Connect with us

Peristiwa

Satlantas Polres Kediri Kota Sosialisasikan Lomba Bercerita kepada TK Kumala Bhayangkari 41 dan 42

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota melaksanakan kegiatan sambang silaturahmi dan koordinasi. Petugas datang ke TK Kumala Bhayangkari 41 dan 42 Kota Kediri, pada Hari Rabu 29 Mei 2024 pukul : 08.00 WIB s/d selesai.

Hadir dalam kegiatan ini, Kanit Kamsel dan Anggota. Kepala sekolah TK Kumala Bhayangkari 41 ibu Indri Widyan Septa dan Guru Pendamping TK Kumala Bhayangkari 42 Susi Riatinigsih.

Petugas Sambang Silaturahmi dan koordinasi ke Sekolah. TK Kumala Bhayangkari 41 jumlah siswa : 67 anak. TK Kumala Bhayangkari 42, jumlah : 52 anak.

Petugas menyampaikan ke kepala sekolah dan guru Pendamping rencana kegiatan Lomba bercerita oleh Polres Kediri kota dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara

“Dalam kegiatan berjalan lancar dan terkendali,” kata Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Andhini Puspa Nugraha, S.T.K.,S.I.K. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Antisipasi Konvoi dan Kemacetan Festival Santri Nusantara, Polsek Pesantren Kediri Siagakan 71 Personel

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sebanyak 71 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengamankan sejumlah jalur masuk Kota Kediri selama pelaksanaan puncak Festival Santri Nusantara 2026 di Pondok Pesantren Lirboyo, pada Kamis (8/10/2026) malam hingga Jumat (9/10/2026).

Pengamanan difokuskan pada tujuh titik strategis di wilayah Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, untuk mengantisipasi kemacetan, pergerakan rombongan dari luar daerah, serta potensi gangguan keamanan selama kegiatan Lirboyo Bersholawat berlangsung.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H. memimpin pengamanan tersebut dengan melibatkan 26 personel Polsek Pesantren, empat personel bantuan kendali operasi (BKO) Polres Kediri Kota, dan 40 personel TNI.

Pengamanan dimulai sekitar pukul 18.00 WIB setelah seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Markas Polres Kediri Kota.

Selanjutnya, anggota mendapatkan arahan pimpinan sebelum ditempatkan di sejumlah persimpangan dan jalur perbatasan.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi menjelaskan bahwa pengamanan dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Santri Nusantara 2026, khususnya untuk mengendalikan pergerakan kendaraan dan mengantisipasi gangguan ketertiban di wilayah Kecamatan Pesantren.

Berdasarkan laporan pengamanan yang disampaikan Siswandi, kegiatan mencakup “patroli mobiling tempat rawan” serta “pengaturan arus lalu lintas apabila terdapat jalan yang macet”.

Tujuh Titik Strategis Dijaga Personel Gabungan

Polsek Pesantren membagi kekuatan pengamanan ke tujuh lokasi yang dinilai strategis untuk memantau arus kendaraan menuju Kota Kediri.

Di Simpang Empat Baptis, pengamanan melibatkan enam personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.

Sementara itu, Simpang Empat Bence dijaga lima anggota Polsek Pesantren bersama 10 personel TNI.

Untuk Simpang Empat Reco Pentung, pengamanan dilakukan oleh empat personel bantuan dari Polres Kediri Kota.

Di Simpang Tiga Terminal Lama, empat anggota Polsek Pesantren ditempatkan untuk melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas.

Selanjutnya, Simpang Tiga Lapangan Gajah Mada mendapat pengamanan lima personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.

Adapun Simpang Empat Baruna dijaga dua personel Polsek Pesantren.

Sementara itu, kawasan perbatasan Blabak mendapat perhatian dengan penempatan lima personel Polsek Pesantren dan 10 anggota TNI.

Penempatan petugas di perbatasan Blabak menjadi bagian dari pengawasan terhadap kendaraan dan rombongan yang hendak memasuki wilayah Kota Kediri.

Dengan pola tersebut, pengamanan tidak hanya terpusat di sekitar Pondok Pesantren Lirboyo, tetapi juga menjangkau sejumlah akses masuk kota.

Antisipasi Rombongan dari Luar Kota Kediri

Selain menempatkan personel di persimpangan, Polsek Pesantren melaksanakan patroli bergerak atau mobile patrol di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.

