Peristiwa
Wakapolresta Kediri Kunjungan Kerja ke Polsek Semen
Kediriselaludihati.com – Wakapolresta Kediri Kompol Wachid Arifaini, S.Ag.,S.H memimpin apel pagi di Polsek Banyakan, pada hari Rabu, 12 Pebruari 2020. Dilanjutkan kunjungan kerja ke Polsek Semen.
Wakapolres menyampaikan Jukrah dari pimpinan dilanjutkan dg giat Gaktibplin bersama Kasi Propam guna pemeriksaan sikap tampang, surat identitas diri, Ranmor maupun senpi inventaris dinas.
“Kegiatan berjalan tertib dan lancar, namun masih ditemukan beberapa hal,” kata Kompol Wachid Arifaini.
Temuan itu antara lain, Rambut panjang/kurang rapi & jambang: Brigadir M. Agus Purnomo (Sek Banyakan); Bripka Suyanto (Sek Banyakan), Bripka Heru (Sek Semen). Senpi Kotor : Bripka Dwianto N. (Sek Banyakan).
SIM habis masa berlaku Aiptu Sigit (Sek Banyakan); Aipda Abertus Agung S. (Sek Banyakan) Dan Aipda Hari P. (Sek Semen). Tindak lanjut : Agar anggota tsb di atas untuk segera tertib dan melengkapi kekurangan sebagaimana mestinya. (res/an).
Peristiwa
Green Policing di Asrama Polisi PK Bangsa, Kapolres Kediri Kota Ajak Masyarakat Bersama Menjaga Lingkungan
Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di lingkungan Asrama Polisi (Aspol) Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Green Policing, pendekatan kepolisian yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata bersama masyarakat.
AKBP Wisnu hadir bersama Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko dan sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota.
Kegiatan tersebut juga melibatkan warga yang tinggal di sekitar Asrama Polisi PK Bangsa.
Setibanya di lokasi, AKBP Wisnu langsung mengikuti penanaman pohon bersama masyarakat dan jajaran kepolisian.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap penghijauan lingkungan permukiman.
Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk memperbaiki kualitas lingkungan.
Keberadaan pepohonan di kawasan permukiman memiliki sejumlah manfaat, mulai dari memberikan keteduhan, membantu menyerap air hujan, hingga mendukung kualitas udara dan kenyamanan lingkungan.
Di kawasan perkotaan, ruang hijau juga memiliki peran penting dalam mengurangi paparan panas dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Karena itu, kegiatan penghijauan tidak hanya berkaitan dengan penanaman pohon, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap pemeliharaan tanaman agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan Green Policing di Aspol PK Bangsa menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran bersama terhadap kondisi lingkungan.
Kehadiran warga menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat di sekitar asrama.
Selain menjadi kegiatan penghijauan, penanaman pohon bersama dapat memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dan warga.
Hubungan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pendekatan kepolisian yang mengedepankan kerja sama dengan masyarakat.
Melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan lingkungan, kepolisian dapat membangun interaksi dengan warga di luar kegiatan penegakan hukum dan pengamanan.
“Melalui kegiatan Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tugas kepolisian, tetapi menjaga lingkungan agar tetap hijau, bersih, dan nyaman juga membutuhkan kepedulian kita bersama.” kata AKBP Wisnu.
Kegiatan Green Policing sejalan dengan upaya membangun kesadaran bahwa pemeliharaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Perubahan kondisi lingkungan perkotaan, termasuk berkurangnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya kebutuhan kawasan permukiman, menjadi alasan pentingnya kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.
Meski penanaman pohon merupakan langkah yang relatif sederhana, manfaatnya bergantung pada pemilihan jenis tanaman, kesesuaian lokasi, serta perawatan setelah penanaman.
Karena itu, keberlanjutan kegiatan menjadi hal penting agar pohon yang ditanam tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan seremonial.
