Connect with us

Peristiwa

Polsek Mojo Menggelar Patroli Di Sungai Brantas

Published

on

Kediriselaludihati.com –Polsek Semen giat patroli antisipasi bencana banjir dan  tanah longsor Jum’at 28 Januari  2022

Unit Backbone melaksanakan kegiatan patroli antisipasi bencana banjir dan tanah longsor  di wilayah hukum Polsek Semen dalam rangka antisipasi 3-C.

Kediri Kota “Baik” ( Beriman – Amanah – Inovatif – Kondusif ).

Polsek Mojo menggelar patroli antisipasi bencana perahu penyeberangan Sungai Brantas

“Memberikan himbauan kepada operator perahu penyebrangan Sungai Brantas agar melengkapi perahunya dengan pelampung atau ban dalam bekas agar kalau terjadi hal yang tdk diinginkan penumpang dapat selamat dan apabila sungai Brantas airnya meluap agar perahu tidak dijalankan ,” kata Kasi Humas Polres Kediri Kota, Iptu Henry Mudho, S.H. (res|aro)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Mojoroto Kediri Hadiri Jalan Sehat Sarungan di Ngampel, Perkuat Kebersamaan dan Keamanan Warga

Published

on

Kediriselaludihati.com – Warga Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, memperingati Hari Santri Nasional 2026 dengan menggelar Jalan Sehat Sarungan, pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang mengambil lokasi start dan finis di halaman Masjid Al Muttaqin, RT 20 RW 03, tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dan menjadi bagian dari upaya masyarakat memeriahkan Hari Santri melalui aktivitas olahraga sekaligus mempererat silaturahmi.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngampel Aiptu Soleh turut menghadiri kegiatan bersama unsur tiga pilar untuk memastikan pelaksanaannya berjalan aman dan tertib.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menjelaskan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun kedekatan dengan warga sekaligus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

“Jalan Sehat Sarungan dalam rangka Hari Santri ini merupakan kegiatan positif yang mempererat kebersamaan warga. Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama unsur tiga pilar menjadi bentuk dukungan kepolisian agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” kata Kompol Rudi.

Jalan Sehat Sarungan menjadi salah satu cara masyarakat memperingati Hari Santri dengan menggabungkan aktivitas olahraga dan identitas budaya pesantren.

Sarung yang lekat dengan kehidupan santri memiliki makna lebih dari sekadar pakaian sehari-hari. Dalam tradisi pesantren, sarung menjadi bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kesehatan, tetapi juga mengenang peran santri dan pesantren dalam kehidupan berbangsa.

Peringatan Hari Santri Nasional setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengingat kontribusi kalangan santri dalam perjuangan kemerdekaan sekaligus perannya dalam pembangunan bangsa.

Tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” yang diangkat dalam kegiatan di Ngampel menempatkan santri sebagai bagian dari masyarakat yang diharapkan terus berkontribusi melalui pendidikan, pengabdian, dan kepedulian sosial.

Sementara itu, keterlibatan unsur tiga pilar dalam kegiatan tersebut memperlihatkan kerja sama aparat kewilayahan dalam mendukung aktivitas masyarakat.

Bhabinkamtibmas memiliki peran menjalin komunikasi dengan warga sekaligus membantu menjaga situasi kamtibmas melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Kompol Rudi mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kerukunan dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman. Semangat kebersamaan dalam peringatan Hari Santri ini diharapkan juga hadir dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

Komunikasi yang baik antara warga, tokoh masyarakat, pemerintah kelurahan, dan kepolisian dapat membantu mencegah munculnya persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Karena itu, kegiatan masyarakat seperti jalan sehat juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan sosial dan membangun rasa saling peduli.

Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas, kepolisian berupaya memastikan masyarakat dapat melaksanakan kegiatan dengan nyaman sekaligus menjaga komunikasi yang baik dengan warga.

Berdasarkan laporan Polsek Mojoroto, seluruh rangkaian Jalan Sehat Sarungan di Kelurahan Ngampel berlangsung lancar, tertib, terkendali, dan aman.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang memadukan semangat kebersamaan, olahraga, dan pelestarian tradisi masyarakat santri di Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Jalan Sehat Sarungan di Kelurahan Betet Kediri Berlangsung Meriah, Polsek Pesantren Kawal Keamanan Kegiatan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Masyarakat Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengikuti kegiatan Jalan Sehat Sarungan dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kelurahan Betet tersebut diberangkatkan langsung oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim.

Sejak pagi, warga mengikuti kegiatan yang mengangkat sarung sebagai simbol kedekatan dengan tradisi pesantren dan kehidupan masyarakat santri.

