Peristiwa
Puluhan Ribu Santri dan Alumni Al Falah Ploso Padati Harlah 1 Abad
Kediriselaludihati -Pondok Pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri menggelar acara puncak peringatan harlah 100 tahun dengan suasana penuh khidmat, Rabu malam (1/1/2025)
Acara ini menjadi puncak dari serangkaian kegiatan besar yang dilaksanakan untuk memperingati perjalanan 1 abad pondok pesantren yang telah berkontribusi signifikan bagi pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia.
Acara dimulai pada pukul 17.56 WIB dengan Adzan Maghrib dan shalat berjamaah, dilanjutkan dengan Khotmil Qur’an dan Tahlil yang dipimpin oleh Gus H. Musthofa Hadi hingga waktu Isya.
Kegiatan ini mengajak seluruh hadirin untuk merefleksikan perjuangan para pendiri pesantren, khususnya KH. Ahmad Djazuli Utsman dan Nyai Hj. Rodliyah, dalam mendirikan dan mengembangkan Al Falah Ploso selama satu abad terakhir.
Pra-acara pada pukul 19.15 WIB menyuguhkan pengajian Kitab Hikam yang disampaikan KH Nurul Huda Djazuli.Sebagai pengingat, kitab-kitab yang diajarkan di Al Falah memiliki sanad langsung dari ulama besar seperti Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari.
Pembukaan dan Sambutan
Acara resmi dimulai pukul 20.15 WIB, dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tajuddin Faqih dan Ma’sum. Sambutan disampaikan oleh Gus H. M. Ma’mun atas nama keluarga besar pesantren dan panitia harlah 1 abad.
“Perjuangan Mbah Yai Djazuli dan Nyai Rodliyah menjadi inspirasi bagi kita semua. Seratus tahun bukan waktu yang singkat, namun ini baru awal dari perjalanan panjang khidmah pesantren untuk bangsa. Peringatan 1 abad ini adalah refleksi perjalanan bagi kami generasi penerus agar tetap istiqomah,” ujar Gus Ma’mun Ketua Umum 1 Abad Al Falah
Al Falah Award: Penghargaan untuk Para Pejuang
Dalam puncak acara 1 abad ini Ponpes Al Falah Ploso juga membeikan apresiasi yang dikemas dalam Al Falah Award yang diberikan dalam beberapa kategori.
1. Tokoh Inspiratif: Penghargaan diberikan kepada Kyai Ma’ruf Kedunglo dan Kyai Mu’in Durenan, yang diserahkan langsung oleh Gus Umar Faruq dan Nyai Hj. Lailatul Badriyah.
2. Sanad Keilmuan: Pondok-pondok pesantren yang memiliki hubungan erat dengan Al Falah, seperti PP Gondanglegi, PP Sono Sidoarjo, dan PP Tebuireng, menerima penghargaan ini.
3. Pesantren Sahabat: PP Lirboyo Kediri mendapatkan penghargaan ini atas hubungan historis dan eratnya kerja sama antarpondok.
4. Alumni Generasi Terpanjang: Diberikan kepada Kiai Jajuli Wonosobo dan Kiai Mahalli Blitar sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka.
5.Khodimul Ma’had Berdedikasi Tinggi diberikan kepada tiga tokoh penting yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pengabdian mereka kepada pesantren. Penerima penghargaan ini adalah KH. Ashfar Bushoir, KH. Arsyad Bushoir, dan KH. Ardani Ahmad.
Testimoni dan Doa dari Para Tokoh
Testimoni dari tokoh-tokoh nasional seperti Prof. Dr. (H.C) KH. Ma’ruf Amin, Wapres ke-13 RI, KH. Kafabihi Mahrus Pengasuh Ponpes Lirboyo, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA dan dua Menko dan 1 Menteri Kabinet Presiden Prabowo Dr. (H.C) Abdul Muhaimin Iskandar, Dr (H.C) Zulkifli Hasan dan Gus Syaifullah Yusuf menteri sosial (datang lebih awal) menambah kehangatan acara. dan sambutan secara virtual dari tokoh nasional seperti Kapolri dan tokoh-tokoh lainnya.