Patroli dilakukan untuk memantau perkembangan situasi serta mengantisipasi kedatangan rombongan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.

Dalam laporan kegiatan disebutkan bahwa apabila ditemukan rombongan dari luar Kota Kediri yang hendak memasuki wilayah kota dan berpotensi mengganggu pengamanan, petugas akan melakukan pemeriksaan serta mengarahkan rombongan tersebut kembali ke wilayah asal.

Langkah tersebut berkaitan dengan pengamanan Lirboyo Bersholawat yang sebelumnya juga menjadi perhatian Polres Kediri Kota.

Dalam apel pengamanan gabungan, Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H. meminta personel mengantisipasi konvoi kelompok perguruan pencak silat yang tidak berkaitan dengan kegiatan keagamaan.

“Yang perlu diantisipasi adalah kedatangan kelompok perguruan yang berkumpul untuk melakukan konvoi,” kata Kompol Iwan saat memberikan arahan pengamanan, pada Kamis (8/10/2026).

Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah sekitar Kediri untuk mendukung pengawasan terhadap pergerakan rombongan.

“Kita juga berkoordinasi dengan polres samping untuk membantu melakukan penyekatan,” ujarnya.

Pengaturan Lalu Lintas Jadi Perhatian

Selain mengantisipasi konvoi, petugas gabungan disiagakan untuk mengatur arus kendaraan apabila terjadi kepadatan di sejumlah persimpangan.

Pengamanan dilakukan bertepatan dengan pelaksanaan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang menjadi puncak Festival Santri Nusantara 2026.

Kegiatan tersebut diperkirakan dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.

Dalam rapat koordinasi sebelumnya, panitia memperkirakan jumlah pengunjung dapat mencapai sekitar 50.000 orang.

Besarnya potensi pergerakan masyarakat tersebut membuat pengaturan lalu lintas menjadi salah satu prioritas pengamanan.

Kecamatan Pesantren merupakan salah satu wilayah yang dilalui kendaraan dari arah luar Kota Kediri, sehingga pemantauan pada jalur masuk diperlukan untuk membantu mengendalikan arus menuju pusat kota.

Petugas di setiap titik diminta melakukan pengawasan serta berkoordinasi apabila ditemukan peningkatan volume kendaraan.

Pengamanan juga dilakukan melalui patroli bergerak untuk menjangkau lokasi yang tidak menjadi titik penempatan personel tetap.

Bagian dari Pengamanan Gabungan Festival Santri Nusantara

Pengamanan yang dilakukan Polsek Pesantren merupakan bagian dari operasi pengamanan gabungan yang dikoordinasikan Polres Kediri Kota.

Sebelumnya, Polres Kediri Kota menyiapkan 784 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait untuk mendukung pelaksanaan Lirboyo Bersholawat.

Pengamanan dibagi ke sejumlah wilayah dan jalur strategis guna mengantisipasi kepadatan kendaraan maupun gangguan ketertiban.

Sementara itu, panitia Pondok Pesantren Lirboyo juga menyiapkan pengamanan internal untuk membantu mengatur pergerakan jemaah di lingkungan acara.

Kolaborasi pengamanan tersebut dilakukan agar kegiatan keagamaan dapat berlangsung tanpa mengabaikan aktivitas masyarakat di jalan umum.

Tidak Ada Gangguan Menonjol yang Dilaporkan

Berdasarkan laporan Polsek Pesantren, pengamanan di tujuh titik strategis berlangsung tanpa adanya gangguan keamanan menonjol yang dilaporkan.

Laporan tersebut juga tidak mencantumkan jumlah rombongan yang diarahkan kembali maupun jumlah kendaraan yang mengalami pengalihan arus.

Siswandi menyebut pengamanan Festival Santri Nusantara merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun dan melibatkan personel Polsek Pesantren sesuai kebutuhan pengamanan wilayah.

Melalui penempatan 71 personel gabungan, kepolisian berupaya memastikan akses masuk Kota Kediri tetap terpantau selama berlangsungnya kegiatan di Pondok Pesantren Lirboyo.