Di lingkungan asrama polisi, penghijauan juga dapat memberikan manfaat langsung bagi penghuni maupun masyarakat sekitar.
Pepohonan yang tumbuh dengan baik dapat menciptakan kawasan yang lebih teduh dan mendukung kenyamanan ruang bersama.
Selain itu, kegiatan yang melibatkan warga dapat menjadi sarana membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan secara kolektif.
“Kami berharap pohon yang ditanam hari ini dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil di sekitar tempat tinggal masing-masing,” tambah Wisnu.
Dalam kegiatan tersebut, AKBP Wisnu didampingi Wakapolres dan para pejabat utama Polres Kediri Kota.
Keterlibatan pimpinan kepolisian dalam penanaman pohon menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan penghijauan yang dilakukan bersama warga.
Sementara itu, kehadiran masyarakat sekitar Aspol PK Bangsa memperlihatkan adanya partisipasi warga dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan kepolisian tersebut.
Laporan kegiatan belum merinci jumlah pohon yang ditanam, jenis tanaman yang digunakan, maupun rencana pemeliharaan setelah penanaman.
Meski demikian, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk interaksi langsung antara Polres Kediri Kota dan masyarakat melalui aktivitas pelestarian lingkungan.
Green Policing juga dapat menjadi sarana edukasi bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari kegiatan berskala besar.
Menanam dan merawat pohon, menjaga kebersihan, serta memperhatikan kondisi ruang hijau di sekitar tempat tinggal merupakan tindakan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Melalui kegiatan di Asrama Polisi PK Bangsa, Polres Kediri Kota menempatkan penghijauan sebagai salah satu bentuk kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Berdasarkan laporan kegiatan, penanaman pohon yang dipimpin AKBP Wisnu berlangsung aman dan kondusif.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal. (res/an)
Peristiwa
Kompensasi Warga Terdampak di Jalan Jaksa Agung dan Jalan Kawi Kediri Dibahas, Pembangunan Jalan Suparjan Jadi Prioritas
Kediriselaludihati.com – Persoalan kompensasi bagi warga yang terdampak pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi di Kantor Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut melibatkan pemerintah kelurahan, perwakilan masyarakat, unsur pelaksana proyek, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Pembahasan difokuskan pada perkembangan kompensasi bagi warga yang terdampak aktivitas pembangunan, khususnya di kawasan Jalan Jaksa Agung dan Jalan Kawi.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pembayaran kompensasi terakhir untuk warga terdampak di kedua kawasan itu dilakukan pada September 2026.
Sementara itu, pelaksanaan pembangunan saat ini lebih diprioritaskan pada kawasan Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan, masih terdapat penerima kompensasi, terutama pada lokasi yang aktivitas pembangunannya masih berlangsung.
Rapat koordinasi tersebut menjadi sarana komunikasi antara pihak terkait dan masyarakat untuk membahas perkembangan proyek serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kelurahan Mojoroto Yahya Budiono, Bhabinkamtibmas Aiptu Andri Jatmiko, serta dua Babinsa, yakni Serka Parik Susanto dan Pratu Arif Afandi.
Pertemuan juga diikuti Kasi Ketenteraman dan Ketertiban, Kasi Pemerintahan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta para ketua RT dan RW.
Dari unsur terkait pembangunan hadir Alfi selaku perwakilan hubungan masyarakat LMA bersama sejumlah staf.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memungkinkan pembahasan mengenai dampak pembangunan dilakukan melalui koordinasi langsung di tingkat kelurahan.
Pembangunan infrastruktur jalan tol menuju Bandara Dhoho merupakan proyek yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan yang dilalui maupun berdekatan dengan lokasi pekerjaan.
Selain perubahan akses dan arus kendaraan, pelaksanaan proyek juga dapat menimbulkan dampak sementara terhadap lingkungan dan kegiatan warga.