Mereka menyampaikan kesan mendalam tentang kontribusi Pondok Al Falah dalam membangun generasi dengan semboyan ‘Afdlolutthuruqi ilallah thoriqotutta’lim watta’allum.
“Pondok ini adalah salah satu bukti nyata bahwa perjuangan ulama tidak pernah sia-sia. Pesantren Al Falah adalah pabriknya kiai sejak 100 tahun lalu. Dan produk kiai itu telah membuat pabrik-pabrik lagi. Semoga Al Falah terus menjadi mercusuar ilmu dan dakwah,” kata Prof. Dr. (H.C) KH. Ma’ruf Amin, Wapres ke-13 RI.
Sementara itu Ketua PBNU KH. Yahya Kholil Staquf yang datang lebih awal menyampaikan atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menghanturkan selamat 100 tahun pondok pesantren Al Falah Ploso Mojo Kediri.
“Telah 100 tahun pondok pesantren yang didirikan oleh Kiai Ahmad Djazuli Utsman mempersembahkan khidmah paripurna menjadi sandaran barokah ilmu bagi santri-santrinya. Meninggalkan jejak jejak berskala peradaban yang luar biasa.Masyarakat ahlusunnah wal jamaah dan jamiah Nahdlatul Ulama berhutang besar pada jasa jasa ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri ini dan para masayikhnya. Semoga keberkahan Al Falah dilanggengkan oleh Allah SWT,” kata KH Yahya.
Acara ditutup dengan Dawuh Masyayikh oleh KH. Nurul Huda Djazuli dan doa bersama .
Kegiatan ini sendiri dihadiri puluhan ribu alumni dan santri dari berbagai penjuru Indonesia.
Harlah 100 Tahun Pondok Pesantren Al Falah Ploso bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk merenungkan perjalanan panjang pondok dalam melahirkan generasi penerus bangsa. Dengan berbagai program dan penghargaan, acara ini menjadi bukti nyata komitmen Al Falah Ploso dalam menjaga tradisi keilmuan sambil menjawab tantangan zaman.
“Semoga peringatan ini menjadi tonggak baru dalam upaya kita melanjutkan perjuangan para pendiri, membawa pesantren menuju abad berikutnya dengan penuh khidmah dan kontribusi nyata,” tutup Gus H. M. Ma’mun.
Seperti diketahui peringatan 1 Abad Pondok Pesantren Al Falah selain dihadiri tokoh penting juga dihadiri tokoh kalangan pesantren KH. Abdul Hakim Mahfudz dari Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Lukman Haris Dimyathi beserta rombongan dari Pondok Pesantren Tremas, dan K. Muhammad Nasih beserta rombongan dari Pondok Pesantren Mojosari.KH Hasan Abdullah Sahal Pengasuh Ponpes Gontor Ponorogo, KH.Najih Maimoen Zubair Pengasuh Ponpes Al Anwar Rembang dan juga perwakilan pesantren yang pernah dijadikan nyantri KH Djazuli Ustman.
Keberadaan tokoh-tokoh lainya seperti Dir Intel Polda Jatim, Karo SDM Polda Jatim, hinhha Kapolres Kediri Kota ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap peringatan satu abad Pondok Pesantren Al Falah, sebuah momentum reflektif yang penuh makna bagi perjalanan pondok pesantren ini.
Kilas Balik Perjalanan Ploso dalam 1 Abad
Pondok Pesantren Al Falah Ploso, salah satu pesantren besar di Indonesia, kini genap berusia 1 abad. Berdiri kokoh sejak 1 Januari 1925, pesantren ini merupakan buah perjuangan luar biasa dari pasangan suami istri KH Djazuli Utsman dan Nyai Hj Rodliyah.
Keduanya dikenal sebagai sosok visioner yang mendedikasikan hidup untuk pendidikan Islam dan pengembangan pesantren.
