Connect with us

Peristiwa

Covid-19 , Menjadi Penyebab Menurunnya Kriminalitas di Wilayah Hukum Polres Kediri Kota

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi, S.IK,M.H  memimpun press conference anev kamtibmas akhir tahun 2021 dan capaian sepanjang tahun 2021.

Anev kamtibmas akhir tahun 2021 dan capaian sepanjang tahun 2021 meliputi data gangguan kamtibmas/ kriminalitas , data laka dan langgar lantas, data kasus narkoba , data kasus miras dan data kasus menonjol.

Data gangguan kamtibmas/ kriminalitas pada tahun 2020 terjadi 209 kasus dengan penyelesaian kasus sebanyak 179 kasus. Pada tahun 2021 terjadi 213 kasus dengan penyelesaian kasus sebanyak 155 kasus,” kata AKBP Wahyudi, S.IK, M.H

Keberhasilan ini menurut AKBP Wahyudi tidak lepas dari peran serta rekan-rekan media dan segenap lapisan masyarakat serta upaya-upaya kita bersama melalui metode preemtif, preventif dan humanis.

“Perbandingan tahun 2020 dan tahun 2021 terjadi kenaikan kasus sebanyak 4 kasus atau 0,5  persen  dan untuk penyelesaian kasus terjadi penurunan sebanyak 24 kasus atau 13,4  persen . Terjadi peningkatan kasus pada tahun 2021 disebabkan pada kasus penipuan dimana dengan kondisi ekonomi masyarakat yang menurun sebagai dampak pandemi Covid 19. Sehingga  mengakibatkan munculnya tindakan untuk memenuhi kebutuhan dengan cara melakukan tindak pidana penipuan,” ungkapnya.

Data pelanggaran  lalu lintas dan laka lantas pada tahun 2020 terjadi 420 kasus laka lantas yang mengakibatkan adanya korban meninggal dunia sebanyak  53 orang.Luka berat 2 orang dan 532 orang luka ringan serta kerugian materiil sebesar Rp. 237.800.000.

Tahun 2021 terjadi 411 kasus laka yang mengakibatkan korban meninggal dunia 57 orang. Luka berat 6 orang, luka ringan 547 orang dan kerugian materiil sebesar Rp 244.400.000.

“Perbandingan tahun 2020 dengan 2021 terjadi penurunan angka laka lantas sebesar 9 kasus atau 2,1  persen. Terjadi penurunan kasus laka lantas pada tahun 2021 karena adanya pandemi Covid 19. Terlebih pada bulan Juni sampai dengan  Agustus terjadi peningkatan angka  Covid-19 Yang Mengakibatkan Menurunnya mobilitas massa akibat pemerintah menerapkan PPKM,”  tandasnya.

Untuk kasus pelanggaran lalu lintas pada tahun 2020 sebanyak 9.806 kasus. Tahun 2021 sebanyak 2.625 kasus, perbandingan dari 2020 sampai dengan 2021 terjadi penurunan yang sangat signifikan sebanyak 7.181 kasus atau 73,2  persen .

“ Terjadinya  penurunan kasus pelanggaran lantas pada tahun 2021, hal ini  tidak lepas dari masih adanya dampak pandemi Covid 19. Terlebih pada bulan Juni sampai dengan Agustus terjadi peningkatan angka  Covid-19,  yang mengakibatkan menurunnya mobilisasi masa akibat pemerintah menerapkan PPKM.  Serta perintah dari satuan atas untuk tidak melakukan razia dan penindakan gar lantas,” ungkap AKBP Wahyudi, S.IK, M.H.

Sedangkan data kasus narkoba tahun 2020 terjadi 102 kasus. Tahun 2021 sebanyak 92 kasus narkoba, terjadi penurunan sebesar 10 kasus atau 9,8  persen .

“Terjadinya penurunan kasus narkoba pada tahun 2021 dikarenakan efek pandemi Covid 19. Terjadi pembatasan mobilitas mengakibatkan rendahnya distribusikan barang serta minim dana untuk membeli,” jelasnya.

