Connect with us

Inspirasi

Sahur Gratis Polres Kediri Kota

Inspirasi

Lewat Program DIAGRAM, Polres Kediri Kota Buka Dialog dengan Mahasiswa soal Situasi Politik dan Keamanan

Published

on

Kediriselaludihati- Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto menggelar dialog bersama pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kediri untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat, termasuk isu nasional dan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Pertemuan yang dikemas melalui program DIAGRAM atau Dialog Bersama Mahasiswa tersebut berlangsung di Cafe Cold n Brew, Jalan Diponegoro, Kota Kediri, Senin (19/10/2026), mulai pukul 17.00 hingga 19.30 WIB.

Dialog mempertemukan pimpinan kepolisian dengan organisasi mahasiswa yang selama ini memiliki peran dalam menyampaikan aspirasi, kritik, dan pandangan terhadap berbagai kebijakan publik.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto hadir bersama Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, KBO Sat Intelkam Iptu Sri Mulyono, serta sejumlah pejabat dan anggota Satuan Intelkam Polres Kediri Kota.

Dari HMI Cabang Kediri hadir Ketua Cabang Chanifan, Ketua Bidang PA Bagas, Ketua Bidang PTKP Rinanza, dan Wakil Sekretaris Umum Bidang PTKP Erdogan.

Sementara PMII diwakili Ketua Cabang Shoffa, Ketua KOPRI Niza, Wakil Ketua II Radit, dan Sekretaris Umum Rama.

Pertemuan diawali dengan perkenalan Kapolres bersama para pengurus organisasi mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan dialog mengenai dinamika sosial dan politik yang berkembang di tingkat nasional maupun daerah.

Salah satu pembahasan menyangkut isu-isu nasional yang menjadi perhatian mahasiswa, termasuk perkembangan dua tahun kepemimpinan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Selain itu, peserta membicarakan situasi organisasi kemahasiswaan dan pentingnya menjaga komunikasi antara kepolisian dengan kelompok mahasiswa di Kota Kediri.

Melalui forum tersebut, Polres Kediri Kota berupaya membangun hubungan yang lebih terbuka dengan organisasi mahasiswa, terutama dalam menyikapi berbagai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi dinamika sosial di masyarakat.

Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa program DIAGRAM bertujuan mempererat silaturahmi dan kerja sama antara kepolisian dengan organisasi kemahasiswaan.

“Kegiatan DIAGRAM merupakan bentuk sinergitas Polres Kediri Kota dengan organisasi kemahasiswaan yang ada di Kota Kediri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” kata AKBP Wisnu.

Pertemuan tersebut juga menjadi ruang komunikasi mengenai penyampaian aspirasi mahasiswa, termasuk kemungkinan pelaksanaan kegiatan organisasi maupun aksi unjuk rasa.

Dalam tanggapan yang dicatat pada laporan kepolisian, perwakilan HMI dan PMII menyampaikan kesiapan untuk menjaga komunikasi dengan Polres Kediri Kota.

Mereka juga menyampaikan bahwa dalam beberapa pekan mendatang kedua organisasi tidak memiliki rencana menggelar aksi demonstrasi di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

Keputusan tersebut dikaitkan dengan agenda internal masing-masing organisasi yang saat ini sedang menjadi prioritas.

HMI dan PMII tengah memusatkan perhatian pada kegiatan pengaderan mahasiswa baru, sedangkan PMII juga mempersiapkan agenda pelantikan ketua umum pada November 2026.

Perwakilan organisasi mahasiswa turut menyampaikan rencana untuk berkoordinasi dengan instansi terkait apabila akan menyelenggarakan kegiatan maupun aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Meski demikian, tidak adanya rencana demonstrasi dalam waktu dekat bukan berarti organisasi mahasiswa kehilangan ruang untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang dijamin undang-undang, dengan pelaksanaannya tetap memperhatikan ketentuan hukum yang berlaku.

Forum DIAGRAM menjadi salah satu pendekatan komunikasi yang dapat digunakan kepolisian untuk mendengar pandangan mahasiswa sekaligus membangun koordinasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam konteks tersebut, hubungan kepolisian dan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan, tetapi juga membutuhkan ruang dialog yang menghormati kebebasan berpendapat serta sikap kritis organisasi kemahasiswaan.

Laporan pertemuan belum merinci pandangan maupun kritik spesifik yang disampaikan mahasiswa terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kapolres Kediri Kota melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa dialog bersama HMI dan PMII berlangsung aman, lancar, dan kondusif.

