Connect with us

Peristiwa

Pengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan

Published

on

Kediriselaludihati.com – BKTM Desa Sendang, Polsek Banyakan, Polresta Kediri, Bripka Suyanto datang ke Pasar Bolawen, di Desa Tiron, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Kegiatan berlangsung, pada hari Sabtu tgl 20 Juni 2020 mulai pukul 05.00 WIB.

BKTM Desa Sendang bersama team gugus Covid- 19 Kec. Banyakan, PPNI, Sat Pol PP Kabupaten Kediri dan Disperindag Kab Kediri  melaksanakan edukasi tentang Pencegahan Penyebaran Covid 19 untuk menuju New Normal di Pasar Bolawen Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

Petugas membagikan masker pada pengunjung pasar yg belum memakai masker. Melaksanakan Edukasi pada pengunjung tentang Pencegahan Covid 19.

“Jaga jarak fisik, selalu mencuci tangan selesai beraktifitas serta memakai masker saat keluar rumah,” kata Kapolsek Banyakan, AKP Priyono, SH. (res/an).

Continue Reading

Inspirasi

AKBP Wisnu: Polisi Jogo Sekolah Harus Jadi Sahabat Siswa, Cegah Persoalan Remaja Sejak Dini

Published

on

Kediriselaludihati- Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Polres Kediri Kota menjadi momentum memperkuat perlindungan terhadap generasi muda. Melalui penyematan ban lengan Polisi Jogo Sekolah, kepolisian menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan terbebas dari berbagai potensi gangguan keamanan.

Penyematan tersebut dilakukan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., di halaman Mapolres Kediri Kota, Rabu (28/10/2026).

Upacara yang berlangsung pukul 08.00 hingga 08.30 WIB itu diikuti pejabat utama Polres Kediri Kota, para Kapolsek jajaran, personel kepolisian, aparatur sipil negara, serta anggota Polisi Jogo Sekolah.

Dalam rangkaian upacara, dilakukan pembacaan Naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928, penyematan ban lengan kepada perwakilan Polisi Jogo Sekolah, serta pembacaan Ikrar Pelajar Kota Kediri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menegaskan bahwa Polisi Jogo Sekolah merupakan bagian dari inisiatif Polda Jawa Timur melalui Satuan Tugas Preemptive Strike yang mengedepankan pendekatan pencegahan dan edukasi di lingkungan pendidikan.

“Polda Jawa Timur telah menginisiasi Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah. Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan sebuah gerakan preventif dan edukatif yang menyentuh akar rumput di lingkungan sekolah,” ujar AKBP Wisnu dalam amanatnya.

Menurutnya, keberadaan Polisi Jogo Sekolah diharapkan mampu membangun sistem pencegahan dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pelajar.

Program tersebut tidak hanya menempatkan kepolisian sebagai unsur pengawasan, tetapi juga sebagai mitra sekolah dalam mendampingi perkembangan dan pembentukan karakter peserta didik.

“Hari ini kita menyatukan komitmen untuk satu tujuan mulia, yaitu mewujudkan sekolah yang aman serta membentuk pelajar yang tertib, disiplin, dan terlindungi,” katanya.

AKBP Wisnu menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, guru, dan pelajar.

Kepada polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah, ia meminta agar kehadiran mereka tidak menciptakan jarak dengan siswa.

Sebaliknya, anggota kepolisian diharapkan mampu membangun kedekatan, menjadi tempat berbagi persoalan, serta memberikan pendampingan ketika pelajar menghadapi kesulitan.

“Jadilah teladan dan sahabat bagi para siswa. Dekati mereka dengan hati, dengarkan keluh kesah mereka, dan lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin sebelum potensi gangguan kamtibmas meluas,” tegas AKBP Wisnu.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan di lingkungan sekolah tidak selalu dapat diselesaikan melalui tindakan disiplin atau penegakan hukum semata.

