Uncategorized
Ratusan Warga Ngadiluwih Bergerak ke Mojo, Polisi Antisipasi Aksi Susulan terkait Polemik Sound Horeg
Kediriselaludihati.com – Sekitar 500 warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, mendatangi sekretariat Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Kediri Bangkit (LSM AKB) di Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Selasa (13/10/2026) malam. Aksi tersebut dipicu keberatan warga terhadap unggahan media sosial mengenai kegiatan karnaval sound horeg di Desa Dukuh.
Massa datang untuk meminta klarifikasi sekaligus mempertanyakan legalitas organisasi tersebut. Namun, upaya warga menemui pengurus LSM AKB tidak membuahkan hasil karena pihak yang hendak dimintai penjelasan tidak berada di lokasi.
Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H., menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan kepolisian, aksi tersebut diikuti sekitar 500 warga dengan menggunakan kurang lebih 200 sepeda motor.
“Ratusan warga Desa Dukuh mendatangi Desa Ngadi untuk meminta klarifikasi terkait unggahan mengenai karnaval sound horeg. Namun, saat perwakilan warga mendatangi sekretariat LSM AKB dan rumah humasnya, pihak yang hendak ditemui tidak berada di lokasi,” kata Iptu Mahmud.
Berdasarkan laporan kepolisian, warga mulai berkumpul di Lapangan Desa Dukuh sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka kemudian berangkat menuju Kecamatan Mojo pada pukul 19.00 WIB.
Rombongan tiba di Desa Ngadi sekitar pukul 19.50 WIB. Aksi tersebut dikoordinasikan Manon, yang merupakan kepala dusun di Desa Dukuh.
Sekitar pukul 20.00 WIB, sebanyak 20 perwakilan warga mendatangi sekretariat LSM Aliansi Kediri Bangkit untuk menyampaikan tuntutan.
Namun, tidak ada pengurus maupun anggota organisasi tersebut yang dapat ditemui.
Perwakilan warga kemudian bergerak menuju rumah Arif Fatikunada, yang disebut sebagai humas LSM AKB, sekitar pukul 20.25 WIB. Arif juga tidak berada di rumah saat rombongan datang.
Setelah menunggu tanpa memperoleh kesempatan bertemu, perwakilan warga kembali bergabung dengan massa sekitar pukul 20.40 WIB.
Lima menit kemudian, seluruh rombongan meninggalkan Desa Ngadi dan kembali menuju Desa Dukuh.
Mahmud menjelaskan bahwa terdapat tiga persoalan yang menjadi pokok tuntutan warga.
Pertama, warga mempertanyakan legalitas LSM Aliansi Kediri Bangkit, termasuk dasar pendirian dan status kelembagaannya.
Kedua, warga meminta klarifikasi atas unggahan media sosial yang berkaitan dengan kegiatan karnaval sound horeg di Desa Dukuh.
Ketiga, warga menghendaki penjelasan mengenai dasar, maksud, dan tujuan penyampaian informasi tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Sebelum aksi berlangsung, kepolisian telah melakukan pendalaman informasi dan koordinasi lintas wilayah untuk mengantisipasi pergerakan massa.
Informasi awal mengenai rencana aksi diperoleh antara lain melalui komunikasi dengan Kepala Desa Dukuh Junaidi Setiawan dan perangkat desa setempat.
Polsek Ngadiluwih dan Polsek Mojo kemudian berkoordinasi untuk memantau situasi di wilayah asal massa maupun lokasi yang menjadi tujuan aksi.
“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan koordinasi antarpihak agar penyampaian aspirasi tidak berkembang menjadi gangguan keamanan. Penyelesaian melalui komunikasi dan klarifikasi tetap menjadi langkah yang diutamakan,” ujar Mahmud. [Draf kutipan, menunggu konfirmasi]
Menurut laporan kepolisian, koordinator aksi tidak menyampaikan surat pemberitahuan kegiatan kepada Polres Kediri maupun Polres Kediri Kota.
Meski demikian, laporan tersebut tidak mencatat adanya penangkapan, korban, ataupun kerusakan selama aksi berlangsung.
Kepolisian juga belum melaporkan adanya bentrokan antara warga Desa Dukuh dan masyarakat Desa Ngadi.
Setelah aksi berakhir, Polsek Mojo melakukan evaluasi terhadap potensi perkembangan situasi keamanan.
