Peristiwa
Pengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
Kediriselaludihati.com – BKTM Desa Sendang, Polsek Banyakan, Polresta Kediri, Bripka Suyanto datang ke Pasar Bolawen, di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Kegiatan berlangsung, pada hari Sabtu tgl 20 Juni 2020 mulai pukul 05.00 WIB.
BKTM Desa Sendang bersama team gugus Covid- 19 Kec. Banyakan, PPNI, Sat Pol PP Kabupaten Kediri dan Disperindag Kab Kediri melaksanakan edukasi tentang Pencegahan Penyebaran Covid 19 untuk menuju New Normal di Pasar Bolawen Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.
Petugas membagikan masker pada pengunjung pasar yg belum memakai masker. Melaksanakan Edukasi pada pengunjung tentang Pencegahan Covid 19.
“Jaga jarak fisik, selalu mencuci tangan selesai beraktifitas serta memakai masker saat keluar rumah,” kata Kapolsek Banyakan, AKP Priyono, SH. (res/an).
Peristiwa
Jadi Pembina Upacara di Sekolah, Satlantas Kediri Ajarkan Safety Riding dan Etika Berlalu Lintas
Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota secara serentak mendatangi 11 SMP di Kota Kediri, Senin (21/9/2026) pagi. Polisi menjadi pembina upacara sekaligus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar, dengan salah satu pesan utama meminta siswa yang masih berusia di bawah 17 tahun tidak mengendarai kendaraan bermotor.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan Unit Kamsel, KBO Satlantas, para Kanit Satlantas, Kaurmin, Kanit Lantas Polsek Urban beserta anggota serta personel Satlantas Polres Kediri Kota.
Sebelas sekolah yang menjadi sasaran kegiatan adalah SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, SMP Negeri 7, SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 9 Kota Kediri. Edukasi serupa juga dilakukan di SMP Muhammadiyah 2 Kota Kediri dan SMP Tahfidz Al Mubarok Kediri.
Personel kepolisian mengambil posisi sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah tersebut. Momentum upacara hari Senin dimanfaatkan untuk berbicara langsung kepada siswa mengenai keselamatan di jalan raya.
Materi yang disampaikan berfokus pada safety riding dan etika berlalu lintas. Polisi menekankan pentingnya membangun disiplin sejak usia sekolah, meskipun sebagian besar siswa SMP belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor sendiri.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menjelaskan edukasi tersebut diarahkan untuk membentuk kesadaran berlalu lintas sejak dini.
Satlantas menekankan tiga sasaran utama, yakni membentuk kedisiplinan dan kepatuhan berlalu lintas, mendorong pelajar menjadi pelopor keselamatan, serta mengingatkan siswa agar tidak mengendarai kendaraan bermotor karena masih berusia di bawah 17 tahun.
Pesan terakhir menjadi perhatian karena siswa SMP berada pada kelompok usia yang umumnya belum memenuhi persyaratan usia untuk memiliki Surat Izin Mengemudi.
Karena itu, materi safety riding kepada siswa tidak diarahkan sebagai dorongan agar mereka mulai mengendarai sepeda motor. Edukasi lebih ditekankan pada pemahaman mengenai risiko di jalan, etika berlalu lintas dan pembentukan kebiasaan tertib sejak dini.
“Pesan yang disampaikan kepada siswa adalah membentuk kedisiplinan dan ketaatan berlalu lintas, menjadi pelopor keselamatan serta tidak berkendara karena usia mereka masih di bawah 17 tahun,” demikian materi yang disampaikan Satlantas dalam kegiatan tersebut.
Menurut Septia, pendidikan keselamatan kepada pelajar juga menjadi salah satu langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kelompok usia sekolah.
Pendekatan melalui sekolah dipilih karena polisi dapat menjangkau siswa secara langsung dalam jumlah besar. Kepala sekolah dan guru juga terlibat dalam kegiatan, sehingga pesan keselamatan tidak berhenti setelah polisi meninggalkan sekolah.
Edukasi tersebut sekaligus mengajak siswa memahami bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya menjadi urusan pengendara. Pelajar dapat mengambil peran sebagai pengguna jalan yang tertib, baik ketika berjalan kaki, bersepeda maupun menjadi penumpang kendaraan.
Satlantas juga mendorong pelajar menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat dibawa ke keluarga dan lingkungan pergaulan.
Kegiatan serentak di 11 SMP tersebut menjadi pendekatan preventif Satlantas Polres Kediri Kota untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sebelum para siswa memasuki usia yang memenuhi syarat untuk mengendarai kendaraan bermotor.
