Peristiwa
Kolaborasi Puskesmas, TNI-Polri, dan Warga dalam Edukasi Kesehatan Remaja
Kediriselaludihati.com – Edukasi kesehatan masyarakat terus digaungkan di berbagai lini. Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tosaren, Polsek Pesantren, Polres Kediri Kota Aiptu Heru Dwi Cahyo, S.H., menghadiri kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang berlangsung di Balai Pertemuan RW Lingkungan Tirtoudan, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Sabtu pagi (19/4/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh warga peduli AIDS (WPA) bekerja sama dengan Puskesmas Pesantren II dan berbagai pihak lainnya. Bertindak sebagai pemateri adalah Ibu Wati dari Puskesmas Pesantren II yang menyampaikan edukasi tentang bahaya HIV/AIDS, pentingnya menjaga perilaku sehat, dan pencegahan penularan di kalangan remaja.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasi Trantib Bapak Surya, Babinsa Kelurahan Tosaren Pelda Mashuri dan Serda Sholeh, tim dari LSM Headline yang bergerak di bidang AIDS, Ketua WPA Kelurahan Tosaren Bapak Wigyo, serta para kader kesehatan dan warga setempat.
“Kegiatan ini penting sebagai upaya preventif agar masyarakat, khususnya remaja, memahami bahaya HIV/AIDS dan cara pencegahannya sejak dini,” ujar Aiptu Heru Dwi Cahyo di sela-sela acara.
Menurutnya, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program-program edukasi kesehatan di tingkat kelurahan, sekaligus mempererat sinergi antara aparat, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan kondusif. Warga tampak antusias mengikuti jalannya sosialisasi yang diisi dengan dialog dan tanya jawab seputar pengetahuan kesehatan reproduksi dan penyebaran HIV.
“Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan, khususnya dari ancaman penyakit menular seperti HIV dan IMS,” harap Aiptu Heru.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi multi-sektor yang berjalan harmonis di tengah masyarakat demi meningkatkan kualitas hidup bersama. (res/an)
Peristiwa
Polisi dan TNI Amankan Pentas Jaranan Cilik Rogo SP di Desa Kerep Kediri, Warga Diimbau Waspada Kejahatan Selama Operasi Sikat Semeru
Kediriselaludihati.com – Pertunjukan kesenian jaranan cilik Rogo Sakti Putro dari Dusun Kasihan, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, memeriahkan acara syukuran ulang tahun ketiga pernikahan pasangan Paryo dan Fatma di Dusun Balongasem, Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah Sutopo, RT 01 RW 03, tersebut mendapat pengamanan dari personel Polsek Tarokan, TNI, dan petugas perlindungan masyarakat (Linmas). Selain menjaga ketertiban pertunjukan, petugas menyampaikan imbauan keamanan kepada warga di tengah pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026.
Pengamanan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan melibatkan delapan personel gabungan, terdiri atas dua anggota Polri, dua anggota TNI, dan empat petugas Linmas.
Wakapolsek Tarokan Iptu Ali Susilo bersama Bhabinkamtibmas Desa Kerep Aiptu Moh Syafiudin turun langsung melakukan pengamanan sekaligus menjalin komunikasi dengan masyarakat yang menghadiri kegiatan.
Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan pertunjukan kesenian tradisional dan kegiatan masyarakat berlangsung tertib.
“Kami melaksanakan pengamanan kesenian jaranan cilik Rogo Sakti Putro dalam rangka tasyakuran ulang tahun ketiga pernikahan warga di Dusun Balongasem, Desa Kerep. Petugas juga menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat selalu menjaga keamanan lingkungan,” kata Iptu Priyo, Minggu.
Menurut Priyo, kehadiran petugas di tengah kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Pengamanan tidak hanya dilakukan untuk menjaga kelancaran acara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan kewaspadaan kepada masyarakat.
“Apabila ada permasalahan, segera hubungi Polsek Tarokan atau Bhabinkamtibmas,” kata Priyo.
Pertunjukan jaranan cilik Rogo Sakti Putro menjadi bagian dari rangkaian syukuran keluarga yang diselenggarakan Paryo dan Fatma untuk memperingati tiga tahun pernikahan mereka.
Kelompok kesenian tersebut berasal dari Dusun Kasihan, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Kehadiran kelompok jaranan dari wilayah lain di Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa kesenian tradisional masih menjadi salah satu pilihan hiburan dalam kegiatan sosial dan hajatan masyarakat.
