Connect with us

Peristiwa

Polsek Mojoroto Kediri Intensifkan Pendekatan Humanis Dukung Operasi Pekat II Semeru

Published

on

Kediriselaludihati.com – Dalam rangka mendukung Operasi Pekat II Semeru 2025 yang tengah berlangsung sejak 1 hingga 14 Mei 2025, jajaran Polsek Mojoroto Polres Kediri Kota terus memperkuat pendekatan humanis melalui patroli dialogis dan sambang warga.

Salah satu bentuk kegiatan tersebut dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Tamanan, Bripka Sigit Sutanto, yang melaksanakan sambang ke pangkalan ojek konvensional di kawasan Terminal Bus Tamanan, Jumat (9/5/2025) sekitar pukul 10.45 WIB.

Dalam kegiatan ini, Bripka Sigit berdialog langsung dengan para tukang ojek, menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengimbau agar mereka selalu waspada terhadap potensi gangguan keamanan serta segera melapor apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif agar masyarakat, khususnya yang berada di lokasi publik seperti terminal, turut aktif menjaga lingkungan dari praktik-praktik penyakit masyarakat,” ujar AKP Wilu Swandoko, Plh. Kapolsek Mojoroto.

Terminal bus dan pangkalan ojek dinilai sebagai salah satu lokasi strategis yang berpotensi menjadi sasaran gangguan kamtibmas maupun aktivitas mencurigakan. Oleh karena itu, kehadiran polisi dalam bentuk patroli dialogis di tempat tersebut menjadi penting, terutama dalam konteks mendukung keberhasilan Operasi Pekat II Semeru.

Situasi selama kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari para pengemudi ojek yang merasa diperhatikan serta dilibatkan dalam menjaga lingkungan sekitar mereka. Pihak Polsek Mojoroto menegaskan akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin demi menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukumnya. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Malam Hari Polisi Perkuat Patroli di Pesantren, SPBU, Pertokoan dan Perbankan Jadi Sasaran Pengawasan

Published

on

Kediriselaludihati – Polsek Pesantren meningkatkan patroli malam dengan menyisir sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pengawasan, mulai dari perbankan dan mesin ATM, SPBU, pertokoan hingga kawasan permukiman di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Minggu (20/9/2026) malam.

Patroli dipimpin Pawas Polsek Pesantren Iptu Wahyudi dengan Padal Aiptu Sony W. Personel yang terlibat antara lain Aiptu Tamsirul A. dan Aiptu Yudha P.
Tim bergerak menyambangi sejumlah objek vital dan lokasi aktivitas masyarakat di wilayah hukum Polsek Pesantren.

Perbankan dan mesin ATM menjadi salah satu sasaran karena tetap dapat didatangi masyarakat pada malam hari. Polisi melakukan pemantauan di sekitar lokasi sekaligus menyampaikan pesan keamanan sebagai langkah pencegahan tindak kriminalitas.

Pengawasan serupa dilakukan di SPBU, pertokoan termasuk minimarket, serta kawasan perumahan dan permukiman.

Selain menyisir titik-titik tersebut, personel juga melakukan pemantauan terhadap kegiatan masyarakat yang masih berlangsung pada malam hari.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., melalui laporan kegiatan menyebut patroli diarahkan pada lokasi-lokasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat dan berpotensi menjadi sasaran kejahatan.

Menurut laporan tersebut, personel juga menyampaikan pesan kamtibmas saat menyambangi perbankan, ATM maupun kawasan permukiman sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kejahatan 3C.

Patroli malam tidak hanya dilakukan dengan menempatkan anggota pada satu lokasi. Petugas bergerak dari satu titik ke titik lainnya sehingga pengawasan dapat menjangkau beberapa kawasan dalam satu rangkaian kegiatan.

Pola patroli bergerak tersebut juga memungkinkan polisi memantau perubahan aktivitas masyarakat ketika sebagian besar kegiatan harian mulai berkurang.

Kawasan pertokoan dan SPBU, misalnya, masih memiliki aktivitas pada malam hari. Sementara lingkungan perumahan membutuhkan pengawasan berbeda ketika aktivitas warga mulai sepi.

Polsek Pesantren menempatkan patroli sebagai langkah preventif untuk mempersempit peluang terjadinya tindak kriminalitas. Kehadiran polisi di lapangan sekaligus membuka komunikasi dengan masyarakat maupun petugas yang bekerja pada malam hari.

