Connect with us

Peristiwa

Razia Yustisi, Polsek Pesantren Datang ke Balai Kelurahan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Pesantren Operasi Yustisi Pamor Keris. Kegiatan pada Hari Kamis 24 November 2022, pukul 09.00 wib s/d selesai.

Razia berdasarkan Inmendagri NO.18 TH 2022, TENTANG Pemberlakuan PPKM level 1 Jawa . PERDA PROV JATIM NO. ; 2 TH 2020. PERWALIKOTA KEDIRI NO.60 TH 2020. KEPUTUSAN WALIKOTA KEDIRI.
Nomor 188.45/60/419.003/2021. Tgl 7 Pebruari 2022 .Tentang PERPANJANGAN PPKM (PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT).

Kegiatan Operasi yustisi dan Pamor Keris dipimpin oleh Pawas Iptu Endi Padal, Aiptu Guawan. Kegiatan berlangsung di Balai kelurahan dan sekitarnya Kec. Pesantren.

Petugas memberikan himbauan lisan masyarakat 7. “Selama kegiatan Operasi Yustisi situasi Lancar dan Aman,” kata Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto, S.Sos. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Jaga Kelancaran Aktivitas Warga Kediri, Polisi Hadir di 40 Titik Pengaturan Lalu Lintas Sejak Pagi

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota menempatkan personel di 40 titik pengaturan lalu lintas melalui program Sapa Pagi, pada Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk membantu kelancaran aktivitas masyarakat sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.

Pengaturan lalu lintas berlangsung mulai pukul 06.15 hingga 07.15 WIB, bertepatan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang berangkat bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas lainnya.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, personel Satlantas mengikuti pengarahan pada pukul 05.45 WIB yang dipimpin Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., bersama para kepala unit.

Sebanyak 40 titik telah ditentukan sebagai lokasi penempatan petugas untuk mendukung kelancaran arus kendaraan pada jam sibuk pagi hari.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri mengatakan, kehadiran polisi pada pagi hari merupakan bagian dari pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama saat volume kendaraan meningkat.

“Melalui program Sapa Pagi, kami ingin memastikan masyarakat dapat memulai aktivitas dengan aman dan nyaman. Personel ditempatkan di 40 titik untuk membantu pengaturan lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi kepadatan dan kecelakaan,” ujar AKP Septia.

Menurutnya, pengaturan lalu lintas pada jam keberangkatan sekolah dan bekerja menjadi perhatian karena banyak pengguna jalan beraktivitas dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan membantu pengguna jalan melintasi persimpangan dan kawasan yang membutuhkan pengaturan arus kendaraan.

Kegiatan Sapa Pagi tersebut juga menjadi bagian dari penguatan pelayanan kepolisian selama Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam operasi ini, kepolisian memberikan perhatian terhadap sembilan jenis pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan, termasuk pengendara di bawah umur, melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, dan tidak mengenakan helm berstandar SNI.

Selain itu, operasi menyasar pengendara yang melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan sabuk keselamatan, memakai tanda nomor kendaraan tidak sesuai ketentuan, berkendara dalam pengaruh alkohol atau narkoba, serta membawa penumpang sepeda motor melebihi kapasitas yang diperbolehkan.

AKP Septia mengingatkan bahwa kedisiplinan berlalu lintas perlu dimulai sejak perjalanan pertama pada pagi hari.

“Jangan karena terburu-buru berangkat bekerja atau mengantar anak sekolah, kemudian mengabaikan keselamatan. Patuhi rambu lalu lintas, gunakan perlengkapan keselamatan, dan jangan melawan arus hanya untuk mempersingkat waktu perjalanan,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua memastikan anak-anak yang belum memenuhi persyaratan tidak mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah.

Menurutnya, keselamatan pelajar merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Kami mengimbau orang tua agar tidak memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum memiliki SIM. Keselamatan anak jauh lebih penting daripada alasan kepraktisan,” ujar AKP Septia.

