Connect with us

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Kerep dan Babinsa Edukasi Warga Tentang Protokol Kesehatan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas (BKTM) Desa Tarokan, Polsek Tarokan Polres Kediri Kota, Aiptu Rio Marendra melaksanakan Patroli Keliling, Selasa 13 Juli 2021, pukul 09.40 WIB. Dalam patroli, petugas datang ke Kantor Balai Desa  Tarokan

Tiga pilar bersama satgas gugus tugas Covid 19 Desa Tarokan melaksanakan kegiatan penyemprotan disinfektan di aula Balai Desa maupun ruangan kantor yang mana langkah ini merupakan upaya  untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 di fasilitas layanan publik.

Dalam pelaksanaan giat dimaksud diharapkan masyarakat tetap dalam menjalankan aktifitas sehari-harinya selalu wajib menaati protokol kesehatan.

Lalu, BKTM Desa Kerep, Polsek Tarokan, Aipda Moh Syafiudin juga melaksanakan kegiatan serupa. Petugas Patroli ke Kantor Desa setempat. Bhabinkamtibmas melaksanakan Sambang desa bersama Babinsa sertu Subowo dan satuan tugas covid 19 DDS rumah warga RT 03 RW 03 Dusun Balongasem sekaligus pesan dan himbauan tentang keamanan dan ketertiban masyarakat untuk selalu jaga Kesehatan

Petugas menghimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan selama pandemi covid 19 dengan cara 5 M. Antara lain, Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas. Apabila terdapat permasalahan atau gangguan Kamtibmas segera hubungi Bhabinkamtibmas. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Antisipasi 3C di Kediri, Polisi Patroli SPBU, Perumahan dan Pertokoan Mojoroto

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota meningkatkan patroli malam dengan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pengawasan, mulai kawasan Simpang Tiga GOR Joyoboyo, SPBU, permukiman, perbankan hingga pertokoan, pada Selasa (22/9/2026) malam.

Patroli Harkamtibmas Backbone dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dengan sasaran utama mengantisipasi kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.

Tiga personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Aiptu Margono selaku perwira pengendali, Aipda Aris dan Aipda Hengki.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, patroli diarahkan ke beberapa titik dengan aktivitas masyarakat maupun objek yang memerlukan pengawasan pada malam hari.

“Patroli Harkamtibmas Backbone dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi 3C dengan sasaran sejumlah titik, seperti Simpang Tiga GOR Joyoboyo, SPBU, perumahan, perbankan dan pertokoan,” kata Kompol Rudi.

Personel terlebih dahulu melakukan pemantauan di kawasan Simpang Tiga GOR Joyoboyo. Pengawasan kemudian dilanjutkan ke sejumlah fasilitas publik dan kawasan permukiman di wilayah hukum Polsek Mojoroto.

SPBU menjadi salah satu sasaran karena tetap memiliki aktivitas masyarakat pada malam hari. Demikian pula kawasan perbankan yang memiliki fasilitas ATM serta pertokoan seperti Alfamidi.

“Anggota kami arahkan untuk melakukan pemantauan pada lokasi-lokasi yang menjadi sasaran patroli dan meningkatkan kehadiran kepolisian pada malam hari,” ujar Rudi.

Selain kawasan komersial, lingkungan perumahan turut menjadi sasaran. Patroli bergerak dilakukan untuk memperluas jangkauan pengawasan ketika aktivitas warga mulai berkurang.

Menurut Rudi, patroli malam merupakan langkah pencegahan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mempersempit kesempatan terjadinya tindak kriminal, terutama pada lokasi yang relatif sepi pada jam malam.

“Yang kami kedepankan adalah pencegahan. Anggota bergerak dari satu titik ke titik lainnya untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, khususnya kejahatan 3C,” katanya.

