Connect with us

Peristiwa

Inilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Semen Polres Kediri Kota melakukan kegiatan kegiatan Misa Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Khatolik St. Maria Puhsarang Ds.Puhsarang Kec.Semen Kabupaten Kediri. Kamis 4 Mei 2023 mulai pukul 23.00 WIB – Jumat tanggal 5 Mei 2023 pukul 01.30 WIB.

Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi dengan Tema “Di Rumah Bapakku Masih Banyak Tempat Tinggal” “Dipimpin oleh Romo France dari Gereja Paroki Kertosono. . Petugas Liturgi dari Stasi Kertosono Paroki St. Maria jombang dan dihadiri Jemaat gereja kurang lebih . 800 orang dari dalam dan luar kota Kediri,” kata Kapolsek Semen AKP NI Ketut Suarningsih, SH

Ditambahkan kegiatan dimulai Prosesi Doa Rosario Ave Maria dilanjutkan dengan arak arakan patung Bunda Maria dari Pendopo Gereja diiringi puji pujian menuju Goa St. Maria untuk selanjutnya dilaksanakan giat Misa Tirakatan Jumat Legi.

Kuat Personel Pengamanan 9 personil Pawas : Kapolsek Semen AKP Ni Ketut Suarningsih S.H.
Padal Umum : Iptu Isdiyat S.Pd, Polsek Semen 9 personil , 6 Pers Security Gereja

Padal Ring I Aipda R. Djoko berserta 2 anggota. (Lokasi Goa Maria ). Padal Ring II Aipda Himawan bersama 1 anggota ( Lokasi pintu masuk)

Padal Ring IIIAipda Senja beserta 1 anggota (Lokasi area parkir dan pengaturan arus lalin jalan).

“Kegiatan Misa malam tirakatan Jumat legi tersebut secara umum tidak di temukan hambatan atau kendala dalam pelaksanaan kegiatan dan tidak terjadi hal-hal yang menonjol,” pungkasnya (res|aro)

Continue Reading

Peristiwa

Jaga Tradisi dan Keselamatan, Polsek Mojo Kediri Kawal Pertunjukan Kuda Lumping di Desa Ngadi

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojo, Polres Kediri Kota melaksanakan pengamanan pertunjukan kesenian kuda lumping Putro Bathoro di Dusun Babal, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Minggu (1/11/2026). Selain menjaga ketertiban kegiatan masyarakat, kepolisian mengajak warga meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas selama Operasi Patuh Semeru 2026.

Pengamanan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Ngadi Rudi Sutanto bersama tiga personel kepolisian.

Kehadiran petugas bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang menyaksikan pertunjukan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan ketertiban di sekitar lokasi.

Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H., mengatakan, pengamanan kegiatan seni tradisional merupakan bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Kesenian jaranan merupakan bagian dari tradisi masyarakat yang perlu dijaga kelestariannya. Kami mendukung kegiatan budaya seperti ini dengan memastikan masyarakat dapat menikmati pertunjukan secara tertib dan nyaman,” ujar Iptu Mahmud.

Menurutnya, kegiatan kesenian yang menghadirkan penonton membutuhkan kepedulian bersama, baik dari penyelenggara maupun masyarakat yang hadir.

Warga diharapkan tetap menjaga ketertiban, memperhatikan keamanan barang pribadi, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya pertunjukan.

Ia juga mengingatkan agar kendaraan pengunjung diparkir secara tertib sehingga tidak menghalangi akses jalan maupun aktivitas warga sekitar.

“Pengunjung kami imbau memarkir kendaraan di tempat yang sesuai dan tidak mengganggu pengguna jalan lain. Ketertiban di sekitar lokasi pertunjukan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Imbauan tersebut sekaligus berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Iptu Mahmud menjelaskan bahwa momentum operasi kepolisian ini perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, termasuk ketika bepergian menghadiri kegiatan hiburan dan kesenian.

