Connect with us

Peristiwa

Operasi Pekat II Semeru 2025 di Kediri Diperkuat Melalui Edukasi Pencegahan Kenakalan Remaja

Published

on

Kediriselaludihati.com – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Pekat II Semeru 2025, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan, Polsek Kediri Kota, Aiptu Soni Andiyan Effendi bersama unsur tiga pilar melaksanakan kegiatan pendampingan sosialisasi yang digelar oleh Forum Anak Kota Kediri, Sabtu (10/5/2025) pagi di Gedung Serbaguna Kelurahan Jagalan.

Kegiatan yang diikuti sekitar 30 anak usia 13 hingga 16 tahun ini mengangkat tema “Potensi Anak dan Kesadaran Bermedia Sosial”. Dalam sesi interaktif, para peserta dibekali pemahaman tentang pentingnya mengenali potensi diri, menjaga etika dalam penggunaan media sosial, dan membangun lingkungan pertemanan yang positif.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Ridwan Sahara, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif dalam Operasi Pekat II Semeru, yang tidak hanya menyasar penyakit masyarakat secara langsung, tetapi juga melakukan pencegahan dini terhadap potensi kenakalan remaja.

“Anak-anak harus dibekali bukan hanya keterampilan, tapi juga kedisiplinan digital. Kita ingin mencegah lebih dini ketimbang menindak,” ujar Kompol Ridwan.

Aiptu Soni Andiyan juga menyampaikan pesan kamtibmas agar para peserta selalu berhati-hati dalam bermedia sosial dan menghindari pergaulan bebas yang bisa berujung pada pelanggaran hukum. Ia menekankan bahwa lingkungan yang kondusif dimulai dari kesadaran individu sejak usia dini.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terpantau tertib, aman, dan penuh antusias dari para peserta. Upaya Polsek Kediri Kota ini diharapkan menjadi contoh edukatif dalam memperkuat strategi non-represif selama Operasi Pekat II Semeru 2025 yang tengah berjalan hingga 14 Mei mendatang. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Patroli Siang-Malam di Kediri, Polisi Sasar ATM, SPBU, Pertokoan dan Kawasan Perumahan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Jajaran Polres Kediri Kota meningkatkan patroli pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pengawasan, mulai perbankan dan ATM, SPBU, pertokoan hingga kawasan permukiman.

Patroli dilakukan oleh Polsek Pesantren dan Polsek Mojoroto dalam waktu berbeda, sejak Kamis (1/10/2026) malam hingga Jumat (2/10/2026). Kegiatan difokuskan untuk mengantisipasi kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. mengatakan, patroli dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan waktu serta titik yang menjadi sasaran pengawasan.

Pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB, personel Polsek Pesantren melakukan patroli ke sejumlah titik, di antaranya Alfamart Pesantren, BRI Unit Pesantren, kawasan PG Pesantren serta ATM Bank Mandiri.

Patroli malam tersebut melibatkan AKP Aris Purwanto, Aiptu Supari, Aipda Andhika Putra, Aipda Marianto, S.H. dan Aiptu Hari Wahyudi, S.H.

Petugas melakukan pemantauan di sejumlah objek vital, fasilitas perbankan dan ATM serta pertokoan. Patroli juga diarahkan ke kawasan permukiman untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas.

Selain melakukan pemantauan, petugas menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat yang ditemui selama patroli.

Pengawasan terhadap fasilitas perbankan dan ATM menjadi salah satu sasaran karena lokasi tersebut tetap digunakan masyarakat hingga malam hari. Kehadiran petugas diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada warga.

Patroli Polsek Pesantren kembali dilakukan pada Jumat (2/10/2026) mulai pukul 10.00 WIB. Kali ini sasaran diperluas mencakup objek vital, SPBU, kawasan permukiman dan perumahan, perbankan dan ATM, pertokoan serta lokasi kegiatan masyarakat di wilayah Kecamatan Pesantren.