Perjalanan Hidup KH Djazuli Utsman
KH Djazuli Utsman lahir pada 16 Mei 1900 di Kediri. Ia berasal dari keluarga religius, putra Raden Mas Muhammad Utsman, seorang penghulu di Ploso, dan Mas Ajeng Muntaqinah, keturunan mubaligh. Sejak kecil, Djazuli dikenal cerdas dan disiplin, terbukti dari pendidikannya yang meliputi Sekolah Rakjat, MULO, HIS, hingga Sekolah Kedokteran Pribumi (STOVIA) di Batavia.
Namun, nasihat dari KH Muhammad Ma’ruf, seorang ulama dari Kedunglo, Kediri, mengubah arah hidupnya. Ia disarankan untuk meninggalkan pendidikan formal dan mendalami ilmu agama di pesantren.
Sebagai anak yang berbakti, Djazuli mengikuti saran tersebut dan memulai perjalanan panjang menuntut ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain, termasuk di Gondanglegi (Nganjuk), Pesantren Sono (Sidoarjo), Sekarputih (Nganjuk), hingga Tebuireng (Jombang) di bawah asuhan Hadratus Syekh KH Hasyim Asya’ri.
Rihlah Ilmiah dan Mendirikan Pesantren
Perjalanan intelektual Djazuli tidak hanya di tanah air. Pada 1922, ia menunaikan ibadah haji dan memperdalam ilmu agama di Masjidil Haram, Makkah. Namun, situasi politik yang memanas akibat kudeta Wahabi memaksanya kembali ke Indonesia. Sepulangnya, Djazuli melanjutkan pengabdian dengan mendirikan Pondok Pesantren Al Falah di Ploso pada 1 Januari 1925 .
Dengan tekad yang kuat, sebelumnya pada pertengahan 1924 Kiai Djazuli mengajukan surat permohonan pemantauan kepada pemerintah kolonial Belanda. Dan pada 1 Januari 1925 surat tersebut turun.
Proses itu sebagai cara formal untuk mendirikan bangunan madrasah baru demi memperluas kapasitas pesantren.
Pesantren ini dimulai dengan hanya 12 santri. Dengan tekad yang kuat, Djazuli mengembangkan pesantren ini meskipun awalnya masih menggunakan serambi masjid sebagai tempat belajar.
Berkat kegigihannya, pesantren berkembang pesat, baik dari segi jumlah santri maupun fasilitas. Ia bahkan berkeliling ke berbagai daerah seperti Kediri, Tulungagung, dan Blitar untuk menggalang dana guna membangun asrama dan madrasah.
Peran Nyai Hj Rodliyah: Srikandi di Balik Kesuksesan Pesantren
Nyai Hj Rodliyah, istri KH Djazuli Utsman, lahir di Durenan, Trenggalek, pada tahun 1912. Terlahir dalam lingkungan pesantren, ia mendapatkan pendidikan agama langsung dari ayahnya, KH Mahyin. Setelah menikah dengan KH Djazuli pada 15 Agustus 1930, Nyai Rodliyah menjadi pendamping setia yang tidak hanya mendukung, tetapi juga memimpin roda ekonomi pesantren.
Salah satu ungkapannya yang terkenal adalah, “Pun, sampean ngaji mawon, kulo sing ngurusi sangu” (Sudah, sampean fokus mengaji, saya yang mengurus kebutuhan keluarga). Ia berdagang kain keliling dan berjualan sayur untuk mencukupi kebutuhan pesantren, sementara KH Djazuli fokus pada pendidikan santri.
Nyai Rodliyah juga dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin dalam ibadah. Ia rutin menjalankan shalat tahajud, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur’an hingga khatam setiap tiga hingga lima hari sekali. Keteguhan hati dan dedikasinya menjadikan beliau sebagai teladan ummul ma’had, ibunda pesantren.
