Connect with us

Peristiwa

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Rakor Sosialisasi Pencegahan PMK di Kota Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Pesantren Polres Kediri Kota Rakor dan sosialisasi pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah kota Kediri di ruang pertemuan KJF Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian.

Kegiatan, pada Hari Jumat 13 Mei 2022 Pkl.08.20 s/d 10.50 wib Bertempat di ruang pertemuan KJF dinas ketahanan pangan dan pertanian JL. Brigadir Jenderal Polisi Imam Bachri No. 98A Bangsal Kec. Pesantren Kota Kediri dilaksanakan kegiatan Rakor dan sosialisasi pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah kota Kediri 

Hadir dalam kegiatan. Mohamad Ridwan – Ka Dkpp. Ali Mansur – Kabid Peternakan dan kesehatan hewan. drh.Pujiono  – Koordinator Kec Pesantren. AKP Tomy Prambana,S.I.K.,M.H. – Kasat Reskrim Res Kediri Kota. AKP. Mulat Mujoko – Bag Ops

Iptu Hendro Purwo Nugroho.SH – Kasat IK Res Kediri Kota. Kapt.Inf.Sunardi – Danramil Kota Kediri. Santo – Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Iwan Sofyan – Kejaksaan Negeri Kota Kediri. Disperdagin Kota Kediri. BPKAD. Hariyanto – Ka Rumah potong Hewan. PD Pasar Joyoboyo. Perwakilan Kelompok Peternak

Dimulai dari Pembukaan dan Penjelasam Kepala DKPP Kota Kediri. “Asalamualaikum wr wb, Selamat pagi Terimakasih atas kehadiran Panjenengan semua pada Rakord hari ini. Kita akan membahas lebih jauh terkait PMK ( Penyakit Mulut dan Kuku ) yg sebenarnya sudah lama ada di Dunia ( Tidak bisa kita sepelekan ),” katanya.

“Jawa Timur ada Empat Kabupaten yg telah didapati ( Lamongan, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto) dan terakhir ada indikasi Jombang, Malang dan beberapa Wilayah lain, PMK tidak menular pada Manusia, Namun sangat menular pada Hewan ( Belum bisa di Obati ),” tambahnya.

“Wilayah Kota Kediri sementara belum ada yang terjangkit PMK ( Hasil Sidak beberapa tempat bersama Instansi lain ). Kita sudah tidak diijinkan memberikan Surat Ijin Jalan pada Hewan Ternak Kota Kediri ( Sangat dimungkinkan para Penjual Ternak melakukan Penjualan Sembunyi – Sembunyi ).Mari kita tangani permasalahan ini dengan serius secara bersama – sama dan Kami telah membentuk Satgas untuk memantau Wilayah dan akan kita buatkan Jadwal,” ajaknya.

Dilanjutkan oleh drh.Pujiono. ” Nanti kita akan kita Sosialisasikan kepada Masyarakat.Kekhawatiran kita di lapangan setelah ada Covid ada lagi PMK. Isolasi Hewan anggaran darimana. Wabah atau Orbitnya sekitar Dua Bulan ke depan karena Orbitnya 14 ( Empat belas ) Hari,” ujarnya.

“Tidak menular ke Manusia dan tidak bisa di Obati ( Vaksin belum di Produksi ). Penyebaran melalui Udara ( Leleran hidung, Kotoran, Liur dan Pakaian pemilik hewan ). Sapi – Gejala Mulut dan Kaki luka. Kambing tidak menunjukkan Gejala sehingga lebih menghawatirkan. Hewan Tidak boleh keluar kandang ( di Obati selama Dua Minggu ) dan Team Medis yang datang,” tambahnya. 

“Penyemprotan Disinvektan pada Pintu masuk RPH. Terkait penjualan Hewan Korban harus ada Surat Sehat oleh dr.Hewan atau Petugas di Lapangan. Apabila Hewan sudah di Isolasi / dikarantina namun tetap tidak sembuh, maka akan di potong untuk mengurangi kerugian yg besar dan beberapa Organ harus di Pendam / dikubur,” pungkasnya.

Kemudian, Kepala RPH. “Kita Perketat masuknya Sapi dan kita akan tolak apabila ada hewan yg bergejala. RPH hanya akan menybelih Hewan yg Hidup dan Sehat,” katanya.