Patroli dipimpin Pawas AKP D. Nurhidayat dengan Aiptu Dwi Argo P. sebagai Padal. Kegiatan juga melibatkan Aiptu Aris Tri dan Aiptu Erik E.

Personel bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk melakukan pemantauan situasi sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.

Fokus patroli tetap diarahkan pada pencegahan 3C serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di ruang publik.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menyebut kegiatan patroli menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga wilayah.

Menurut dia, kehadiran personel secara langsung di lapangan diperlukan agar titik-titik aktivitas masyarakat tetap terpantau, baik pada siang maupun malam hari.

Mojoroto Sasar ATM hingga Perumahan

Pada hari yang sama, Polsek Mojoroto juga menggelar Patroli Harkamtibmas Backbone untuk mengantisipasi kejahatan 3C di wilayah Kecamatan Mojoroto.

Patroli dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan melibatkan Aiptu Nana Sudiana, S.H. sebagai pengendali lapangan bersama Aiptu Heri Setiawan dan Aipda Aris Kristian.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, personel menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat maupun tempat yang memerlukan pengawasan kepolisian.

Sasaran patroli meliputi ATM BRI, Alfamart, SPBU serta kawasan perumahan. Personel melakukan pemantauan situasi di setiap lokasi sebelum melanjutkan patroli ke titik berikutnya.

Kawasan perumahan menjadi salah satu sasaran untuk mengantisipasi pencurian rumah maupun kendaraan, sementara patroli di ATM dan pertokoan diarahkan untuk meningkatkan pengawasan pada tempat transaksi dan aktivitas masyarakat.

Patroli di SPBU juga dilakukan sebagai bagian dari pengawasan pada fasilitas publik yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi.

Polsek Pesantren dan Polsek Mojoroto akan terus mengedepankan patroli sebagai langkah pencegahan, terutama dengan menyasar lokasi yang memiliki aktivitas masyarakat tinggi serta kawasan yang berpotensi menjadi sasaran tindak kriminalitas.

Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga keamanan lingkungan dan segera berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Patroli secara bergantian pada siang dan malam hari tersebut diharapkan memperkuat pengawasan wilayah sekaligus mempersempit kesempatan terjadinya kejahatan 3C di Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Psikolog Klinis hingga Forum Anak Duduk Bersama, Ngampel Kediri Dorong Penguatan Mental Remaja

Published

on

Kediriselaludihati.com – Upaya menjaga kesehatan mental generasi muda dilakukan di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Pemerintah kelurahan bersama tiga pilar, tenaga kesehatan, pengurus lingkungan dan Forum Anak menggelar sarasehan membangun mental remaja, pada Rabu (30/9/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut berlangsung di Warung Gapuro, Jalan Bunga, Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto.

Sarasehan mengangkat semangat mewujudkan Kelurahan Ngampel “Zero ODGJ Baru” dengan menempatkan penguatan mental remaja sebagai salah satu perhatian.

Hadir sebagai narasumber psikolog klinis DP2KB Arbita Wafdatul Ilmiae, M.Psi. Kegiatan juga diikuti Lurah Ngampel, Bhabinkamtibmas Ngampel Aiptu Soleh, LPMK, unsur PPA, kader kesehatan, ketua RW 01 hingga RW 04, ketua RT 01 hingga RT 29 serta Forum Anak Ngampel.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, Bhabinkamtibmas hadir bersama unsur tiga pilar sebagai bagian dari pendampingan terhadap kegiatan masyarakat di wilayah binaan.

Menurut Rudi, perhatian terhadap remaja tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan lingkungan. Lingkungan sosial yang sehat dan komunikasi antara keluarga, masyarakat serta berbagai unsur di kelurahan juga menjadi bagian penting dalam mendampingi generasi muda.

Sarasehan tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat untuk membahas penguatan mental remaja sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan mental sejak dini.