Perkembangan Pesantren Al Falah
Pesantren Al Falah tumbuh menjadi lembaga pendidikan Islam yang besar. Pada 1928, dibangun asrama pertama bernama Pondok Darussalam, disusul Pondok Cahaya sebagai tempat mujahadah. Pada 1939, dibangun Kompleks Andayani yang dilengkapi dengan mushola dan gedung asrama dua lantai.
Hingga kini, pesantren ini terus berkembang dan menjadi pusat pendidikan berbasis salaf yang tidak hanya mendidik ribuan santri, tetapi juga melahirkan banyak ulama dan tokoh masyarakat. Di bawah kepemimpinan putra-putri mereka, seperti KH Ahmad Zainuddin Djazuli (wafat 2021),KH. Nurul Huda Djazuli,KH. Chamim Tohari Djazuli /Gus Miek (wafat 1993), KH. Fuad Mun’im Djazuli (wafat 2020), KH. Munif Djazuli (wafat 2012) dan Nyai Hj. Lailatul Badriyah Djazuli , Al Falah terus melestarikan tradisi keilmuan Islam.
Betapa luar biasanya KH Ahmad Djazuli Utsman memiliki kedekatan dengan Allah SWT mengambil tarekat yang paling berat, yang paling tidak menjanjikan yaitu tarekat ta’lim wa ta’allum (belajar dan mengajar).
Selain itu Kiai Djazuli juga memiliki semboyan ‘Afdlolutthuruqi ilallah thoriqotutta’lim watta’allum. Kiai Djazuli juga Istiqamah fi ibadah wa ubudiyah, istiqamah fi ta’lim wa ta’allum. Seperti yang disampaikan KH Nurul Huda Djazuli , Kiai Djazuli sehari ngaji tidak kurang dari 15 bahkan sampai 18 kitab setiap hari.
Yang tidak kalah ekstrem ,Kiai Djazuli isetiap hari selalu mengingatkan putra putrinya dengan kata-kata , addunya jifah Wathullabuha kilab. (dunia itu bangkai dan siapa yang mencarinya adalah anjing)
Peninggalan Abadi
KH Djazuli wafat pada 22 Oktober 1967, meninggalkan warisan berupa pesantren yang menjadi cahaya ilmu bagi umat Islam. Sementara Nyai Hj Rodliyah wafat pada 11 September 1996, di usia 84 tahun. Keduanya telah memberikan teladan tentang keikhlasan, perjuangan, dan pengabdian yang tiada henti untuk pendidikan Islam.
Pesantren Al Falah Ploso, yang kini berusia 1 abad, adalah bukti nyata dari perjuangan pasangan ini. Dengan tema peringatan “Melestarikan Ngaji, Meneguhkan Khidmah Al Falah untuk Bangsa,” generasi penerus diharapkan dapat terus menjaga dan mengembangkan warisan keilmuan ini untuk umat dan bangsa.
“Saya mohon doa kepada semua agar Pondok Pesantren Al-Falah yang usianya sudah 1 abad ini bisa lestari, dan istiqamah hingga Yaumil Qiyamah. Serta anak, dan cucu KH Ahmad Djazuli Utsman diberikan himmah aliyah (semangat tinggi),” pinta KH Abdurrahman Al Kautsar, salah satu pengasuh Ponpes Al Falah Ploso Mojo Kediri. (aro)
Peristiwa
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Kota Bangun Karakter Anggota Melalui Pembinaan Rohani dan Mental
Kediriselaludihati.com – Kepolisian Resor Kediri Kota terus melaksanakan pembinaan rohani dan mental bagi personelnya melalui program Karomah atau Kamis, Rohani, dan Mental sampai di Hati. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrahim, lingkungan Mapolres Kediri Kota, pada Kamis (15/10/2026).
Program yang dimulai pukul 08.00 WIB itu diikuti oleh jajaran pejabat utama, perwira Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, anggota Polri, serta pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan kepolisian.
Pembinaan rohani dan mental ini menjadi salah satu kegiatan internal kepolisian yang diarahkan untuk memperkuat nilai keagamaan, kedisiplinan, dan kesadaran moral personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa program Karomah dilaksanakan dengan rangkaian pembacaan Surah Yasin, ceramah agama, dan doa bersama.
