Connect with us

Peristiwa

Faktor Ekonomi Mempengaruhi Perilaku, 41 Orang Diamankan Dalam Kasus Narkoba

Published

on

Kediriselaludihati.com –Sat Resnarkoba Polresta Kediri dalam dua bulan terakhir berhasil melakukan 30 ungkap kasus  peredaran narkoba dengan 41 tersangka. Keberhasil tersebut disampaikan Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, S.H, S.IK, M.H dalam jumpa Personil  yang digelas di halaman Mapolres Kediri Kota, Selasa (16/3).

Adapun rincian 30 kasus yang ditangani yakni narkotika 21 Kasus, obat keras  9 kasus. Barang bukti yang diamankan  narkotika,  40,33 gram sabu sabu, 77,73 gram ganja. Obat Keras 82.592 butir pil dobel L

Jumlah tersangka 41 dengan rincian kasus narkotika 30 tersngka dan obat keras 11 tersngka

“Dalam kasus narkoba rata-rata peran tersangka adalah sebagai pengedar narkotika atau obat keras. Sedangkan modus operandi yang dilakukan yakni menjual kepada para pengguna narkoba sebagai tambahan penghasilan,” kata Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo, S.H, S.IK, M.H didampingi Kasat Renarkoba AKP Subijanto, S.H.

Atas perbuatan para tersangka dikenal Pasal  UU No 35 Tahun 2009 Pasal 111 ( Ganja ). Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

UU  NOMOR  35 TAHUN 2009 Pasal 112 (Kepemilikan Narkotika) setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp8.000.000.000,00 (delapan miliar rupiah).

UU  NOMOR  35 TAHUN 2009 Pasal 114 (Pengedar Narkotika) setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

UU  NOMOR  36 TAHUN 2009 Pasal 196 (Obat Keras) setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan

farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau Personil yaratan

keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal

98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)

tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). (res|aro)

Continue Reading

Peristiwa

Penipuan Daring dan Persoalan Penagihan Utang Jadi Perhatian Polsek Semen di Sidomulyo Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Semen, Polres Kediri Kota menyosialisasikan bahaya judi online, investasi ilegal, dan penipuan daring kepada warga serta perangkat Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Rabu (4/11/2026). Pertemuan di balai desa tersebut juga membahas pencegahan persoalan yang berkaitan dengan penagih utang atau debt collector.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 12.00 WIB di Balai Desa Sidomulyo, Jalan Raya Sidomulyo Nomor 98. Bhabinkamtibmas Desa Sidomulyo Brigadir Polisi Kepala Adhityatama Kurniawan menemui warga dan perangkat desa untuk menyampaikan pesan keamanan melalui dialog.

Kepala Kepolisian Sektor Semen Ajun Komisaris Polisi (AKP) Sonny Setiawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., mengajak masyarakat ikut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Bersama mewujudkan kondusifitas di lingkungan sehingga tercipta situasi lingkungan yang aman dan nyaman serta kondusif,” kata AKP Sonny.

Dalam pertemuan itu, Adhityatama menyampaikan sosialisasi mengenai judi online dan investasi ilegal. Petugas juga membahas scam atau penipuan melalui internet sebagai bagian dari materi kewaspadaan bagi masyarakat.

Ketiga persoalan tersebut menjadi perhatian dalam dialog karena berkaitan dengan aktivitas yang dapat menjangkau warga melalui ruang digital. Penyampaian materi dilakukan bersama warga dan perangkat desa, sekaligus menghubungkan pesan kewaspadaan dengan upaya menjaga keamanan lingkungan.

Selain aktivitas di internet, persoalan yang berkaitan dengan penagih utang turut menjadi pokok pembahasan. Sosialisasi tersebut mencakup pencegahan gangguan keamanan dalam hubungan warga dengan pihak penagih.

Melalui kunjungan itu, Bhabinkamtibmas juga membangun komunikasi dengan perangkat desa yang sehari-hari berinteraksi dengan masyarakat. Warga diajak ikut menjaga ketertiban agar lingkungan tempat tinggal tetap nyaman untuk beraktivitas.