Bagi kepolisian, membangun keselamatan jalan tidak cukup hanya melalui penindakan pelanggaran. Pendidikan sejak bangku sekolah menjadi bagian penting agar ketika kelak memenuhi persyaratan menjadi pengendara, pelajar telah memahami bahwa jalan raya merupakan ruang bersama yang menuntut disiplin dan tanggung jawab. (res/aro)
Lalu Lintas
Dari Sapa Malam hingga Cipta Kondisi, Polisi Jaga Arus dan Cegah Balap Liar di Kota Kediri
Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota menggelar rangkaian pengamanan lalu lintas sejak Minggu (20/9/2026) petang hingga menjelang tengah malam. Personel disebar di sejumlah persimpangan dan kawasan aktivitas masyarakat untuk mengurai potensi kepadatan, kemudian dilanjutkan patroli Blue Light serta cipta kondisi guna mengantisipasi balap liar dan potensi konflik perguruan silat.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB melalui Sapa Malam. Personel piket staf Satlantas ditempatkan pada tujuh titik yang dinilai membutuhkan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan.
Titik tersebut meliputi depan Grand Surya, depan Kediri Town Square, Simpang Tiga Patiunus, Simpang Empat Jembatan Brawijaya, Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Panglima Polim serta Simpang Tiga sebelah selatan Rumah Sakit Bhayangkara.
Di bawah pengendalian Kanit Turjawali, personel melakukan pengaturan dan penguraian kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan pada Minggu malam.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menyebut penempatan anggota dilakukan untuk menjaga pergerakan kendaraan pada sejumlah titik aktivitas masyarakat.
“Sapa Malam dilakukan melalui pengaturan dan penguraian arus untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik Kota Kediri,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan tersebut.
Sekitar pukul 19.00 WIB, pengawasan dilanjutkan melalui Blue Light Patrol di Simpang Empat Lonceng.
Anggota Patwal Satlantas menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pemantauan arus sekaligus mengantisipasi gangguan kamtibmas. Patroli tersebut juga berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali.
Blue Light menjadi bagian dari pengawasan bergerak pada malam hari. Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator sekaligus digunakan untuk menunjukkan keberadaan petugas pada ruas yang dipantau.
Menurut Septia, patroli diarahkan untuk menggabungkan pemantauan lalu lintas dengan langkah preventif terhadap gangguan keamanan di jalan.
“Blue Light dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya, berdasarkan sasaran kegiatan.
Pengawasan kemudian berlanjut menjelang tengah malam dengan sasaran yang berbeda.
Mulai pukul 23.30 WIB, Satlantas menggelar apel cipta kondisi harkamtibmas yang dilanjutkan pengaturan dan pemantauan di Simpang Tiga Kodim Selatan serta Simpang Tiga Water Torn.
Kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk mengantisipasi balap liar dan potensi konflik yang melibatkan perguruan silat.
Personel Satlantas ditempatkan pada dua titik tersebut untuk memantau aktivitas pengguna jalan sekaligus melakukan pengaturan apabila muncul konsentrasi kendaraan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya.
“Pada malam hingga menjelang dini hari, kegiatan difokuskan untuk mengantisipasi balap liar maupun potensi konflik perguruan silat dengan tetap melakukan pengaturan dan penguraian arus,” kata Septia, merujuk pada sasaran cipta kondisi.
Tiga kegiatan dalam satu malam tersebut memiliki fokus berbeda. Sapa Malam diarahkan pada tujuh titik untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Blue Light memperkuat pengawasan di Simpang Empat Lonceng, sedangkan cipta kondisi menjelang tengah malam memberi perhatian pada balap liar dan potensi konflik perguruan silat.
Pola pengamanan itu membuat pengawasan lalu lintas menyesuaikan perubahan aktivitas masyarakat berdasarkan waktu. Pada petang hari perhatian diberikan pada titik keramaian dan persimpangan, sedangkan menjelang tengah malam fokus bergeser pada aktivitas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna lainnya.
Satlantas menempatkan pengaturan lalu lintas sebagai bagian dari pencegahan. Balap liar, misalnya, bukan sekadar pelanggaran lalu lintas karena penggunaan jalan untuk adu kecepatan juga dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat yang melintas.
Karena itu, keberadaan personel pada malam hingga menjelang dini hari diarahkan untuk mendeteksi aktivitas tersebut sejak awal sekaligus menjaga ruas jalan tetap dapat digunakan masyarakat sebagaimana mestinya. (res/aro)
Lalu Lintas
Ribuan Pengunjung Berpotensi Padati Mojo, Satlantas Petakan Jalur dan Kantong Parkir Teras Gubuk Fest 2
Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk rangkaian Harlah Teras Gubuk ke-2 di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Persiapan dilakukan melalui rapat koordinasi di Lapangan Teras Gubuk, Senin (21/9/2026), menyusul dua agenda besar pada 26 dan 30 September 2026, termasuk pertunjukan musik yang menghadirkan Letto dan Dewa 19.