“Kegiatan Karomah dilaksanakan di Masjid Baiturrahim Polres Kediri Kota, diawali pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan ceramah agama dan doa yang dipimpin Ustaz Mohammad Taufik,” ungkap Kompol Riko Saksono.
Kegiatan dibuka oleh Kasubbag Watpers Bag SDM Polres Kediri Kota AKP Karyawan Hadi, S.H., M.H., sebelum dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin secara bersama-sama.
Selanjutnya, Ustaz Mohammad Taufik, S.Pd.I., memberikan ceramah agama sekaligus memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta.
Pembinaan spiritual bagi anggota kepolisian memiliki arti penting karena tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dan profesionalisme, tetapi juga integritas, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, anggota Polri berhadapan dengan berbagai persoalan masyarakat yang menuntut ketegasan sekaligus sikap humanis.
Karena itu, pembinaan mental dan rohani diharapkan dapat menjadi sarana refleksi bagi personel untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tugas, kehidupan pribadi, dan tanggung jawab sosial.
Program Karomah juga menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antarpersonel, baik dari satuan kerja di tingkat polres maupun polsek jajaran.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara bersama-sama, nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan kepedulian diharapkan semakin tertanam dalam lingkungan kerja kepolisian.
Pembinaan semacam ini juga relevan dengan upaya membangun budaya pelayanan publik yang mengedepankan kejujuran, kesantunan, serta penghormatan terhadap masyarakat.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung Polres Kediri Kota.
Meski demikian, pembentukan karakter personel tidak hanya ditentukan oleh kegiatan pembinaan rohani, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepolisian sehari-hari.
Dengan demikian, program Karomah dapat menjadi salah satu sarana penguatan nilai moral yang perlu diikuti penerapan nyata dalam pelaksanaan tugas.
Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono menyampaikan dalam laporannya bahwa seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Melalui kegiatan pembinaan rohani dan mental tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mempunyai landasan moral yang kuat dalam melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. (res/an)
Peristiwa
Zulhas Kunjungi Koperasi Desa Merah Putih di Kediri, Dorong Harga Sembako Murah dan Penyerapan Gabah Petani
Kediriselaludihati.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan meninjau operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sonorejo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, pada Kamis (15/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan bahwa koperasi harus menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membantu petani memasarkan hasil pertaniannya.
Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas tiba di lokasi sekitar pukul 12.05 WIB bersama Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata dan rombongan pejabat pemerintah pusat.
Kedatangan rombongan disambut Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pengurus koperasi. Penampilan seni tari tradisional turut menyambut kedatangan Menko Pangan.
Dalam arahannya, Zulhas menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih merupakan lembaga ekonomi milik masyarakat yang harus dikelola secara profesional dan memberikan manfaat langsung kepada warga.
“KDKMP ini merupakan milik seluruh warga. Kepala desa sebagai dewan pengawas dibantu oleh ketua koperasi dan seluruh pegawai, termasuk manajer koperasi,” kata Zulkifli Hasan saat memberikan arahan di KDMP Sonorejo.
Menurutnya, pengelolaan koperasi harus disertai pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja pengurus maupun pegawai.
Ia menyampaikan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan dalam periode dua tahun. Apabila ditemukan pengelola yang tidak mampu menjalankan tugas secara optimal, pergantian dapat dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Salah satu perhatian utama Menko Pangan adalah keterjangkauan harga bahan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Zulhas menyebut koperasi harus menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, elpiji, hingga pupuk bagi petani.
“Tujuan koperasi ini agar warga bisa membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling murah. Petani bisa mengambil pupuk di sini, gas LPG, minyak goreng, beras, dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan harga beras yang ditargetkan tersedia melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
“Satu kilogram beras di seluruh KDKMP hanya Rp12.500, berlaku di seluruh Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam kunjungannya, mengingat harga kebutuhan pokok berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat.
