Uncategorized
Wakapolda Jatim Berikan Bantuan dari Kapolri Untuk Buruh
Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, menyerahkan bantuan sembako dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Buruh Jawa Timur yang terdampak pandemi covid-19 di Jalan Kavling DPR IV 14 Sidoarjo, pada Kamis (14/4/2022) siang.
Dalam kesempatan ini, DPD KSPSI Jatim Ahmad Fauzi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo atas simpatinya memberikan bantuan sembako yang diberikan kepada buruh.
“Bantuan ini sangat berarti bagi buruh terutama menjelang perayaan hari raya Idul Fitri,” ucap Fauzi.
Kegiatan dilanjutan dengan pemberian bantuan sembako dari Kapolri, yang diserahkan oleh Wakapolda Jatim kepada buruh yang terdampak pandemi covid-19.
Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo dalam kesempatan ini menjelaskan, dampak covid-19 yang sudah hampir 2 tahun melanda di Indonesia ini sangat dirasakan seluruh lapisan masayarakat termasuk buruh.
Selain itu, juga ditambah dengan isu kelangkaan dan kenaikan bahan makanan. Itu membuat Polri untuk berusaha meringankan beban masyarakat buruh melalui bantuan sembako dari Bapak Kapolri.
“Menjelang hari raya Idul Fitri yang pertama kali diperbolehkan oleh Pemerintah untuk melaksanakan mudik setelah 2 tahun, diharapkan masyarakat tidak terlalu euforia yang berlebihan serta dapat mematuhi protokol kesehatan dengan melengkapi persyaratan mudik, yakni dengan vaksinasi dosis ketiga atau booster,” jelasnya Wakapolda Jatim.
Peristiwa
Cegah Gangguan Lalu Lintas, Satlantas Polres Kediri Kota Gelar Patroli Malam di Sejumlah Persimpangan
Kediriselaludihati.com – Aktivitas masyarakat pada malam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mendapat perhatian dari jajaran Polres Kediri Kota. Satlantas Polres Kediri Kota menggelar apel cipta kondisi harkamtibmas dan patroli malam untuk menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas, pada Senin (17/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 23.30 WIB tersebut menyasar sejumlah titik yang menjadi perhatian, yakni Simpang Tiga Kodim Selatan, Simpang Tiga Water Torn, dan Simpang Empat Baptis.
Personel Satlantas Polres Kediri Kota diterjunkan untuk melakukan pemantauan situasi lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan, termasuk aktivitas balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai aturan.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih melakukan aktivitas pada malam hari.
“Kami melakukan penguatan patroli untuk memastikan masyarakat dapat menikmati suasana perayaan kemerdekaan dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel di lapangan juga untuk mencegah potensi gangguan yang dapat mengganggu pengguna jalan maupun masyarakat sekitar,” ujar AKP Yudho.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas masyarakat pada momentum hari besar nasional menjadi perhatian tersendiri bagi kepolisian, terutama pada malam hari ketika mobilitas kendaraan mengalami peningkatan di sejumlah ruas jalan.
Melalui kegiatan cipta kondisi tersebut, personel tidak hanya melakukan pemantauan arus lalu lintas, tetapi juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga ketertiban.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, tidak melakukan kegiatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta menghormati pengguna jalan lainnya,” katanya.
Kegiatan patroli juga menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota dalam menjaga situasi keamanan selama rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dengan kesiapsiagaan personel di sejumlah titik, kepolisian berharap perayaan kemerdekaan dapat berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan tetap menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat Kota Kediri. (res/an)
Uncategorized
Polda Bali Kirim 5 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Alam di NTT
DENPASAR, 17 Agustus 2026 — Kepolisian Daerah (Polda) Bali mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diberangkatkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan bagi warga terdampak bencana tersebut dikemas dalam lima truk yang telah dilepas Polda Bali untuk selanjutnya dikirim ke NTT. Bantuan diharapkan dapat segera diterima dan didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik pengungsian.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas jajaran Polda Bali terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana.