Karena itu, komunikasi mengenai kompensasi menjadi salah satu hal penting agar masyarakat memperoleh penjelasan mengenai mekanisme dan perkembangan penanganan dampak pembangunan.
Dalam rapat di Kelurahan Mojoroto, pembahasan mengenai kompensasi berkaitan dengan aktivitas proyek di Jalan Jaksa Agung, Jalan Kawi, dan Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Namun, laporan kegiatan belum merinci bentuk kompensasi yang diberikan, jumlah warga penerima, besaran pembayaran, maupun kriteria penetapan penerima.
Belum dijelaskan pula apakah kompensasi tersebut berkaitan dengan gangguan aktivitas usaha, akses bangunan, kerusakan properti, atau bentuk dampak pembangunan lainnya.
Dengan demikian, kompensasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut belum dapat disamakan dengan pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah tanpa adanya penjelasan lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas bersama unsur tiga pilar menghadiri koordinasi tersebut sekaligus mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Kehadiran kepolisian diarahkan untuk mendukung kelancaran komunikasi antara pihak terkait serta mencegah munculnya gangguan keamanan selama pembahasan berlangsung.
“Kami berharap setiap persoalan yang muncul akibat pelaksanaan pembangunan dapat dikomunikasikan secara terbuka melalui pemerintah kelurahan dan pihak terkait. Masyarakat tetap kami imbau menjaga ketertiban agar pembahasan mengenai kompensasi dapat berjalan dengan baik,” kata Kompol Rudi.
Persoalan kompensasi menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari di sekitar kawasan pembangunan.
Kejelasan informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab, dasar pemberian kompensasi, serta waktu penyalurannya diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui forum koordinasi, warga dan unsur pemerintah setempat dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan pekerjaan serta menyampaikan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.
Di sisi lain, keterlibatan RT, RW, dan LPMK menjadi penting karena lembaga tersebut memiliki hubungan langsung dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Informasi yang diperoleh melalui rapat dapat menjadi bahan komunikasi kepada warga, sepanjang sesuai dengan keputusan dan penjelasan resmi pihak yang berwenang.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aiptu Andri Jatmiko bersama Babinsa turut memantau situasi selama berlangsungnya pertemuan.
Kehadiran unsur kepolisian dan TNI merupakan bagian dari koordinasi kewilayahan dalam mendukung penyelesaian persoalan masyarakat melalui musyawarah.
“Kami mengajak masyarakat mengutamakan musyawarah apabila terdapat perbedaan informasi atau persoalan terkait dampak pembangunan. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pihak pelaksana proyek perlu terus dijaga agar situasi tetap aman dan kondusif,” tambah Kompol Rudi.
Pembahasan kompensasi di Kelurahan Mojoroto berlangsung ketika pekerjaan infrastruktur di kawasan Jalan Suparjan Mangunwijaya juga berdampak pada pengaturan arus lalu lintas.
Pada Kamis (22/10/2026) malam, Satlantas Polres Kediri Kota telah melakukan pengalihan dan pengaturan kendaraan di kawasan Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame sehubungan dengan penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya untuk mendukung pekerjaan proyek tol.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga memerlukan koordinasi mengenai akses jalan dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Meski demikian, rapat koordinasi pada Jumat tersebut belum dilaporkan menghasilkan keputusan baru mengenai jadwal pembayaran kompensasi atau mekanisme penanganan warga yang belum menerima.
Informasi mengenai tindak lanjut hasil pertemuan masih memerlukan konfirmasi kepada pemerintah kelurahan dan pihak pelaksana proyek.
Kapolsek Mojoroto melaporkan bahwa seluruh rangkaian rapat koordinasi di Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Mojoroto berlangsung lancar, tertib, dan aman.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari komunikasi berkelanjutan antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pihak pelaksana proyek dalam menangani dampak pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri. (res/an)
Peristiwa
Antisipasi Kemacetan di Mojoroto dan Sukorame, Unit Turjawali Satlantas Kediri Kota Lakukan Pengaturan Jalan
Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota melakukan pengalihan dan pengaturan arus kendaraan menyusul penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya untuk mendukung pekerjaan proyek jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri, pada Kamis (22/10/2026) malam.