Patroli Backbone menjadi bagian dari pengawasan rutin Polsek Mojoroto terhadap aktivitas malam di wilayahnya. Pola bergerak memungkinkan personel tidak hanya menjaga satu lokasi, melainkan melakukan pengecekan secara bergantian pada fasilitas publik, kawasan usaha dan lingkungan tempat tinggal warga. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Pantau Arus Kendaraan Sejak Pukul 06.00 WIB, Mobil DashCam Satlantas Polres Kediri Kota Bergerak di Pusat Kota

Published

on

Kediriselaludihati.com – Aktivitas masyarakat yang mulai meningkat sejak pagi menjadi perhatian Satlantas Polres Kediri Kota. Patroli Mahameru Quick Response (MQR) diterjunkan sejak pukul 06.00 WIB untuk memantau arus kendaraan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban di sejumlah ruas utama Kota Kediri, pada Rabu (23/9/2026).

Patroli menggunakan kendaraan roda empat Patwal 45-101 yang dilengkapi dengan DashCam. Di bawah pengendalian Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota, personel bergerak menyusuri Jalan Brawijaya, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanudin, Jalan Pemuda hingga Jalan Hayam Wuruk.

Rute tersebut dipantau dengan pola patroli bergerak. Personel tidak hanya melihat kondisi arus kendaraan, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas yang ditemukan selama perjalanan.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan MQR menjadi salah satu pola patroli yang digunakan untuk meningkatkan kehadiran personel di jalan.

“Patroli MQR menggunakan kendaraan R4 DashCam dilaksanakan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus melakukan pemantauan arus lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota,” kata AKP Septia.

Pemilihan waktu sejak pukul 06.00 WIB membuat patroli bersinggungan langsung dengan awal aktivitas masyarakat. Pada jam tersebut, kendaraan mulai bergerak menuju sekolah, tempat kerja, pusat perdagangan maupun berbagai tujuan lainnya.

Menurut Septia, pemantauan langsung diperlukan agar personel mengetahui perkembangan kondisi jalan dan dapat merespons ketika menemukan persoalan selama patroli.

“Tujuannya untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas yang aman dan lancar,” ujarnya.

Kendaraan DashCam yang digunakan personel bergerak dari satu ruas ke ruas lainnya, sehingga pengawasan tidak hanya terpusat pada satu persimpangan atau titik tertentu.

Patroli pagi tersebut melanjutkan pola MQR yang sehari sebelumnya juga dilakukan Satlantas Polres Kediri Kota.

Pada Selasa (22/9/2026) sore, dua tim Patwal diterjunkan melalui dua rute berbeda. Satu tim bergerak dari Jalan Iskandar Muda hingga Jalan Mayor Bismo, sedangkan tim lainnya menyisir kawasan Brawijaya, KH Wachid Hasyim, Bandar Ngalim, PB Sudirman, Pattimura, Joyoboyo, Hayam Wuruk, Dhoho, Yos Sudarso hingga Basuki Rahmat.

“Pemantauan dilakukan dengan berpatroli pada ruas-ruas yang telah ditentukan. Selain melihat perkembangan arus lalu lintas, anggota juga mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas di jalan,” kata Septia.

Patroli MQR menjadi bagian dari aktivitas lapangan Satlantas setelah rangkaian Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 yang diperingati sehari sebelumnya.

Selepas agenda peringatan tersebut, pengawasan lalu lintas kembali dilakukan sejak pagi. Jalan Brawijaya hingga Hayam Wuruk menjadi koridor yang disisir untuk memastikan personel tetap hadir pada saat aktivitas Kota Kediri mulai bergerak. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Jelang Habib Syech di Lirboyo, Gus Bidin dan Kapolres Kediri Kota Soroti Konvoi serta Flyer Perguruan

Published

on

Kediriselaludihati- Potensi konvoi dan gesekan antarkelompok setelah kegiatan besar di kawasan Lirboyo menjadi pembicaraan serius dalam pertemuan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. dengan KH Badrul Huda Zainal Abidin atau Gus Bidin di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan berlangsung di kediaman Gus Bidin di Jalan Abdul Karim, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, mulai pukul 11.05 hingga 12.20 WIB.