Meski demikian, laporan kunjungan belum merinci jenis maupun kualitas beras yang dimaksud, mekanisme penetapan harga, serta ketersediaan stok di setiap koperasi. Karena itu, angka Rp12.500 per kilogram merupakan harga yang disampaikan Menko Pangan dalam kunjungan tersebut, bukan hasil verifikasi harga jual di seluruh gerai koperasi.
Selain distribusi sembako, Zulhas menekankan pentingnya koperasi dalam memperkuat posisi petani di tingkat desa.
Menurutnya, koperasi tidak boleh hanya menjadi tempat penjualan barang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus mampu membantu pemasaran hasil pertanian.
Salah satu bentuk dukungan yang disampaikan adalah menghubungkan petani dengan Perum Bulog untuk penyerapan gabah.
“Selain distribusi kebutuhan pokok, KDKMP juga membantu pemasaran hasil pertanian dan menghubungkan petani dengan Bulog untuk penyerapan gabah,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, koperasi diharapkan dapat menjalankan dua fungsi sekaligus, yakni menyediakan kebutuhan masyarakat dan membantu memperluas akses pasar bagi hasil pertanian.
“Kami berharap koperasi ini tidak hanya menjadi tempat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi desa,” tegas Zulhas.
Ia juga mengajak pengurus koperasi dan pemerintah daerah menjadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
“Mari kita jadikan KDKMP sebagai pusat kegiatan ekonomi desa, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus wadah pemberdayaan petani dan penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Kunjungan ke KDMP Sonorejo merupakan bagian dari rangkaian pemantauan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam laporan kegiatan disebutkan terdapat 107 titik operasional yang menjadi bagian dari agenda pemantauan tersebut.
Selain memberikan arahan, Zulkifli Hasan meninjau gerai koperasi untuk melihat kesiapan fasilitas dan pelaksanaan kegiatan usaha.
Ia juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang tersedia di lokasi.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari pemantauan fungsi koperasi sebagai sarana pelayanan ekonomi dan kegiatan masyarakat di tingkat desa.
Dalam kunjungan itu, Zulhas didampingi Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, Deputi BP BUMN Hambra Samal, Deputi BUMN Wahyu Setyawan, serta sejumlah pejabat terkait.
Turut hadir Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota dan Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Tatang Yuliono.
Dari unsur pemerintah daerah dan Forkopimda, hadir Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri Ismaya Hera Wardanie, Ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri Edi Subagiyo, serta Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro.
Hadir pula Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, perwakilan pemerintah kecamatan, jajaran BNI, dan pengurus KDMP Sonorejo.
Manager KDMP Sonorejo Biswatul Hikmah turut mengikuti rangkaian kunjungan tersebut.
Sebelum tiba di Sonorejo, Zulkifli Hasan bersama rombongan mendarat di Bandar Udara Internasional Dhoho Kediri sekitar pukul 11.41 WIB.
Rombongan kemudian disambut jajaran Forkopimda sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju lokasi koperasi.
Untuk memastikan kelancaran kunjungan kerja, aparat kepolisian melaksanakan pengamanan dan pengawalan sejak kedatangan rombongan di bandara hingga pelaksanaan kegiatan di Desa Sonorejo.
Apel persiapan pengamanan dilaksanakan di Polsek Grogol pada pukul 09.30 WIB, dipimpin Wakapolsek Grogol Iptu Agus Susanto.
Pengamanan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak protokoler kementerian, pengelola bandara, serta jajaran kepolisian yang bertugas di sepanjang jalur kunjungan.
Setelah melakukan peninjauan gerai koperasi dan memberikan keterangan kepada awak media, Zulkifli Hasan meninggalkan KDMP Sonorejo sekitar pukul 12.40 WIB.
Rombongan kembali ke Bandara Internasional Dhoho Kediri dan bertolak menuju Bandara Juanda Surabaya sekitar pukul 13.14 WIB.
Agenda selanjutnya adalah peninjauan Koperasi Desa Merah Putih Tambakrejo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, untuk kegiatan peninjauan, dialog, dan transaksi.