Pengaturan lalu lintas dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan menempatkan personel di sejumlah titik persimpangan, terutama Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame, Kota Kediri.
Penempatan petugas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat perubahan arus lalu lintas selama penutupan jalan berlangsung.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilaksanakan oleh personel Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali).
Petugas melakukan pengalihan arus, pengaturan kendaraan, serta penguraian kepadatan pada jalur yang terdampak penutupan.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas kendaraan di kawasan Mojoroto dan Sukorame tetap berjalan meskipun terdapat pembatasan akses pada ruas Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Penutupan jalan berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek tol yang direncanakan mendukung akses menuju Bandara Dhoho Kediri.
Keberadaan proyek tersebut membuat pengaturan lalu lintas menjadi perhatian, terutama pada ruas jalan yang selama ini digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Perubahan arus kendaraan berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan apabila tidak disertai pengaturan yang memadai.
Karena itu, personel Turjawali ditempatkan di persimpangan untuk membantu mengarahkan pengendara dan mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Usulan kutipan Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, perlu dikonfirmasi sebelum diterbitkan:
“Kami melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas menyusul penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya yang berkaitan dengan pembangunan proyek tol menuju Bandara Dhoho. Personel Turjawali ditempatkan di sejumlah persimpangan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame menjadi titik perhatian petugas dalam pelaksanaan pengalihan arus tersebut.
Di kedua lokasi, anggota Satlantas melakukan pengaturan kendaraan yang melintas sekaligus membantu mengurai potensi kepadatan akibat perubahan pola perjalanan.
Kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan arahan kepada pengguna jalan agar dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi lalu lintas.
Pengendara diharapkan memperhatikan petunjuk dan arahan petugas, terutama ketika melintasi kawasan yang terdampak pekerjaan pembangunan.
Selain mematuhi pengalihan arus, masyarakat juga perlu menjaga kecepatan kendaraan dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pengaturan arus menjadi penting karena penutupan jalan dapat menyebabkan kendaraan berpindah ke ruas lain yang masih dapat dilalui.
Apabila volume kendaraan meningkat pada jalur alternatif, potensi antrean dapat muncul di sejumlah persimpangan.
Melalui penempatan personel Turjawali, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya menjaga agar perubahan arus kendaraan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang lebih luas.
Usulan kutipan lanjutan Kasat Lantas, perlu dikonfirmasi sebelum diterbitkan:
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan melintas pada ruas jalan yang sedang ditutup. Keselamatan dan kelancaran perjalanan menjadi prioritas selama berlangsungnya pengaturan lalu lintas,” terangnya.
Meski demikian, laporan Satlantas belum merinci ruas jalan alternatif yang ditetapkan, batas titik penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya, maupun perkiraan durasi pemberlakuan rekayasa lalu lintas.
Belum dijelaskan pula apakah penutupan dilakukan secara penuh selama 24 jam atau hanya pada waktu tertentu sesuai kebutuhan pekerjaan proyek.
Karena itu, masyarakat yang akan melintas di kawasan Mojoroto dan Sukorame perlu memperhatikan kondisi serta petunjuk petugas di lapangan.
Informasi mengenai waktu pembukaan kembali jalan dan jalur pengalihan secara terperinci masih memerlukan penjelasan dari pihak terkait.
Berdasarkan laporan kegiatan, pelaksanaan pengalihan dan pengaturan arus oleh personel Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota pada Kamis malam berlangsung aman dan lancar.
Pengamanan lalu lintas tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga mobilitas masyarakat selama pelaksanaan pekerjaan infrastruktur yang berdampak pada akses jalan di Kota Kediri. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