Dalam silaturahmi tersebut, Gus Bidin yang merupakan Dewan Khos Pagar Nusa Pusat berbicara panjang mengenai dinamika kegiatan pesantren, tradisi pencak dor hingga munculnya ajakan melalui flyer di media sosial yang terkadang mengaitkan kegiatan Lirboyo dengan kelompok perguruan silat tertentu.

Gus Bidin menegaskan kegiatan pengajian maupun sholawatan yang diselenggarakan di Lirboyo pada dasarnya bukan kegiatan perguruan silat.

“Dalam kegiatan pondok seperti pengajian maupun sholawatan sudah ada imbauan untuk tidak mengundang perguruan mana pun dan dalam kegiatan dilarang memakai atribut perguruan,” kata Gus Bidin.

Persoalan justru kerap muncul ketika sebuah kegiatan di Lirboyo kemudian beredar di media sosial dengan narasi atau flyer yang mengajak kelompok tertentu untuk hadir.

Menurut Gus Bidin, kondisi semacam itu berpotensi mendorong konvoi di jalan dan membuka kemungkinan terjadinya perselisihan setelah kegiatan selesai.

Ia mencontohkan kegiatan sholawatan yang menghadirkan Habib Syech. Kegiatan keagamaan semacam itu, menurutnya, terkadang ikut dikaitkan dengan perguruan tertentu sehingga berpotensi memunculkan konvoi.

“Mohon ada shock therapy dari pihak kepolisian ke oknum perguruan saat kegiatan di Lirboyo, karena kegiatan di Lirboyo sendiri bukan kegiatan perguruan. Namun oleh oknum-oknum sering diunggah melalui flyer untuk mengajak anggota perguruan menghadiri kegiatan di Lirboyo,” ujarnya.

Perhatian tersebut semakin penting karena dalam waktu dekat Lirboyo dijadwalkan menggelar kegiatan bersama Habib Syech sekitar 8 Oktober 2026.

“Dalam acara tersebut mohon antisipasi akun-akun orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu adanya konvoi dalam kegiatan tersebut,” kata Gus Bidin.

Pencak Dor Ikut Dibahas

Selain kegiatan keagamaan, pembicaraan cukup panjang menyentuh pencak dor, tradisi pertarungan di atas panggung bambu yang memiliki hubungan panjang dengan lingkungan pesantren dan masyarakat Kediri.

Gus Bidin menjelaskan pencak dor bukan milik satu perguruan tertentu. Pesertanya bahkan tidak harus berasal dari satu kelompok pencak silat.

“Pencak dor sebenarnya bukan milik salah satu perguruan. Semua perguruan bisa ikut, bahkan bukan dari pencak silat saja,” katanya.

Ia menggambarkan pencak dor sebagai kegiatan tradisional dengan panggung yang dibuat menggunakan bambu. Menurutnya, tata pelaksanaan dan aspek keselamatan dalam kegiatan juga telah berkembang, termasuk penyediaan ambulans.

“Dalam kegiatan pencak dor yang diselamatkan dua orang, yang jatuh maupun yang menjatuhkan,” ujar Gus Bidin menggambarkan filosofi yang menyertai tradisi tersebut.

Gus Bidin juga membedakan antara situasi ketika pencak dor berlangsung dengan persoalan yang dapat muncul setelah acara.

Menurut dia, kegiatan di lokasi pada umumnya dapat berlangsung tertib. Persoalan justru berpotensi terjadi ketika massa meninggalkan lokasi dan muncul konvoi di perjalanan.

“Pencak dor baik di luar maupun di area pondok saat kegiatan sangat aman, namun pasca kegiatan sering dipakai ajang konvoi sehingga banyak ditemukan perselisihan di perjalanan,” katanya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan periode sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, pencak dor menurut Gus Bidin dapat berlangsung setiap satu atau dua minggu dengan lokasi berpindah-pindah.

