Peristiwa
Polsek Kediri Kota Razia Prokes di Pasar Loak Kaliombo, Hasilnya 30 Pelanggar
Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota, Polres Kediri Kota melaksanakan Oprasi Yustisi Penerapan Perda Prov Jatimno 2 Th 2020 Perwali Kota Terbaru 443 2/419.003/2021 terkait PPKM ( Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat) Jumat 11 Juni 2021, Pkl. 09.00 WIB – selesai.
Lokasi Operasi ada di Pasar Selowareh Jln. Selowareh Kel. Ngadirejo Kec. Kota Kediri. Pasar Ngadijaya Jln. Selowareh Kel. NgadirejO Kec. Kota Kediri. Pasar Setono Betek Jalan Patimura Kel. Setono Pande Kec. Kota Kediri.
Pasar Loak Kaliombo Jalan Tembus Kaliombo Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri. Hasil/ sangsi 30 berupa teguran lisan 30 (jaga jarak) dan membagikan masker 25 buah.
“Selama kegiatan berjalan, aman, lancar dan tekendali,” kata Kapolsek Kediri Kota, Kompol Sugianto, S.Sos. (res/an).
Inspirasi
Lewat Minggu Kasih, Wakapolres Kediri Kota Sampaikan Pesan Kamtibmas di Pura Penataran Agung Kilisuci
Kediriselalaludihati – Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko mengajak umat Hindu untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dan keamanan lingkungan.
Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan ibadah di Pura Penataran Agung Kilisuci, Jalan Selomangleng Nomor 1, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (18/10/2026).
Kehadiran Wakapolres tersebut sekaligus menjadi bagian dari program Minggu Kasih, salah satu upaya Polri membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Di sela kegiatan ibadah, Putu Caka menyampaikan imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kepada umat Hindu yang hadir.
Ia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, menjaga hubungan baik antarwarga, serta tidak mudah terpengaruh persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan.
Menurut Putu Caka, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk mencegah gangguan kamtibmas sejak dini.
Karena itu, komunikasi antara warga dan aparat kepolisian perlu terus dibangun agar berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat diketahui dan ditangani dengan baik.
Melalui program Minggu Kasih, Polres Kediri Kota berupaya membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, termasuk komunitas keagamaan, untuk menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.
Kunjungan ke Pura Penataran Agung Kilisuci juga menjadi bagian dari upaya menjangkau masyarakat lintas agama dalam kegiatan pembinaan keamanan.
Di tengah keberagaman masyarakat Kota Kediri, hubungan yang harmonis antarumat beragama menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kehidupan sosial yang damai.
Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan rumah ibadah diharapkan dapat memperkuat komunikasi tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.
“Keamanan dan kerukunan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati, menjaga toleransi, dan peduli terhadap situasi di lingkungan masing-masing,” kata Kompol Putu
Selain menyampaikan imbauan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan antara kepolisian dan umat Hindu di Kota Kediri.
Polres Kediri Kota menempatkan pendekatan dialogis sebagai salah satu langkah pencegahan gangguan keamanan, selain patroli dan penegakan hukum.
Melalui program Minggu Kasih, kepolisian berharap masyarakat semakin terbuka dalam menyampaikan persoalan keamanan di lingkungannya serta aktif menjaga kerukunan.
Kegiatan di Pura Penataran Agung Kilisuci tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi Kota Kediri tetap aman dan kondusif. (res/aro)
Inspirasi
Wali Kota Vinanda Berangkatkan Touring Religi PCNU Kota Kediri, Angkat Potensi Wisata Religi dan Warisan Ulama

Kediriselaludihati – Sekitar 300 peserta mengikuti Touring Religi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri, Minggu (18/10/2026).
Kegiatan ini mengajak peserta menelusuri sejumlah makam ulama dan tokoh agama yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Islam di Kota Kediri.
Touring religi diberangkatkan langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dari Markas Polres Kediri Kota, sebelum menempuh perjalanan menuju sejumlah lokasi ziarah dan berakhir di Omah Sawah, Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren.
Tidak sekadar menjadi kegiatan berkendara bersama, touring tersebut diisi dengan tahlil dan doa di makam para ulama. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk mengenalkan kembali jejak sejarah keagamaan Kota Kediri kepada masyarakat.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi inisiatif PCNU Kota Kediri yang menggabungkan peringatan Hari Santri dengan kegiatan ziarah dan pengenalan sejarah lokal.