Lalu, Kasat IK. “Kita akan mensuport secara penuh dan kita akan mengcover di lapangan,” jelasnya. “Kasat Reskrim. Kita mempunyai Babinsa dan Babhinkamtibmas dan nanti akan menyampaikan Edukasi pada Warga. PMK merupakan masalah bersama dan Pemkot segera membentuk Team besar ( Action Plane ) Kita akan siapkan Call Center untuk pengaduan. Kita laksanakan Pengecekan Rumah Hewan dan diperlukan penyemprotan Disinvektan. Terkait Penyekatan Hewan Keluar Masuk kita sesuai dengan Kasat IK,” katanya.

Kemudian, Bag Ops menegaskan, Perlunya dibentuk Kelompok Peternak dan akan dikendalikan dr Hewan. Diteruskan dengan Kejari. “DKPP sebagai penanggung jawab dan mohon disampaikan data riil sehingga bisa berkoordinasi / Sinergis karena Penularan yg sangat Cepat dan sangat berdampak pada perekonomian. Sangsi Pelanggaran akan dikenakan Pidana sesuai Ketentuan Pokok Kementrian Kesehatan Hewan,” imbuhnya.

Dilanjut. Danramil Kota. “Agar pada RPH ada Petugas dan tidak segan menolak apabila ada indikasi PMK. Babinsa dan BKTM akan memback up di wilayahnya masing – masing jangan sampai ada peternak bandel,” tegasnya.

Kegiatan tersebut terkait PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak. Bahwa di kec. Pesantren belum diketemukan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). Daging Hewan yg terserang PMK bisa di Konsumsi ( Tidak menular pada Manusia ). Terkait Penjualan Hewan Ternak. Merupakan hal yg sangat penting karena Hewan akan selalu berpindah – pindah Pasar / Tempat sesuai Hari Pasaran. Kambing tidak memiliki Gejala  sehingga sangat menunjang dalam penularan. Sangsi pedagang yg melanggar mengacu pada KUHP / Pidana. Jumlah populasi hewan di wilayah kec. Pesantren sebanyak 2.836 ( Dua ribu delapan ratus tiga puluh enam ) ekor terdiri   Sapi potong 1853 ekor, Sapi perah 36 ekor, Kambing 883 ekor, Domba 64 ekor. Koordinator Wil.Kec.Pesantren . drh.Pujiono No Tlp.081335641546. drh.Mohamad Hatta

“Selama kegiatan Rakord dan Sosialisasi kepada Perwakilan Kelompok Peternak berlangsung kondusiv,” kata Kapolsek Pesantren Kompol Sugianto.S.SOS. (res/an).

Continue Reading

Peristiwa

Anjangsana Polres Kediri Kota Jadi Wujud Kepedulian dan Dukungan Moril bagi Personel yang Tengah Berjuang Pulih

Published

on

Kediriselaludihati – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota menunjukkan kepedulian terhadap keluarga besar Polri melalui kegiatan anjangsana kepada personel yang tengah mengalami sakit. 

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi serta jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota.

Kegiatan anjangsana dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi berbeda sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang sedang menjalani masa pemulihan kesehatan. Selain menyerahkan tali asih, rombongan juga memberikan motivasi agar para personel tetap semangat dan optimistis menghadapi proses penyembuhan.

Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Aiptu Diah Soraya, S.H., di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kapolres Kediri Kota menyempatkan diri berbincang langsung dengan Aiptu Diah dan keluarganya.

AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa kehadiran pimpinan dan rekan-rekan sejawat merupakan bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi anggota yang sedang menghadapi ujian kesehatan.

“Jangan pernah patah semangat atau lelah untuk berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin apabila Tuhan telah berkehendak. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kasih sayang dan empati keluarga besar Polres Kediri Kota. Fokuslah pada pemulihan kesehatan dan jangan terbebani dengan urusan dinas terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Kapolres, kesehatan anggota menjadi perhatian serius institusi. Karena itu, setiap personel yang sedang mengalami sakit harus merasakan dukungan penuh dari keluarga besar Polri agar memiliki semangat untuk kembali pulih dan beraktivitas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak merasa sendiri ketika menghadapi masa sulit. Kebersamaan dan kepedulian adalah bagian dari kekuatan keluarga besar Polri,” katanya.

Sementara itu, kegiatan anjangsana kedua dilaksanakan di kediaman Aiptu Slamet, S.H., di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kunjungan tersebut dipimpin Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., bersama istri dan didampingi sejumlah pejabat utama serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Dalam kesempatan itu, rombongan menyerahkan bantuan dan memberikan dukungan moral kepada Aiptu Slamet agar tetap kuat menjalani proses pengobatan. Kehadiran jajaran pimpinan Polres Kediri Kota disambut hangat oleh keluarga yang merasa mendapatkan perhatian langsung dari institusi.