Melalui program DIAGRAM, Polres Kediri Kota berharap komunikasi dengan organisasi mahasiswa dapat terus terjalin sehingga perbedaan pandangan maupun persoalan yang berkembang di masyarakat dapat dibicarakan melalui dialog yang terbuka dan konstruktif. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Silaturahmi ke KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur , KH Nurul Huda Djazuli dan Gus Kautsar, Kapolda Jatim Ingatkan Santri Bahaya Bullying

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah ulama dan pondok pesantren di wilayah Kediri, Senin (19/10/2026). Selain menemui para kiai, Kapolda juga berziarah ke makam Syekh Syamsuddin Al Wasil di Setono Gedong, Kota Kediri.

Kunjungan yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut menjadi ajang mempererat hubungan antara kepolisian dan kalangan pesantren. Dalam kesempatan itu, Dekananto juga memberikan motivasi kepada sekitar 1.000 santri putri Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri.

Sejumlah ulama yang dikunjungi antara lain Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar di Pondok Pesantren Al Amien Ngasinan, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur, serta pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli dan KH Abdul Rohman Kautsar atau Gus Kautsar.

Rangkaian kunjungan dimulai sekitar pukul 10.30 WIB ketika rombongan Kapolda tiba di Pondok Pesantren Al Amien, Kota Kediri.

Di pesantren tersebut, Irjen Dekananto disambut KH Anwar Iskandar bersama keluarga. Pertemuan berlangsung secara tertutup dan dilanjutkan dengan ramah tamah. Tidak ada keterangan mengenai isi pembicaraan dalam pertemuan tersebut.

Sekitar pukul 11.35 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan ke kompleks makam Setono Gedong, Kota Kediri, untuk berziarah ke makam Syekh Syamsuddin Al Wasil.

Kedatangan Kapolda disambut Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, Lurah Setono Gedong H. Mamat, serta juru kunci makam, Yusuf.

Ziarah dilaksanakan secara tertutup sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Lirboyo.

Di Lirboyo, sekitar pukul 12.00 WIB, Kapolda bersilaturahmi dengan KH Anwar Manshur. Turut menyambut kedatangan rombongan Agus H. Atho’illah Sholahuddin, Agus H. Ali Ya’lu, serta sejumlah anggota keluarga pengasuh pesantren.

Setelah dari Lirboyo, rombongan menuju Pondok Pesantren Al Falah Ploso dan tiba sekitar pukul 12.47 WIB.

Di pesantren tersebut, Kapolda disambut KH Nurul Huda Djazuli, Gus Kautsar, dan Ning Jazilah Annahdliyah.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian dalam kunjungan tersebut adalah pertemuan Kapolda dengan sekitar 1.000 santri putri Al Falah Ploso pada pukul 13.30 WIB.

Di hadapan para santri, Dekananto menyampaikan kisah perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil hingga menjadi perwira tinggi Polri.

Ia mengaku memiliki kedekatan dengan Gus Kautsar meskipun pada awalnya banyak mengikuti pengajian dan nasihat sang kiai melalui media sosial.

“Gus Kautsar merupakan guru saya karena saya sering mendengarkan dan belajar lewat media sosial,” kata Dekananto di hadapan para santri.

Kapolda menceritakan bahwa dirinya mulai sering bertemu Gus Kautsar ketika bertugas di Jawa Timur pada 2022. Keduanya kembali bertemu di Jakarta pada awal 2026.

Menurut Dekananto, dalam pertemuan tersebut Gus Kautsar pernah menyampaikan harapan agar dirinya kembali bertugas di Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga mengisahkan masa kecilnya di kawasan Kauman, Kabupaten Bojonegoro.

Ia tumbuh di lingkungan dekat tanggul yang kerap mengalami banjir. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pengalaman hidup yang membentuk dirinya sebelum menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian.

Dekananto mengaku semasa kecil tidak pernah membayangkan akan menduduki jabatan tinggi di kepolisian. Namun, dorongan dan doa ibunya menjadi sumber semangat untuk terus berusaha.

“Dulu saya takut berangan-angan untuk menjadi pejabat. Akan tetapi, ibu saya memberikan wejangan agar saya menjadi orang sukses untuk merawat adik-adik saya,” tuturnya.

Ia kemudian mengingatkan para santri agar tidak melupakan jasa orang tua, terutama ibu, dalam perjalanan meraih cita-cita.