“Kita tahu Kota Kediri memiliki sejarah yang begitu kuat terkait religi dan budaya, di mana banyak pondok pesantren serta makam para ulama yang berada di Kota Kediri,” ujar Vinanda dalam sambutannya.
Menurut Vinanda, kekayaan sejarah tersebut merupakan potensi penting yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata religi sekaligus sarana pembelajaran masyarakat.
“Kegiatan ini juga mengingatkan kita bahwa Kota Kediri punya potensi wisata religi sehingga masyarakat bisa mengenal budaya dan agamanya,” katanya.
Vinanda berharap nilai-nilai keagamaan yang diperoleh melalui kegiatan ziarah tidak berhenti sebagai pengalaman seremonial, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.40 WIB tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab, serta Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Kediri Dr. Edy Herwiyanto.
Hadir pula jajaran Pemerintah Kota Kediri, unsur TNI-Polri, Kementerian Agama, pengurus Majelis Wakil Cabang NU, pengurus ranting NU, serta badan otonom NU, termasuk GP Ansor dan Fatayat NU.
Sebelum pemberangkatan, peserta mengikuti pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Yalal Waton, serta doa bersama yang dipimpin Gus Qowim.
Wali Kota Vinanda kemudian memberangkatkan peserta didampingi Ketua PCNU Kota Kediri dan Wakapolres Kediri Kota.
Perjalanan dimulai dari Mapolres Kediri Kota menuju kawasan Pondok Pesantren Lirboyo. Di kawasan pesantren tersebut, peserta berziarah ke makam di belakang Masjid Al Hasan dan makam di belakang Masjid Lawang Songo.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan melalui Jalan Semeru dan Jalan Raung menuju kawasan GOR Jayabaya untuk berziarah ke Makam Mbah Anom.
Dari kawasan tersebut, peserta bergerak menuju lokasi makam Mbah Muhammad Ali Maklum dan Mbah Muhammad Ambiya melalui Jalan Hasyim Asy’ari dan kawasan Gang MI.
Perjalanan dilanjutkan menyeberangi Sungai Brantas melalui Jembatan Alun-Alun, kemudian menyusuri sejumlah ruas jalan di pusat Kota Kediri menuju kawasan Setono Gedong.
Di kawasan tersebut, peserta melaksanakan ziarah ke Makam Syekh Wasil, salah satu situs keagamaan yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi sejarah Islam di Kediri.
Rombongan selanjutnya menuju Makam KH Douglas Thoha Yahya atau Gus Lik, tokoh ulama Kediri yang dikenal luas oleh masyarakat.
Setelah menyelesaikan rangkaian ziarah, peserta melanjutkan perjalanan menuju Omah Sawah di Kelurahan Burengan sebagai lokasi akhir kegiatan.
Rangkaian kunjungan ke sejumlah makam tersebut memperlihatkan bahwa sejarah keagamaan Kota Kediri tidak terpusat pada satu lokasi. Jejak para ulama tersebar di lingkungan pesantren, permukiman, hingga kawasan kota lama.
Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab menyampaikan bahwa Touring Religi merupakan pembuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang diselenggarakan PCNU Kota Kediri.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kediri, IMI Kota Kediri, BNI 46 Kantor Cabang Kediri, jajaran pengurus NU, dan Polres Kediri Kota.
“Terima kasih pula kami sampaikan kepada Polres Kediri Kota yang telah mengizinkan lokasi start dan memberikan bantuan pengawalan sehingga acara ini berjalan lancar,” ujar Gus Ab.
Gus Ab juga mengumumkan sejumlah agenda lanjutan yang akan digelar dalam rangka Hari Santri Nasional 2026.
Pada 22 Oktober 2026, PCNU Kota Kediri menjadwalkan Apel Hari Santri di Universitas Islam Kadiri (Uniska).
Selanjutnya, pada 1 November 2026 akan digelar jalan santai sarungan dengan titik pemberangkatan dan akhir di Balai Kota Kediri.
Rangkaian kegiatan dijadwalkan ditutup dengan istigasah pada 13 November 2026 di Kantor PCNU Kota Kediri.