“Tentunya kita semua sangat prihatin dengan bencana yang dialami oleh saudara-saudara kita di sana. Mari kita doakan bersama semoga NTT segera pulih kembali,” ujar Daniel di Polda Bali, Senin (17/8/2026).
Adapun bantuan yang dikirimkan antara lain air mineral, mi instan dalam kemasan cup, berbagai jenis biskuit, susu, makanan pendamping anak, popok bayi, selimut, terpal, kasur tipis, kasur lipat, serta tisu basah dan tisu kering.
Selain bantuan logistik, Polda Bali juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa armada dapur lapangan milik Satbrimob Polda Bali beserta personel. Polda Bali turut menyiapkan personel psikologi untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
“Diharapkan bantuan kami ini dapat memberi manfaat, membantu meringankan beban, serta memberikan semangat bagi warga terdampak bencana yang berada di lokasi pengungsian,” ujarnya.
Daniel menegaskan, semangat persatuan dan gotong royong harus diwujudkan melalui aksi nyata, khususnya ketika masyarakat di wilayah lain tengah menghadapi musibah.
“Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus kita wujudkan dengan aksi nyata dan gotong royong. Saat saudara kita di NTT mengalami musibah, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir dan membantu meringankan beban mereka,” tutur Daniel.
Ia berharap bantuan yang dikirimkan Polda Bali dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus menjadi wujud solidaritas antarsesama anak bangsa.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan membawa semangat baru bagi para korban bencana NTT,” tutup Kapolda Bali.
Uncategorized
Astamaops Kapolri Turun Langsung Maksimalkan Operasi Kemanusiaan di Manggarai, 45 Posko Tampung 13.881 Pengungsi
Manggarai, NTT, 17 Agustus 2026 — Polri memaksimalkan operasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan turunnya langsung Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si. ke wilayah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pada Senin (17/8/2026), Astamaops Kapolri bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H. dan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., mendatangi Posko Pengungsi Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.
Berdasarkan data yang dilaporkan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah pada 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, tercatat 163 korban, terdiri dari 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.
Kapolres Manggarai juga melaporkan terdapat 45 titik posko pengungsian yang tersebar di delapan kecamatan dengan total 13.881 pengungsi. Data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.
Datang, Cek, Langsung Bantu
Sekitar pukul 12.40 WITA, Astamaops Kapolri tiba di Posko Pengungsi Barang Kolo. Setibanya di lokasi, Astamaops Kapolri langsung mengecek kondisi pengungsi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Polri membagikan 2.500 paket bantuan sosial/sembako, menyalurkan tenda darurat, serta menyerahkan 2 unit Starling untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.
Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, mi instan, teh celup, kecap, biskuit, dan minyak goreng.
Bantuan tersebut melengkapi dukungan yang telah didistribusikan ke berbagai posko berupa tenda, terpal, genset, makanan dan minuman, serta bantuan kesehatan.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa jajaran Polri berupaya memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana seorang diri.
“Kami pastikan masyarakat tidak sendiri. Kami hadir di posko, membantu evakuasi, menyalurkan sembako, menyiapkan tenda darurat, memberikan pelayanan kesehatan, sekaligus menjaga keamanan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan kami data dan kami koordinasikan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Levi.
Bersinergi, Satu Gerak untuk Masyarakat
Penanganan gempa di Manggarai dilakukan secara terpadu dan lintas instansi. Polri tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur masyarakat.
Masing-masing unsur bergerak sesuai tugasnya. TNI mendukung evakuasi, pengamanan, mobilisasi personel dan logistik. Basarnas fokus pada pencarian, pertolongan dan evakuasi korban. BPBD bersama pemerintah daerah mengoordinasikan penanganan kebencanaan, pendataan, kebutuhan pengungsi serta pengelolaan posko.
Sementara itu, tenaga kesehatan memberikan pelayanan medis dan memantau kondisi para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas.
