sekitar seribu tenaga pendidik dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI yang pada 2026 memasuki usia 81 tahun.
Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, Polsek Kediri Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo Aipda Andrey V.M., S.H., melakukan pemantauan bersama Babinsa setempat.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk mendukung kelancaran acara sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kegiatan doa bersama tersebut juga dihadiri Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono.
Para guru yang hadir mengikuti kegiatan sebagai bagian dari kebersamaan insan pendidikan dalam memperingati perjalanan organisasi profesi guru di Indonesia.
PGRI didirikan pada 25 November 1945, tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah perjuangan dan pengembangan profesi guru yang memiliki hubungan erat dengan sejarah pendidikan nasional.
Pada 2026, PGRI genap berusia 81 tahun. Peringatan hari ulang tahunnya secara nasional jatuh pada 25 November, bertepatan dengan Hari Guru Nasional.
Kegiatan doa bersama yang digelar di Kota Kediri pada 23 Oktober tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan menjelang hari ulang tahun organisasi.
Melalui kegiatan keagamaan, para guru memiliki kesempatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus merefleksikan peran pendidikan dalam kehidupan masyarakat.
Guru memiliki tanggung jawab tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai sosial peserta didik.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku generasi muda, peran tersebut menjadi semakin penting.
Pendidikan juga membutuhkan lingkungan sosial yang aman agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.
Karena itu, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan masyarakat yang diselenggarakan komunitas pendidikan merupakan bagian dari dukungan terhadap terciptanya situasi yang tertib dan kondusif.
Dalam kegiatan di Masjid Al-Ikhlas, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo turut menyampaikan imbauan agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Pesan tersebut ditujukan untuk mendorong partisipasi warga dalam menciptakan suasana yang aman, baik selama kegiatan berlangsung maupun dalam aktivitas sehari-hari.
“Kami mendukung kegiatan positif masyarakat, termasuk doa bersama dalam rangka HUT PGRI. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa bertujuan membantu menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan agar seluruh peserta dapat mengikuti acara dengan tertib dan nyaman,” kata Kompol Bowo.
Pemantauan yang dilakukan Aipda Andrey bersama Babinsa juga menjadi bagian dari koordinasi kewilayahan antara kepolisian, TNI, dan masyarakat.
Kehadiran petugas di lokasi kegiatan memungkinkan komunikasi langsung dengan penyelenggara maupun warga apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan.
Selain mendukung keamanan acara, pendekatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat di lingkungan Kelurahan Kaliombo.
Dalam kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar, koordinasi diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung tanpa mengganggu ketertiban di sekitar lokasi.
Meski demikian, laporan kegiatan tidak menyebutkan adanya gangguan keamanan, kepadatan lalu lintas, maupun persoalan lain selama acara berlangsung.
“Para guru memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Kami berharap sinergi antara sekolah, masyarakat, dan kepolisian terus terjalin, termasuk dalam memberikan pemahaman mengenai disiplin, keselamatan, dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan,” ujar Kapolsek.
Peringatan HUT PGRI juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya peran guru dalam perjalanan bangsa.
Sejak awal kemerdekaan, guru menjadi bagian dari pembangunan pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia Indonesia.
Peran tersebut terus berkembang seiring perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Di Kota Kediri, keterlibatan pemerintah daerah, tokoh agama, dan para guru dalam doa bersama menunjukkan adanya ruang pertemuan lintas unsur untuk mempererat hubungan sosial di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, kepolisian menjalankan fungsi pemantauan dan pembinaan masyarakat agar kegiatan dapat berlangsung dalam situasi aman.
Kapolsek Kediri Kota melaporkan bahwa kegiatan doa bersama HUT ke-81 PGRI di Masjid Al-Ikhlas SMPN 2 Kota Kediri berlangsung aman dan kondusif.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI 2026 sekaligus mempererat kebersamaan para guru dan masyarakat pendidikan di Kota Kediri. (res/an)
Peristiwa
Cegah Perundungan di Sekolah, Kompol Bowo Wicaksono Berikan Pembinaan kepada Pelajar Kelas IX SMPN 1 Kediri
Kediriselaludihati.com – Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying kepada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai dampak perundungan, terutama terhadap korban.
Pembinaan dan penyuluhan berlangsung di SMPN 1 Kota Kediri, Jalan Diponegoro, Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, mulai pukul 07.00 WIB.