Pengendara sepeda motor diingatkan agar menggunakan helm berstandar SNI, tidak melawan arus, tidak berboncengan melebihi ketentuan, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Orang tua juga diminta tidak mengizinkan anak yang belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki surat izin mengemudi untuk mengendarai sepeda motor.

“Operasi Patuh Semeru 2026 menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu mengutamakan keselamatan di jalan. Jangan sampai kegiatan yang seharusnya membawa kegembiraan justru berakhir dengan kecelakaan akibat kelalaian saat berkendara,” ujar Iptu Mahmud.

Ia menegaskan bahwa kedisiplinan berlalu lintas harus dibangun melalui kesadaran, bukan semata-mata karena adanya pemeriksaan atau pengawasan petugas.

“Berangkat menonton kesenian maupun pulang ke rumah, aturan lalu lintas tetap harus dipatuhi. Keselamatan diri sendiri, keluarga, dan pengguna jalan lainnya harus menjadi prioritas,” katanya.

Lebih lanjut, Iptu Mahmud berharap kegiatan seni tradisional dapat terus berlangsung sebagai ruang hiburan dan silaturahmi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Mojo berupaya mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan dan keselamatan berlalu lintas. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Antisipasi Gangguan Lalu Lintas Malam Minggu, Polisi Siagakan Tim Urai di Dua Persimpangan Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota meningkatkan pengawasan lalu lintas pada malam akhir pekan melalui patroli Blue Light dan kesiapsiagaan tim urai di Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng, pada Sabtu (31/10/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk mengantisipasi gangguan keamanan, memantau pergerakan kendaraan, serta menjaga kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.

Personel Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satlantas Polres Kediri Kota diterjunkan menggunakan kendaraan roda empat dengan pengawasan Kanit Turjawali.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan, patroli malam menjadi salah satu upaya kepolisian untuk menjaga keselamatan masyarakat, terutama saat aktivitas kendaraan meningkat pada akhir pekan.

“Patroli Blue Light kami laksanakan untuk meningkatkan kehadiran polisi di jalan raya, memantau kondisi arus lalu lintas, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat membahayakan pengguna jalan,” ujar AKP Septia.

Menurutnya, Simpang Empat Ringin Sirah dan Lonceng merupakan dua titik yang menjadi perhatian petugas dalam pemantauan lalu lintas malam hari.

Kehadiran tim urai juga disiapkan untuk membantu pengaturan kendaraan apabila terjadi kepadatan yang membutuhkan penanganan petugas.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. Jika terjadi peningkatan volume kendaraan atau hambatan arus lalu lintas, personel di lapangan dapat segera melakukan langkah pengaturan sesuai kebutuhan,” katanya.

Selain pemantauan arus kendaraan, petugas turut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pelanggaran lalu lintas yang dapat memicu kecelakaan.

Langkah tersebut sejalan dengan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, yang berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam operasi ini, kepolisian mengedepankan peningkatan kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan keselamatan berlalu lintas.

AKP Septia mengingatkan pengendara sepeda motor agar selalu mengenakan helm berstandar SNI, tidak melawan arus, dan tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Sementara itu, pengemudi mobil diimbau menggunakan sabuk keselamatan, mematuhi batas kecepatan, dan menghindari perilaku berkendara yang membahayakan orang lain.

“Operasi Patuh Semeru bukan semata-mata mengenai penindakan pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk tertib tanpa harus menunggu kehadiran petugas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki surat izin mengemudi.

Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pengendara di bawah umur.

“Jangan mengabaikan keselamatan hanya karena perjalanan dekat atau jalan terlihat lengang. Risiko kecelakaan tetap ada, terutama jika pengendara tidak mematuhi aturan,” kata AKP Septia.