Masyarakat yang melintas di kawasan Kecamatan Pesantren diimbau mematuhi arahan petugas, menghindari konvoi yang mengganggu pengguna jalan, serta mengikuti pengaturan lalu lintas apabila terjadi kepadatan kendaraan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Cegah Kemacetan dan Konvoi Perguruan Silat, Satlantas Polres Kediri Atur Lalu Lintas Festival Santri Nusantara

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota menerjunkan personel ke enam persimpangan utama untuk mengamankan arus kendaraan selama kegiatan Lirboyo Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, pada Kamis (8/10/2026).

Pengamanan yang merupakan bagian dari rangkaian Festival Santri Nusantara 2026 tersebut dimulai pukul 16.00 WIB, dengan fokus pada kelancaran lalu lintas sebelum dan sesudah kegiatan serta pencegahan konvoi kelompok yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Enam titik pengamanan meliputi, Simpang Empat Alun-alun, Simpang Empat Muning, Simpang Empat Campurejo, Simpang Empat Sukorame, Simpang Empat Bandar Ngalim, dan Simpang Empat Sumur Bor.

Pengamanan berada di bawah kendali Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., bersama para kepala unit Satlantas.

Penempatan personel di sejumlah persimpangan dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan menuju kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Enam Persimpangan Jadi Fokus Pengamanan

Kegiatan Lirboyo Bersholawat merupakan puncak Festival Santri Nusantara 2026 yang diperkirakan menarik puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah.

Dalam rapat koordinasi sebelumnya, panitia memperkirakan sekitar 50.000 orang akan menghadiri kegiatan tersebut.

Besarnya potensi pergerakan masyarakat menjadi perhatian kepolisian, terutama pada jalur yang menghubungkan pusat Kota Kediri dengan kawasan Lirboyo.

Untuk mengantisipasi kepadatan, Satlantas menempatkan personel di enam persimpangan yang menjadi bagian dari jaringan jalan menuju kawasan kegiatan.

Petugas bertugas mengatur pergerakan kendaraan sebelum acara dimulai sekaligus mempersiapkan pengamanan arus lalu lintas setelah kegiatan berakhir.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri menjelaskan bahwa pengamanan diarahkan pada dua kegiatan utama, yakni pengaturan lalu lintas dan penyekatan terhadap kelompok yang berpotensi melakukan konvoi.

Dalam laporan kegiatan Satlantas, kedua tugas tersebut disebut sebagai “pengamanan arus lalu lintas sebelum dan pascakegiatan Lirboyo Bersholawat” serta “penyekatan para penggembira” agar tidak memasuki kawasan pesantren.

Polisi Lakukan Penyekatan untuk Cegah Konvoi

Selain mengatur lalu lintas, petugas Satlantas juga melakukan penyekatan terhadap kelompok penggembira yang dalam laporan kepolisian disebut dengan istilah semut hitam.

Penyekatan dilakukan untuk mencegah kelompok tersebut memasuki kawasan Pondok Pesantren Lirboyo dan berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kegiatan keagamaan.

Langkah itu sejalan dengan arahan pengamanan yang sebelumnya disampaikan Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H.

Dalam apel pengamanan gabungan, Iwan meminta personel mengantisipasi kedatangan kelompok perguruan pencak silat yang berpotensi melakukan konvoi menuju kawasan pesantren.

“Yang perlu diantisipasi adalah kedatangan kelompok perguruan yang berkumpul untuk melakukan konvoi,” kata Iwan dalam pengarahan pengamanan, Kamis sore.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan Lirboyo Bersholawat merupakan acara keagamaan sehingga pengunjung diminta mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan penyelenggara.

“Dalam kegiatan ini tidak diperbolehkan ada atribut perguruan. Yang diperbolehkan masuk adalah yang berpakaian busana muslim,” ujarnya.

Kepolisian turut berkoordinasi dengan jajaran polres di wilayah sekitar Kediri untuk mendukung langkah penyekatan.

Pengamanan tersebut ditujukan untuk mencegah konvoi dan menjaga akses menuju lokasi kegiatan tetap dapat digunakan oleh jemaah.

Pengaturan Arus Sebelum dan Sesudah Acara

Pengamanan lalu lintas tidak hanya dilakukan menjelang dimulainya Lirboyo Bersholawat, tetapi juga disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan setelah acara selesai.