Jalan sehat dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dan dilanjutkan dengan hiburan musik gambus serta pengundian hadiah bagi peserta.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Polsek Pesantren melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Betet Aiptu Sulaiman melakukan pemantauan dan pengamanan bersama unsur tiga pilar serta staf Kelurahan Betet.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., menjelaskan bahwa kehadiran aparat kewilayahan bertujuan mendukung kelancaran kegiatan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak membutuhkan kerja sama antara panitia, petugas keamanan, dan peserta agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan baik.

“Jalan Sehat Sarungan ini menjadi kegiatan positif yang mempererat kebersamaan masyarakat dalam memperingati Hari Santri. Kami dari Polsek Pesantren mendukung pelaksanaannya melalui pengamanan dan pemantauan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman,” kata Kompol Siswandi.

Kegiatan Jalan Sehat Sarungan menjadi salah satu bentuk peringatan Hari Santri yang dikemas melalui aktivitas olahraga dan kebersamaan masyarakat.

Sarung yang digunakan dalam kegiatan tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan pesantren dan telah menjadi bagian dari tradisi berpakaian masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kediri.

Dalam kehidupan santri, sarung bukan sekadar pakaian sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang melekat pada aktivitas keagamaan dan sosial.

Melalui kegiatan jalan sehat, simbol budaya tersebut dihadirkan dalam suasana yang lebih terbuka dan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.

Peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober juga menjadi momentum untuk mengenang kontribusi kalangan pesantren dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa.

Selain kegiatan keagamaan, peringatan tersebut kerap diisi dengan berbagai aktivitas sosial, pendidikan, olahraga, dan kebudayaan.

Di Kelurahan Betet, kegiatan Jalan Sehat Sarungan tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga bersama, tetapi juga menjadi ruang pertemuan warga untuk mempererat hubungan sosial.

Kehadiran Wakil Wali Kota Kediri dalam pemberangkatan peserta turut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan masyarakat.

Setelah jalan sehat, peserta disuguhi hiburan musik gambus yang menambah suasana kebersamaan dalam rangkaian acara.

Panitia juga menyiapkan pengundian hadiah sebagai bagian dari kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Betet.

Sementara itu, anggota kepolisian bersama unsur tiga pilar melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Kompol Siswandi menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak peserta.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, dan mengikuti arahan panitia maupun petugas di lapangan. Kebersamaan seperti ini harus terus dijaga agar kegiatan masyarakat berlangsung lancar dan memberikan manfaat bagi semua,” ujarnya.

Keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dan pelayanan langsung di lingkungan kelurahan.

Melalui kegiatan tersebut, petugas dapat berinteraksi dengan warga sekaligus membangun kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan unsur tiga pilar menjadi salah satu bentuk koordinasi kewilayahan untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di ruang publik juga memerlukan perhatian terhadap keselamatan peserta dan ketertiban lingkungan sekitar.

Karena itu, kehadiran petugas menjadi bagian dari upaya pencegahan agar potensi gangguan dapat diantisipasi selama acara berlangsung.

Kompol Siswandi berharap kegiatan masyarakat yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan dan tradisi lokal dapat terus dilaksanakan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

“Kami berharap semangat Hari Santri tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan, kepedulian sosial, dan upaya menjaga kerukunan di lingkungan masyarakat,” katanya.

Berdasarkan laporan Polsek Pesantren, kegiatan Jalan Sehat Sarungan di Kelurahan Betet berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Saat laporan disampaikan, rangkaian kegiatan masih berlanjut dengan hiburan musik gambus dan pengundian hadiah.

Melalui pengamanan tersebut, Polsek Pesantren mendukung kelancaran peringatan Hari Santri 2026 sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Pesantren Kediri Amankan Pertunjukan Jaranan di Pesantren Culture Fest, Kompol Siswandi Ajak Warga Jaga Ketertiban

Published

on

Kediriselaludihati.com – Pertunjukan seni jaranan gabungan dari sejumlah kelompok kesenian di Kelurahan Pesantren memeriahkan Pesantren Culture Fest 2026 yang digelar di Lapangan Gajahmada, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, pada Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kebudayaan Nasional tersebut menghadirkan kesenian kuda lumping sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat Kediri.

Sejumlah kelompok kesenian yang terlibat dalam pertunjukan tersebut antara lain Satrio Manggolo Mudho, Seniman Nusantara, dan Wahyu Monggolo Putro. Kegiatan ini berada di bawah tanggung jawab Trinsisuko.

Pertunjukan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan mendapat perhatian masyarakat yang hadir menyaksikan penampilan para seniman jaranan.

Untuk menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung, Polsek Pesantren menerjunkan sejumlah personel bersama unsur tiga pilar Kelurahan Pesantren.