Jaranan merupakan salah satu kesenian pertunjukan yang berkembang di Kediri dan sejumlah daerah di Jawa Timur. Kesenian ini dikenal melalui penggunaan properti kuda kepang, iringan musik tradisional, serta gerak tari yang menjadi ciri khas pertunjukannya.
Dalam perkembangannya, jaranan juga melibatkan kelompok penari anak-anak atau jaranan cilik yang menjadi bagian dari proses pengenalan kesenian kepada generasi muda.
Pementasan dalam acara hajatan keluarga menjadi salah satu ruang bagi kelompok kesenian untuk tampil sekaligus mempertahankan keberadaan seni pertunjukan tradisional di tengah masyarakat.
Meski demikian, kegiatan yang menghadirkan pertunjukan dan warga dari berbagai lingkungan tetap membutuhkan perhatian terhadap keamanan serta ketertiban.
Karena itu, Polsek Tarokan bersama unsur TNI dan Linmas menempatkan personel pengamanan di lokasi acara.
Pelaksanaan kegiatan tersebut bertepatan dengan hari kedua Operasi Sikat Semeru 2026 yang berlangsung pada 10 hingga 21 Oktober 2026.
Operasi kepolisian ini diarahkan untuk menanggulangi tindak kriminalitas yang menjadi sasaran operasi, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.
Selain penegakan hukum, upaya pencegahan melalui patroli, pengawasan kegiatan masyarakat, serta penyampaian imbauan keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga situasi kamtibmas.
Dalam konteks tersebut, pengamanan pertunjukan jaranan cilik di Desa Kerep menjadi salah satu kegiatan kepolisian yang sejalan dengan upaya pencegahan gangguan keamanan selama periode operasi.
Namun, laporan Polsek Tarokan tidak menyebutkan bahwa pengamanan pertunjukan tersebut merupakan penugasan khusus dalam struktur Operasi Sikat Semeru 2026.
Kegiatan itu merupakan pengamanan masyarakat yang sekaligus dimanfaatkan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi tindak kriminalitas.
Salah satu perhatian dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang adalah keamanan kendaraan dan barang pribadi.
Masyarakat diimbau memastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko pencurian kendaraan bermotor maupun tindak kriminalitas lainnya.
Selain itu, warga diharapkan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban kegiatan.
Penyampaian informasi kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Tarokan dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat.
Dalam pelaksanaan pengamanan di Dusun Balongasem, koordinasi antara Polri, TNI, dan Linmas menjadi bagian dari upaya menjaga kegiatan masyarakat agar berjalan tertib.
Keterlibatan Linmas juga memperlihatkan peran unsur keamanan lingkungan dalam mendukung pengamanan acara di tingkat desa.
Sementara itu, Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo menyampaikan bahwa pertunjukan jaranan cilik Rogo Sakti Putro berlangsung tanpa gangguan keamanan yang dilaporkan.
“Kegiatan berjalan lancar dan tetap dalam keadaan aman,” kata Priyo.
Laporan kepolisian tidak menyebutkan jumlah penonton yang hadir maupun adanya tindak kriminalitas, penangkapan tersangka, atau penindakan pelanggaran selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan pertunjukan jaranan cilik tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepolisian terhadap kegiatan masyarakat sekaligus memperkuat pesan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan selama berlangsungnya Operasi Sikat Semeru 2026. (res/an)
Peristiwa
Pengajian IKADI di Masjid Baiturrahman Kediri Bahas Makna Kebahagiaan, Polisi Ingatkan Keamanan Parkir
Kediriselaludihati.com – Sekitar 100 jamaah mengikuti pengajian Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) di Masjid Baiturrahman, Jalan Mayor Bismo Nomor 23, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut mendapat pemantauan dan pengamanan dari Polsek Kediri Kota, Polres Kediri Kota, yang juga mengingatkan panitia mengenai ketertiban jamaah dan keamanan kendaraan selama berlangsungnya Operasi Sikat Semeru 2026.