Kini situasinya dinilai berbeda karena kegiatan pencak dor terkadang diikuti mobilisasi kelompok yang berpotensi menimbulkan persoalan di jalan.

Karena itu, Gus Bidin meminta kepolisian ikut mengantisipasi penyebaran flyer di media sosial yang berpotensi mengundang konvoi.

“Saya harapkan dari pihak kepolisian saat kegiatan pondok maupun pencak dor, tim cyber bisa mengantisipasi flyer yang beredar sehingga tidak memicu kegiatan konvoi perguruan,” ujarnya.

AKBP Wisnu: Kita Saling Komunikasi

Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyatakan pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan dirinya bersilaturahmi setelah sekitar dua bulan menjalankan tugas di Kediri Kota.

“Saya merupakan orang baru di sini. Intinya mohon maaf baru bisa silaturahmi karena sudah dua bulan kami bertugas, baru bisa silaturahmi ke sini,” kata AKBP Wisnu.

Ia kemudian memperkenalkan para pejabat Polres Kediri Kota yang ikut dalam rombongan.

Hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif M., S.T.K., S.I.K., serta Kaur Regident Iptu Adnan.

AKBP Wisnu mengatakan kepolisian membutuhkan informasi mengenai agenda-agenda besar di lingkungan pesantren, termasuk pencak dor, agar langkah antisipasi dapat disiapkan sejak awal.

“Kita mintakan data terkait kegiatan pondok, terutama kegiatan pencak dor, karena pasca kegiatan tersebut sering banyak kejadian,” katanya.

Menurut Wisnu, pola pengamanan juga perlu melihat perbedaan antara pencak dor yang digelar di lingkungan pesantren dan kegiatan serupa di luar pondok.

“Kita nanti saling komunikasi dan koordinasi bila memang ada kegiatan di Lirboyo maupun kegiatan pencak dor, baik di Lirboyo maupun di luar Ponpes Lirboyo, untuk antisipasi adanya kegiatan konvoi dalam acara tersebut,” ujar AKBP Wisnu.

Kapolres juga menggali pandangan Gus Bidin mengenai kemungkinan adanya aturan yang lebih baku dalam penyelenggaraan pencak dor, khususnya terkait keselamatan peserta dan pengelolaan massa.

Pertemuan turut membahas rencana kegiatan pencak dor yang disebut akan diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri. AKBP Wisnu meminta pandangan Gus Bidin sebagai salah satu bahan pertimbangan kepolisian terkait rekomendasi kegiatan tersebut.

“Kita di sini juga sharing kepada Gus Bidin terkait kegiatan di Lirboyo maupun rencana pencak dor yang diselenggarakan oleh Pemkot sebagai bahan untuk pertimbangan pemberian izin rekomendasi dalam kegiatan tersebut,” kata Wisnu.

Gus Bidin menyampaikan pihaknya bukan panitia resmi dalam rencana tersebut. Jika kegiatan benar-benar dilaksanakan, ia berharap aturan mengenai atribut perguruan dan pembatasan peserta dibuat secara jelas.

Menurutnya, pengaturan semacam itu penting agar pencak dor tetap ditempatkan sebagai tradisi, bukan berubah menjadi ruang untuk menunjukkan rivalitas kelompok.

AKBP Wisnu menutup pembicaraan dengan menekankan pentingnya jalur komunikasi antara kepolisian dan lingkungan Lirboyo.
“Saya harapkan kita bisa saling koordinasi dan bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Kediri,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri KH Muhtadi Makmun atau Gus Muh serta Gus Ali, Ketua Yayasan Gus Maksum Jauhari Lirboyo.

Silaturahmi kemudian ditutup dengan foto bersama. Pembicaraan selama lebih dari satu jam itu menghasilkan satu perhatian yang sama: kegiatan pesantren maupun tradisi pencak dor perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi pemicu mobilisasi dan perselisihan di jalan akibat tindakan segelintir orang. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page