Pergerakan jemaah dalam jumlah besar berpotensi menyebabkan peningkatan arus kendaraan secara bersamaan, terutama pada jalur keluar dari kawasan pesantren.

Karena itu, personel Satlantas ditempatkan pada sejumlah persimpangan untuk mendukung pengaturan kendaraan dan mengurangi potensi penumpukan arus.

Dalam pelaksanaannya, petugas juga berkoordinasi dengan unsur pengamanan lainnya yang terlibat dalam Festival Santri Nusantara 2026.

Sebelumnya, Polres Kediri Kota mengerahkan 784 personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan unsur terkait untuk mendukung pengamanan kegiatan tersebut.

Sementara itu, panitia pesantren juga menyiapkan pengamanan internal untuk membantu mengatur pergerakan jemaah di kawasan acara.

Masyarakat Diminta Mematuhi Arahan Petugas

Pengamanan Festival Santri Nusantara menjadi salah satu perhatian Satlantas Polres Kediri Kota karena melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar.

Selain pengaturan kendaraan, kepatuhan pengguna jalan menjadi faktor penting untuk mencegah kemacetan di sekitar lokasi kegiatan.

Masyarakat yang melintas di kawasan Mojoroto dan jalur menuju Pondok Pesantren Lirboyo diimbau memperhatikan arahan petugas serta tidak memaksakan kendaraan masuk ke ruas jalan yang sedang dilakukan pengaturan atau penyekatan.

Pengunjung kegiatan juga diharapkan menggunakan lokasi parkir yang telah disiapkan dan menghindari aktivitas konvoi.

Berdasarkan laporan Satlantas Polres Kediri Kota, kegiatan pengamanan yang dilaksanakan sejak Kamis sore berjalan lancar. Tidak terdapat kejadian menonjol yang disebutkan dalam laporan tersebut.

Laporan itu tidak merinci jumlah kendaraan yang dialihkan maupun jumlah kelompok yang terjaring penyekatan.

Melalui penempatan personel di enam persimpangan dan pelaksanaan penyekatan, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus mendukung pelaksanaan Lirboyo Bersholawat sebagai puncak Festival Santri Nusantara 2026. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

418 Personel Gabungan Amankan Laga Persik Kediri Vs Madura United, Polisi Perketat Pemeriksaan Suporter

Published

on

Kediriselaludihati – Persik Kediri berhasil mengamankan tiga poin setelah mengalahkan Madura United dengan skor 2-0 dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jumat (9/10/2026) sore.

Pertandingan yang disaksikan 2.312 penonton tersebut mendapat pengamanan dari 418 personel gabungan kepolisian, TNI, dan sejumlah instansi terkait.

Pertandingan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB dengan kemenangan tuan rumah. Hingga pukul 18.00 WIB, seluruh penonton dilaporkan telah meninggalkan kawasan Stadion Brawijaya tanpa adanya gangguan keamanan menonjol.

Pengamanan pertandingan dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., dengan melibatkan Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., serta pejabat utama Polres Kediri Kota.

Sebanyak 418 personel gabungan disiapkan untuk mengamankan pertandingan tersebut. Dari jumlah itu, 227 personel berasal dari Polres Kediri Kota dan polsek jajaran, sedangkan personel lainnya merupakan unsur bantuan pengamanan dari kepolisian, TNI, serta instansi terkait.

Selain aparat gabungan, panitia pelaksana pertandingan menyiapkan 65 petugas steward dan 30 petugas pemeriksaan badan untuk mendukung pengamanan di lingkungan stadion.

Sebelum pertandingan berlangsung, seluruh personel mengikuti apel kesiapan pengamanan yang dipimpin Wakapolres Kediri Kota pada pukul 13.20 WIB di halaman SMA Negeri 8 Kota Kediri, Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa Nomor 77, Kelurahan Banjaran.

Dalam arahannya, Putu menekankan pentingnya profesionalisme petugas, terutama dalam melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penonton yang akan memasuki stadion.

“Laksanakan pemeriksaan secara profesional. Jangan sampai penonton yang hadir membawa minuman keras ataupun senjata tajam,” kata Putu saat memberikan arahan kepada personel pengamanan.

Menurut dia, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan sebelum pertandingan, termasuk menyampaikan imbauan kepada suporter agar tidak membawa barang-barang yang dilarang berdasarkan ketentuan penyelenggaraan pertandingan sepak bola.

