Inspirasi
Forkopimda dan Para Tokoh Agama Rapat Bahas Ibadah Ramadan Di Tengah Corona
Kediriselaludihati.com – Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana, S.I.K mengikuti vicon forkopimda Kabupaten Kediri bersama tokoh agama/masyarakat, Rabu, 22 April 2020 pukul 09.00 WIB s/d selesai.
Rapat secara virtual tersebut membahas tentang Penjelasan Kebijakan Pemerintah Tentang Pelaksanaan Ibadah Bulan Suci Ramadhan Di Tengah Pandemi Covid-19 melalui video conference aplikasi Zoom.
Adapun paparan yang disampaikan dalam kegiatan Bupati Kediri dr. Hj. Haryanti Sutrisno. ‘Penyebaran Covid-19 setiap harinya semakin meningkat. Agar Toga baik perorangan maupun terorganisir (Ketua PCNU, PW Muhammadiyah, LDII, FKUB) menyampaikan kepada umatnya untuk bersama ikuti petunjuk pemerintah karena masyarakat masih banyak yang patuh kepada Toga,” kata Bupati.
“Situasi saat ini cukup kondusif. Yang menjadi atensi saat ini yaitu larangan mudik bagi masyarakat yang berada di luar kota maupun luar negeri. Diharapkan kepada Toga dan Tomas berkenan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melaksanakan mudik di tengah pandemi covid-19 ini. Mengamankan kebijakan pemerintah, perlu dukungan dari Instansi terkait untuk melaksanakan dan backup dari Polri. Ketegasan surat edaran kepada masyarakat dan harus satu persepsi,” kata Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana.
“Banyak masyarakat yang OTG namun tidak melaporkan sehingga perlu menjadi perhatian tersendiri. Sekitar 9.500 orang akan masuk kabupaten Kediri baik dari luar kota maupun luar negeri. Diharapkan masyarakat mematuhi himbauan dari Kemenag dan MUI terkait pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadhan tahun ini. Di Arab Saudi juga tidak dilaksanakan sholat Tarawih apalagi ini menjadi episentrum ibadah umat Islam,” ujar Kapolres Kediri AKP Lukman Cahyono.
Sedangkan Dandim 0809 Kediri Letkol Kaf Dwi Agung mengatakan, empat macam cara mengatasi Covid-19.
“ Dibiarkan saja apa adanya. Masyarakat sadar tetapi tanpa intervensi pemerintah. Setengah intervensi pemerintah kepada masyarakat. Intervensi penuh kepada masyarakat,” kata Dandim.
“Mendukung pemerintah dengan menghimbau masyarakat untuk melakukan ibadah dirumah. Akan membuat surat kepada seluruh masyarakat,” ujar Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Zuhri.
“Teknis pelaksanaan ibadah selama Ramadhan seluruhnya dapat dilaksanakan di rumah masing-masing. Para tokoh agama agar menghimbau umatnya untuk ibadah di rumah masing masing. Segera membuat surat edaran kepada seluruh masyarakat,” jelas Ketua PCNU Kab Kediri.
Sedangka n Ketua MUI Kab. Kediri. “Membayarkan zakat fitrah atau mal sebelum Ramadhan selesai (lebih awal). Tidak membagi atau mengumpulkan zakat yang menimbulkan kerumunan massa,” ujarnya. Selama kegiatan berjalan dengan lancar dan aman. (res/an).
Inspirasi
Dari TMP Joyoboyo Menuju Dishub Kabupaten Kediri, Garda Kediri Kedepankan Komunikasi dalam Penyampaian Aspirasi
Kediriselaludihati – Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kabupaten dan Kota Kediri menggelar kegiatan doa bersama sekaligus penyampaian aspirasi dengan tujuan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Rabu (26/8/2026).
Sebanyak kurang lebih 150 pengemudi ojek online yang tergabung dalam GARDA Kediri berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Joyoboyo Kota Kediri sebelum bergerak menuju lokasi penyampaian aspirasi.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus GARDA, di antaranya Penasehat/Ketua DPD GARDA Jawa Timur Fikri Nurulhafid (Cak Ri), Ketua GARDA Kabupaten Kediri Kurniadi (Ardi), Sekretaris Arnod Yusfiteryananta, serta Bendahara Hengky Puswantoro (Bima Azka).
Rombongan mulai berdatangan sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah persiapan dan doa bersama, sekitar pukul 14.15 WIB peserta secara bertahap bergerak menuju Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri.
Dalam perjalanan, rombongan melalui sejumlah ruas jalan, yakni Jalan Pahlawan Kusuma Bangsa, Jalan Erlangga, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Brawijaya, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan Hasanuddin, Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, hingga Jalan Ahmad Yani menuju Kantor Dishub Kabupaten Kediri.
