Connect with us

Peristiwa

1.434 Kotak MBG Disalurkan di MTsN 2 Kediri, Polisi Tekankan Konsumsi Langsung demi Keamanan Pangan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali disalurkan kepada pelajar di Kota Kediri. Pada Senin (12/1/2026) pagi, Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo Aiptu Bustanul Arifin bersama Bhabinkamtibmas Ngronggo dan Babinsa Kelurahan Rejomulyo mendampingi Kepala SPPG 2 Al Amien Rejomulyo dalam kegiatan monitoring dan pemantauan pendistribusian MBG di MTsN 2 Kota Kediri, Jalan Sunan Ampel Nomor 12.

Sebanyak 1.434 kotak makanan bergizi gratis dibagikan kepada siswa-siswi MTsN 2 Kota Kediri. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung tertib dan lancar.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala SPPG 2 Al Amien Rejomulyo, Talita Tri Agustin, Amalia Nurfaradzila, para Bhabinkamtibmas, Babinsa Rejomulyo, serta staf keamanan sekolah, Agus dan Taslim.

Selain melakukan pengamanan dan pemantauan distribusi, petugas juga melaksanakan sosialisasi kepada pihak sekolah dan para siswa terkait program MBG. Dalam kesempatan itu, Bhabinkamtibmas menyampaikan imbauan agar makanan yang diterima dikonsumsi langsung di lingkungan sekolah.

“MBG sebaiknya tidak dibawa pulang karena masa kedaluwarsa makanan kurang lebih lima jam setelah pendistribusian ke sekolah. Ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan bagi para siswa,” ujar Aiptu Bustanul Arifin di sela kegiatan.

Kepala SPPG 2 Al Amien Rejomulyo, Talita Tri Agustin, menyampaikan bahwa pendampingan dari unsur TNI-Polri sangat membantu kelancaran distribusi di lapangan. Kehadiran aparat memberikan rasa aman sekaligus memastikan proses berjalan sesuai ketentuan.

“Dengan adanya pendampingan ini, distribusi bisa lebih tertib dan terpantau, sehingga manfaat program dapat diterima optimal oleh siswa,” katanya.

Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program MBG yang dinilai membantu pemenuhan gizi peserta didik. Guru-guru juga dilibatkan dalam pengawasan agar makanan benar-benar dikonsumsi oleh siswa di sekolah, sesuai dengan arahan yang disampaikan dalam sosialisasi.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui laporan kegiatan tersebut menegaskan bahwa Polsek Kediri Kota berkomitmen mendukung program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya generasi muda.

“Pendampingan dilakukan tidak hanya untuk aspek keamanan, tetapi juga edukasi agar pelaksanaan program berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran,” ungkap Kompol Bowo Wicaksono.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, lancar, dan kondusif. Tidak ditemukan kendala berarti dalam proses distribusi. Program MBG diharapkan dapat terus berjalan berkesinambungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan pelajar di Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Turun ke Sawah, Dorong Petani Tingkatkan Hasil Panen Jagung

Published

on

Kediriselaludihati – Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan Polres Kediri Kota melalui jajaran Bhabinkamtibmas. Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjarmlati Polsek Mojoroto menyambangi petani jagung di wilayah setempat, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjarmlati AIPTU Hendro dengan mendatangi area persawahan di RT 4 RW 9, Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Dalam kegiatan tersebut, AIPTU Hendro bertemu dan berdialog langsung dengan Kasiran, salah seorang petani yang mengembangkan tanaman jagung di wilayah Banjarmlati.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, sambang petani merupakan bagian dari upaya kepolisian mendukung program ketahanan pangan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan.

“Bhabinkamtibmas turun langsung menemui petani untuk melihat kondisi pertanian sekaligus memberikan dukungan agar hasil tanaman jagung dapat terus ditingkatkan,” kata Rudi.

Menurut dia, peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran polisi di tengah masyarakat juga diarahkan untuk mendukung berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan warga.

Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang mendapat perhatian karena memiliki peran penting dalam menopang ketersediaan pangan.

“Program ketahanan pangan membutuhkan dukungan bersama. Karena itu, anggota di lapangan kami dorong untuk aktif berkomunikasi dengan petani dan mengetahui kondisi yang mereka hadapi,” ujarnya.

Dalam sambang tersebut, Bhabinkamtibmas berdialog mengenai upaya meningkatkan hasil tanaman jagung agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen secara maksimal.

