Peristiwa
Kapolres Kediri Kota Dampingi Pamatwil Polda Jatim Cek Kesiapan TPS Pemilu 2024
KEDIRI KOTA – Polres Kediri Kota menerima kunjungan Pamatwil Polda Jatim Kabid TIK Kombes Pol Adewira Negara Siregar, S.I.K., M.Si dan Kabid Keu Kombes Pol Bagus Srigustian, S.H., M.H. dalam rangka asistensi pengamanan Pemilu Serentak 2024, Selasa (13/2/24)
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. bersama Wakapolres Kediri Kota Kompol Dodik Tri Hendro Siswoyo, S.H., S.I.K., M.I.K. serta PJU Polres Kediri Kota mendampingi pengecekan Kesiapan TPS, yang ada di Kota Kediri
Adapun lokasi TPS yang di kunjungi oleh Pamatwil Polda Jatim TPS 8, 9 dan TPS 10 Kel Kampung Dalem Kec Kota Kediri
Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo menyampaikan, bahwa dalam rangka pengecekan Kesiapan TPS di Kota Kediri dilakukan sebagai langkah antisipatif mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Polres Kediri Kota sendiri jauh-jauh hari telah melakukan langkah konkrit dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan dalam pelaksanaan tahap pungutan suara.
Semoga atas segala upaya yang telah dilakukan dan juga pengecekan langsung oleh Pamatwil Polda Jatim, rangkaian Pemilu terutama saat hari H penceblosan dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif,” tandas Kapolres.(**)
Peristiwa
Lewat Salat Subuh Berjamaah, Polsek Mojoroto Kediri Perkuat Silaturahmi dan Keamanan Lingkungan di Bandar Lor
Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, menggelar kegiatan Subuh Keliling bersama masyarakat di Masjid Baitul Ma’mur, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 03.50 WIB tersebut diikuti Kanit Binmas Polsek Mojoroto, Panit Samapta, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor Aipda Toni Setiawan P., serta sejumlah anggota Polsek Mojoroto.
Turut hadir Hanafi selaku modin, pengurus takmir masjid, dan jamaah salat Subuh Masjid Baitul Ma’mur.
Melalui kegiatan tersebut, anggota kepolisian berbaur dengan masyarakat dalam suasana keagamaan sekaligus membangun komunikasi langsung mengenai kondisi keamanan lingkungan.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa Subuh Keliling merupakan salah satu bentuk pendekatan kepolisian kepada masyarakat melalui kegiatan ibadah dan silaturahmi.
Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
“Melalui kegiatan Subuh Keliling, kami ingin mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Situasi yang aman dan kondusif tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif masyarakat,” kata Kompol Rudi.
Kegiatan Subuh Keliling menjadi salah satu cara bagi kepolisian untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat di luar kegiatan patroli maupun pelayanan di kantor polisi.
Melalui pertemuan langsung dengan jamaah, anggota kepolisian memiliki kesempatan untuk membangun kedekatan dengan warga serta mengetahui kondisi sosial di lingkungan tempat tinggal mereka.
Kompol Rudi menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara masyarakat dan aparat kepolisian, terutama dalam mencegah munculnya persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menjaga hubungan baik antarwarga, meningkatkan kewaspadaan, dan segera menyampaikan informasi apabila menemukan gangguan keamanan.
“Kami berharap masyarakat tidak ragu berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas maupun anggota Polsek Mojoroto apabila menemukan persoalan yang berpotensi menimbulkan keresahan. Semakin cepat informasi disampaikan, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan,” ujarnya.
Dalam kegiatan di Masjid Baitul Ma’mur, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor Aipda Toni Setiawan P. bersama anggota Polsek Mojoroto turut menyampaikan imbauan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Imbauan tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Mojoroto.
Berdasarkan laporan kegiatan, situasi kamtibmas di wilayah tersebut secara umum dalam keadaan aman dan kondusif.
Meski demikian, masyarakat tetap diajak meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengabaikan potensi gangguan keamanan di lingkungan tempat tinggal.
Keterlibatan pengurus masjid dan jamaah dalam kegiatan Subuh Keliling juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Masjid memiliki peran sosial yang tidak hanya terbatas pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga dan penyampaian berbagai pesan kebaikan.
Melalui kegiatan keagamaan, pesan mengenai keamanan lingkungan dapat disampaikan dalam suasana yang lebih dekat dan terbuka.
Kehadiran kepolisian di tengah jamaah juga memberikan kesempatan kepada warga untuk mengenal anggota yang bertugas di wilayah mereka.
Hubungan tersebut penting agar masyarakat mengetahui kepada siapa harus menyampaikan informasi atau meminta bantuan ketika menghadapi persoalan keamanan.
Kompol Rudi mengatakan, kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat perlu terus dipelihara untuk menjaga situasi wilayah tetap kondusif.
“Kami mengajak para tokoh agama, pengurus masjid, dan seluruh jamaah untuk terus menjaga kerukunan serta kepedulian terhadap lingkungan. Dengan kebersamaan, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini,” katanya.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan Subuh Keliling menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban, termasuk melalui komunikasi antarwarga dan kepedulian terhadap kondisi di sekitar tempat tinggal.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas menjadi penghubung antara kepolisian dan masyarakat dalam menyampaikan informasi, menerima keluhan, serta membantu penyelesaian persoalan sesuai kewenangannya.