Pengawasan terhadap ATM, pertokoan, SPBU dan permukiman tersebut menjadi bagian dari patroli rutin kepolisian pada jam-jam malam, terutama untuk mencegah potensi tindak kejahatan sebelum menimbulkan korban di tengah masyarakat. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Jadi Pembina Upacara di Sekolah, Satlantas Kediri Ajarkan Safety Riding dan Etika Berlalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota secara serentak mendatangi 11 SMP di Kota Kediri, Senin (21/9/2026) pagi. Polisi menjadi pembina upacara sekaligus memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada pelajar, dengan salah satu pesan utama meminta siswa yang masih berusia di bawah 17 tahun tidak mengendarai kendaraan bermotor.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan Unit Kamsel, KBO Satlantas, para Kanit Satlantas, Kaurmin, Kanit Lantas Polsek Urban beserta anggota serta personel Satlantas Polres Kediri Kota.

Sebelas sekolah yang menjadi sasaran kegiatan adalah SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 3, SMP Negeri 4, SMP Negeri 5, SMP Negeri 6, SMP Negeri 7, SMP Negeri 8 dan SMP Negeri 9 Kota Kediri. Edukasi serupa juga dilakukan di SMP Muhammadiyah 2 Kota Kediri dan SMP Tahfidz Al Mubarok Kediri.

Personel kepolisian mengambil posisi sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah tersebut. Momentum upacara hari Senin dimanfaatkan untuk berbicara langsung kepada siswa mengenai keselamatan di jalan raya.

Materi yang disampaikan berfokus pada safety riding dan etika berlalu lintas. Polisi menekankan pentingnya membangun disiplin sejak usia sekolah, meskipun sebagian besar siswa SMP belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor sendiri.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menjelaskan edukasi tersebut diarahkan untuk membentuk kesadaran berlalu lintas sejak dini.

Satlantas menekankan tiga sasaran utama, yakni membentuk kedisiplinan dan kepatuhan berlalu lintas, mendorong pelajar menjadi pelopor keselamatan, serta mengingatkan siswa agar tidak mengendarai kendaraan bermotor karena masih berusia di bawah 17 tahun.

Pesan terakhir menjadi perhatian karena siswa SMP berada pada kelompok usia yang umumnya belum memenuhi persyaratan usia untuk memiliki Surat Izin Mengemudi.

Karena itu, materi safety riding kepada siswa tidak diarahkan sebagai dorongan agar mereka mulai mengendarai sepeda motor. Edukasi lebih ditekankan pada pemahaman mengenai risiko di jalan, etika berlalu lintas dan pembentukan kebiasaan tertib sejak dini.

“Pesan yang disampaikan kepada siswa adalah membentuk kedisiplinan dan ketaatan berlalu lintas, menjadi pelopor keselamatan serta tidak berkendara karena usia mereka masih di bawah 17 tahun,” demikian materi yang disampaikan Satlantas dalam kegiatan tersebut.

Menurut Septia, pendidikan keselamatan kepada pelajar juga menjadi salah satu langkah pencegahan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kelompok usia sekolah.

Pendekatan melalui sekolah dipilih karena polisi dapat menjangkau siswa secara langsung dalam jumlah besar. Kepala sekolah dan guru juga terlibat dalam kegiatan, sehingga pesan keselamatan tidak berhenti setelah polisi meninggalkan sekolah.

Edukasi tersebut sekaligus mengajak siswa memahami bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya menjadi urusan pengendara. Pelajar dapat mengambil peran sebagai pengguna jalan yang tertib, baik ketika berjalan kaki, bersepeda maupun menjadi penumpang kendaraan.

Satlantas juga mendorong pelajar menjadi pelopor keselamatan di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah diharapkan dapat dibawa ke keluarga dan lingkungan pergaulan.

Kegiatan serentak di 11 SMP tersebut menjadi pendekatan preventif Satlantas Polres Kediri Kota untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas sebelum para siswa memasuki usia yang memenuhi syarat untuk mengendarai kendaraan bermotor.