Komunikasi langsung dengan petani juga menjadi sarana bagi kepolisian untuk mengetahui perkembangan pertanian di wilayah binaan.

Menurut Rudi, pola sambang seperti ini sekaligus memperkuat kedekatan antara Bhabinkamtibmas dan masyarakat.

“Petani merupakan bagian dari masyarakat binaan kami. Melalui sambang seperti ini, komunikasi dapat terus terjaga. Ketika ada persoalan di lingkungan, masyarakat juga tidak ragu untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas,” kata Rudi.

Kepolisian berharap produktivitas pertanian, termasuk komoditas jagung, dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mendukung ketersediaan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

Selain memberikan dukungan kepada petani, Bhabinkamtibmas tetap melakukan pemantauan situasi kamtibmas di kawasan pertanian dan lingkungan sekitarnya.

Polsek Mojoroto mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan tanpa gangguan.

“Kami berharap petani tetap bersemangat meningkatkan hasil pertaniannya. Di sisi lain, keamanan lingkungan juga harus terus dijaga karena situasi yang aman dan kondusif akan mendukung aktivitas masyarakat,” ujar Rudi.

Kegiatan sambang petani jagung di Banjarmlati tersebut berlangsung tertib dan lancar. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah tersebut terpantau aman dan terkendali. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Satlantas Polres Kediri Kota Sasar Pelanggan Warung, Ingatkan Keselamatan Jadi Kebutuhan

Published

on

Kediriselaludihati – Sosialisasi tertib berlalu lintas tidak hanya dilakukan di sekolah, kampus maupun ruang-ruang formal. Satlantas Polres Kediri Kota memilih mendatangi tempat masyarakat berkumpul untuk menyampaikan pesan keselamatan secara langsung.

Salah satunya dilakukan Tim Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota dengan menyambangi Warung Joglo di Jalan Mayor Bismo, Kota Kediri, Rabu (30/9/2026).

Di warung tersebut, petugas berdialog langsung dengan para pelanggan sekaligus memberikan pembinaan dan penyuluhan mengenai tertib berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan, pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa keselamatan di jalan raya merupakan tanggung jawab bersama.

“Kami ingin pesan tertib berlalu lintas bisa menjangkau masyarakat di mana pun mereka berada. Karena keselamatan bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, tetapi harus menjadi kebutuhan setiap pengguna jalan,” kata Septia.

Kegiatan tersebut dilaksanakan Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggota. Para pelanggan Warung Joglo menjadi sasaran edukasi dengan pendekatan dialogis dan sederhana.

Menurut Septia, ruang publik seperti warung memiliki potensi menjadi tempat edukasi karena masyarakat dari berbagai latar belakang bertemu dan berinteraksi di sana.

Petugas mengajak masyarakat membangun kebiasaan tertib sejak sebelum berkendara, selama berada di jalan hingga tiba di tempat tujuan.

Salah satu pesan yang ditekankan adalah pentingnya mematuhi rambu dan ketentuan lalu lintas. Kepatuhan tersebut dinilai bukan semata-mata untuk menghindari penindakan petugas, tetapi terutama untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Disiplin berlalu lintas harus muncul dari kesadaran diri. Ketika seseorang mematuhi aturan, sebenarnya yang sedang dijaga bukan hanya keselamatan dirinya, tetapi juga pengguna jalan lainnya,” ujar Septia.

Satlantas juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan keberadaan polisi sebagai satu-satunya alasan untuk tertib.

Kesadaran berlalu lintas, lanjut Septia, harus tetap dilakukan meskipun tidak terdapat petugas kepolisian di jalan.

Karena itu, dalam kegiatan tersebut polisi membawa pesan “Jadilah Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas dan Jadikan Keselamatan sebagai Kebutuhan”.

Pesan tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh masyarakat kepada keluarga maupun lingkungan terdekat.

“Harapannya masyarakat bukan hanya menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi juga bisa menjadi pelopor keselamatan bagi keluarga dan lingkungan masing-masing,” kata Septia.

Pendekatan dengan mendatangi tempat masyarakat beraktivitas juga menjadi cara Satlantas untuk membuat edukasi keselamatan lalu lintas lebih dekat dan tidak berjarak.

Dengan komunikasi langsung, masyarakat dapat menerima pesan mengenai keselamatan jalan dalam suasana yang lebih santai.