Pengajian dimulai sekitar pukul 06.30 WIB dengan mengangkat tema “Semua Ada, Tapi Kenapa Kita Belum Merasa Bahagia?” yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Shofwan Jauhari, Lc., M.E.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua IKADI H. Suparno, seorang purnawirawan TNI, bersama jamaah yang datang untuk mengikuti kajian keagamaan dan mempererat silaturahmi.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan, pihaknya menugaskan Bhabinkamtibmas Kelurahan Semampir Aiptu Dodik Bagoes Riyadi untuk melakukan patroli sambang sekaligus memantau pelaksanaan pengajian.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Semampir melaksanakan sambang dan patroli pemantauan pengajian Ahad pagi IKADI di Masjid Baiturrahman. Kami juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada panitia terkait ketertiban jamaah dan penataan parkir,” kata Kompol Bowo.
Menurut Bowo, perhatian terhadap ketertiban jamaah dan pengaturan kendaraan diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas keagamaan yang menghadirkan banyak peserta.
Pemantauan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan di sekitar lokasi pengajian.
Kegiatan berlangsung pada hari kedua Operasi Sikat Semeru 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 10 hingga 21 Oktober 2026.
Operasi tersebut difokuskan pada penanganan tindak kriminalitas yang menjadi sasaran kepolisian, antara lain pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.
Dalam konteks pelaksanaan operasi, pengamanan kendaraan di lokasi kegiatan masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.
Kawasan parkir yang digunakan banyak kendaraan dalam waktu bersamaan memerlukan pengawasan dan penataan agar tidak menimbulkan gangguan ketertiban maupun membuka peluang terjadinya pencurian.
Karena itu, Bhabinkamtibmas memberikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada panitia pengajian, khususnya mengenai pengaturan jamaah dan penataan kendaraan.
Pengawasan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan masyarakat yang dilakukan kepolisian melalui pendekatan preventif dan preemtif.
Meski demikian, laporan Polsek Kediri Kota tidak menyebutkan bahwa pengamanan pengajian tersebut merupakan penugasan khusus dalam Operasi Sikat Semeru 2026.
Kegiatan patroli sambang itu merupakan tugas rutin Bhabinkamtibmas yang sejalan dengan upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kriminalitas selama periode operasi.
Sementara itu, dari sisi kegiatan keagamaan, pengajian IKADI kali ini mengangkat persoalan kebahagiaan manusia di tengah berbagai pencapaian dan kebutuhan hidup yang telah terpenuhi.
Tema “Semua Ada, Tapi Kenapa Kita Belum Merasa Bahagia?” menjadi pokok kajian yang disampaikan Ustadz Shofwan Jauhari kepada jamaah.
Tema tersebut mengajak jamaah merenungkan makna kebahagiaan dalam kehidupan, terutama hubungan antara pemenuhan kebutuhan duniawi dan ketenangan batin.
Meski demikian, laporan kegiatan kepolisian tidak merinci isi ceramah maupun penjelasan khusus yang disampaikan penceramah selama pengajian.
Selain menjadi ruang pembelajaran agama, pengajian Ahad pagi juga merupakan sarana mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut mempertemukan jamaah dalam suasana ibadah dan silaturahmi di lingkungan Masjid Baiturrahman.
Melalui kegiatan keagamaan semacam ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Di sisi lain, kepolisian memanfaatkan kegiatan sambang untuk menjalin komunikasi dengan panitia dan memastikan aktivitas masyarakat berlangsung tertib.
Sejalan dengan pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, terutama pencurian kendaraan bermotor.
Pemilik kendaraan disarankan menggunakan kunci pengaman tambahan, tidak meninggalkan barang berharga di kendaraan, serta memarkir kendaraan pada lokasi yang mudah diawasi.
Panitia kegiatan yang menghadirkan banyak peserta juga perlu memperhatikan pengaturan parkir agar kendaraan tertata dan tidak mengganggu akses jalan.
Apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau mengetahui adanya dugaan tindak kriminalitas, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan Polisi 110.
Partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung langkah pencegahan kejahatan selama pelaksanaan operasi.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono menyampaikan bahwa kegiatan pengajian IKADI di Masjid Baiturrahman berlangsung tanpa gangguan keamanan yang dilaporkan.
“Kegiatan berjalan aman, lancar, dan terkendali,” kata Bowo.
Laporan kepolisian tidak menyebutkan adanya tindak kriminalitas, penangkapan tersangka, ataupun penindakan pelanggaran selama kegiatan berlangsung.