Kunjungan Menko Pangan di Sonorejo juga menjadi perhatian dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai salah satu program strategis pemerintah untuk memperkuat perekonomian desa.
Keberhasilan program tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh keberadaan bangunan dan gerai koperasi, tetapi juga oleh ketersediaan barang, harga yang kompetitif, kemampuan pengelola, serta manfaat ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Bagi petani, efektivitas koperasi dalam menyediakan kebutuhan produksi dan membuka akses pemasaran hasil panen akan menjadi bagian penting dalam menilai manfaat program.
Sementara bagi masyarakat umum, ketersediaan sembako dengan harga terjangkau menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan koperasi.
Melalui kunjungan ini, pemerintah pusat mendorong agar KDMP Sonorejo dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang berkelanjutan.
Seluruh rangkaian kunjungan kerja Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata di wilayah Kediri dilaporkan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (res/an)
Peristiwa
Tanaman Padi Terdampak Kekeringan, Bhabinkamtibmas Polsek Mojoroto Dampingi Pemeriksaan Irigasi di Tiga Kelurahan Kota Kediri
Kediriselaludihati.com – Persoalan kekurangan air yang dialami tanaman pertanian di wilayah Kelurahan Bujel, Ngampel, dan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendapat perhatian aparat kepolisian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel Aipda Yuda Kuswantoro, S.Sos., bersama perangkat kelurahan dan petugas BBWS Brantas turun langsung melakukan pengecekan pengairan di Lingkungan Jombok, Kelurahan Bujel, pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.
Pengecekan dilakukan menyusul adanya tanaman, termasuk padi, yang mengalami kekurangan air di kawasan pertanian Bujel, Ngampel, dan Gayam.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kepolisian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Bhabinkamtibmas dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas melaksanakan pengecekan pengairan tanaman atau padi yang mengalami kekeringan di wilayah Bujel, Ngampel, dan Gayam,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, karena persoalan pengairan pertanian berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan kebutuhan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan pertanian.
Pemeriksaan lapangan menjadi langkah untuk melihat kondisi pengairan dan mengidentifikasi persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Ketersediaan air merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman padi. Kekurangan pasokan air dalam jangka waktu tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko penurunan produktivitas.
Karena itu, koordinasi antara petani, pemerintah kelurahan, dan instansi pengelola sumber daya air diperlukan agar persoalan yang terjadi dapat diketahui secara tepat.
Keterlibatan BBWS Brantas dalam pengecekan tersebut menjadi bagian dari koordinasi teknis mengenai kondisi pengairan di kawasan pertanian yang dilaporkan mengalami kekeringan.
Sementara itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menunjukkan peran kepolisian dalam mendampingi kegiatan masyarakat dan mendukung komunikasi antara warga dengan instansi terkait.
Meski demikian, laporan Polsek Mojoroto belum menjelaskan secara terperinci penyebab kekurangan air yang dialami tanaman di tiga kelurahan tersebut.
Belum terdapat pula data mengenai luas lahan terdampak, jumlah petani yang mengalami kesulitan pengairan, maupun tingkat kerusakan tanaman.
Hasil pemeriksaan teknis BBWS Brantas dan rencana tindak lanjut penanganan juga belum dicantumkan dalam laporan.
Dengan demikian, pengecekan yang dilakukan belum dapat disimpulkan telah menyelesaikan persoalan kekeringan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keberlangsungan pertanian di kawasan perkotaan.
Meskipun berada di wilayah Kota Kediri, keberadaan lahan pertanian di Bujel, Ngampel, dan Gayam tetap berkaitan dengan kebutuhan produksi pangan dan keberlanjutan usaha petani.
Kondisi pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penentu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen sesuai potensi lahan.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto dalam laporannya memastikan bahwa kegiatan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas berlangsung aman, terkendali, serta lancar.
Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi mengenai langkah teknis lanjutan maupun jadwal penanganan pengairan di kawasan pertanian yang terdampak kekurangan air. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
