Connect with us

Uncategorized

Hakim Tolak Prapradilan Anak Kyai Jombang

Published

on

SURABAYA,- Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (16/12/2021) sore, menggelar sidang Prapradilan yang diajukan oleh MSA, sebagai pemohon. Yang sekaligus Putra kyai salah satu pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur.

Perlu diketahui, MSA dijadikan tersangka oleh polisi atas kasus pemerkosaan dan perbuatan cabul kepada santriwati. MSA dijadikan tersangka oleh polisi pada 19 Oktober 2019 lalu.

Atas penetapan tersangka, pemohon (MSA) akhirnya mengajukan prapradilan ke PN surabaya, terhadap penyidik Polda Jatim. MSA mengajukan praperadilan untuk membuktikan sah atau tidaknya penetapan tersangka terhadap dirinya.

Polda Jawa Timur tidak mempermasalahkan gugatan praperadilan MSA.

Dir Reskrimum Polda Jawa Timur melalui Kabid Humas Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan siap mengahadapi gugatan yang diajukan oleh pemohon.

“Polda Jatim siap menghadapi gugatan praperadilan tersebut,” tegas Kombes Pol Gatot Repli.

Sementara itu dalam putusan Hakim tunggal Martin Ginting, yang memimpin sidang disebutkan, bahwa praperadilan yang diajukan pemohon (MSA) terhadap penyidik Polda Jatim dan Jaksa Peneliti dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur tidak dapat diterima karena cacat formil.

Untuk itu, hakim Martin Ginting pun memutuskan bahwa permohonan praperadilan tersebut Niet Ontvankelijke Verklaard atau yang seringkali disebut sebagai putusan NO atau kurang pihak.

“Jadi yang menyidik awal perkara ini dan yang menetapkan Tersangka adalah penyidik Polres Jombang kemudian ditangani Polda Jatim. Tapi tanggungjawab tetap pada penyidik Polres Jombang, karena yang menetapkan tersangka adalah Polres Jombang makanya harusnya ditarik sebagai pihak termohon,”ujar Martin Ginting dikonfirmasi usai sidang.

Continue Reading

Uncategorized

Refleksi Hari Pramuka, Irjen Pol (Purn) Susilo Ingatkan Pentingnya Menjaga Jiwa Kepramukaan Untuk Energi Masa Depan Bangsa

Published

on

JAKARTA – Peringatan Hari Pramuka setiap tanggal 14 Agustus harus menjadi momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai karakter seperti kemandirian dan gotong royong tetap tertanam di tengah generasi digital, bukan sekadar seremonial.

Di era modern, Pramuka dituntut bertransformasi dari sekadar scout in the forest menjadi scout in the digital society sebagai energi masa depan bangsa.

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Irjen Pol.(Purn) Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si yang juga sebagai Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pusat Studi Kepolisian dan Dosen Kepolisian Utama di STIK-PTIK Lemdiklat Polri, dalam refleksi menyambut Hari Pramuka, Kamis, (13/8/2026).

Susilo Teguh Raharjo menekankan, peringatan hari lahir Pramuka dinilai tidak cukup hanya diisi upacara, seragam, baris-berbaris atau perkemahan.

Menurutnya, ada hal yang lebih penting dari peringatan Hari Pramuka adalah memastikan nilai kepramukaan benar-benar hidup dalam karakter generasi muda.

“Hari Pramuka tidak boleh sekadar menjadi seremonial belaka. melainkan harus bertransformasi dari scout in the forest menjadi scout in the digital society guna mencetak pemimpin masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Susilo Teguh Raharjo.

Kasatgas Pusat Studi Kepolisian dan Dosen Kepolisian Utama di STIK-PTIK Lemdiklat Polri tersebut menegaskan, lebih dari sekadar mengenakan seragam, esensi kepramukaan terletak pada pembentukan manusia berkarakter yang tangguh, jujur, dan peduli.

Susilo mengatakan, secara kelembagaan, Pramuka jelas masih ada dan memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, memberikan arah yang sangat jelas.

Gerakan Pramuka bertujuan membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung nilai luhur bangsa, memiliki kecakapan hidup, serta mampu menjadi kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pramuka bukan tentang seragam,bukan tentang tepuk pramuka dan tepuk tangan,bukan tentang baris-berbaris, tentang tali temali, bukan pula sekadar tentang berkemah, namun Pramuka adalah bagian dari proses membentuk manusia yang berkarakter bagi Bangsa Indonesia,” tutur Susilo.

Ia kembali mengingatkan agar semangat menjaga tradisi memperingati Hari Pramuka tidak justru membuat nilai pendidikan kepramukaan kehilangan relevansi.

“Jangan sampai kita sibuk menjaga seragam dan seremoninya, tetapi kehilangan jiwanya. Jangan sampai kita mempertahankan ritualnya, tetapi melupakan nilai pendidikannya. Jangan sampai kita setiap tahun merayakan Hari Pramuka, tetapi lupa menanyakan apakah semangat kepramukaan masih hidup dalam kehidupan dan keseharian kita,” ungkapnya.