Bagi kepolisian, membangun keselamatan jalan tidak cukup hanya melalui penindakan pelanggaran. Pendidikan sejak bangku sekolah menjadi bagian penting agar ketika kelak memenuhi persyaratan menjadi pengendara, pelajar telah memahami bahwa jalan raya merupakan ruang bersama yang menuntut disiplin dan tanggung jawab. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Dari Sapa Malam hingga Cipta Kondisi, Polisi Jaga Arus dan Cegah Balap Liar di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota menggelar rangkaian pengamanan lalu lintas sejak Minggu (20/9/2026) petang hingga menjelang tengah malam. Personel disebar di sejumlah persimpangan dan kawasan aktivitas masyarakat untuk mengurai potensi kepadatan, kemudian dilanjutkan patroli Blue Light serta cipta kondisi guna mengantisipasi balap liar dan potensi konflik perguruan silat.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 18.30 WIB melalui Sapa Malam. Personel piket staf Satlantas ditempatkan pada tujuh titik yang dinilai membutuhkan pemantauan dan pengaturan arus kendaraan.

Titik tersebut meliputi depan Grand Surya, depan Kediri Town Square, Simpang Tiga Patiunus, Simpang Empat Jembatan Brawijaya, Simpang Empat Alun-Alun, Simpang Tiga Panglima Polim serta Simpang Tiga sebelah selatan Rumah Sakit Bhayangkara.

Di bawah pengendalian Kanit Turjawali, personel melakukan pengaturan dan penguraian kendaraan untuk mengantisipasi kepadatan pada Minggu malam.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menyebut penempatan anggota dilakukan untuk menjaga pergerakan kendaraan pada sejumlah titik aktivitas masyarakat.

“Sapa Malam dilakukan melalui pengaturan dan penguraian arus untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sejumlah titik Kota Kediri,” kata Septia, merujuk pada pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sekitar pukul 19.00 WIB, pengawasan dilanjutkan melalui Blue Light Patrol di Simpang Empat Lonceng.

Anggota Patwal Satlantas menggunakan kendaraan roda empat untuk melakukan pemantauan arus sekaligus mengantisipasi gangguan kamtibmas. Patroli tersebut juga berada di bawah pengendalian Kanit Turjawali.

Blue Light menjadi bagian dari pengawasan bergerak pada malam hari. Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator sekaligus digunakan untuk menunjukkan keberadaan petugas pada ruas yang dipantau.

Menurut Septia, patroli diarahkan untuk menggabungkan pemantauan lalu lintas dengan langkah preventif terhadap gangguan keamanan di jalan.

“Blue Light dilakukan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus memantau arus lalu lintas dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas,” ujarnya, berdasarkan sasaran kegiatan.

Pengawasan kemudian berlanjut menjelang tengah malam dengan sasaran yang berbeda.

Mulai pukul 23.30 WIB, Satlantas menggelar apel cipta kondisi harkamtibmas yang dilanjutkan pengaturan dan pemantauan di Simpang Tiga Kodim Selatan serta Simpang Tiga Water Torn.

Kegiatan tersebut secara khusus diarahkan untuk mengantisipasi balap liar dan potensi konflik yang melibatkan perguruan silat.

Personel Satlantas ditempatkan pada dua titik tersebut untuk memantau aktivitas pengguna jalan sekaligus melakukan pengaturan apabila muncul konsentrasi kendaraan yang berpotensi mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Pada malam hingga menjelang dini hari, kegiatan difokuskan untuk mengantisipasi balap liar maupun potensi konflik perguruan silat dengan tetap melakukan pengaturan dan penguraian arus,” kata Septia, merujuk pada sasaran cipta kondisi.

Tiga kegiatan dalam satu malam tersebut memiliki fokus berbeda. Sapa Malam diarahkan pada tujuh titik untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Blue Light memperkuat pengawasan di Simpang Empat Lonceng, sedangkan cipta kondisi menjelang tengah malam memberi perhatian pada balap liar dan potensi konflik perguruan silat.

Pola pengamanan itu membuat pengawasan lalu lintas menyesuaikan perubahan aktivitas masyarakat berdasarkan waktu. Pada petang hari perhatian diberikan pada titik keramaian dan persimpangan, sedangkan menjelang tengah malam fokus bergeser pada aktivitas jalan yang berpotensi membahayakan pengguna lainnya.

Satlantas menempatkan pengaturan lalu lintas sebagai bagian dari pencegahan. Balap liar, misalnya, bukan sekadar pelanggaran lalu lintas karena penggunaan jalan untuk adu kecepatan juga dapat membahayakan pengendara maupun masyarakat yang melintas.

Karena itu, keberadaan personel pada malam hingga menjelang dini hari diarahkan untuk mendeteksi aktivitas tersebut sejak awal sekaligus menjaga ruas jalan tetap dapat digunakan masyarakat sebagaimana mestinya. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page