Komunikasi yang terbuka dan pendampingan yang tepat dapat membantu mengidentifikasi persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dalam amanatnya, AKBP Wisnu juga memberikan perhatian khusus kepada kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK).

Menurutnya, sekolah memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter sekaligus mendeteksi perubahan perilaku peserta didik.

“Kepada kepala sekolah dan guru BK, Anda adalah benteng moral di sekolah. Sinergi yang kuat antara sekolah dan Polri akan memastikan bahwa setiap riak permasalahan remaja dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi terbaik secara persuasif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus mengedepankan kepentingan dan perlindungan pelajar, sehingga setiap persoalan dapat ditangani dengan pendekatan yang mendidik.

Tidak kalah penting, Kapolres juga mengajak para pelajar, khususnya pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Para pelajar didorong menjadi agen perubahan yang mampu memberikan contoh positif kepada teman sebaya.

“Khusus untuk para pelajar generasi bangsa, pengurus OSIS, kalian adalah agen perubahan atau agent of change. Jadilah pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah kalian. Jangan ragu untuk merangkul teman-temanmu,” pesan AKBP Wisnu.

Ia juga meminta para pelajar memiliki kepedulian terhadap situasi di lingkungan sekolah dan tidak membiarkan persoalan yang berpotensi merugikan teman-temannya berkembang tanpa penanganan.

Penyematan ban lengan Polisi Jogo Sekolah dalam peringatan Sumpah Pemuda memiliki makna penting karena menempatkan keselamatan dan masa depan generasi muda sebagai tanggung jawab bersama.

Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi pengingat bahwa generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga memiliki peran dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Melalui Polisi Jogo Sekolah, Polres Kediri Kota berupaya menerjemahkan semangat tersebut ke dalam langkah nyata berupa pendampingan, pembinaan, serta penguatan komunikasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.

Program ini sekaligus menjadi implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan melibatkan sekolah dan pelajar sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan penyematan Polisi Jogo Sekolah diakhiri dengan doa serta foto bersama.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan tertib. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Yang Muda Banyak Karya, Bukan Banyak Gaya: Cara Polres Kediri Kota Merawat Kedekatan dengan Generasi Muda

Published

on

Kediriselaludihati- Siapa bilang wayang hanya milik generasi tua? Di tangan Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.H., pertunjukan wayang justru menjadi ruang pertemuan antara polisi dan anak-anak muda untuk berbagi cerita, gagasan, hingga aspirasi tentang Kota Kediri.

Suasana berbeda itu hadir dalam acara Wayang Cangkrukan yang digelar Polres Kediri Kota di Kopag Space, Selasa (27/10/2026) malam, menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Bukan sekadar pertunjukan seni, kegiatan tersebut mempertemukan berbagai komunitas pemuda dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Ada Karang Taruna, komunitas sepeda, komunitas lari, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Asosiasi Film Kediri, hingga Asosiasi Musik Kediri. Mereka datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipertemukan oleh semangat yang sama: membangun Kota Kediri melalui karya dan kebersamaan.

Menariknya, sosok yang memainkan wayang malam itu bukan dalang profesional yang biasa tampil di panggung pertunjukan, melainkan seorang perwira polisi.

Kompol Bowo Wicaksono tampil sebagai dalang, menjadikan wayang sebagai medium komunikasi yang dekat dengan kebudayaan sekaligus kehidupan generasi muda.

Tema yang diangkat pun terasa akrab dengan bahasa anak muda, yakni “Yang Muda yang Banyak Karya, Bukan Banyak Gaya.”

Pesan tersebut mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada penampilan, popularitas, atau sekadar mengikuti tren, tetapi berani menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan media sosial yang sering menempatkan perhatian publik pada apa yang terlihat, tema itu mengingatkan bahwa nilai seorang pemuda juga ditentukan oleh gagasan, kreativitas, dan kontribusi nyata.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., hadir bersama para pejabat utama Polres Kediri Kota untuk berbaur dengan berbagai elemen pemuda.