“Doa seorang ibu merupakan senjata terbaik,” ujar Dekananto.

Menurutnya, keterbatasan keadaan keluarga maupun lingkungan tempat seseorang dibesarkan tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan harapan.

Ia meminta para santri terus belajar, menghormati orang tua, dan menaati nasihat para kiai.

“Jangan berkecil hati karena kita tidak pernah tahu akan menjadi apa ke depannya. Patuh dan taatlah kepada orang tua serta para kiai agar kelak menjadi orang-orang sukses,” pesannya.

Selain memberikan motivasi, Kapolda menyoroti persoalan perundungan atau bullying yang masih menjadi perhatian di lingkungan pendidikan, termasuk sekolah dan pondok pesantren.

Ia mengingatkan bahwa tindakan yang awalnya dianggap sebagai candaan dapat berkembang menjadi perilaku yang menyakiti orang lain apabila tidak dikendalikan.

“Di beberapa pondok maupun sekolah saat ini sering terjadi kasus bullying antara senior dan junior. Diharapkan saling mengingatkan apabila ada teman-temannya yang bercanda berlebihan,” kata Dekananto.

Kapolda mengajak para santri membangun hubungan yang saling menghormati, baik dengan teman sebaya maupun antara santri senior dan junior.

Ia juga berpesan agar para santri tetap menjaga komunikasi dengan keluarga selama menjalani pendidikan di pesantren.

“Jangan melupakan orang tua dan selalu didoakan. Semoga kita diberikan keberkahan dan kelancaran, serta apa pun cita-cita adik-adik sekalian dapat tercapai,” ujarnya.

Setelah memberikan pengarahan kepada para santri, rombongan Kapolda melanjutkan silaturahmi ke kediaman Gus Kautsar di Teras Gubuk, Ploso, sekitar pukul 14.08 WIB.

Kapolda disambut Gus Kautsar bersama Ning Jazilah Annahdliyah. Pertemuan tersebut berlangsung secara tertutup dan diakhiri dengan foto bersama.

Dalam rangkaian kunjungan itu, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jawa Timur, di antaranya Dirintelkam Kombes Pol Bondan Witjaksono, Dirlantas Kombes Pol Rahmat Hakim, Dirreskrimum Kombes Pol Roy HM Sihombing, dan Dirbinmas Kombes Pol Eko Santoso.

Turut mendampingi Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto dan Kapolres Kediri AKBP Muh. Wahyudin Latif beserta jajaran.

Rangkaian kunjungan berakhir sekitar pukul 15.33 WIB ketika rombongan Kapolda meninggalkan kediaman Gus Kautsar untuk kembali menuju Polda Jawa Timur.

Kunjungan tersebut mempertemukan pimpinan kepolisian Jawa Timur dengan sejumlah tokoh pesantren berpengaruh di Kediri, sekaligus menjadi kesempatan menyampaikan pesan pendidikan karakter, penghormatan kepada orang tua, dan pencegahan perundungan kepada para santri. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Jadi Pembina Upacara di SMAN 3 Kediri, Kapolres Kresno Wisnu Sampaikan Enam Pesan Penting bagi Pelajar

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H, S.IK, M.Si mengingatkan pelajar agar tidak mengorbankan masa depan akibat tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, maupun perilaku berisiko di media sosial.

Pesan tersebut disampaikan di hadapan sekitar 900 siswa SMAN 3 Kota Kediri saat Kapolres menjadi pembina upacara bendera dalam program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Senin (19/10/2026).

Kegiatan berlangsung di halaman SMAN 3 Kota Kediri, Jalan Mauni Nomor 88, Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Dalam amanatnya, AKBP Wisnu menekankan bahwa keberhasilan generasi muda tidak cukup diukur melalui prestasi akademik. Karakter, kedisiplinan, dan integritas juga menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan.

“Anak-anakku sekalian, kalian adalah generasi penerus dan calon pemimpin masa depan. Masa depan kalian tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan integritas,” kata Wisnu.

Ia meminta para siswa memanfaatkan masa sekolah untuk belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru dan orang tua, serta membangun rasa tanggung jawab.

Kapolres kemudian menyampaikan enam pesan utama yang perlu menjadi perhatian pelajar, mulai dari pencegahan kenakalan remaja hingga membangun lingkungan sekolah yang aman.