Melalui pendekatan tersebut, Polsek Mojoroto berupaya menjaga hubungan yang baik dengan warga sekaligus memperkuat upaya pencegahan gangguan kamtibmas.
Kegiatan Subuh Keliling di Masjid Baitul Ma’mur berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto menyampaikan melalui laporan kegiatan bahwa situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Mojoroto secara umum tetap kondusif.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Mojoroto menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan, komunikasi, dan kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan. (res/an)
Peristiwa
Lewat Program Merata 2026, Polsek Mojoroto Kediri Ajak Warga Tamanan Kompak Hadapi Potensi Bencana
Kediriselaludihati.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar pelatihan tanggap bencana bagi warga Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan melalui Program Merata 2026 tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Pelatihan berlangsung di Gedung Serbaguna Kelurahan Tamanan mulai pukul 08.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri Camat Mojoroto, Kepala BPBD Kota Kediri, Lurah Tamanan, serta sejumlah warga yang mengikuti pelatihan.
Polsek Mojoroto turut mendukung kegiatan tersebut dengan menugaskan Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan, Aipda Sigit Sutanto, untuk menghadiri sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat bersama Babinsa setempat.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menjelaskan melalui laporan kegiatan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya kepolisian mendukung peningkatan kesiapsiagaan warga, terutama dalam membangun kepedulian dan kerja sama ketika menghadapi keadaan darurat.
Menurutnya, pengetahuan tentang penanggulangan bencana perlu dimiliki masyarakat agar tidak hanya bergantung pada petugas ketika terjadi situasi yang membutuhkan penanganan cepat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Warga harus tetap kompak, saling membantu, dan mengikuti materi yang diberikan BPBD agar pengetahuan tersebut benar-benar bermanfaat ketika dibutuhkan,” kata Kompol Rudi.
Kegiatan pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal.
Pengetahuan mengenai kebencanaan penting karena kondisi darurat dapat terjadi sewaktu-waktu dan membutuhkan respons yang tepat untuk mengurangi risiko terhadap keselamatan warga.
Dalam situasi tersebut, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting, terutama pada tahap awal sebelum bantuan dari petugas penanggulangan bencana tiba.
Melalui pelatihan yang diberikan BPBD, warga diharapkan memiliki pemahaman lebih baik mengenai pentingnya tindakan penyelamatan, koordinasi, dan komunikasi ketika menghadapi keadaan darurat.
Selain keterampilan individu, kekompakan antarwarga juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang tangguh terhadap bencana.
Kompol Rudi menekankan bahwa kepedulian sosial perlu terus diperkuat agar masyarakat terbiasa saling membantu, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas penanggulangan bencana. Masyarakat juga memiliki peran penting, terutama dalam menjaga kebersamaan dan membantu warga lain yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sigit Sutanto turut memberikan motivasi kepada peserta agar mengikuti materi pelatihan dengan sungguh-sungguh.
Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kekompakan serta memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk kepentingan diri sendiri maupun orang lain.
Pesan tersebut sejalan dengan pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa upaya mengurangi risiko bencana dapat dimulai dari lingkungan tempat tinggal.
Warga yang memahami kondisi lingkungannya diharapkan lebih mampu mengenali potensi bahaya dan mengambil langkah pencegahan sesuai kemampuan.
Kesiapsiagaan juga membutuhkan komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah kelurahan, BPBD, serta aparat TNI dan Polri.
Keterlibatan berbagai unsur dalam pelatihan di Kelurahan Tamanan menunjukkan pentingnya koordinasi dalam upaya penanggulangan bencana di tingkat masyarakat.
BPBD memiliki peran memberikan pengetahuan dan pembinaan teknis mengenai kebencanaan, sedangkan pemerintah kelurahan bersama aparat kewilayahan mendukung koordinasi dan keterlibatan warga.
Sementara itu, masyarakat menjadi unsur penting karena berada paling dekat dengan lingkungan yang berpotensi terdampak ketika terjadi bencana.
Pengetahuan tentang kesiapsiagaan juga perlu dibarengi dengan kebiasaan memperhatikan keselamatan keluarga dan lingkungan.
Hal sederhana seperti mengetahui jalur penyelamatan, menyimpan nomor layanan darurat, serta memperhatikan anggota keluarga yang membutuhkan bantuan khusus dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi keadaan darurat.
Di sisi lain, informasi kebencanaan perlu diperoleh dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh kabar yang belum jelas kebenarannya.
Kompol Rudi berharap kegiatan pelatihan semacam ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan.
“Kami mengajak warga untuk tidak menganggap remeh pengetahuan tentang kebencanaan. Apa yang dipelajari dalam pelatihan ini diharapkan dapat diterapkan dan dibagikan kepada keluarga maupun tetangga sehingga semakin banyak masyarakat yang siap menghadapi keadaan darurat,” katanya.