Dalam kegiatan tersebut, Kompol Bowo didampingi Panit Binmas Polsek Kediri Kota Aiptu Dwi Sasongko dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Balowerti Aiptu M. Chamson Syafi’i.
Kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan sekolah merupakan bagian dari kegiatan pembinaan kepada pelajar agar memahami pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat dan menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain.
Materi yang disampaikan berfokus pada bahaya perundungan serta berbagai dampak yang dapat dialami korban.
Perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dengan adanya ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban. Bentuknya tidak selalu berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, tindakan sosial, maupun media digital.
Ejekan yang dilakukan terus-menerus, penghinaan, ancaman, pengucilan, hingga penyebaran konten yang mempermalukan seseorang dapat menjadi bentuk perundungan apabila memenuhi unsur-unsurnya.
Persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan sosial, serta proses belajar siswa.
Korban perundungan dapat mengalami rasa takut, kehilangan kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, hingga enggan mengikuti kegiatan sekolah.
Dalam kondisi tertentu, perundungan juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang lebih serius sehingga membutuhkan pendampingan dari keluarga, sekolah, maupun tenaga profesional.
Melalui kegiatan pembinaan di SMPN 1 Kota Kediri, kepolisian berupaya memberikan pemahaman kepada siswa agar mampu mengenali perilaku perundungan dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.
Kompol Bowo menekankan bahaya bullying dan dampak yang dapat timbul terhadap korban dalam materi penyuluhannya. Namun, laporan kegiatan tidak memuat kutipan langsung dari penyampaian tersebut.
Selain memahami dampak terhadap korban, pelajar juga perlu mengetahui bahwa tindakan perundungan dapat menimbulkan konsekuensi bagi pelakunya.
Penanganannya dapat melibatkan pembinaan oleh pihak sekolah, pendampingan orang tua, serta mekanisme perlindungan anak sesuai ketentuan yang berlaku.
Apabila suatu tindakan memenuhi unsur tindak pidana, penanganannya harus dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan dengan tetap memperhatikan perlindungan dan hak anak.
Pencegahan perundungan juga memerlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, bukan hanya siswa yang mengalami atau melakukan tindakan tersebut.
Teman sebaya memiliki peran penting untuk tidak ikut menyebarkan ejekan, mempermalukan korban, maupun membiarkan tindakan perundungan terus berlangsung.
Sementara itu, guru dan orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman ketika menyampaikan persoalan yang dialaminya.
Perkembangan penggunaan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mencegah perundungan di kalangan remaja.
Perundungan dapat terjadi melalui grup percakapan, unggahan media sosial, maupun penyebaran foto dan video yang bertujuan mempermalukan seseorang.
Karena itu, pendidikan mengenai etika berkomunikasi dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.
Kegiatan pembinaan oleh Polsek Kediri Kota tersebut menyasar siswa kelas IX yang sedang berada pada masa perkembangan remaja dan semakin aktif berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media digital.
Melalui penyuluhan, pelajar diharapkan dapat memahami batas antara bercanda dan tindakan yang menyakiti orang lain, serta mengetahui pentingnya mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan perundungan.
Sekolah juga memiliki peran untuk menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, menjaga kerahasiaan korban, dan menindaklanjuti setiap laporan secara tepat.
“Kami mengingatkan para pelajar agar tidak menganggap bullying sebagai candaan biasa. Tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi korban. Karena itu, siswa harus saling menghormati, tidak melakukan kekerasan, dan berani melapor kepada guru atau orang tua apabila mengetahui adanya perundungan,” kata Kompol Bowo.
Keterlibatan Kapolsek Kediri Kota bersama anggota Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan kepolisian melalui edukasi di lingkungan pendidikan.
Penyuluhan kepada pelajar merupakan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan sebelum muncul persoalan kekerasan maupun konflik antarsiswa.
Meski demikian, kegiatan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kasus perundungan di SMPN 1 Kota Kediri. Laporan kepolisian hanya menyebutkan pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan mengenai bahaya bullying kepada siswa kelas IX.
Tidak terdapat pula keterangan mengenai jumlah peserta maupun kasus tertentu yang menjadi latar belakang kegiatan.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono melaporkan bahwa seluruh rangkaian pembinaan dan penyuluhan di SMPN 1 Kota Kediri berlangsung tertib dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kediri Kota mendorong tumbuhnya kesadaran di kalangan pelajar untuk saling menghormati, menghindari kekerasan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