Salah satu perhatian aparat adalah kemungkinan munculnya aksi susulan karena warga belum berhasil menemui pengurus LSM AKB untuk memperoleh klarifikasi.
Selain itu, perdebatan di media sosial berpotensi memperkeruh persoalan apabila tidak disertai informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kemungkinan adanya aksi lanjutan tetap perlu diantisipasi. Kami mendorong semua pihak mengedepankan dialog dan menjaga situasi agar tetap aman serta kondusif,” kata Mahmud.
Sebagai tindak lanjut, Polsek Mojo merekomendasikan peningkatan koordinasi dengan Polsek Ngadiluwih serta pemantauan perkembangan persoalan di lapangan.
Bhabinkamtibmas bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat juga didorong melakukan pendekatan persuasif kepada warga.
Sementara itu, pemantauan media sosial diperlukan untuk mengidentifikasi unggahan yang berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut.
Langkah pencegahan tersebut dinilai penting mengingat aksi melibatkan massa dalam jumlah besar dan menyasar sekretariat organisasi yang berkaitan dengan rumah tinggal salah satu pengurusnya.
Kepolisian berupaya memastikan penyampaian aspirasi masyarakat tetap berlangsung sesuai ketentuan hukum dan tidak berkembang menjadi intimidasi ataupun tindakan persekusi.
Di sisi lain, materi unggahan yang menjadi pokok keberatan warga masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi secara berimbang.
Laporan kepolisian belum memuat isi lengkap unggahan yang dipersoalkan maupun tanggapan resmi dari pengurus LSM Aliansi Kediri Bangkit.
Status legalitas organisasi yang dipertanyakan warga juga belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan tuntutan dalam aksi tersebut.
Karena itu, persoalan mengenai unggahan karnaval sound horeg dan keberatan warga masih memerlukan penjelasan dari pihak-pihak terkait.
Aksi tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang dijadwalkan pada 10 hingga 21 Oktober 2026.
Operasi itu berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor, dan kejahatan jalanan.
Adapun penanganan aksi warga Desa Dukuh merupakan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui koordinasi kepolisian lintas wilayah serta pendekatan persuasif.
Laporan kepolisian tidak menyebutkan bahwa pengamanan aksi tersebut merupakan penugasan khusus dalam Operasi Sikat Semeru 2026.
Hingga rombongan meninggalkan Desa Ngadi sekitar pukul 20.45 WIB, belum terlaksana pertemuan klarifikasi antara warga dan pihak LSM AKB.
Kepolisian masih mengantisipasi kemungkinan perkembangan persoalan sembari mendorong penyelesaian melalui dialog agar polemik unggahan karnaval sound horeg tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat. (res/an)
Peristiwa
Tanaman Padi Terdampak Kekeringan, Bhabinkamtibmas Polsek Mojoroto Dampingi Pemeriksaan Irigasi di Tiga Kelurahan Kota Kediri
Kediriselaludihati.com – Persoalan kekurangan air yang dialami tanaman pertanian di wilayah Kelurahan Bujel, Ngampel, dan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendapat perhatian aparat kepolisian bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel Aipda Yuda Kuswantoro, S.Sos., bersama perangkat kelurahan dan petugas BBWS Brantas turun langsung melakukan pengecekan pengairan di Lingkungan Jombok, Kelurahan Bujel, pada Kamis (15/10/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.
Pengecekan dilakukan menyusul adanya tanaman, termasuk padi, yang mengalami kekurangan air di kawasan pertanian Bujel, Ngampel, dan Gayam.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kepolisian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pendampingan Bhabinkamtibmas dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bhabinkamtibmas Kelurahan Bujel bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas melaksanakan pengecekan pengairan tanaman atau padi yang mengalami kekeringan di wilayah Bujel, Ngampel, dan Gayam,” kata Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, karena persoalan pengairan pertanian berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air dan kebutuhan masyarakat yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan pertanian.
Pemeriksaan lapangan menjadi langkah untuk melihat kondisi pengairan dan mengidentifikasi persoalan yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi terkait.
Ketersediaan air merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman padi. Kekurangan pasokan air dalam jangka waktu tertentu dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko penurunan produktivitas.
Karena itu, koordinasi antara petani, pemerintah kelurahan, dan instansi pengelola sumber daya air diperlukan agar persoalan yang terjadi dapat diketahui secara tepat.
