Connect with us

Uncategorized

28 Polres jajaran Polda Jatim menerima penghargaan Pelayanan Publik dari Kemenpan RB

Published

on

SURABAYA,- Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta, didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim, Kamis (10/3/2022) mengikuti kegiatan penyampaian evaluasi dan penghargaan pelayanan publik lingkup Polri Tahun 2021 Secara Virtual Melalui Zoom Meeting di Rupatama Polda Jatim dimana kegiatan penyampaian evaluasi dan penghargaan pelayanan publik lingkup Polri Tahun 2021 dilaksanakan di aula Awaloedin Djamin lantai 9 gedung Bareskrim Polri yang dihadiri
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta dipimpin secara virtual oleh Wakil Presiden Presiden Republik Indonesia Prof. Dr. Ma’ruf Amin dari istana wakil presiden jalan Merdeka selatan jakarta.

Wakil Presiden RI Prof. Dr. Ma’ruf Amin, dalam sambutannya, Transformasi Polri terus bergulir salah satunya adalah Presisi dengan harapan dapat terwujud transformasi Polri secara menyeluruh yang menyentuh seluruh aspek kehidupan.

“Tingkatkan terus kompetensi SDM polri termasuk literasi digital, manfaatkan modernitas teknologi untuk membantu penegakan hukum serta evaluasi pelayanan teknologi,” kata Wapres Prof. Dr. Ma’ruf Amin, dalam sambutannya, Kamis (10/3/2022).

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan Hasil Evaluasi Kinerja Pelayanan Publik Lingkup Kepolisian Negara RI dengan rincian hasil nilai evaluasi Polres, Polresta, Polrestabes, dan Polres Metro. Yakni dengan jumlah nilai A sebanyak 27, nilai A- sebanyak 78, nilai B sebanyak 116, nilai B- sebanyak 47, nilai C sebanyak 18, dan nilai C- sebanyak 23.

Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan, Kualitas pelayanan publik di Indonesia akan terus diperbaiki seiring dengan meningkatnya tuntutan masyarakat agar pelayanan publik semakin baik dengan meninggalkan budaya-budaya lama yang buruk.

“Meningkatkan pelayanan publik menjadi lebih baik, yaitu melalui pelayanan yang cepat, tidak berbelit-belit, ramah dan responsif. Polri harus terus berbenah karena masih terdapat kesan negatif dari masyarakat sebesar 28,57%,” jelas Kapolri.

Harapannya, para stakeholder senantiasa melakukan asistensi dan memberikan masukan terhadap pelayanan publik Polri, sehingga dapat diambil langkah-langkah perbaikan untuk mewujudkan pelayanan publik sebagaimana Transformasi menuju Polri yang Presisi.

Sedangkan Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, menyebutkan, 5 (lima) prioritas kerja 2019-2024 yakni, pembangunan SDM, pembangunan infrastruktur, simplifikasi regulasi, penyederhanaan birokrasi, dan transformasi ekonomi.

“Agar Kapolres/ta/tabes/metro jajaran mengingatkan anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan cepat dan baik,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan kegiatan, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, memberikan ucapan terimakasih kepada Kasatker dan Kasatwil jajaran Polda Jatim yang telah mengelola pelayanan publik dengan baik sehingga terdapat 8 satwil Jajaran Polda Jatim mendapat nilai A dengan predikat pelayanan prima, 10 satwil jajaran Polda Jatim mendapat nilai A- dengan predikat pelayanan sangat baik dan 7 satwil mendapat nilai B dengan predikat pelayanan Baik.

“Untuk Satwil dan Satker yang belum mendapatkan penghargaan, momen ini merupakan triger untuk meningkatkan kinerja dan motivasi agar lebih memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Selain itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Penyelenggara Pelayanan Publik, pada tahun 2021 telah melakukan evaluasi kinerja unit penyelenggara pelayanan publik tertentu pada 310 PoIres lingkup Kepolisian Republik Indonesia.

Berikut daftar Polres/ta jajaran Polda Jawa Timur yang mendapat penghargaan Pelayanan Publik :