Pelatihan tanggap bencana melalui Program Merata 2026 tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara masyarakat dan aparat kewilayahan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa merupakan bagian dari pendampingan kepada warga sekaligus memperkuat komunikasi mengenai keamanan dan keselamatan lingkungan.
Meski demikian, laporan kegiatan belum merinci jenis bencana yang menjadi fokus pelatihan, jumlah peserta, maupun materi teknis yang diberikan BPBD.
Berdasarkan laporan Polsek Mojoroto, seluruh rangkaian kegiatan di Gedung Serbaguna Kelurahan Tamanan berlangsung tertib, aman, dan lancar.
Melalui pelatihan tersebut, BPBD Kota Kediri bersama pemerintah kelurahan dan aparat kewilayahan berupaya mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih siap, peduli, dan mampu bekerja sama dalam menghadapi potensi bencana. (res/an)
Peristiwa
Antisipasi Kepadatan Akibat Pembangunan Tol Bandara Dhoho, Satlantas Polres Kediri Kota Siagakan Petugas di Mojoroto
Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota melakukan pengalihan dan pengaturan arus lalu lintas menyusul penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya, Kota Kediri, untuk mendukung pekerjaan pembangunan proyek jalan tol akses Bandara Dhoho Kediri, pada Jumat (23/10/2026) malam.
Pengaturan lalu lintas dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan menempatkan personel di Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame.
Petugas diterjunkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat penutupan jalan sekaligus membantu pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan proyek.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa personel melakukan pengalihan arus, pengaturan kendaraan, serta penguraian kepadatan lalu lintas.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas kendaraan di sekitar lokasi pembangunan tetap berjalan dengan aman dan lancar.
Penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek jalan tol akses Bandara Dhoho Kediri.
Selama penutupan berlangsung, kendaraan yang biasanya melintas di ruas jalan tersebut perlu mengikuti pengaturan dan arahan petugas di lapangan.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, Satlantas Polres Kediri Kota mengerahkan anggota Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali).
Kegiatan berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.
Personel ditempatkan di dua persimpangan yang menjadi titik pengaturan untuk membantu mengarahkan kendaraan serta mengantisipasi penumpukan arus.
Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame menjadi lokasi pemantauan karena berkaitan dengan pergerakan kendaraan di sekitar ruas jalan yang ditutup.
Pengalihan arus dilakukan sebagai langkah untuk mengurangi potensi hambatan lalu lintas selama pekerjaan proyek berlangsung.
Selain mengarahkan kendaraan, petugas juga melakukan penguraian arus apabila terjadi peningkatan volume kendaraan di titik pengaturan.
Kehadiran personel kepolisian di lokasi bertujuan memastikan pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi lalu lintas yang berubah.
“Kami menempatkan personel di Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame untuk melakukan pengalihan serta pengaturan arus lalu lintas. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya yang berkaitan dengan pekerjaan proyek tol akses Bandara Dhoho,” kata AKP Septia.
Pekerjaan infrastruktur yang berdampak pada penggunaan jalan umum memerlukan pengaturan lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung.
Perubahan arus kendaraan juga membutuhkan perhatian pengguna jalan, terutama mereka yang biasa melewati kawasan Mojoroto dan sekitarnya.
Pengendara perlu memperhatikan petunjuk di lapangan dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari hambatan perjalanan.
Selain itu, pengguna jalan diharapkan tidak berhenti sembarangan di sekitar titik pengalihan karena dapat menghambat kendaraan lain.
Pengaturan kendaraan menjadi penting terutama pada malam hari ketika kondisi penerangan, jarak pandang, dan perubahan jalur dapat memengaruhi kenyamanan berkendara.
Satlantas Polres Kediri Kota juga melakukan pemantauan untuk memastikan arus kendaraan tidak mengalami penumpukan yang mengganggu kelancaran lalu lintas.
Meski demikian, laporan kegiatan belum merinci jalur alternatif yang ditetapkan, panjang ruas Jalan Suparjan Mangunwijaya yang ditutup, maupun sampai kapan penutupan tersebut diberlakukan.
Karena itu, pengguna jalan perlu mengikuti informasi resmi dan petunjuk petugas di lokasi mengenai arah pengalihan yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas dan memperhatikan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek. Pengguna jalan juga diharapkan tetap tertib agar pengalihan arus berjalan lancar dan tidak menimbulkan kepadatan,” tambah AKP Septia.
Pembangunan akses jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur transportasi yang membutuhkan penyesuaian lalu lintas selama tahap pekerjaan berlangsung.
Namun, pengaturan lalu lintas di sekitar proyek perlu tetap memperhatikan kebutuhan mobilitas masyarakat yang menggunakan jalan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.
Dalam pelaksanaan kegiatan Jumat malam, anggota Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota melakukan pengalihan, pengaturan, dan penguraian arus di lokasi yang telah ditentukan.
Berdasarkan laporan Satlantas, kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut berlangsung aman dan lancar.
Satlantas Polres Kediri Kota mengingatkan pentingnya kepatuhan pengguna jalan terhadap arahan petugas selama berlangsungnya penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya agar mobilitas masyarakat di kawasan Mojoroto tetap terjaga.. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