Kegiatan serupa juga dilakukan di kediaman Brigadir Hendri Santoso di Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri. Sejumlah pejabat Polres Kediri Kota bersama Bhayangkari hadir untuk memberikan semangat dan motivasi agar Brigadir Hendri tetap optimistis menjalani masa pemulihan.

Kapolres Kediri Kota menjelaskan bahwa anjangsana merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan kekeluargaan.

“Peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya tentang kegiatan seremonial atau institusional. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga rasa persaudaraan, saling peduli, dan saling menguatkan di lingkungan keluarga besar Polri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa solidaritas internal merupakan modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Dengan hubungan kekeluargaan yang kuat, setiap anggota akan memiliki semangat dan motivasi lebih besar dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota merasakan kehadiran dan perhatian dari keluarga besar Polres Kediri Kota. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegas AKBP Anggi.

Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan anjangsana. Kehadiran Kapolres, Wakapolres, para pejabat utama, serta Bhayangkari menjadi penyemangat tersendiri bagi anggota yang sedang sakit untuk terus berjuang menjalani proses penyembuhan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui perhatian terhadap sesama anggota sebagai bagian dari keluarga besar Polri. Nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan itu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota Gelar Ziarah di TMP Joyoboyo

Published

on

Kediriselaludihati – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota menunjukkan kepedulian terhadap keluarga besar Polri melalui kegiatan anjangsana kepada personel yang tengah mengalami sakit. 

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi serta jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota.

Kegiatan anjangsana dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi berbeda sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang sedang menjalani masa pemulihan kesehatan. Selain menyerahkan tali asih, rombongan juga memberikan motivasi agar para personel tetap semangat dan optimistis menghadapi proses penyembuhan.

Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Aiptu Diah Soraya, S.H., di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kapolres Kediri Kota menyempatkan diri berbincang langsung dengan Aiptu Diah dan keluarganya.

AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa kehadiran pimpinan dan rekan-rekan sejawat merupakan bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi anggota yang sedang menghadapi ujian kesehatan.

“Jangan pernah patah semangat atau lelah untuk berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin apabila Tuhan telah berkehendak. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kasih sayang dan empati keluarga besar Polres Kediri Kota. Fokuslah pada pemulihan kesehatan dan jangan terbebani dengan urusan dinas terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Kapolres, kesehatan anggota menjadi perhatian serius institusi. Karena itu, setiap personel yang sedang mengalami sakit harus merasakan dukungan penuh dari keluarga besar Polri agar memiliki semangat untuk kembali pulih dan beraktivitas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak merasa sendiri ketika menghadapi masa sulit. Kebersamaan dan kepedulian adalah bagian dari kekuatan keluarga besar Polri,” katanya.

Sementara itu, kegiatan anjangsana kedua dilaksanakan di kediaman Aiptu Slamet, S.H., di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kunjungan tersebut dipimpin Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., bersama istri dan didampingi sejumlah pejabat utama serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Dalam kesempatan itu, rombongan menyerahkan bantuan dan memberikan dukungan moral kepada Aiptu Slamet agar tetap kuat menjalani proses pengobatan. Kehadiran jajaran pimpinan Polres Kediri Kota disambut hangat oleh keluarga yang merasa mendapatkan perhatian langsung dari institusi.

Kegiatan serupa juga dilakukan di kediaman Brigadir Hendri Santoso di Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri. Sejumlah pejabat Polres Kediri Kota bersama Bhayangkari hadir untuk memberikan semangat dan motivasi agar Brigadir Hendri tetap optimistis menjalani masa pemulihan.

Kapolres Kediri Kota menjelaskan bahwa anjangsana merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan kekeluargaan.

“Peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya tentang kegiatan seremonial atau institusional. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga rasa persaudaraan, saling peduli, dan saling menguatkan di lingkungan keluarga besar Polri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa solidaritas internal merupakan modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Dengan hubungan kekeluargaan yang kuat, setiap anggota akan memiliki semangat dan motivasi lebih besar dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota merasakan kehadiran dan perhatian dari keluarga besar Polres Kediri Kota. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegas AKBP Anggi.

Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan anjangsana. Kehadiran Kapolres, Wakapolres, para pejabat utama, serta Bhayangkari menjadi penyemangat tersendiri bagi anggota yang sedang sakit untuk terus berjuang menjalani proses penyembuhan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui perhatian terhadap sesama anggota sebagai bagian dari keluarga besar Polri. Nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan itu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Pelepasan Hak Lahan Resmi Dilakukan, Proyek Tol Kediri–Tulungagung Masuki Tahap Percepatan Pembangunan

Published

on

Kediriselaludihati – Proses pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung kembali mencatat kemajuan signifikan. Sebanyak 18 bidang tanah di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, resmi menerima pembayaran uang ganti kerugian (UGR) dengan total nilai mencapai Rp18,3 miliar dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Gayam, Selasa (23/6).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.05 WIB tersebut sekaligus menjadi tahapan pelepasan hak atas objek pengadaan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan salah satu proyek strategis nasional di wilayah Kediri dan Tulungagung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pertanahan Kota Kediri Dra. Asri Surjanti, S.H., M.Kn., QRMP, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri–Tulungagung Linanda Krisni, S.S.AP., M.AP., Camat Mojoroto Abdul Rahman, S.H., M.Si., perwakilan Bank BNI, pihak pelaksana proyek, unsur pemerintah daerah, serta warga penerima ganti kerugian.

Kepala Kelurahan Gayam Kusumawanti, S.Sos., M.M., dalam sambutannya mengingatkan warga agar memanfaatkan dana ganti kerugian secara bijaksana untuk kepentingan jangka panjang.

“Alhamdulillah proses yang panjang akhirnya sampai pada tahap pembayaran. Kami berharap uang ganti kerugian ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk investasi yang bermanfaat bagi masa depan keluarga,” ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Gayam dan Kota Kediri secara umum.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Kediri Dra. Asri Surjanti menegaskan bahwa pembayaran ganti kerugian yang dilakukan hari ini merupakan titik akhir dari proses administrasi pengadaan tanah yang telah berlangsung cukup panjang.

“Hari ini merupakan momentum yang sangat penting. Setelah proses yang panjang, akhirnya sampai pada tahap pembayaran ganti kerugian. Setelah dana masuk ke rekening masing-masing pihak yang berhak dan pelepasan hak ditandatangani, maka secara hukum hak atas tanah tersebut telah beralih kepada negara untuk kepentingan pembangunan jalan tol,” jelasnya.

Asri juga mengingatkan masyarakat agar mengelola dana yang diterima secara bijaksana dan produktif.

“Gunakan uang ganti rugi ini dengan baik. Jangan hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi pikirkan investasi dan masa depan keluarga. Pembangunan ini merupakan program pemerintah yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Ketua Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Kediri–Tulungagung Linanda Krisni menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung program pembangunan nasional dengan merelakan lahannya digunakan untuk kepentingan umum.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah mendukung proses pengadaan tanah. Per hari ini, setelah pelepasan hak ditandatangani, status tanah secara resmi beralih menjadi tanah negara dan dapat segera dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan jalan tol,” ujarnya.

Menurut Linanda, total pembayaran uang ganti kerugian yang disalurkan pada kegiatan tersebut mencapai Rp18,3 miliar untuk 18 bidang tanah yang berada di Kelurahan Gayam.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan menegaskan komitmen kepolisian untuk mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan aman dan kondusif.

“Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung merupakan proyek strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini untuk memastikan seluruh proses berjalan secara aman, tertib, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

AKP Laksono menambahkan bahwa pihaknya memahami tanah yang terdampak memiliki nilai ekonomi maupun emosional bagi masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi warga harus dihormati dan diselesaikan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah dan pihak terkait. Apabila masih terdapat hal-hal yang perlu dijelaskan, silakan disampaikan melalui jalur yang tersedia sehingga seluruh proses dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen kepemilikan tanah kepada Kantor Pertanahan Kota Kediri untuk dilakukan validasi. Setelah dinyatakan lengkap, para pihak menandatangani berita acara pelepasan hak dan berita acara pemberian ganti kerugian.

Tahap berikutnya, warga yang berhak menerima buku rekening Bank BNI dan pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening masing-masing penerima.

Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung sendiri diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Mataraman, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor jalan tol.

Selama pelaksanaan kegiatan pemberian ganti kerugian dan pelepasan hak berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan kendala berarti maupun gangguan keamanan yang dapat menghambat jalannya kegiatan. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page