Pengamanan dan penyampaian pesan kamtibmas kepada panitia pengajian tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Kediri Kota menjaga ketertiban kegiatan masyarakat sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian kendaraan dan kejahatan lainnya selama Operasi Sikat Semeru 2026. (res/an)
Peristiwa
Operasi Sikat Semeru 2026, Polsek Pesantren Kediri Perkuat Pengamanan Pengajian Muslimat NU di Masjid Al Falah
Kediriselaludihati.com – Ratusan jamaah Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengikuti pengajian rutin Ahad Legi di Masjid Al Falah, Gang 3, Kelurahan Tinalan, pada Minggu (11/10/2026).
Kegiatan keagamaan tersebut mendapat pengamanan dari Polsek Pesantren, Polres Kediri Kota, sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban masyarakat di tengah pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026.
Pengajian yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB tersebut menghadirkan Ustadz Fatqi Suad sebagai penceramah dan diikuti jamaah Muslimat NU se-Kecamatan Pesantren.
Sejumlah unsur pemerintah dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan, antara lain, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai NasDem Choirudin Mustofa, S.Pd.I., yang akrab disapa Mas Tofa, Camat Pesantren, Lurah Tinalan, serta perwakilan TNI dan Polri.
Pengamanan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tinalan Aiptu Andreas K. bersama Babinsa setempat untuk memastikan kegiatan pengajian berlangsung tertib.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., mengatakan personel Bhabinkamtibmas diterjunkan untuk melakukan pemantauan dan pengamanan kegiatan keagamaan masyarakat di wilayah binaannya.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Tinalan melaksanakan pemantauan dan pengamanan pengajian rutin Ahad Legi Muslimat NU se-Kecamatan Pesantren yang berlangsung di Masjid Al Falah, Kelurahan Tinalan,” kata Kompol Siswandi.
Kegiatan pengajian rutin Ahad Legi merupakan salah satu bentuk aktivitas keagamaan yang menjadi ruang pertemuan dan silaturahmi bagi anggota Muslimat NU di tingkat kecamatan.
Melalui kegiatan tersebut, jamaah dapat mengikuti tausiah keagamaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.
Kehadiran Ustadz Fatqi Suad sebagai penceramah menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pengajian yang berlangsung di Masjid Al Falah.
Selain jamaah Muslimat NU, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh unsur pemerintahan dan anggota legislatif daerah.
Anggota DPRD Kota Kediri Choirudin Mustofa turut hadir bersama Camat Pesantren dan Lurah Tinalan.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, dan kepolisian mencerminkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat yang berlangsung di lingkungan kelurahan.
Sementara itu, pengamanan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Pengajian tersebut digelar pada hari kedua pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang berlangsung mulai 10 hingga 21 Oktober 2026.
Operasi kepolisian tersebut diarahkan untuk meningkatkan penanganan terhadap tindak kriminalitas yang menjadi sasaran operasi, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, serta kejahatan jalanan.
Selain melalui penegakan hukum, upaya menjaga keamanan juga didukung kegiatan preventif dan preemtif berupa patroli, pengawasan, serta komunikasi dengan masyarakat.
Pengamanan kegiatan keagamaan menjadi salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang dapat mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode operasi.
Namun, laporan Polsek Pesantren tidak menyebutkan bahwa pengamanan pengajian Muslimat NU tersebut merupakan penugasan khusus dalam struktur Operasi Sikat Semeru 2026.
Kegiatan itu merupakan tugas pengamanan rutin Bhabinkamtibmas yang sejalan dengan upaya pencegahan gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Dalam kegiatan yang melibatkan jamaah dari sejumlah wilayah, kewaspadaan terhadap keamanan kendaraan dan barang pribadi tetap diperlukan.
Masyarakat diimbau memastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan.
Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko pencurian kendaraan bermotor maupun tindak kriminalitas lainnya di sekitar lokasi kegiatan.
Apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau mengetahui adanya dugaan tindak pidana, masyarakat dapat segera menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas, kantor kepolisian terdekat, atau melalui layanan Polisi 110.
Komunikasi antara aparat dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung upaya pencegahan kriminalitas selama berlangsungnya Operasi Sikat Semeru 2026.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menyampaikan bahwa pengamanan pengajian rutin Ahad Legi di Masjid Al Falah berlangsung tanpa gangguan keamanan menonjol.
“Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan tertib, lancar, dan aman,” kata Siswandi.
Laporan kepolisian tidak menyebutkan jumlah pasti jamaah yang hadir maupun adanya tindak kriminalitas selama kegiatan berlangsung.
Melalui pengamanan kegiatan pengajian tersebut, Polsek Pesantren berupaya memastikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan aman sekaligus memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat selama pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