Ditambahkan Kapolres, data kasus miras tahun 2020 sebanyak 178 kasus. Tahun 2021 sebanyak 124 kasus, terjadi penurunan sebesar 55 kasus atau 30  persen.

“Terjadinya penurunan kasus miras pada tahun 2021 dikarenakan efek pandemi Covid 19. Kemampuan mobilitas rendah khususnya dalam mendistribusikan barang dan minim dana untuk membeli. Melemahnya sebagian pelaku usaha di masa pandemi,” kata AKBP Wahyudi,S.IK, M.H.

Sementata data kasus menonjol pada kasus 2021 diantaranya kasus pembunuhan, penemuan mayat bayi dan pengeroyokan.  “Terhadap 3 kasus tersebut Polres Kediri Kota berhasil mengungkap pelaku dan telah menyelesaikan perkara tersebut atau telah tahap II ke Kejaksaan Negeri Kota Kediri,” pungkasnya.(res|aro)

Continue Reading

Inspirasi

Rangkaian Kegiatan Keagamaan dan Ekonomi Rakyat Digelar Selama Tiga Hari di Wilayah Grogol

Published

on

Kediriselaliudihati – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-103 di Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri, ditandai dengan peresmian Megengan Agung dan Pasar Santri yang digelar di Dusun Santren, Desa Cerme, Jumat (6/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan warga sekaligus penguatan tradisi keagamaan menjelang bulan suci Ramadhan.

Megengan Agung dan Pasar Santri secara resmi dibuka sebagai bagian dari rangkaian peringatan Harlah NU yang berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Februari 2026. Acara tersebut diinisiasi oleh MWC NU Kecamatan Grogol dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, santri, serta pelaku usaha kecil.

Sejak sore hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan. Beragam lapak kuliner, produk UMKM, serta hasil kreasi santri berjajar di area Pasar Santri. Sementara itu, Megengan Agung diisi dengan doa bersama dan tradisi selamatan sebagai ungkapan syukur serta permohonan keselamatan menjelang Ramadhan.

Kapolsek Grogol AKP Andang Wastiyono, S.H., M.H., mengatakan kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya peran NU dalam menjaga harmoni sosial dan budaya di tengah masyarakat.

“Peringatan Harlah NU bukan hanya kegiatan keagamaan, tetapi juga wadah mempererat persatuan dan menggerakkan ekonomi warga. Kami mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang berlangsung tertib dan kondusif,” ujar Andang.

Ia menambahkan, kehadiran aparat di lokasi kegiatan bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama acara berlangsung, mengingat tingginya antusiasme warga.

Tokoh NU setempat menyampaikan bahwa Pasar Santri diharapkan dapat menjadi ruang pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda tentang nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemandirian ekonomi.

“NU hadir tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat. Pasar Santri ini adalah bentuk nyata dari semangat tersebut,” kata salah satu pengurus MWC NU Grogol.

Hingga Jumat petang, seluruh rangkaian kegiatan pembukaan berjalan lancar, tertib, dan aman. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan sebagai bagian dari tradisi keagamaan dan penguatan ekonomi lokal di wilayah Grogol. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Polsek Pesantren Kediri Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa Akibat Gempa, Warga Diminta Tetap Waspada

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sebuah rumah warga di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dilaporkan roboh setelah terjadi gempa bumi, pada Jumat dini hari (6/2/2026). Menindaklanjuti kejadian tersebut, jajaran Polsek Pesantren melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Singonegaran segera melakukan sambang dan pengecekan langsung ke lokasi terdampak.

Kegiatan sambang dilakukan sekitar pukul 07.30 WIB oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Singonegaran, Bripka Mohamad Rifai, bersama Lurah Singonegaran dan Ketua RT 27 RW 06. Mereka mendatangi rumah milik Ahmad Jaelani yang berlokasi di RT 27 RW 06, Kelurahan Singonegaran. Rumah tersebut diketahui mengalami kerusakan parah hingga roboh akibat guncangan gempa yang terjadi pada malam sebelumnya.