Melalui program Sapa Pagi, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya menggabungkan pelayanan pengaturan lalu lintas dengan edukasi keselamatan berkendara.

Kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yakni menghadirkan pelayanan kepolisian yang dekat dengan kebutuhan warga. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Cegah Gangguan Keamanan dan Pelanggaran Lalu Lintas, Polisi Gelar Blue Light Patrol di Dua Persimpangan di Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota mengintensifkan patroli malam hari di sejumlah persimpangan sebagai langkah pencegahan gangguan keamanan dan kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.

Patroli bertajuk Blue Light Patrol tersebut dilaksanakan di Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng, Kota Kediri, pada Kamis (29/10/2026) malam, mulai pukul 19.00 WIB.

Kegiatan dilakukan anggota Patroli dan Pengawalan (Patwal) Satlantas Polres Kediri Kota menggunakan kendaraan dinas roda empat dengan pengawasan Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali).

Selain mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, petugas melakukan pemantauan arus kendaraan untuk memastikan aktivitas masyarakat pada malam hari tetap berjalan lancar.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa patroli malam merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

“Patroli Blue Light kami laksanakan untuk meningkatkan kehadiran polisi di jalan raya, terutama pada malam hari. Selain memantau arus kendaraan, petugas juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan masyarakat,” ujar AKP Septia.

Menurutnya, kawasan persimpangan menjadi salah satu titik yang memerlukan perhatian karena mempertemukan arus kendaraan dari beberapa arah.

Kehadiran petugas di lokasi diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan pengendara sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas.

Patroli tersebut juga berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Dalam operasi ini, kepolisian memberikan perhatian terhadap sembilan sasaran pelanggaran lalu lintas, antara lain pengendara yang melawan arus, menggunakan telepon genggam saat berkendara, melebihi batas kecepatan, serta tidak menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan.

Pelanggaran lainnya mencakup pengendara di bawah umur, penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor tidak sesuai standar, pengemudi dalam pengaruh alkohol atau narkoba, serta sepeda motor yang membawa penumpang melebihi ketentuan.

AKP Septia mengingatkan bahwa keselamatan berkendara harus menjadi perhatian setiap pengguna jalan, termasuk ketika kondisi lalu lintas relatif lengang pada malam hari.

“Jangan menganggap jalan yang sepi berarti bebas dari risiko kecelakaan. Tetap patuhi rambu dan batas kecepatan, gunakan helm SNI bagi pengendara sepeda motor, serta hindari penggunaan ponsel saat berkendara,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Operasi Patuh Semeru tidak hanya bertujuan meningkatkan kepatuhan selama masa operasi, tetapi juga membangun kebiasaan tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan bersama. Disiplin berkendara harus menjadi kebutuhan, bukan sekadar karena ada petugas di jalan,” ujar AKP Septia.

Melalui patroli Blue Light di Simpang Empat Ringin Sirah dan Simpang Empat Lonceng, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya memperkuat pengawasan sekaligus mencegah potensi gangguan keselamatan lalu lintas pada malam hari.

Berdasarkan laporan Satlantas, kegiatan pemantauan arus kendaraan di kedua lokasi berlangsung tanpa gangguan yang dilaporkan. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Operasi Patuh Semeru 2026, Kompol Siswandi Larang Pelajar Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolsek Pesantren Polres Kediri Kota Kompol Siswandi, S.H., mengingatkan ratusan pelajar SMAN 3 Kota Kediri agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, judi online, tawuran, maupun perilaku berisiko di media sosial. Ia juga meminta siswa mematuhi aturan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026.

Pesan tersebut disampaikan saat Kompol Siswandi melaksanakan program Quick Wins Jumat Keliling di Masjid SMAN 3 Kota Kediri, Kelurahan Pesantren, Kecamatan Pesantren, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB itu menjadi sarana kepolisian untuk membangun kedekatan dengan kalangan pelajar sekaligus memberikan edukasi mengenai keamanan, kedisiplinan, dan tanggung jawab generasi muda.