  1. POLRESTABES SURABAYA KATEGORI A (YAN PRIMA)
  2. POLRESTA BANYUWANGI KATEGORIA (YAN PRIMA)
  3. POLRESTA SIDOARJO KATEGORI A (YAN PRIMA)
  4. POLRES MALANG KATEGORI A (YAN PRIMA)
  5. POLRESTA MALANG KOTA KATEGORI A (YAN PRIMA)
  6. POLRES GRESIK KATEGORI A (YAN PRIMA)
  7. POLRES TUBAN KATEGORI A (YAN PRIMA)
  8. POLRES LAMONGAN KATEGORI A (YAN PRIMA)
  9. POLRES PASURUAN KOTA KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  10. POLRES MOJOKERTO KOTA KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  11. POLRES TULUNGAGUNG KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  12. POLRES BOJONEGORO KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  13. POLRES BATU KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  14. POLRES MADIUN KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  15. POLRES BONDOWOSO KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  16. POLRES TRENGGALEK KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  17. POLRES PROBOLINGGO KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  18. POLRES BLITAR KOTA KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  19. POLRES JOMBANG KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  20. POLRES MAGETAN KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  21. POLRES LUMAJANG KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  22. POLRES JEMBER KATEGORI A- (SANGAT BAIK)
  23. POLRES NGAWI KATEGORI B (BAIK)
  24. POLRES MADIUN KOTA KATEGORI B (BAIK)
  25. POLRES PASURUAN KATEGORI B (BAIK)
  26. POLRES PACITAN KATEGORI B (BAIK)
  27. POLRES SUMENEP KATEGORI B (BAIK)
  28. POLRES PROBOLINGGO KOTA KATEGORI B (BAIK)
  29. POLRES BANGKALAN KATEGORI B (BAIK)
Continue Reading

Uncategorized

Menpora Erick Thohir Apresiasi Pekan Olahraga Polri 2026: Makin Banyak Event Olahraga, Makin Baik untuk Bangsa

Published

on

Jakarta – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi pelaksanaan Pekan Olahraga Polri 2026 yang digelar di Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya memperkuat sportivitas, kebersamaan, dan budaya olahraga di tengah masyarakat.

Erick menyampaikan, pembangunan olahraga nasional tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sendiri. Menurutnya, keterlibatan berbagai institusi, termasuk Polri, sangat penting untuk memperluas ruang kompetisi dan pembinaan atlet.

“Saya juga berterima kasih karena tidak mungkin kami, Kemenpora, membangun olahraga dengan kesendirian. Makin banyak yang melaksanakan event-event olahraga, makin baik buat bangsa kita,” ujar Erick dalam sambutannya.

Erick juga menyinggung peran sejumlah atlet dari lingkungan Polri yang ikut memberi kontribusi bagi prestasi olahraga nasional. Ia menyebut, banyak atlet dari berbagai cabang olahraga yang telah menunjukkan kemampuan dan membawa nama baik bangsa.

“Tentu banyak atlet yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Ada yang membawa tim sepak bola kita juara, dan banyak atlet lagi dari cabang olahraga lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Erick menilai Pekan Olahraga Polri juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembinaan cabang olahraga prioritas. Ia menyebut sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON.

“Tadi ada sejumlah cabang olahraga, dan sebagian masuk DBON. Bapak Presiden juga meminta 21 cabang olahraga prioritas. Saya lihat ada voli, bulu tangkis, dan lain-lain,” ucapnya.

Selain kompetisi, Erick menilai Pekan Olahraga Polri memiliki nilai penting karena ikut memasyarakatkan olahraga. Ia menyebut partisipasi masyarakat Indonesia dalam berolahraga masih perlu terus ditingkatkan.

“Yang menarik, saya mendapat laporan Pekan Olahraga Polri ini juga memasyarakatkan olahraga. Karena memang kita masih tertinggal. Jepang yang demografinya makin tua, partisipasi masyarakat berolahraganya sudah mencapai 72,9 persen. Indonesia partisipasinya baru 26,3 persen,” ujarnya.

Menurut Erick, membangun budaya olahraga di masyarakat juga berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan. Semakin banyak masyarakat berolahraga, maka semakin besar peluang untuk menjaga kebugaran dan menekan biaya kesehatan.

“Dengan mengolahragakan masyarakat, konteksnya juga menjaga kesehatan dan menekan biaya kesehatan. Karena semua yang di depan saya termasuk saya hari ini makin tua. Yang di belakang belum tua, tapi nanti tua juga,” katanya.

Erick juga mendorong agar kegiatan car free day dapat terus diperluas ke berbagai daerah. Ia menyebut saat ini kegiatan car free day baru berjalan di sekitar 220 kota, sementara Indonesia memiliki 514 kota/kabupaten.

“Kita bisa lihat car free day hari ini baru 220 kota, padahal kita ada 514 kota. Nanti kita juga dorong bagaimana car free day ini bisa ada di seluruh kota di Republik Indonesia,” tutur Erick.

Erick kemudian berpesan kepada seluruh atlet yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Polri 2026 agar menjaga sportivitas. Ia menegaskan sportivitas merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter atlet.

“Para atlet yang akan bertanding, tetap jaga sportivitas. Karena itulah bagian dari jiwa raga kalian dalam membangun karakter yang baik,” katanya.

Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan Pekan Olahraga Polri 2026 diikuti 6.698 atlet dari delapan cabang olahraga, yakni basket, bulu tangkis, judo, menembak, indoor skydiving, tenis lapangan, taekwondo, dan karate.

Wakapolri berpesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, keberanian, dan kehormatan. Ia berharap Pekan Olahraga Polri 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan serta membangun prestasi olahraga nasional.

Pembukaan Pekan Olahraga Polri 2026 berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat negara. Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk mempererat kebersamaan dengan masyarakat melalui olahraga yang sehat, positif, dan penuh semangat persaudaraan.

Continue Reading

Uncategorized

Sandri Rumanama: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Dirasakan Masyarakat

Published

on

Jakarta – Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, memberikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada pertengahan 2026. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan institusi kepolisian mulai mendapat pengakuan dari publik.

Berdasarkan hasil survei nasional, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri tercatat mencapai 82,4 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di level 76,2 persen.

Sandri menilai kenaikan tersebut merupakan hasil dari reformasi yang terus dijalankan Polri, mulai dari pembenahan internal, peningkatan profesionalisme personel, hingga perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kenaikan tingkat kepercayaan publik ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan perubahan yang terjadi di tubuh Polri. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi,” kata Sandri.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama bagi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Ia juga melihat adanya perubahan budaya kerja di lingkungan Polri yang kini lebih mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan persuasif, kata Sandri, semakin diutamakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

“Penegakan hukum saat ini tidak lagi identik dengan pendekatan yang kaku. Polisi lebih mengutamakan solusi, komunikasi, dan kehadiran yang memberikan rasa aman. Masyarakat juga merasakan bahwa polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih responsif terhadap setiap aduan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sandri menilai perubahan tersebut tidak hanya terlihat di tingkat pusat, tetapi juga dirasakan hingga ke jajaran paling bawah. Kehadiran personel Polri, mulai dari Mabes Polri hingga Bhabinkamtibmas di berbagai pelosok daerah, dinilai semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kerja nyata di lapangan itulah yang menjadi fondasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” tutup Sandri.

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Kawal Tradisi Budaya, Ajak Warga Jaga Kamtibmas Selama Pertunjukan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Tradisi Bersih Dusun Cabak di Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, berlangsung semarak dengan pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak rangkaian kegiatan budaya masyarakat, Sabtu (27/6/2026) malam. Untuk memastikan acara berjalan aman dan tertib, Bhabinkamtibmas Desa Kerep Polsek Tarokan melakukan pemantauan sekaligus pengamanan di lokasi kegiatan.

Pertunjukan wayang kulit yang digelar mulai pukul 19.00 WIB itu berlangsung di halaman rumah Tri Hendriyanto, RT 04 RW 02, Dusun Cabak, Desa Kerep. Pagelaran menghadirkan dalang R. Bachtiar Wejoseno dari Kabupaten Nganjuk dan dihadiri masyarakat Desa Kerep serta warga dari sejumlah wilayah sekitar.

Pengamanan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kerep AIPTU Moh. Syafiudin sebagai bentuk pelayanan kepolisian agar seluruh rangkaian kegiatan budaya dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., mengatakan kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan rasa aman sekaligus mendukung pelestarian budaya lokal.

“Wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur. Kehadiran anggota kami dalam kegiatan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib dan kondusif,” ujarnya.

Selain melakukan pengamanan, Bhabinkamtibmas juga menjalin komunikasi dengan panitia penyelenggara, tokoh masyarakat, dan warga yang hadir. Dalam kesempatan tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban, saling menghormati, dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan. Apabila terdapat permasalahan ataupun hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat kami harapkan segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau Polsek Tarokan agar dapat segera ditangani,” kata AKP Priyo.

Menurutnya, pendekatan humanis melalui kegiatan sambang menjadi salah satu upaya membangun hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan, tetapi juga mendampingi berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan. Dengan komunikasi yang baik, kepercayaan masyarakat kepada Polri akan semakin kuat dan situasi kamtibmas tetap terjaga,” jelasnya.

Pagelaran wayang kulit menjadi bagian dari tradisi Bersih Dusun yang rutin dilaksanakan masyarakat Desa Kerep sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus upaya melestarikan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang memadati lokasi pertunjukan hingga malam hari.

Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, mengatur ketertiban masyarakat, serta memastikan arus keluar masuk kendaraan tetap lancar.

Berkat sinergi antara panitia, aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti.

Melalui pengamanan kegiatan budaya tersebut, Polsek Tarokan kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus mendukung pelestarian tradisi lokal yang menjadi bagian dari identitas budaya bangsa. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page