Connect with us

Peristiwa

Santri Ponpes Lirboyo Kediri Datang, Satgas Preventif Berikan Pengamanan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satgas Preventif KRYD Pos Pam V Mrican pengamanan dan pengaturan arulin kedatangan santri Ponpes Lirboyo. Kegiatan pada Hari           JUM’AT , 13 Mei 2022 pukul   15.00 WIB.

Petugas, Iptu Aris Purwanto( padal). Aiptu Suprapto Aw, Aipda Dwianto Adi, Bripka Aris K Dan Bripka Sukirno.

Kegiatan Pers Pos Pam V KRYD MRICAN    pengamanan, pemantauan serta pengaturan arulin jalur masuk kedatangan bus santri. Antisipasi 3C, Antisipasi Laka lantas, Antisipasi Kemacetan

Lokasi. Seputaran Pondok Aula Muktamar Ponpes Lirboyo. “Kegiatan berjalan dengan tertib,aman lancar, dan kondusif,” ujar Kapos Pam KRYD, AKP Khudori. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Diawali Apel Pukul 05.40 WIB, Polisi Lalu Lintas Kediri Kota Bersiap Layani Aktivitas Pagi

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota menempatkan petugas di 38 titik dalam kegiatan Sapa Pagi, pada Rabu (4/11/2026). Penugasan diawali dengan apel pukul 05.40 WIB untuk memberikan arahan kepada anggota sebelum mereka menuju lokasi masing-masing.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., hadir dalam apel bersama para perwira dan anggota Satlantas. Setelah mengikuti pengarahan, personel melaksanakan tugas di titik-titik yang telah ditentukan.

Penempatan petugas pada pagi hari menjadi bagian dari pelayanan kepolisian kepada pengguna jalan yang mulai beraktivitas. Melalui kegiatan tersebut, anggota Satlantas hadir di lapangan sejak sebelum jam masuk sekolah dan kerja.

Sebanyak 38 lokasi menjadi cakupan penugasan pagi itu. Adapun nama ruas jalan, persimpangan, serta jumlah personel yang ditempatkan di setiap lokasi belum diperinci dalam bahan kegiatan.

Kedisiplinan pengguna jalan juga menjadi perhatian Satlantas Polres Kediri Kota. Dalam pernyataan sebelumnya mengenai keselamatan berlalu lintas, AKP Septia mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan secara konsisten.

“Kepatuhan harus menjadi kebiasaan setiap hari, bukan hanya ketika ada operasi kepolisian,” ujar AKP Septia.

Kegiatan Sapa Pagi, pada 4 November berlangsung ketika Operasi Patuh Semeru 2026 memasuki hari kesepuluh. Operasi tersebut dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, untuk meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan serta menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Sembilan sasaran prioritas operasi mencakup penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai standar, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak mengenakan sabuk keselamatan, serta penggunaan helm yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Sasaran lainnya ialah berkendara melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, mengemudi dalam pengaruh alkohol atau narkoba, serta berboncengan lebih dari satu orang dengan sepeda motor. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Ngopi Bareng di Sumber Banteng Kota Kediri, AKBP Wisnu Buka Ruang Kritik Pelayanan Kepolisian

Published

on

Kediriselaludihati.com – Warga Lingkungan Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, menyampaikan sejumlah persoalan kepada Kapolres Kediri Kota dalam pertemuan di Sumber Banteng, pada Rabu (4/11/2026).

Pembahasan mencakup ketertiban kegiatan sound horeg, pembuatan surat izin mengemudi bagi warga luar daerah, pengaturan lampu lalu lintas, hingga pengurusan buku pemilik kendaraan bermotor yang hilang.

Melalui kegiatan Ngopi Bareng tersebut, Kapolres Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., meminta masyarakat menyampaikan pengalaman dan masukan mereka saat mengakses layanan kepolisian. Ia mengakui pelayanan yang tersedia masih membutuhkan penyempurnaan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan, dukungan, serta masukan dari Bapak dan Ibu sekalian untuk meningkatkan pelayanan kepolisian,” ujar AKBP Wisnu.

Pertemuan berlangsung dalam agenda pukul 11.00 hingga 12.50 WIB. AKBP Wisnu tiba di lokasi sekitar pukul 11.20 WIB, kemudian berdialog dengan warga bersama jajaran Polres Kediri Kota serta perwakilan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Dalam dialog itu, pelayanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi warga luar Kota Kediri menjadi salah satu pertanyaan yang dibahas. AKBP Wisnu menjelaskan bahwa masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui Satuan Penyelenggara Administrasi SIM atau Satpas dengan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Warga juga menyampaikan persoalan kehilangan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Menanggapi hal tersebut, AKBP Wisnu menyebut pengurusan BPKB pengganti tetap dapat dilakukan melalui prosedur dan kelengkapan administrasi yang dipersyaratkan.

Adapun usulan mengenai pemasangan lampu kuning pada lampu lalu lintas diminta dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan. Menurutnya, usulan tersebut memerlukan kajian teknis dari instansi terkait.

Ketertiban kegiatan sound horeg turut menjadi pembahasan dalam pertemuan. Dalam menanggapi persoalan yang disampaikan warga, AKBP Wisnu mengingatkan pentingnya mengikuti ketentuan yang berlaku serta berkoordinasi dengan instansi yang berwenang apabila diperlukan.

Selain menjawab pertanyaan, AKBP Wisnu mengenalkan layanan Call Center 110 yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian, permasalahan keamanan, maupun bencana agar petugas dapat segera mendatangi lokasi.