Kedatangan Kompol Siswandi bersama jajaran Polsek Pesantren disambut pihak sekolah, dewan guru, pengurus masjid, serta para siswa.

Di hadapan para pelajar, Kompol Siswandi menekankan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

Menurutnya, telepon genggam memberikan kemudahan untuk mengakses berbagai informasi. Namun, tanpa pengawasan dan kesadaran diri, teknologi juga dapat menjadi pintu masuk berbagai persoalan, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian hingga judi online.

“Dunia sekarang ada dalam genggaman melalui handphone. Gunakan sebaik mungkin untuk hal-hal positif. Jangan mudah terprovokasi berita hoaks, ujaran kebencian, apalagi sampai terlibat judi online. Tatap masa depan kalian dan hormati orang tua serta guru,” pesan Kompol Siswandi.

Ia juga mengingatkan siswa agar tidak terlibat tawuran maupun kelompok geng motor yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekolah.

Menurutnya, masa sekolah seharusnya dimanfaatkan untuk mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

“Fokus belajar dan raih cita-cita. Jangan sampai masa depan kalian rusak hanya karena ikut-ikutan tawuran atau geng motor. Jangan menunda berbuat baik karena kita tidak pernah tahu sampai kapan usia kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kompol Siswandi memberikan perhatian khusus terhadap keselamatan pelajar di jalan raya.

Terlebih, saat ini kepolisian tengah melaksanakan Operasi Patuh Semeru 2026 selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Ia menegaskan bahwa pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor ke sekolah.

“Saat ini sedang berlangsung Operasi Patuh Semeru 2026. Adik-adik yang belum memiliki SIM jangan membawa sepeda motor ke sekolah. Bagi yang sudah memenuhi persyaratan berkendara, wajib menggunakan helm SNI, mematuhi aturan lalu lintas, dan jangan menggunakan knalpot brong,” tegasnya.

Imbauan tersebut sejalan dengan sasaran Operasi Patuh Semeru 2026 yang salah satunya memberikan perhatian terhadap pengendara di bawah umur serta pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Selain persoalan lalu lintas, Kapolsek Pesantren juga meminta siswa menjauhi narkoba dan minuman keras.

Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak kesehatan, pendidikan, hubungan keluarga, hingga masa depan seseorang.

“Jauhi narkoba dan minuman keras. Sekali mencoba bisa menimbulkan penyesalan panjang. Apabila mengetahui adanya peredaran narkoba di lingkungan sekolah, segera sampaikan kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.

Kompol Siswandi turut mengajak para siswa membangun kedisiplinan, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki keberanian untuk menolak pengaruh negatif dari lingkungan pergaulan.

Menurutnya, keberhasilan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga oleh karakter, akhlak, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain.

“Adik-adik adalah aset bangsa. Masa depan Kediri ada di tangan kalian. Jadilah generasi yang tangguh, unggul, berakhlak mulia, dan mampu membanggakan orang tua. Jangan takut untuk bangkit dan meraih cita-cita,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa Polsek Pesantren akan terus berupaya hadir di lingkungan pendidikan untuk memberikan perlindungan, pendampingan, dan edukasi kepada para pelajar.

“Kami dari Polsek Pesantren akan selalu hadir untuk melindungi dan menjadi sahabat pelajar. Polisi bukan hanya hadir ketika ada masalah, tetapi juga untuk mengingatkan dan mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang baik,” katanya.

Program Jumat Keliling tersebut merupakan bagian dari implementasi Quick Wins Polisi Bersama Masyarakat, yang mendorong kehadiran kepolisian secara langsung di tengah kehidupan masyarakat, termasuk lingkungan sekolah.

Melalui pendekatan keagamaan dan dialog dengan pelajar, Polsek Pesantren berharap pesan mengenai keselamatan, kedisiplinan, dan pencegahan kenakalan remaja dapat lebih mudah dipahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page