Satlantas Polres Kediri Kota akan terus mengedepankan edukasi dan langkah preventif sebagai bagian dari upaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Kota Kediri.

“Keselamatan harus dimulai dari diri sendiri. Kalau setiap pengguna jalan memiliki kesadaran itu, budaya tertib berlalu lintas akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Septia.

Kegiatan pembinaan dan penyuluhan di Warung Joglo berlangsung aman dan lancar. Polisi berharap pesan yang disampaikan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin saat berkendara di jalan raya. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Polisi Pantau Harga Pangan di Pasar Setonobetek, Cabai hingga Tomat Mulai Naik

Published

on

Kediriselaludihati – Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Tradisional Setonobetek, Kota Kediri, mengalami kenaikan pada penghujung musim kemarau. Cabai rawit tercatat menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi, mencapai Rp 80.000 per kilogram.

Kondisi tersebut diketahui saat Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande Polsek Kediri Kota, AIPTU Syaifudin Yuri, melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok sekaligus menyambangi pedagang di Pasar Setonobetek, Jalan Pattimura, Kota Kediri, Rabu (30/9/2026).

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. mengatakan, pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga pangan sekaligus menyerap informasi langsung dari para pedagang.

“Bhabinkamtibmas turun langsung ke pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok dan berkomunikasi dengan para pedagang. Dari hasil pemantauan, pedagang menyampaikan adanya kenaikan terutama pada sejumlah komoditas sayuran,” kata Bowo.

Berdasarkan pemantauan di pasar, cabai rawit berada di kisaran Rp 80.000 per kilogram. Sementara cabai besar dijual sekitar Rp 50.000 per kilogram.

Komoditas sayuran lainnya juga menjadi perhatian pedagang. Harga tomat tercatat sekitar Rp 14.000 per kilogram, kubis Rp 12.000 per kilogram, dan mentimun Rp 10.000 per kilogram.

Sementara itu, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing berada di kisaran Rp 25.000 per kilogram.

Untuk sejumlah kebutuhan pokok lainnya, beras premium tercatat sekitar Rp 15.000 per kilogram, gula pasir Rp 17.000 per kilogram, dan minyak goreng curah Rp 21.000 per kilogram.

Harga telur berada di kisaran Rp 26.000 per kilogram. Sedangkan daging ayam dijual sekitar Rp 40.000 per kilogram dan daging sapi Rp 120.000 per kilogram.

Menurut Bowo, pemantauan tersebut menjadi salah satu cara kepolisian mengetahui kondisi yang dirasakan masyarakat dan pedagang secara langsung.

“Yang kami pantau bukan hanya angka harga di pasar, tetapi juga informasi dari pedagang mengenai komoditas apa saja yang mengalami perubahan harga,” ujarnya.

Dalam dialog dengan Bhabinkamtibmas, sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga sayuran, khususnya cabai, mentimun, kubis, dan tomat.

Kendati demikian, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, aktivitas jual beli di Pasar Setonobetek tetap berlangsung normal dan situasi pasar terpantau aman serta kondusif.

Selain memonitor harga pangan, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada para pedagang.

Pedagang diingatkan memastikan keamanan lapak sebelum meninggalkan pasar. Pintu maupun tempat penyimpanan barang diminta dipastikan dalam kondisi terkunci untuk mengurangi risiko tindak kriminalitas.

Perhatian juga diberikan terhadap potensi kebakaran di lingkungan pasar. Pedagang diminta memeriksa kembali peralatan listrik sebelum meninggalkan lapak.

“Kami mengingatkan pedagang agar memastikan lapaknya benar-benar aman ketika ditinggalkan. Penggunaan peralatan listrik juga perlu dikontrol untuk mencegah terjadinya korsleting maupun potensi kebakaran,” kata Bowo.

Menurut dia, pasar merupakan salah satu pusat aktivitas masyarakat sehingga aspek keamanan perlu dijaga bersama, baik oleh pedagang, pengelola pasar maupun aparat keamanan.

Polsek Kediri Kota juga mendorong pedagang segera berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan keamanan di lingkungan pasar.

Pemantauan harga sekaligus sambang pedagang tersebut berlangsung tertib dan lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi keamanan di kawasan Pasar Setonobetek terpantau aman dan terkendali.

“Harapannya aktivitas perdagangan tetap berjalan dengan aman dan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan nyaman,” ujar Bowo. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page