Keterlibatan ketua RT dan RW dinilai penting karena pengurus lingkungan berada paling dekat dengan kehidupan sehari-hari warga. Begitu pula kader kesehatan dan unsur PPA yang memiliki peran dalam pendampingan masyarakat.

Forum Anak Ngampel juga dilibatkan sehingga pembahasan mengenai remaja tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tetapi turut menghadirkan unsur yang mewakili kelompok usia tersebut.

Kehadiran psikolog klinis dalam sarasehan diharapkan memberikan pemahaman yang lebih tepat mengenai kesehatan mental, terutama dalam mengenali persoalan yang dihadapi remaja serta pentingnya dukungan lingkungan.

Bhabinkamtibmas Ngampel Aiptu Soleh bersama tiga pilar mengikuti kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencegahan berbagai persoalan sosial yang dapat berkembang di tengah masyarakat.

Polsek Mojoroto memandang komunikasi antara pemerintah kelurahan, tenaga profesional, keluarga, pengurus lingkungan dan generasi muda perlu terus diperkuat.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat persoalan yang dialami remaja dapat dikenali lebih awal sehingga penanganan yang diperlukan dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi.

Sarasehan ini sekaligus memperkuat jejaring di tingkat kelurahan. Ketua RT dan RW, kader kesehatan, unsur PPA serta Forum Anak dapat menjadi penghubung apabila menemukan warga yang membutuhkan dukungan maupun pendampingan lebih lanjut.

Upaya menuju “Zero ODGJ Baru” tidak hanya diarahkan pada penanganan setelah muncul persoalan kesehatan mental, tetapi juga pada pencegahan melalui edukasi, kepedulian lingkungan dan penguatan mental masyarakat sejak usia remaja.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah membangun lingkungan yang lebih peka terhadap kesehatan mental sekaligus memberikan ruang yang aman bagi remaja untuk memperoleh dukungan ketika menghadapi persoalan. (res/an)

05

Posyandu ILP Teratai Semampir Kediri Layani Balita hingga Lansia, Tiga Pilar Turun Dampingi Warga

35 Balita dan 70 Lansia Ikuti Posyandu ILP di Semampir Kediri, Bhabinkamtibmas Ikut Beri Pendampingan

Polreskedirikota.com – Kediriselaludihati.com – Sebanyak 35 balita dan 70 warga lanjut usia mengikuti pelayanan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Teratai di lingkungan RT 03 RW 01, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, pada Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari tiga pilar Kelurahan Semampir. Bhabinkamtibmas Kelurahan Semampir Aiptu Dodik Bagoes Riyadi hadir bersama Lurah Semampir Merta Ayu Galuh Puspita, S.H. dan Babinsa Semampir Sertu Muhtadin.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus menjaga komunikasi dengan warga di wilayah binaan.

Pendampingan juga menjadi kesempatan bagi Bhabinkamtibmas untuk mengetahui secara langsung aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pelayanan kesehatan yang berlangsung di tingkat lingkungan.

Posyandu ILP Teratai kali ini memberikan pelayanan kepada dua kelompok usia. Sebanyak 35 balita tercatat mengikuti kegiatan, sedangkan dari kelompok lanjut usia terdapat 70 orang.

Selain tiga pilar, kegiatan dihadiri Kasi Trantibsos Kelurahan Semampir Ayu Artini Anggraini, S.H., Bidan Pustu Kelurahan Semampir Gladys serta Abdul Fatah dari TRC Kelurahan Semampir.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pelayanan masyarakat di tingkat kelurahan.

Bhabinkamtibmas tidak terlibat dalam pelayanan medis, tetapi melakukan pendampingan sekaligus menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada warga yang hadir.

Warga diingatkan untuk ikut menjaga keamanan lingkungan dan membangun komunikasi dengan tiga pilar apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban di lingkungan tempat tinggal.

Kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan posyandu juga menjadi sarana untuk menjangkau masyarakat secara langsung, termasuk kelompok lanjut usia dan keluarga yang memiliki balita.