Pengamanan dan pemantauan dilakukan untuk memastikan aktivitas penyampaian aspirasi berjalan tertib serta tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., sebelumnya menyampaikan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dengan komunitas transportasi online dalam menjaga situasi wilayah tetap kondusif.
Menurut AKBP Wisnu, komunitas driver online merupakan bagian dari masyarakat yang memiliki peran penting dalam aktivitas sehari-hari, sehingga ruang dialog perlu terus dibangun untuk menyampaikan berbagai persoalan secara terbuka.
“Kami menghargai setiap aspirasi masyarakat. Yang terpenting adalah penyampaian dilakukan melalui jalur yang baik, tertib, dan tetap menjaga kepentingan bersama,” ujar AKBP Wisnu.
Kegiatan GARDA tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi komunitas pengemudi transportasi online terkait berbagai persoalan yang mereka hadapi, termasuk kebutuhan kepastian regulasi dan kondisi operasional di lapangan.
Sebelumnya, dalam kegiatan silaturahmi bersama Kapolres Kediri Kota, perwakilan GARDA juga menyampaikan sejumlah masukan terkait kebutuhan ruang komunikasi, pengaturan lalu lintas, serta fasilitas pendukung bagi pengemudi transportasi online.
Kepolisian berharap penyampaian aspirasi dapat menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga berbagai persoalan dapat dicarikan solusi melalui koordinasi dan dialog.
Hingga keberangkatan rombongan menuju Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, kegiatan berlangsung tertib dengan pengawalan dan pemantauan dari petugas di lapangan. (res/aro)
Inspirasi
Kapolres Kediri Kota Ajak Komunitas Garda Bersinergi Menjaga Kondusivitas Wilayah
Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., menggelar silaturahmi dan doa bersama dengan komunitas transportasi online yang tergabung dalam Garda Kota Kediri, Rabu (26/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan Omahe Dewe, Sumber Jiput, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, tersebut menjadi ruang dialog antara kepolisian dengan para pengemudi transportasi daring dari berbagai platform seperti Gojek, Grab, dan Maxim.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kediri Kota didampingi Wakapolres Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., serta jajaran Pejabat Utama Polres Kediri Kota. Hadir pula Penasehat/Ketua DPD Garda Jawa Timur Fikri Nurulhafid (Cak Ri), Ketua Garda Kabupaten Kediri Kurniadi (Ardi), Sekretaris Arnod Yusfiteryananta, dan Bendahara Hengky Puswantoro (Bima Azka).
Pertemuan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan penyampaian aspirasi dari perwakilan Garda terkait berbagai persoalan yang dihadapi pekerja transportasi online.
Ketua Garda Jawa Timur Fikri Nurulhafid menyampaikan salah satu perhatian utama komunitas adalah terkait kepastian regulasi bagi pekerja transportasi online. Menurutnya, belum adanya kepastian aturan tersebut membuat sebagian pengemudi masih menunggu kejelasan mengenai perlindungan dan kepastian dalam menjalankan pekerjaan.
Selain persoalan regulasi, Garda juga menyampaikan rencana kegiatan penyampaian aspirasi yang sebelumnya dijadwalkan sore hari. Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa kegiatan akan dimajukan menjadi siang hari dengan titik kumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) sebelum menuju Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan para pekerja transportasi online yang dinilai memiliki peran penting dalam membantu mobilitas masyarakat.
“Rekan-rekan pekerja transportasi online merupakan sosok yang patut dihargai. Mereka menjadi bagian penting dalam membantu kebutuhan masyarakat, karena mobilitas warga dapat terpenuhi dengan cepat, aman, dan terjangkau,” ujar AKBP Wisnu.
Kapolres juga mengajak komunitas Garda untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah Kediri. Ia mengingatkan agar kejadian kerusuhan yang pernah terjadi sebelumnya tidak kembali terulang.
“Kita berharap kejadian tahun lalu tidak terjadi lagi. Sebagai warga Kediri, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan wilayah kita,” katanya.
Menurut AKBP Wisnu, kondusivitas daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian menjadi benteng utama dalam mencegah potensi gangguan keamanan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, anggota Garda Kota Kediri juga menyampaikan sejumlah persoalan lokal, salah satunya terkait kepadatan arus lalu lintas di Jalan Veteran yang menjadi kawasan sekolah.
Mereka mengusulkan adanya pengaturan kendaraan roda empat pada jam sibuk pagi, khususnya pukul 06.00 WIB hingga 07.00 WIB, untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut.
Menanggapi aspirasi itu, Kapolres menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk sekolah dan instansi yang berwenang, untuk mencari solusi terbaik melalui rekayasa lalu lintas.