Melalui patroli Blue Light dan kesiapsiagaan tim urai, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

AKBP Wisnu Berbaur dengan Ribuan Peserta Jalan Sehat Sarungan, Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan dan Keselamatan

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menghadiri kegiatan Jalan Sehat Sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 yang diikuti sekitar 1.500 peserta di halaman Balai Kota Kediri, Minggu (1/11/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri tersebut menjadi ajang mempererat kebersamaan antara santri, ulama, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

AKBP Wisnu hadir bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota KH Qowimuddin Thoha, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, serta sejumlah tokoh agama dan pengurus Nahdlatul Ulama Kota Kediri.

Kehadiran Kapolres Kediri Kota dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan dukungan kepolisian terhadap aktivitas masyarakat yang memperkuat persaudaraan dan melestarikan tradisi pesantren.

“Jalan Sehat Sarungan bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan santri, ulama, pemerintah, dan masyarakat. Kebersamaan seperti inilah yang perlu terus kita jaga untuk memperkuat persatuan,” ujar AKBP Wisnu.

Menurutnya, peringatan Hari Santri memiliki makna penting dalam mengingatkan masyarakat terhadap kontribusi kalangan pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tradisi sarungan yang menjadi ciri khas kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan keagamaan dapat terus hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

“Kita ingin generasi muda, khususnya para santri, tetap bangga dengan akar tradisinya sekaligus memiliki semangat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” katanya.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Subhanul Wathon, dilanjutkan sambutan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.

Dalam sambutannya, Vinanda mengapresiasi antusiasme masyarakat yang mengikuti Jalan Sehat Sarungan. Ia menilai kegiatan tersebut bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga dan masyarakat untuk berkumpul serta mempererat hubungan.

Wali Kota juga mengingatkan peserta agar menikmati kegiatan dengan santai, tidak terburu-buru, dan tetap memperhatikan keselamatan selama berjalan.

Peserta kemudian diberangkatkan sekitar pukul 07.30 WIB dari halaman Balai Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat.

Rute jalan sehat melintasi Jalan Hasanudin, Teuku Umar, Adi Sucipto, Erlangga, Hayam Wuruk, sebelum kembali menuju halaman Balai Kota sebagai titik finis.

Ribuan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk santri pondok pesantren, pengurus NU, Ansor, Banser, serta warga Kota Kediri.

Sejumlah tokoh pesantren turut hadir, di antaranya Rais Syuriah PCNU Kota Kediri KH Abdul Hamid Abdul Qodir, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, dan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Athoilallah Sholahudin Anwar.

AKBP Wisnu menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan di Kota Kediri.

Ia juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan partisipasi seluruh elemen, termasuk tokoh agama dan kalangan santri.

“Santri memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan menyampaikan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. Kami berharap semangat Hari Santri juga menjadi semangat untuk bersama-sama menjaga Kota Kediri tetap aman dan damai,” ujarnya.

Di tengah berlangsungnya Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres juga mengajak masyarakat meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas, terutama ketika mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang dan menggunakan fasilitas jalan umum.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menghormati pengguna jalan lain, dan mengutamakan keselamatan. Tertib berlalu lintas merupakan bagian dari kepedulian kita terhadap sesama,” kata AKBP Wisnu.

Operasi Patuh Semeru 2026 berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026 dengan perhatian pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Selain jalan sehat, peringatan Hari Santri tersebut juga dimeriahkan penampilan Barongsai Tjoe Hwie Kiong, musik Gambus Cardova, serta pembagian berbagai hadiah kepada peserta.

Kehadiran kesenian barongsai dan gambus dalam satu rangkaian acara turut menghadirkan suasana kebersamaan lintas budaya di tengah perayaan Hari Santri.

Rangkaian kegiatan Jalan Sehat Sarungan berlangsung tertib hingga selesai, dengan peserta kembali berkumpul di halaman Balai Kota Kediri.

Melalui momentum tersebut, Polres Kediri Kota berharap hubungan antara kepolisian, kalangan pesantren, dan masyarakat terus terjalin dalam semangat Polisi Bersama Masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page