Dalam peristiwa tersebut, rumah ditempati oleh Ahmad Muslimin, anak dari pemilik rumah. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, tidak ditemukan adanya korban jiwa. Namun, bangunan rumah mengalami kerusakan serius sehingga tidak layak huni untuk sementara waktu.

Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., mengatakan bahwa kehadiran polisi di lokasi merupakan bentuk respons cepat Polri dalam memberikan rasa aman dan memastikan kondisi warga pascakejadian bencana.

“Kami langsung menerjunkan Bhabinkamtibmas untuk melakukan sambang, memastikan kondisi warga, serta berkoordinasi dengan perangkat kelurahan. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” ujar Kompol Siswandi.

Ia menambahkan, pendataan awal telah dilakukan sebagai dasar untuk koordinasi lanjutan dengan pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan instansi kebencanaan, apabila diperlukan langkah penanganan lebih lanjut.

“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya terhadap potensi gempa susulan. Jika ada kondisi darurat atau membutuhkan bantuan, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau aparat setempat,” kata dia.

Sementara itu, Bripka Mohamad Rifai menyampaikan bahwa sambang binluh tidak hanya bertujuan memastikan keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan moril kepada warga terdampak.

“Kehadiran kami di sini untuk memastikan warga merasa tidak sendirian. Kami juga menyampaikan pesan agar sementara waktu tidak menempati bangunan yang berisiko dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Program JUMARI Jadi Wujud Empati Polri dan Upaya Perkuat Kedekatan dengan Warga Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kepolisian terus memperkuat pendekatan humanis kepada masyarakat melalui aksi nyata di lapangan. Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo, Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, Aiptu Suhartono, melaksanakan kegiatan JUMARI (Jumat Berkah Berbagi) dengan menyalurkan bantuan beras kepada warga di Perumahan Griya Intan Permai, RT 08 RW 03, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (6/1/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB tersebut menyasar warga yang membutuhkan sebagai bentuk empati dan kepedulian sosial Polri terhadap masyarakat binaan. Bantuan beras diserahkan kepada Didik (48), seorang tukang pijat warga setempat, yang sehari-hari menggantungkan hidup dari jasa pijat tradisional.

Aiptu Suhartono menjelaskan, kegiatan JUMARI merupakan salah satu program pembinaan masyarakat yang bertujuan membangun hubungan emosional antara Polri dan warga. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, Polri ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan sahabat masyarakat.

“Kegiatan Jumat Berkah ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada warga. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Aiptu Suhartono di sela kegiatan.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga penerima bantuan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap semangat dalam bekerja, saling membantu sesama, serta tidak ragu berkoordinasi dengan kepolisian apabila mengetahui atau mengalami gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

“Apabila ada informasi atau permasalahan kamtibmas, kami harapkan masyarakat segera menghubungi Bhabinkamtibmas. Sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci terciptanya lingkungan yang aman dan kondusif,” katanya.

Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H., mengapresiasi kegiatan yang dilakukan jajarannya. Menurut dia, program JUMARI sejalan dengan semangat Polri Presisi yang menekankan kehadiran polisi di tengah masyarakat secara humanis dan solutif.

“Kami mendorong seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus hadir dan berbuat nyata bagi masyarakat. Kegiatan seperti ini menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kepercayaan publik terhadap Polri,” kata Kompol Rudi Purwanto.

Ia menambahkan, pendekatan sosial yang berkelanjutan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah hukum Polsek Mojoroto.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aksi Jumat Berkah tersebut juga mendapat apresiasi positif dari warga setempat yang merasa diperhatikan dan dilibatkan. Program ini menjadi cerminan komitmen Polsek Mojoroto dalam mewujudkan Polri yang hadir, berbuat, dan bermanfaat, sejalan dengan motto Polres Kediri Kota SEKARTAJI: Selaras, Karomah, Tangguh, Terpuji. (res/an).

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page