Pesan pertama berkaitan dengan bahaya tawuran, perundungan atau bullying, dan kekerasan antarpelajar. Kresno mengingatkan bahwa keberanian tidak diukur dari kemampuan seseorang membuat orang lain takut.

“Kebanggaan sejati adalah saat kalian mampu menghargai orang lain dan mengendalikan emosi, bukan saat kalian ditakuti. Jangan korbankan masa depan hanya karena emosi sesaat,” ujarnya.

Pesan kedua, pelajar diminta menjauhi narkoba dan minuman keras. Menurut Kresno, keberanian menolak narkoba merupakan bentuk tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan keluarga.

“Berani menolak narkoba adalah bentuk keberanian nyata untuk melindungi diri dan keluarga kalian. Pilihlah pergaulan yang positif dan jaga prinsip diri,” katanya.

Selain persoalan pergaulan, Kapolres menyoroti perilaku pelajar di ruang digital. Ia mengingatkan bahwa media sosial dapat membawa dampak negatif apabila digunakan untuk menyebarkan informasi bohong, ujaran kebencian, maupun melakukan perundungan siber.

Kresno meminta siswa memahami bahwa unggahan di internet dapat meninggalkan jejak digital yang berdampak terhadap kehidupan mereka pada masa mendatang.

“Ingat, jejak digital itu bertahan lama. Berpikirlah sebelum mengunggah atau membagikan sesuatu, dan gunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif,” pesannya.

Pesan keempat menyangkut keselamatan berlalu lintas. Kapolres mengingatkan pelajar agar menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi dokumen kendaraan, dan tidak melakukan balap liar.

Ia secara khusus meminta siswa yang belum memenuhi persyaratan usia untuk tidak memaksakan diri mengendarai kendaraan bermotor.

“Bagi yang belum cukup umur, gunakan transportasi yang aman dan jangan memaksakan diri berkendara. Ingat, keluarga menunggu kalian pulang dengan selamat di rumah,” ujar Wisnu.

Dalam pesan kelima, Kapolres mengajak siswa membangun kedisiplinan dan integritas sejak berada di bangku sekolah.

Menurutnya, disiplin bukan sekadar datang tepat waktu, tetapi juga berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, kejujuran, serta keberanian mengakui kesalahan.

Ia meminta pelajar tidak membiasakan perilaku menyontek karena kejujuran merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter.

Sementara pada pesan keenam, Kresno mengajak seluruh siswa menjadi pelopor keamanan di lingkungan sekolah.

Pelajar diminta menjaga kerukunan, menghindari provokasi, serta berani melaporkan perundungan atau potensi bahaya kepada guru maupun pihak berwenang.

“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Jaga kerukunan, hindari provokasi, dan beranilah melapor kepada guru atau pihak berwenang jika melihat bahaya atau perundungan,” tegasnya.

Kapolres juga memberikan motivasi kepada siswa yang sedang menghadapi persoalan pribadi maupun kesulitan dalam belajar.

Ia mengingatkan agar mereka tidak mudah menyerah ketika belum mampu mencapai prestasi yang diharapkan.

“Jangan pernah berkecil hati jika saat ini kalian menghadapi masalah atau belum berprestasi. Teruslah berusaha, perbaiki kesalahan, dan jangan segan meminta bantuan kepada orang tua atau guru,” katanya.

Kresno kemudian merangkum pesannya dalam tiga hal yang perlu dipegang pelajar.

“Ingat tiga hal: jaga diri, jaga pergaulan, dan jaga masa depan,” tukasnya.

Selain memberikan arahan kepada siswa, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada para guru yang telah menjalankan tugas pendidikan dan pembinaan karakter.

Ia menilai kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

“Mari kita perkuat sinergi antara Polri, sekolah, dan orang tua demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan berkarakter,” kata Wiasnu.

Sebelum menjadi pembina upacara, Kapolres yang tiba di SMAN 3 Kota Kediri sekitar pukul 06.20 WIB juga melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi di depan sekolah.

Kegiatan Polidik tersebut turut dihadiri Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, KBO Binmas Iptu Nanang, serta Kepala SMAN 3 Kota Kediri Tri Erlinawati bersama dewan guru.

Upacara yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB itu juga diisi dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia serta menyanyikan lagu Rukun Sama Teman.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui program Polidik, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat pendidikan karakter dan kesadaran hukum di kalangan pelajar, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dari kekerasan, narkoba, dan perilaku berisiko. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page