Kehadiran AKBP Wisnu menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih terbuka antara kepolisian dan masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, seni, olahraga, dan kebudayaan.

“Pemuda Kota Kediri memiliki banyak potensi, mulai dari olahraga, seni, musik, film, hingga kegiatan sosial. Kami ingin potensi itu terus berkembang menjadi karya yang positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Wisnu.

Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya kesempatan mengenang sejarah perjuangan generasi muda pada 1928, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal.

Semangat persatuan tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana, seperti saling menghargai perbedaan, membangun kolaborasi antarkomunitas, serta berperan aktif menjaga keamanan dan kenyamanan kota.

Wayang Cangkrukan sekaligus menjadi bentuk implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, yakni menghadirkan kepolisian bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dialog masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para pemuda mendapatkan ruang untuk menyampaikan informasi, pandangan, maupun aspirasi secara langsung kepada jajaran kepolisian.

Komunikasi dua arah tersebut menjadi penting karena persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum.

Dibutuhkan pula kedekatan, rasa saling percaya, dan keterbukaan antara polisi dengan masyarakat yang dilayaninya.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman. Kami membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak muda. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi maupun informasi secara langsung,” kata AKBP Wisnu.

Pilihan menggunakan wayang dalam kegiatan ini juga memiliki makna tersendiri.

Sebagai salah satu warisan seni pertunjukan Nusantara, wayang sejak lama menjadi sarana menyampaikan nilai kehidupan, kritik sosial, dan pesan moral melalui cerita.

Ketika wayang dibawa ke ruang cangkrukan bersama komunitas pemuda, kesenian tradisional itu memperoleh kesempatan untuk hadir dalam suasana yang lebih dekat dengan generasi sekarang.

Pertemuan antara tradisi dan kehidupan anak muda menjadi gambaran bahwa kebudayaan dapat terus hidup ketika diberi ruang untuk beradaptasi tanpa kehilangan nilai dasarnya.

Di sisi lain, keberagaman komunitas yang hadir memperlihatkan banyaknya jalur kontribusi yang dapat ditempuh generasi muda.

Ada yang berkarya melalui film dan musik, membangun solidaritas lewat olahraga, atau menggerakkan kegiatan sosial melalui organisasi kepemudaan.

Semua memiliki peran dalam membentuk wajah Kota Kediri yang kreatif, terbuka, dan nyaman untuk ditinggali.

AKBP Wisnu berharap para pemuda terus menjaga semangat kebersamaan serta tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pemuda Kota Kediri untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta nyaman. Jadikan perbedaan komunitas dan latar belakang sebagai kekuatan untuk membangun Kota Kediri yang lebih baik,” pesannya.

Malam Wayang Cangkrukan itu membawa pesan sederhana: kedekatan antara polisi dan masyarakat tidak harus selalu dibangun melalui pertemuan formal.

Kadang, percakapan yang hangat, pertunjukan budaya, dan ruang untuk saling mendengarkan justru dapat menjadi awal tumbuhnya kepercayaan.

Di Kopag Space malam itu, semangat Sumpah Pemuda menemukan panggungnya sendiri. Bukan hanya tentang mengenang ikrar persatuan, melainkan juga mengajak generasi muda membuktikannya melalui karya.

Sebab, menjadi pemuda bukan sekadar soal usia atau gaya, tetapi tentang keberanian menghadirkan sesuatu yang berarti bagi sesama. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Edukasi Keselamatan Sejak Dini, Satlantas Polres Kediri Kota Kenalkan Rambu Lalu Lintas ke 69 Siswa MI Alam El-Faws

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas pada hari kedua pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026, pada Selasa (27/10/2026). Selain membagikan brosur kepada pengguna jalan, polisi juga mengajak puluhan siswa madrasah ibtidaiyah mengenal aturan lalu lintas melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).