Keterlibatan BBWS Brantas dalam pengecekan tersebut menjadi bagian dari koordinasi teknis mengenai kondisi pengairan di kawasan pertanian yang dilaporkan mengalami kekeringan.
Sementara itu, kehadiran Bhabinkamtibmas menunjukkan peran kepolisian dalam mendampingi kegiatan masyarakat dan mendukung komunikasi antara warga dengan instansi terkait.
Meski demikian, laporan Polsek Mojoroto belum menjelaskan secara terperinci penyebab kekurangan air yang dialami tanaman di tiga kelurahan tersebut.
Belum terdapat pula data mengenai luas lahan terdampak, jumlah petani yang mengalami kesulitan pengairan, maupun tingkat kerusakan tanaman.
Hasil pemeriksaan teknis BBWS Brantas dan rencana tindak lanjut penanganan juga belum dicantumkan dalam laporan.
Dengan demikian, pengecekan yang dilakukan belum dapat disimpulkan telah menyelesaikan persoalan kekeringan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya perhatian terhadap keberlangsungan pertanian di kawasan perkotaan.
Meskipun berada di wilayah Kota Kediri, keberadaan lahan pertanian di Bujel, Ngampel, dan Gayam tetap berkaitan dengan kebutuhan produksi pangan dan keberlanjutan usaha petani.
Kondisi pengairan yang memadai menjadi salah satu faktor penentu agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen sesuai potensi lahan.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto dalam laporannya memastikan bahwa kegiatan pengecekan bersama perangkat kelurahan dan BBWS Brantas berlangsung aman, terkendali, serta lancar.
Hingga laporan disampaikan, belum ada informasi mengenai langkah teknis lanjutan maupun jadwal penanganan pengairan di kawasan pertanian yang terdampak kekurangan air. (res/an)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Polsek Kediri Kota Ajak Warga Cegah Kebakaran Lahan dan Terapkan Saring Sebelum Sharing
Kediriselaludihati.com – Polsek Kediri Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, potensi kebakaran lahan kosong, serta penyebaran informasi bohong atau hoaks di media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Aiptu Bustanul Arifin saat melaksanakan kegiatan pembinaan ketertiban masyarakat (bintibmas) melalui sambang dan cangkrukan bersama warga di Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) Blewah, lingkungan RW 05, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri, pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung di rumah Hernik, Jalan SMU 6, RT 02 RW 05, Kelurahan Rejomulyo.
Dalam pertemuan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap kejahatan 3C.
Kejahatan 3C meliputi, pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., menjelaskan bahwa pembinaan masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Bhabinkamtibmas melaksanakan sambang dan cangkrukan bersama warga di Posyandu ILP Blewah untuk menyampaikan imbauan kamtibmas, meningkatkan kewaspadaan terhadap kejahatan 3C, serta mengantisipasi kebakaran lahan kosong,” kata Kompol Bowo Wicaksono.
Selain mengingatkan ancaman tindak kriminalitas, petugas juga mengajak warga memperhatikan kondisi lingkungan, terutama keberadaan lahan kosong yang berpotensi mengalami kebakaran.
Kewaspadaan tersebut penting untuk mencegah munculnya gangguan keamanan maupun bahaya yang dapat merugikan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, warga diajak menjaga kebersihan, kesehatan, dan kerukunan antartetangga.
Menurut kepolisian, lingkungan yang aman tidak hanya ditentukan oleh pengawasan terhadap tindak kejahatan, tetapi juga oleh kepedulian warga terhadap kondisi sosial dan lingkungan tempat tinggal.
Salah satu pesan yang mendapat penekanan adalah pentingnya sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi melalui media sosial.
Bhabinkamtibmas mengingatkan warga agar tidak langsung membagikan informasi yang belum diketahui kebenarannya.
Prinsip Saring Sebelum Sharing disampaikan sebagai ajakan untuk memeriksa sumber, isi, dan kebenaran informasi sebelum meneruskannya kepada orang lain.
Langkah tersebut penting untuk menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman, keresahan, bahkan konflik di tengah masyarakat.
Petugas juga mengajak warga menaati hukum dan meningkatkan tanggung jawab terhadap keamanan diri sendiri maupun keluarga.
Pesan agar masyarakat mampu menjadi polisi bagi diri sendiri dan keluarga dimaksudkan untuk menumbuhkan kedisiplinan serta kesadaran melakukan pencegahan sebelum muncul gangguan keamanan.