Selain persoalan lalu lintas, komunitas driver online juga menyampaikan kebutuhan lokasi berkumpul atau titik tunggu di sekitar Stasiun Kota Kediri. Hal tersebut menyusul perubahan fungsi sejumlah warung yang selama ini menjadi tempat singgah pengemudi.
Kapolres menyambut baik masukan tersebut dan mendorong adanya komunikasi bersama antara komunitas, pemerintah daerah, serta pihak terkait agar dapat ditemukan solusi yang tidak mengganggu ketertiban umum.
Kasat Binmas Polres Kediri Kota AKP Cahyo Widodo mengatakan, kegiatan silaturahmi semacam ini merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dengan kelompok masyarakat.
“Ketika komunikasi berjalan baik, berbagai persoalan dapat dibicarakan bersama sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan jajaran PJU Polres Kediri Kota kepada komunitas Garda. Kapolres berharap hubungan kemitraan antara polisi dan komunitas transportasi online terus berkembang dalam berbagai bidang.
Menurut AKBP Wisnu, komunitas driver online memiliki posisi strategis karena aktivitas mereka berada langsung di ruang publik setiap hari. Dengan komunikasi yang baik, mereka dapat menjadi mitra dalam memberikan informasi awal terkait kondisi lingkungan, keamanan jalan, maupun persoalan masyarakat.
Silaturahmi kemudian ditutup dengan doa bersama dan foto bersama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan kepolisian yang mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan Kota Kediri. (res/aro)
Inspirasi
63 Personel Reskrim Jalani Pemeriksaan, Seluruh Hasil Tes Dinyatakan Negatif Narkoba
Kediriselaludihati – Upaya menjaga integritas aparat tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lapangan. Pengawasan juga menyentuh kondisi internal personel, termasuk memastikan anggota kepolisian terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Langkah itu dilakukan Polres Kediri Kota melalui pemeriksaan urine terhadap personel fungsi Reskrim, Senin (24/8/2026). Sebanyak 63 personel mengikuti pemeriksaan yang digelar Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kediri Kota.
Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 08.30 WIB di Mako Polres Kediri Kota, Jalan KDP Slamet Nomor 2, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Kegiatan diawali dengan pengarahan kepada seluruh personel sebelum menjalani pemeriksaan urine sesuai prosedur. Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., turut hadir bersama jajaran Sie Propam.
Dari 63 personel yang mengikuti pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
Kasi Propam Polres Kediri Kota mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari mitigasi dan pengawasan internal untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian.
“Pemeriksaan ini merupakan langkah pencegahan sekaligus deteksi dini. Anggota Polri memiliki tanggung jawab dalam penegakan hukum, sehingga integritas itu harus dimulai dari internal,” ujarnya.
Menurut dia, pengawasan tidak semata-mata dilakukan ketika ditemukan pelanggaran. Langkah preventif diperlukan agar potensi persoalan dapat diketahui dan dicegah sejak awal.
“Propam bukan hanya menjalankan fungsi penindakan terhadap pelanggaran anggota. Pencegahan juga penting. Kami ingin memastikan personel memahami bahwa profesionalisme dan disiplin harus dijaga dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pemeriksaan terhadap fungsi Reskrim juga memiliki arti penting karena personel pada satuan tersebut bersentuhan langsung dengan proses penyelidikan dan penyidikan berbagai perkara pidana, termasuk kasus yang berkaitan dengan narkotika.
Karena itu, kebersihan internal menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas proses penegakan hukum.
Hasil negatif terhadap seluruh personel yang diperiksa menjadi catatan positif, namun pengawasan internal tetap diperlukan secara berkelanjutan.
Polres Kediri Kota menempatkan pemeriksaan urine sebagai salah satu instrumen pencegahan, bukan sekadar kegiatan administratif. Pengawasan secara berkala diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya pelanggaran sekaligus membangun budaya kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus berjalan konsisten, baik keluar maupun ke dalam institusi.
“Ketika Polri melakukan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba di masyarakat, maka anggota sendiri harus terlebih dahulu memastikan dirinya bersih. Tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polri,” tegas AKBP Wisnu.
Menurutnya, integritas personel menjadi salah satu fondasi kepercayaan publik terhadap kepolisian. Karena itu, setiap anggota dituntut menjaga perilaku dan profesionalisme sesuai tanggung jawab yang diemban.
Pemeriksaan terhadap 63 personel tersebut sekaligus menegaskan bahwa upaya memerangi penyalahgunaan narkoba tidak hanya diarahkan kepada masyarakat. Pengawasan juga dilakukan dari dalam tubuh kepolisian sebagai bagian dari menjaga integritas aparat dan kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