Pemeriksaan terhadap barang bawaan penonton menjadi salah satu perhatian utama karena pintu masuk stadion merupakan lokasi berkumpulnya suporter sebelum pertandingan dimulai.

Selain mencegah masuknya barang terlarang, petugas diminta mengantisipasi tindak kriminalitas yang dapat terjadi ketika penonton berdesakan.

Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengingatkan bahwa kawasan pintu masuk memiliki potensi kerawanan, terutama tindak pencopetan saat terjadi antrean maupun kepadatan penonton.

“Kerawanan di pintu-pintu masuk karena rawan copet dalam proses berdesak-desakan saat masuk,” ujar Iwan.

Karena itu, petugas diminta melakukan pengawasan secara cermat tanpa mengabaikan prosedur pemeriksaan dan kenyamanan penonton.

Pengamanan pertandingan menerapkan pembagian zona sesuai Peraturan Kepolisian Nomor 10 Tahun 2022 tentang pengamanan penyelenggaraan kompetisi olahraga.

Dalam pelaksanaannya, pengamanan di zona satu atau bagian dalam stadion menjadi tanggung jawab utama steward yang berada di bawah koordinasi panitia pelaksana pertandingan.

Sementara itu, personel TNI dan Polri ditempatkan pada zona dua serta sejumlah titik pengamanan di luar stadion.

“Untuk anggota TNI-Polri berada di ring dua. Apabila tim steward membutuhkan bantuan, anggota TNI-Polri baru membantu ke dalam untuk mengamankan,” kata Putu.

Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan pengamanan pertandingan berjalan sesuai pembagian kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Iwan juga meminta seluruh petugas memahami posisi masing-masing serta segera melaporkan apabila menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Ring satu akan dipegang kendali oleh steward. Untuk anggota pengamanan berada di ring dua dan pintu masuk stadion. Silakan cek dengan teliti barang-barang penonton yang mau masuk,” ujarnya.

Selain itu, petugas yang terlibat dalam pengamanan pertandingan tidak diperkenankan membawa senjata api. Personel yang membawa senjata api diminta menitipkannya kepada petugas Provos sebelum menjalankan tugas.

Pengamanan dilakukan secara berlapis dengan menempatkan personel di pintu-pintu masuk Stadion Brawijaya, kawasan parkir, ruas jalan, serta sejumlah lokasi strategis di sekitar stadion.

Pada zona dua, pengamanan melibatkan personel Polres Kediri Kota, Polres Kediri, Kodim 0809/Kediri, dan Satpol PP.

Sejumlah perwira ditunjuk sebagai pengendali di pintu masuk stadion, antara lain Wakapolsek Banyakan Iptu Hery Purnomo di Pintu A, Wakapolsek Tarokan Iptu Ali Susilo di Pintu B, Wakapolsek Grogol Iptu Agus Santoso di Pintu D, Wakapolsek Mojo Iptu Sulistiawan di Pintu F, dan Wakapolsek Semen Iptu Agung Sukojo di Pintu G.

Sementara itu, pengamanan zona tiga melibatkan personel Brimob, Dalmas Sat Samapta, Brigif 16/Wira Yudha, serta Yonif 521/Dadaha Yudha.

Personel Brimob ditempatkan di sisi selatan Stadion Brawijaya, sedangkan satuan Dalmas Sat Samapta disiagakan di kawasan SMA Negeri 8 Kota Kediri.

Unsur Brigif 16 disiapkan untuk mendukung pengamanan kawasan selatan Taman Tirtayasa, sementara personel Yonif 521 ditempatkan di sekitar kawasan Rumah Makan Wong Solo dan Patung Macan.

Pengamanan juga menjangkau simpul-simpul jalan melalui penempatan personel Satlantas Polres Kediri Kota bersama Dinas Perhubungan.

Petugas bertugas memantau pergerakan kendaraan, mengantisipasi kepadatan lalu lintas, serta mendukung kelancaran arus penonton sebelum dan sesudah pertandingan.

Untuk memperkuat pengawasan, empat perwira menengah ditunjuk sebagai pengendali wilayah di sekitar stadion.

Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono bertanggung jawab melakukan pengawasan di sisi utara, Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi di sisi timur, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono di sisi selatan, dan Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto di sisi barat stadion.