Melalui pendekatan cangkrukan, komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dilakukan dalam suasana yang lebih akrab.
Model komunikasi tersebut memberikan ruang bagi warga untuk menerima pesan kamtibmas secara langsung sekaligus memperkuat hubungan dengan Bhabinkamtibmas di lingkungan tempat tinggal.
Kegiatan pembinaan masyarakat di Rejomulyo berlangsung pada periode pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026, yakni 10 hingga 21 Oktober 2026.
Operasi tersebut berfokus pada penanggulangan kejahatan, termasuk pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.
Imbauan kewaspadaan terhadap kejahatan 3C yang disampaikan Aiptu Bustanul Arifin sejalan dengan upaya pencegahan tindak kriminalitas selama periode operasi tersebut.
Meski demikian, laporan Polsek Kediri Kota tidak secara khusus menyebut kegiatan sambang Posyandu ILP Blewah sebagai penugasan dalam Operasi Sikat Semeru 2026.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono melaporkan bahwa kegiatan sambang dan pembinaan masyarakat berlangsung aman, tertib, serta lancar.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kediri Kota berharap masyarakat semakin aktif menjaga keamanan lingkungan, memperkuat kerukunan, serta lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. (res/an)
Peristiwa
Operasi Sikat Semeru 2026, Polsek Mojoroto Kediri Patroli Sejumlah Objek Vital
Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota mengintensifkan patroli keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas warga, pada Kamis (15/10/2026). Patroli dilakukan untuk mengantisipasi tindak kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh Unit Backbone Polsek Mojoroto dengan menyasar kawasan mesin anjungan tunai mandiri (ATM), Mojoroto Indah, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), serta lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas).
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menjelaskan melalui laporan kegiatannya bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau harkamtibmas. Patroli dipimpin Ipda Tri S., S.H., selaku perwira pengendali, dengan melibatkan Aiptu Dodik Eko dan Aipda Hengky A.
“Anggota melaksanakan pemantauan di sejumlah titik yang menjadi sasaran patroli untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” ujar Kompol H. Rudi Purwanto, S.H.
Kawasan ATM menjadi salah satu lokasi perhatian karena berkaitan dengan aktivitas transaksi keuangan masyarakat. Kehadiran petugas diharapkan dapat membantu mencegah peluang tindak kejahatan terhadap nasabah maupun kendaraan yang diparkir.
Sementara itu, pemantauan di kawasan Mojoroto Indah dan SPBU dilakukan sebagai bagian dari pengawasan situasi keamanan di lokasi yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Petugas juga menyasar lingkungan lapas guna memantau kondisi keamanan di sekitar kawasan tersebut.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Kapolres Kediri Kota, Kapolsek Mojoroto menegaskan bahwa sasaran utama kegiatan adalah pencegahan tindak kriminalitas 3C.
“Patroli harkamtibmas dilaksanakan untuk mengantisipasi tindak kejahatan 3C dengan menyasar ATM, kawasan Mojoroto Indah, SPBU, dan lingkungan lapas,” imbuh Kompol Rudi Purwanto.
Kegiatan patroli tersebut berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang dijadwalkan pada 10 hingga 21 Oktober 2026.
Operasi Sikat Semeru berfokus pada penanggulangan tindak kriminalitas, termasuk kejahatan 3C dan kejahatan jalanan yang dapat mengganggu keamanan masyarakat.
Patroli preventif di sejumlah objek vital dan kawasan aktivitas warga sejalan dengan upaya pencegahan kejahatan selama periode operasi tersebut.
Meski demikian, laporan Polsek Mojoroto tidak secara khusus menyebut patroli Backbone ini sebagai penugasan dalam Operasi Sikat Semeru 2026.
Melalui patroli rutin, polisi berupaya memperkuat kehadiran petugas di lapangan sekaligus mempersempit peluang terjadinya tindak kriminalitas.
Pemantauan di sejumlah titik juga memungkinkan petugas mengetahui lebih awal apabila muncul situasi yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.
Dalam kegiatan kali ini, laporan kepolisian tidak mencatat adanya tindak kriminalitas, penangkapan, maupun gangguan keamanan di lokasi yang dipantau.
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto menyampaikan bahwa seluruh rangkaian patroli berlangsung lancar dengan situasi aman dan terkendali.
Patroli tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Mojoroto menjaga keamanan wilayah melalui peningkatan kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