Ia meminta warga ikut mengevaluasi layanan tersebut. Pengalaman masyarakat saat membutuhkan bantuan kepolisian, termasuk kekurangan yang mereka temui, dapat menjadi masukan untuk perbaikan pelayanan.

“Apabila masih terdapat kekurangan, kami mohon kritik dan saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depannya,” kata AKBP Wisnu.

Dalam pertemuan itu, AKBP Wisnu juga mengajak masyarakat meningkatkan kedisiplinan berkendara selama pelaksanaan Operasi Patuh 2026. Ia mengingatkan pengguna jalan untuk melengkapi surat kendaraan dan mengutamakan keselamatan.

AKBP Wisnu mengatakan, komunikasi langsung dengan warga merupakan bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat. Saat memperkenalkan diri, ia menyampaikan bahwa sebelum bertugas di Kediri Kota, dirinya berdinas di Divisi Profesi dan Pengamanan Polri di Jakarta, dengan tugas pengawasan dan pencegahan pelanggaran anggota.

“Polri harus semakin dekat dengan masyarakat dan hadir untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan,” ujarnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Bagian Operasi Polres Kediri Kota Komisaris Polisi Iwan Setyo Budhi, S.H., Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Polisi Achmad Elyasarif Martadinata, S.T.K., S.I.K., serta Kepala Satuan Lalu Lintas Ajun Komisaris Polisi Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H.

Hadir pula Kepala Kepolisian Sektor Pesantren Komisaris Polisi Siswandi, S.H., Sekretaris Kecamatan Pesantren Sudariono, Kepala Kelurahan Tempurejo Sri Handayani, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Apel Kesiapsiagaan Bencana di Kediri, AKBP Wisnu Minta Evakuasi Utamakan Kelompok Rentan

Published

on


Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota bersama pemerintah daerah, TNI, dan sejumlah unsur penanggulangan bencana memeriksa kesiapan personel serta kendaraan operasional untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, Rabu (4/11/2026). 

Dalam apel di Lapangan Polres Kediri Kota itu, petugas diminta meningkatkan pemantauan kawasan rawan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan angin kencang seiring memasuki musim penghujan.

Kepala Kepolisian Resor Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin apel yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut. Ia menekankan bahwa kesiapan menghadapi bencana mencakup personel, peralatan evakuasi, sistem komunikasi, serta pembagian tugas antarlembaga.

“Jangan menunggu bencana terjadi untuk bergerak. Lakukan langkah antisipasi dan pencegahan sejak dini,” ujar AKBP Wisnu.

Menurutnya, potensi bencana yang berkaitan dengan cuaca perlu diantisipasi melalui pemantauan lapangan. Daerah aliran sungai, kawasan permukiman, dan ruas jalan yang berpotensi terdampak menjadi lokasi yang harus mendapat perhatian petugas.

Setiap perkembangan situasi maupun tanda potensi bencana diminta segera dilaporkan agar langkah penanganan dapat disiapkan. Kesiapan tersebut juga perlu didukung kendaraan operasional, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, dan peralatan evakuasi yang dapat digunakan sewaktu-waktu.

AKBP Wisnu meminta setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam keadaan darurat. Koordinasi antara TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), pemerintah daerah, dan relawan harus diperkuat agar penanganan berjalan terpadu.

“Jangan berjalan sendiri-sendiri, tetapi utamakan kerja sama dan komunikasi dalam setiap penanganan bencana,” katanya.

Dalam proses penyelamatan, keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas. AKBP Wisnu secara khusus mengingatkan agar kebutuhan kelompok rentan diperhatikan sejak persiapan hingga pelaksanaan evakuasi.

“Berikan bantuan evakuasi secara cepat, tepat, humanis, dan terkoordinasi. Perhatikan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas,” ujar AKBP Wisnu.

Selain menyiapkan bantuan darurat, petugas diminta menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat. Pesan yang ditekankan meliputi kewaspadaan saat hujan deras, menghindari kawasan rawan banjir dan longsor, serta tidak berteduh di bawah pohon ketika terjadi angin kencang.

Penyampaian informasi juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan. AKBP Wisnu meminta seluruh unsur terkait menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi serta menyampaikan informasi resmi secara cepat dan akurat.

Apel tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri K.H. Qowimuddin Thoha atau Gus Qowim serta Kepala Staf Kodim 0809 Kediri Mayor Infanteri Yuliadi Purnomo, yang mewakili Komandan Kodim 0809 Kediri.

Hadir pula Kepala BPBD Kota Kediri Joko Ariyanto, S.E., M.Si., Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetyo, S.Sos., M.Si., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kota Kediri Drs. Hery Purnomo.

Unsur lain yang mengikuti kegiatan ialah Komandan Kompi Brimob Ajun Komisaris Polisi Joko Widodo, S.H., Kepala PLN UP3 Kediri Suharno, pejabat utama Polres Kediri Kota, serta para kepala kepolisian sektor.

Peserta apel mencakup personel Kodim 0809 Kediri, Brimob, Satuan Samapta, dan jajaran polsek. Mereka bergabung dengan petugas Satpol PP, BPBD, pemadam kebakaran, dinas lingkungan hidup, dinas kesehatan, Palang Merah Indonesia, Tagana, PLN, serta relawan.

Setelah pemeriksaan pasukan dan penyampaian arahan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan operasional. AKBP Wisnu menegaskan bahwa kesiapsiagaan itu harus diwujudkan dalam kemampuan memberikan perlindungan dan pertolongan ketika masyarakat membutuhkan.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” katanya. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page