Rapat koordinasi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dengan melibatkan Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kapolsek Mojo dan Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota.
Pembahasan difokuskan pada pengamanan jalur, rekayasa lalu lintas, penempatan personel hingga penyiapan kantong parkir untuk mengantisipasi peningkatan kendaraan selama rangkaian kegiatan.
Agenda pertama berlangsung 26 September melalui TG Riding Rihlah Wali. Rombongan dijadwalkan menempuh perjalanan dari Makam Syekh Ihsan Jampes menuju sejumlah titik sebelum kembali ke Teras Gubuk.
Rute yang disiapkan melintasi Jong Biru, Simpang Empat Semampir, Kantor Pos, Simpang Empat Nabatiyasa, Simpang Empat Lonceng, Pos Sumur Bor, Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Jetis, Simpang Empat Branggahan dan Simpang Tiga JWK.
Rombongan kemudian menuju Pondok Induk untuk melaksanakan ziarah sebelum kembali ke Teras Gubuk.
Satlantas merencanakan penempatan personel pada persimpangan utama, sedangkan personel Polsek dapat ditempatkan pada titik yang lebih kecil. Panitia juga mengajukan pengawalan menggunakan dua kendaraan roda empat dan satu sepeda motor besar.
Perhatian khusus diberikan saat rombongan melakukan ziarah di Pondok Induk. Rekayasa lalu lintas direncanakan pada Simpang Tiga Indomaret dan Simpang Empat Maesan untuk menjaga pergerakan kendaraan di sekitar lokasi.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui hasil rapat koordinasi menyebut pengamanan lalu lintas dipersiapkan sejak sebelum acara karena rangkaian kegiatan menggunakan sejumlah ruas jalan.
“Anggota Satlantas diprioritaskan pada titik-titik besar, sedangkan personel Polsek dapat menempati titik yang lebih kecil. Saat kegiatan ziarah juga diperlukan rekayasa lalu lintas,” kata Septia, merujuk pada hasil koordinasi tersebut.
Pengamanan lebih besar dipersiapkan untuk Ceremony TG Fest 2 pada 30 September 2026. Dua grup musik nasional, Letto dan Dewa 19, dijadwalkan menjadi bintang tamu dalam acara tersebut.
Potensi meningkatnya jumlah kendaraan membuat polisi menyiapkan pengalihan arus pada dua titik. Simpang Tiga Indomaret/Bondo Yudo direncanakan dijaga empat personel, demikian pula Simpang Empat Maesan dengan empat personel.
Sementara pengamanan jalur disiapkan di Simpang Tiga Teras Gubuk, Simpang Empat Ploso Mart, Simpang Empat Ploso dan Simpang Tiga Jalan Baru. Masing-masing titik direncanakan ditempati dua personel.
Persoalan parkir turut menjadi pembahasan karena kendaraan pengunjung tidak diharapkan menumpuk di akses menuju lokasi acara.
Lahan milik warga di sekitar kawasan Teras Gubuk direncanakan menjadi kantong parkir dengan pengelolaan melibatkan Karang Taruna.
Akses jalan aspal baru dari jalan raya menuju Teras Gubuk juga harus steril dari kendaraan yang parkir maupun pedagang kaki lima. Langkah tersebut diperlukan agar jalur menuju lokasi tetap dapat digunakan untuk pergerakan kendaraan selama kegiatan.
“Area dan lahan milik warga sekitar akan dimanfaatkan sebagai kantong parkir dan dikelola Karang Taruna. Akses jalan aspal baru menuju Teras Gubuk harus dipastikan bebas dari kendaraan parkir dan pedagang kaki lima,” ujar Septia, berdasarkan hasil rapat koordinasi.
Rencana tersebut membuat pengamanan Harlah Teras Gubuk tidak hanya terpusat di lokasi pertunjukan. Polisi harus mengelola pergerakan kendaraan sejak persimpangan menuju lokasi, jalur yang digunakan rombongan Riding Rihlah Wali, titik ziarah hingga kawasan parkir.
Pemetaan sejak sembilan hari sebelum Ceremony TG Fest 2 menjadi langkah awal untuk menentukan kebutuhan personel dan pola pengalihan arus. Rekayasa lalu lintas nantinya terutama diarahkan agar aktivitas masyarakat di sekitar Mojo tetap dapat berjalan ketika arus kendaraan menuju Teras Gubuk meningkat. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
-
Inspirasi6 years agoPonpes Al Falah Ploso Mojo Kediri Terima Kedatangan Santri pada Juli 2020