Pengamanan dipimpin Iptu Wahyudi selaku perwira pengendali dengan melibatkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto, Babinsa, serta anggota kepolisian yang mendapat surat perintah tugas.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati pertunjukan seni dalam suasana aman dan tertib.

Selain memantau jalannya kegiatan, personel kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pertunjukan berlangsung.

“Pertunjukan seni tradisional seperti jaranan merupakan bagian dari kekayaan budaya masyarakat yang perlu dijaga. Kami mendukung kegiatan masyarakat dengan memastikan pelaksanaannya berlangsung aman, tertib, dan kondusif sehingga para seniman dapat tampil dengan baik dan masyarakat merasa nyaman,” kata Kompol Siswandi.

Kesenian jaranan memiliki kedekatan dengan kehidupan budaya masyarakat Kediri. Pertunjukan yang memadukan gerak tari, iringan musik tradisional, dan berbagai unsur ekspresi budaya tersebut masih menjadi bagian dari kegiatan kesenian di sejumlah wilayah.

Kehadiran kelompok jaranan dalam Pesantren Culture Fest 2026 menjadi ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan karya sekaligus mempererat hubungan antarkelompok kesenian.

Pertunjukan gabungan juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan keberagaman gaya dan ekspresi seni jaranan yang berkembang di lingkungan mereka.

Di tengah perkembangan hiburan modern dan media digital, kegiatan kesenian tradisional memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan praktik budaya yang diwariskan antargenerasi.

Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi juga membutuhkan ruang pertunjukan, keterlibatan seniman, dan dukungan masyarakat.

Karena itu, kegiatan seperti Pesantren Culture Fest dapat menjadi salah satu sarana mempertemukan pelaku seni dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda.

Di sisi lain, penyelenggaraan pertunjukan yang melibatkan masyarakat membutuhkan koordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib.

Kompol Siswandi menekankan bahwa keamanan kegiatan budaya merupakan tanggung jawab bersama antara panitia, seniman, aparat keamanan, dan masyarakat yang hadir.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga ketertiban selama pertunjukan berlangsung. Kegiatan budaya akan semakin memberikan manfaat apabila dilaksanakan dengan semangat kebersamaan, saling menghormati, dan tetap memperhatikan keamanan lingkungan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, anggota Polsek Pesantren bersama unsur tiga pilar melakukan pemantauan di sekitar lokasi pertunjukan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Pesantren Aiptu Siswanto juga memberikan edukasi kamtibmas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan keamanan.

Kehadiran petugas di tengah kegiatan masyarakat merupakan bentuk pendekatan kepolisian yang mengedepankan komunikasi dan pelayanan langsung.

Melalui interaksi tersebut, aparat keamanan dapat membangun hubungan dengan warga, panitia penyelenggara, dan komunitas kesenian yang terlibat.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang menempatkan kerja sama dan komunikasi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan.

Selain memberikan rasa aman, keterlibatan aparat kewilayahan juga mendukung kelancaran kegiatan yang menjadi bagian dari aktivitas sosial dan budaya masyarakat.

Kompol Siswandi mengatakan bahwa kegiatan seni tradisional perlu mendapat dukungan agar tetap berkembang dan dapat dinikmati masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan budaya yang tertib dapat menjadi contoh kerja sama antara komunitas kesenian, masyarakat, dan aparat keamanan.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus menjadi ruang positif bagi para seniman untuk berkarya dan mempererat persaudaraan. Kepolisian siap menjalankan tugas pengamanan agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung dengan baik,” katanya.

Pesantren Culture Fest 2026 juga memperlihatkan peran kelompok kesenian lokal dalam mempertahankan tradisi pertunjukan di tengah perubahan kehidupan masyarakat.

Kesenian jaranan bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari ekspresi budaya yang memiliki hubungan dengan identitas dan kehidupan sosial masyarakat Kediri.

Keberadaan kelompok-kelompok kesenian yang masih aktif menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan tradisi tersebut.

Melalui pertunjukan bersama, para seniman memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kesenian mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, dukungan keamanan dari Polsek Pesantren memberikan ruang bagi kegiatan seni untuk berlangsung tanpa gangguan ketertiban.

Berdasarkan laporan Polsek Pesantren, seluruh rangkaian pertunjukan jaranan di Lapangan Gajahmada berlangsung lancar, tertib, aman, dan terkendali.

Kegiatan tersebut juga dilaporkan mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir.

Melalui pengamanan Pesantren Culture Fest 2026, Polsek Pesantren berupaya mendukung aktivitas kebudayaan masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian, komunitas seniman, dan warga dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page