Dialog di Balai Desa Sidomulyo tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bhabinkamtibmas di wilayah Polsek Semen. Pesan mengenai kewaspadaan terhadap judi online, investasi ilegal, dan penipuan daring disampaikan bersamaan dengan ajakan menjaga keamanan secara bersama-sama. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Polisi Sahabat Anak di Kediri, Siswa RA Kenali Lampu Lalu Lintas dan Profesi Polisi

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sebanyak 124 siswa RA Siti Chotijah, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri mengikuti pengenalan keselamatan berlalu lintas bersama Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota, pada Rabu (4/11/2026). Melalui kegiatan Polisi Sahabat Anak atau Polsanak, mereka dikenalkan pada rambu jalan, lampu lalu lintas, serta profesi kepolisian.

Kegiatan berlangsung pukul 07.00 hingga 10.00 WIB di Satlantas Polres Kediri Kota dan Taman Lalu Lintas, Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri. Para siswa mengikuti kegiatan dengan pendampingan ustazah dari sekolah mereka.

Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggotanya memberikan materi tentang tertib berlalu lintas sejak dini. Pengenalan tersebut mencakup alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), yang sehari-hari dikenal sebagai lampu lalu lintas, serta rambu-rambu di jalan.

Selain mengenali perlengkapan pengatur lalu lintas, anak-anak mendapat penjelasan mengenai profesi Polri. Materi ini menjadi bagian dari kegiatan Polsanak yang mempertemukan siswa secara langsung dengan petugas kepolisian.

Pendidikan keselamatan bagi anak-anak juga menjadi perhatian Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. Dalam pernyataan sebelumnya mengenai kedisiplinan berlalu lintas, ia mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan mematuhi aturan.

“Kepatuhan harus menjadi kebiasaan setiap hari, bukan hanya ketika ada operasi kepolisian,” ujar AKP Septia.

Kegiatan bagi siswa RA Siti Chotijah berlangsung saat Operasi Patuh Semeru 2026 masih berjalan. Operasi tersebut dilaksanakan pada 26 Oktober hingga 8 November 2026 dengan tujuan meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan serta menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Melalui materi di Satlantas dan Taman Lalu Lintas Tempurejo, para siswa mendapat kesempatan mengenal aturan jalan sejak usia dini. Pendampingan ustazah menyertai mereka selama mengikuti pengenalan rambu, lampu lalu lintas, dan profesi polisi. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Satlantas Polres Kediri Kota Tindak Pelanggaran di Simpang Muning, Catat 20 STNK dan Dua Sepeda Motor

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota mencatat 23 penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas di Simpang Empat Muning, pada Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Operasi Patuh Semeru 2026 untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan dan keselamatan berkendara.

Dalam penindakan itu, petugas mencatat barang bukti berupa 20 surat tanda nomor kendaraan (STNK), satu surat izin mengemudi (SIM), dan dua sepeda motor. Jenis pelanggaran yang mendasari masing-masing penindakan belum diperinci.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Kediri Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., bersama Kepala Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli mengendalikan pelaksanaan kegiatan. Anggota unit tersebut bertugas melakukan penindakan di lapangan.

Operasi di Simpang Empat Muning berlangsung pada hari kesepuluh Operasi Patuh Semeru 2026. Operasi ini dijadwalkan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Setelah mengutamakan edukasi pada pekan pertama, polisi menerapkan tilang manual pada pekan kedua, terutama terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal.

Dalam pernyataan sebelumnya mengenai pelaksanaan operasi, AKP Septia mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap aturan harus terus dijaga setelah kegiatan penindakan berakhir.

“Kepatuhan harus menjadi kebiasaan setiap hari, bukan hanya ketika ada operasi kepolisian,” ujar AKP Septia.

Secara keseluruhan, Operasi Patuh Semeru 2026 di wilayah Polres Kediri Kota memiliki sembilan sasaran prioritas. Sasaran tersebut mencakup penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai standar teknis, melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, tidak mengenakan sabuk keselamatan, serta penggunaan helm yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Empat sasaran lainnya adalah berkendara melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, mengemudi dalam pengaruh alkohol atau narkoba, serta membawa lebih dari satu penumpang dengan sepeda motor.

Catatan 23 penindakan di Muning merupakan hasil kegiatan pada Rabu pagi tersebut. Perincian berdasarkan dokumen dan kendaraan yang diamankan belum menunjukkan jumlah pelanggaran untuk setiap sasaran prioritas operasi. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page