Polri berperan dalam evakuasi, pelayanan posko, distribusi bantuan, pengamanan, patroli serta memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif.
Sinergi tersebut penting karena jumlah pengungsi mencapai ribuan orang dan tersebar di puluhan titik.
Kapolres Manggarai menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur punya peran masing-masing dan harus saling menguatkan. TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat semuanya bergerak untuk satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat terdampak,” kata Levi.
45 Posko, 13.881 Pengungsi
Menurut data Kapolres Manggarai, 45 posko pengungsian tersebar di delapan kecamatan, yakni Langke Rembong, Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Lelak, Wae Rii, dan Satar Mese.
Total terdapat 13.881 pengungsi yang berada di posko-posko tersebut.
Jumlah pengungsi terbesar berada di Kecamatan Reok dan Wae Rii. Kecamatan Reok memiliki 7 posko dengan 4.488 pengungsi, sedangkan Wae Rii memiliki 17 posko dengan 4.476 pengungsi.
Beberapa titik dengan jumlah pengungsi besar antara lain Posko Robek 1.500 jiwa, Posko Barangkolong 1.330 jiwa, Posko Golo Mendo 1.058 jiwa, Posko Tengku Romot 602 jiwa, dan Posko Golo Sita 583 jiwa.
Tantangan di Lapangan
Kapolres Manggarai mengatakan penanganan memiliki sejumlah tantangan, mulai dari luasnya wilayah terdampak, banyaknya titik pengungsian, kebutuhan logistik yang berbeda-beda, hingga data yang terus bergerak.
“Tantangannya cukup besar. Pengungsi tersebar di 45 titik, kebutuhan setiap posko berbeda, sementara data di lapangan terus bergerak. Karena itu koordinasi harus cepat. Ketika satu posko membutuhkan sesuatu, kita harus segera tahu dan mencari solusinya bersama,” ujar Levi.
Di tengah situasi tersebut, personel Polri juga melakukan patroli untuk menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.
“Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan bantuan sekaligus rasa aman. Jadi kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi juga memastikan kondisi di pengungsian tetap aman. Personel akan terus berada di lapangan,” tegas Levi.
Ratusan Personel Bergerak
Operasi kemanusiaan di Manggarai melibatkan 100 personel Polri, 31 personel TNI, 68 personel Brimob termasuk Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri, 5 personel Basarnas, dan 6 personel BPBD Jawa Timur.
Personel gabungan melakukan evakuasi korban, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan, dukungan kesehatan, pengamanan lokasi, serta patroli.
Berdasarkan laporan Kapolres Manggarai, hingga 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA tercatat 2.398 fasilitas mengalami kerusakan, meningkat dari data sebelumnya sebanyak 2.081 fasilitas.
Kerusakan meliputi fasilitas pemerintah, pendidikan, fasilitas umum, fasilitas masyarakat, dan fasilitas kesehatan.
Data Bergerak, Respons Harus Cepat
Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperbarui data korban, pengungsi, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat sebagai dasar menentukan prioritas penanganan berikutnya.
Setelah meninjau Kecamatan Reok, Astamaops Kapolri bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk melihat langsung kondisi korban dan penanganan bencana.
Kapolres Manggarai memastikan jajarannya akan terus berada bersama masyarakat.
“Data berubah, kebutuhan berubah, maka respons juga harus cepat menyesuaikan. Prinsip kami sederhana: siapa yang membutuhkan harus kami bantu, dan di mana masyarakat membutuhkan kehadiran Polri, di situ personel kami berada,” ujar Levi.
Operasi kemanusiaan di Manggarai menunjukkan bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama. Polri hadir, TNI bergerak, Basarnas menyelamatkan, BPBD mengoordinasikan, tenaga kesehatan melayani, pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga, dan masyarakat serta relawan ikut menguatkan.
Semua bergerak dalam satu tujuan: menyelamatkan, membantu, dan memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi bencana sendirian.
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