Sebelum personel menempati lokasi masing-masing, kepolisian juga menggelar Tactical Floor Game (TFG) pada pukul 13.30 WIB.

Simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh unsur pengamanan memahami penempatan personel, jalur koordinasi, dan langkah yang harus dilakukan apabila terjadi keadaan darurat.

Dalam pengarahan TFG, Iwan menjelaskan bahwa pola pengamanan telah disiapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi dan pertemuan teknis bersama pihak terkait.

“Kami sudah melakukan pengaturan pengamanan dan sudah mencetak rencana pengamanan yang akan dibagikan kepada para perwira pengendali sebagai pedoman pelaksanaan tugas,” kata Iwan.

Ia juga mengingatkan personel agar mengantisipasi potensi gangguan di kawasan parkir, pintu masuk, dan jalur keluar penonton setelah pertandingan.

Dalam laporan pengamanan terdapat perbedaan keterangan mengenai ketentuan kehadiran suporter tim tamu. Pada arahan awal disebutkan bahwa suporter tamu tidak diperkenankan hadir, sedangkan paparan TFG menyebutkan kuota lima persen dari kapasitas stadion. Laporan tersebut tidak menjelaskan ketentuan mana yang akhirnya diterapkan pada pertandingan ini.

Di lapangan, Persik Kediri yang ditangani pelatih Marcos Reina Torres menurunkan Husna Al Malik Riwani Saputra sebagai penjaga gawang utama.

Sejumlah pemain yang masuk susunan sebelas pertama antara lain Francisco Pereira Carneiro atau Kiko, Imanol Garcia, Bayu Otto, Ernesto Gomez Muñoz, Zanadin Fariz, Althaf Indie Alrizky, Eduardo Barbosa, Jose Enrique Rodriguez, Marcelo Djalo, dan Park Junheong.

Sementara itu, Madura United yang ditangani pelatih Jose Manuel Gomes da Silva mengandalkan Angga Saputro di bawah mistar gawang.

Tim tamu juga menurunkan sejumlah pemain seperti Pedro Monteiro, Juan Danilo Santacruz, Dimitar Mitkov, Gali Freitas, Hugo Gomes, M. Taufany Muslihuddin, Dede Sapari, Ardi Idrus, Ilham Syah, dan Jorge Mendonça.

Pertandingan dipimpin wasit Yudai Yamamoto dengan bantuan asisten wasit Umar dan Eko Hariyadi. Sementara itu, Muhammad Tri Santoso bertugas sebagai Video Assistant Referee (VAR), didampingi Sriyanto sebagai asisten VAR.

Persik Kediri akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 2-0 atas Madura United.

Meski demikian, laporan kepolisian tidak merinci pencetak gol maupun menit terjadinya kedua gol tersebut.

Kemenangan ini membuat Persik Kediri meraih tiga poin dari pertandingan kandang melawan Madura United dalam lanjutan kompetisi BRI Super League musim 2026/2027.

Seusai pertandingan, petugas tetap disiagakan untuk memantau pergerakan penonton yang meninggalkan stadion.

Pengamanan dilanjutkan hingga sekitar pukul 18.00 WIB, ketika kawasan Stadion Brawijaya dilaporkan telah sepi dan seluruh penonton meninggalkan lokasi.

Kegiatan kemudian ditutup dengan konsolidasi personel yang dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.

Dalam evaluasi tersebut, Iwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang terlibat dalam pengamanan pertandingan.

“Terima kasih rekan-rekan atas pelaksanaan pengamanan pertandingan sepak bola,” katanya.

Ia juga meminta personel operasional tetap melakukan pemantauan situasi setelah kegiatan berakhir.

Berdasarkan laporan Polres Kediri Kota, pertandingan Persik Kediri melawan Madura United yang disaksikan 2.312 penonton tersebut berakhir tanpa adanya insiden keamanan menonjol yang dilaporkan.

Pengamanan berlapis dengan melibatkan steward, kepolisian, TNI, dan instansi terkait menjadi bagian dari penerapan standar keselamatan penyelenggaraan pertandingan sepak bola profesional, terutama dalam pengaturan penonton, pemeriksaan barang bawaan, dan pengendalian arus kendaraan di sekitar stadion. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page