Polsek Kediri Kota mendorong anggotanya untuk aktif hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sebagai bagian dari pendekatan preventif dalam menjaga kamtibmas.

Selain menjalankan tugas kepolisian, Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menjadi penghubung antara warga dengan berbagai unsur di tingkat kelurahan ketika muncul persoalan yang membutuhkan koordinasi.

Kegiatan Posyandu ILP Teratai juga menunjukkan pelayanan di tingkat lingkungan tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi menjangkau kelompok usia lanjut.

Dengan jumlah peserta mencapai 105 orang yang terdiri atas balita dan lansia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara warga, tenaga kesehatan, pemerintah kelurahan serta tiga pilar.

Polsek Kediri Kota berharap sinergi tersebut terus terjaga sehingga kegiatan pelayanan masyarakat dapat berjalan dengan baik sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan tertib. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Santri Melihat Percikan Api di Atas Gazebo Ponpes Mondo Kediri, Damkar Turun Lakukan Pemadaman

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kebakaran melanda sebuah gazebo di lingkungan Pondok Pesantren Junuudul Musthofa Al-Hasan, Desa Mondo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Rabu (30/9/2026) menjelang Maghrib.

Bangunan gazebo berukuran sekitar 6 x 8 meter yang sebagian besar terbuat dari kayu jati tersebut terbakar hingga mengakibatkan kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H. mengatakan, peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas Polsek Mojo kemudian mendatangi lokasi setelah mendapatkan informasi dari perangkat desa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, kebakaran pertama kali diketahui oleh M Eko Nur Qalak (18), salah seorang santri pondok pesantren.

Saat itu, Eko baru selesai berwudhu dan hendak melaksanakan shalat Maghrib. Ketika berada di sekitar lokasi, ia melihat percikan api di bagian atas gazebo.

Melihat kondisi tersebut, Eko kemudian memberitahu santri lainnya, Ahmad Rafa (15).

Namun, dalam waktu singkat api sudah membesar dan membakar bagian bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu.

Sejumlah santri yang mengetahui kejadian itu berusaha melakukan pemadaman dengan peralatan yang tersedia. Upaya tersebut belum mampu mengendalikan api yang telah membesar.

Perangkat desa kemudian menghubungi Polsek Mojo dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kediri.

Petugas pemadam kebakaran selanjutnya tiba di lokasi dan melakukan penanganan. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.45 WIB.

Gazebo yang terbakar memiliki ukuran sekitar 6 x 8 meter dengan tinggi kurang lebih empat meter dan terbuat dari kayu jati.

Di dalam bangunan tersebut terdapat dua lemari pakaian, kasur berukuran sekitar 160 x 180 sentimeter serta meja dampar berukuran sekitar 100 x 50 sentimeter.

Sejumlah barang yang berada di dalam gazebo ikut terdampak kebakaran.

Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Korban jiwa nihil. Kerugian akibat kebakaran ditaksir kurang lebih Rp30 juta,” kata Mahmud.

Petugas kepolisian melakukan pengecekan di lokasi dan menghimpun keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian kejadian.

Bhabinkamtibmas Desa Mondo Aiptu Erwin P. juga berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren, perangkat desa serta unsur terkait.

Kebakaran yang terjadi menjelang waktu Maghrib tersebut sempat membuat para santri berupaya menyelamatkan lingkungan sekitar dari kemungkinan rambatan api.

Pemadaman dapat diselesaikan sekitar satu jam setelah kebakaran pertama kali diketahui. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membesar.

Sementara itu, penyebab pasti munculnya percikan api yang kemudian membakar gazebo belum disebutkan dalam keterangan awal kepolisian.

Polisi masih mendasarkan penanganan awal pada keterangan saksi yang melihat percikan api di bagian atas gazebo sebelum api membesar.

Kepolisian mengimbau masyarakat maupun pengelola bangunan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan yang didominasi material mudah terbakar. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page