Secara historis, 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka karena pada tanggal tersebut pada 1961 Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat dan Panji Gerakan Pramuka dianugerahkan.

“Jika api itu masih ada, mari kita besarkan. Jika mulai redup, mari kita terangkan. Dan jika hampir padam, mari kita gelorakan,” pungkas Susilo. (*)

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Mojo Kediri Dorong Produktivitas Warga Melalui Pendampingan Pertanian di Tingkat Desa

Published

on

Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas Desa Tambibendo, Polsek Mojo, Polres Kediri Kota melakukan pemantauan kegiatan ketahanan pangan warga binaannya sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang pangan nasional, pada Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Dusun Sentonorejo, Desa Tambibendo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, dengan fokus pada pemantauan lahan tanaman jagung yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Bhabinkamtibmas Tambibendo Aiptu Endyk Cahyo Semedi, S.H., melakukan monitoring sekaligus menjalin komunikasi dengan warga terkait perkembangan tanaman jagung yang saat ini dalam tahap pemeliharaan.

Tanaman jagung tersebut diperkirakan akan memasuki masa panen pada November 2026 mendatang.

Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan, S.H., mengatakan pendampingan yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari peran Polri dalam mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan sambang dan pemantauan seperti ini, Bhabinkamtibmas dapat mengetahui langsung aktivitas warga sekaligus memberikan dukungan terhadap program yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Iptu Mahmud.

Menurutnya, sektor pertanian dan ketahanan pangan memiliki peran penting dalam menjaga kemandirian masyarakat. Karena itu, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai unsur pendukung perlu terus diperkuat.

Selain melakukan pemantauan, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada warga agar terus mengembangkan kegiatan produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan monitoring ketahanan pangan tersebut berlangsung dengan lancar dan menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam mendukung pembangunan di tingkat desa.

Melalui program sambang dan pendampingan, Polsek Mojo berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan sekaligus mendukung kegiatan positif warga. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Datangi Kediaman Kasidi, Polsek Kediri Kota: Kemerdekaan yang Kita Nikmati Tidak Lepas dari Pengorbanan Para Pejuang

Published

on

Kediriselaludihati.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, jajaran Polsek Kediri Kota melakukan anjangsana ke kediaman Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Kamis (13/8/2026).

Salah satu veteran yang dikunjungi adalah Kasidi (85), warga Jalan Khairil Anwar Nomor 50B, RT 02 RW 02, Kelurahan Setonopande, Kota Kediri.

Rombongan Polsek Kediri Kota dipimpin Wakapolsek Kediri Kota AKP Ismanta, S.H., mewakili Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT RI sekaligus bentuk penghormatan kepada para veteran yang telah ikut berjuang untuk bangsa dan negara.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono mengatakan, momentum kemerdekaan tidak seharusnya hanya diperingati melalui upacara maupun berbagai kegiatan perayaan. Ada nilai perjuangan dan pengorbanan para pendahulu yang harus terus diingat oleh generasi sekarang.

“Anjangsana ini merupakan bentuk penghormatan dan kepedulian kami kepada para veteran. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan para pejuang,” ujar Kompol Bowo.

Menurut dia, mengunjungi para veteran juga menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diperoleh melalui perjalanan panjang dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Karena itu, semangat perjuangan para veteran perlu diwariskan kepada generasi berikutnya, bukan sekadar sebagai cerita sejarah, tetapi diwujudkan melalui kepedulian terhadap bangsa, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan bersilaturahmi dan berbincang dengan Kasidi beserta keluarganya di kediamannya.

“Menjelang 17 Agustus, kami ingin hadir dan bersilaturahmi secara langsung. Ini sekaligus menjadi pengingat bagi kami untuk tidak melupakan jasa mereka yang telah berjuang untuk Indonesia,” kata Bowo.

Anjangsana tersebut turut diikuti Kanit Samapta AKP Abdul Manaf, S.Ag., Kanit Lantas AKP Camp Sunarko, S.H., Kanit Reskrim AKP Prayitno, S.H., Bhabinkamtibmas Kelurahan Setonopande AIPTU Syaifudin Yuri, serta jajaran Polsek Kediri Kota.

Lurah Setonopande Farida Noviati, S.STP., M.M., Kasi Trantib, Ketua RW dan RT setempat serta keluarga Kasidi turut mendampingi pertemuan tersebut.

Bowo berharap penghormatan kepada para veteran tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan. Kepedulian kepada mereka, menurut dia, merupakan salah satu cara menjaga ingatan kolektif terhadap perjalanan bangsa.

“Generasi sekarang mempunyai tugas melanjutkan perjuangan dengan caranya masing-masing. Salah satunya menjaga persatuan, keamanan dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.

Bagi jajaran Polsek Kediri Kota, anjangsana tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan kepolisian dengan masyarakat sekaligus menempatkan penghormatan kepada pejuang sebagai salah satu pesan penting menjelang 17 Agustus.

Dari rumah sederhana seorang veteran di Setonopande itu, peringatan kemerdekaan kembali mengingatkan bahwa Merah Putih yang berkibar setiap Agustus memiliki sejarah panjang tentang perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page