Operasi Patuh Semeru 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan oleh anggota Satlantas Polres Kediri Kota mulai pukul 06.30 hingga 07.30 WIB di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Melalui pembagian brosur, petugas menyampaikan informasi mengenai sembilan sasaran pelanggaran yang menjadi perhatian selama pelaksanaan operasi.

Kesembilan sasaran tersebut meliputi penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang tidak sesuai standar, melawan arus lalu lintas, menggunakan telepon genggam saat berkendara, tidak mengenakan sabuk keselamatan, serta menggunakan helm yang tidak memenuhi standar nasional Indonesia (SNI).

Selain itu, operasi juga menyasar pengendara yang melampaui batas kecepatan, pengendara di bawah umur, pengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, serta pengendara sepeda motor yang berboncengan lebih dari satu orang.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan.

“Operasi Patuh Semeru 2026 kami laksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. Melalui pembagian brosur, kami ingin masyarakat mengetahui sembilan sasaran pelanggaran yang menjadi perhatian, sekaligus memahami risiko yang dapat ditimbulkan dari perilaku berkendara yang tidak tertib,” ujar AKP Septia.

Menurutnya, upaya menekan angka kecelakaan tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan dan penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan perubahan perilaku pengguna jalan.

Kepatuhan terhadap aturan, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta sikap saling menghormati antarpengendara menjadi faktor penting dalam menciptakan lalu lintas yang aman.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu ada petugas untuk mematuhi aturan. Gunakan helm SNI, kenakan sabuk keselamatan, jangan bermain ponsel saat berkendara, dan jangan memberikan kendaraan kepada anak yang belum memenuhi persyaratan. Keselamatan harus menjadi kebutuhan setiap hari,” katanya.

Tidak hanya menyasar pengguna jalan, Satlantas Polres Kediri Kota juga melaksanakan pendidikan keselamatan berlalu lintas kepada anak-anak melalui program Polisi Sahabat Anak.

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut digelar di Kantor Satlantas Polres Kediri Kota, Jalan Brawijaya Nomor 25, Kota Kediri.

Sebanyak 69 siswa MI Alam El-Faws SSC Kediri mengikuti kegiatan yang dipandu Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggota.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan pengenalan mengenai pentingnya tertib berlalu lintas sejak usia dini, profesi kepolisian, serta fungsi alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) dan berbagai rambu jalan.

Melalui pengenalan tersebut, siswa diajak memahami aturan dasar keselamatan di jalan, termasuk pentingnya memperhatikan lampu lalu lintas dan mengenali tanda-tanda yang harus dipatuhi pengguna jalan.

Program Polsanak juga menjadi sarana membangun kedekatan antara kepolisian dan anak-anak melalui kegiatan edukasi yang sesuai dengan usia mereka.

AKP Septia mengatakan bahwa pendidikan keselamatan berlalu lintas perlu diberikan sejak dini agar anak-anak terbiasa memahami pentingnya disiplin ketika berada di jalan.

“Menanamkan budaya tertib berlalu lintas harus dimulai sejak anak-anak. Melalui Polisi Sahabat Anak, kami ingin mereka mengenal rambu lalu lintas, memahami aturan keselamatan, sekaligus melihat polisi sebagai sahabat yang hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman yang diperoleh anak-anak diharapkan dapat menjadi bekal ketika mereka beraktivitas di jalan, baik sebagai pejalan kaki maupun penumpang kendaraan.

Edukasi kepada pelajar juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang membangun generasi yang lebih sadar terhadap keselamatan berlalu lintas.

Melalui pembagian brosur Operasi Patuh Semeru 2026 dan kegiatan Polsanak, Satlantas Polres Kediri Kota menggabungkan pendekatan edukasi kepada pengguna jalan dengan pengenalan aturan keselamatan kepada anak-anak. Kedua kegiatan tersebut berlangsung lancar, aman, dan kondusif.

Satlantas Polres Kediri Kota mengajak seluruh masyarakat mendukung Operasi Patuh Semeru 2026 dengan mematuhi peraturan, menghindari sembilan sasaran pelanggaran, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page