Peringatan Hari Santri melalui kegiatan ziarah ini memiliki makna tersendiri bagi Kota Kediri yang dikenal memiliki tradisi pendidikan pesantren dan kehidupan keagamaan yang kuat.
Selain menjadi penghormatan kepada para ulama, kegiatan tersebut juga membuka ruang untuk memperkenalkan situs-situs sejarah Islam kepada generasi muda.
Di sisi lain, potensi wisata religi memerlukan perhatian terhadap pelestarian situs, ketersediaan informasi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pengelolaan kunjungan yang menghormati nilai sakral setiap makam.
Dengan demikian, kegiatan ziarah tidak hanya dapat menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga berpotensi mendukung pendidikan sejarah lokal dan pelestarian warisan budaya.
Sementara itu, Polres Kediri Kota turut memberikan dukungan pengawalan selama perjalanan rombongan melewati sejumlah ruas jalan dan kawasan perkotaan.
Kehadiran aparat kepolisian diperlukan untuk membantu menjaga keamanan peserta serta kelancaran lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di Omah Sawah, peserta mengikuti ramah tamah, hiburan Cordova, sambutan, serta pembagian hadiah dan doorprize.
Seluruh rangkaian Touring Religi PCNU Kota Kediri berakhir sekitar pukul 13.00 WIB.
Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Kediri tidak hanya diisi dengan agenda keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk merawat ingatan sejarah, menghormati perjuangan para ulama, dan memperkenalkan kekayaan warisan religi kepada masyarakat. (res/aro)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kawal Karnaval Desa Ngadi, Pastikan Kegiatan Masyarakat Berjalan Tertib
Kediriselaludihati.com – Polsek Mojo, Polres Kediri Kota bersama unsur TNI melaksanakan pengamanan kegiatan karnaval dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (17/10/2026).
Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan masyarakat berlangsung tertib dan aman, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama penyelenggaraan karnaval.
Bhabinkamtibmas Desa Ngadi, Aiptu Rudi Sutanto, bersama Babinsa setempat diterjunkan untuk memantau dan mengamankan kegiatan yang dipusatkan di kawasan Balai Desa Ngadi.
Kegiatan pengamanan dimulai sekitar pukul 16.00 WIB hingga rangkaian acara selesai.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H., menjelaskan bahwa kehadiran personel kepolisian dan TNI merupakan bagian dari pengamanan kegiatan peringatan hari besar nasional (PHBN) yang diselenggarakan masyarakat.
“Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Ngadi melaksanakan kegiatan pengamanan acara PHBN ke-81, karnaval Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri,” kata Iptu Mahmud Satriawan.
Karnaval menjadi salah satu bentuk kegiatan masyarakat dalam memperingati kemerdekaan Indonesia sekaligus memberikan ruang bagi warga untuk berpartisipasi dalam perayaan bersama.
Kegiatan semacam ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan kebersamaan antarwarga melalui partisipasi dalam agenda desa.
Di sisi lain, penyelenggaraan karnaval memerlukan perhatian terhadap aspek keamanan, terutama apabila kegiatan melibatkan peserta dan penonton dalam jumlah besar.
Karena itu, kehadiran aparat kewilayahan diperlukan untuk membantu menjaga ketertiban serta mengantisipasi potensi gangguan selama acara berlangsung.
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Babinsa dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari kerja sama kepolisian dan TNI dalam mendukung keamanan di tingkat desa.
Selain melakukan pengamanan, keberadaan aparat di tengah kegiatan masyarakat juga diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada peserta maupun warga yang menyaksikan karnaval.
Meski demikian, laporan Polsek Mojo belum merinci jumlah peserta karnaval, rute yang dilalui, tema penampilan, maupun jumlah warga yang hadir.
Tidak terdapat pula laporan mengenai gangguan keamanan atau kejadian menonjol selama pelaksanaan kegiatan.
Iptu Mahmud Satriawan menyampaikan bahwa seluruh rangkaian karnaval Desa Ngadi berlangsung lancar, tertib, dan aman.
Melalui pengamanan tersebut, Polsek Mojo terus memperkuat kerja sama dengan TNI dan masyarakat dalam menjaga situasi kondusif pada setiap kegiatan kemasyarakatan di wilayah Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
