Connect with us

Uncategorized

Polres Kediri Kota Bersama Satgas PMK Gelar Vaksinasi Dosis Ketiga

Published

on

Kediri Kota – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Kediri saat ini terpantau sudah terkendali. Meski demikian, vaksinasi PMK yang berfungsi sebagai pencegahan masih menjadi salah satu fokus dari Polres Kediri Kota dan Satgas PMK Kota Kediri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si melalui Kasat Binmas Polres Kediri Kota AKP Ponco Seputro mengatakan, untuk vaksinasi PMK akan dilanjutkan tahun ini. Targetnya, 2.135 sapi dan 2.931 kambing akan mendapatkan vaksin PMK.

“ Informasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri melihat jumlah populasi, masih banyak sapi maupun kambing yang masih belum mendapatkan vaksinasi, terlebih vaksinasi PMK ini rencananya akan diberikan hingga dosis ketiga,”ujar AKP Ponco,Selasa (7/2).

Merujuk pada data yang dimiliki oleh DKPP Kota Kediri, jumlah populasi sapi di Kota Kediri ada sebanyak 4.196 ekor. Sementara untuk populasi kambing di Kota Kediri berjumlah 4.683 ekor.

Hingga awal tahun ini, capaian vaksinasi PMK dosis pertama untuk sapi baru sebanyak 2.061 ekor. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 941 ekor sapi yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua dan belum ada yang mendapat vaksinasi dosis ketiga.

Untuk Kambing, distribusi vaksin PMK sudah menyasar 1.752 ekor dan tersebar di Kota Kediri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 968 ekor sudah mendapat dosis kedua.

“Untuk jarak dosis vaksinasi, dari dosis pertama ke dosis kedua selama 2 minggu dan untuk jarak ke dosis ketiga selama 6 bulan setelah dosis kedua,” ujarnya.

Menurut AKP Ponco target waktu terselesaikannya proses vaksinasi PMK ini juga bergantung pada distribusi vaksin dari Provinsi ke daerah.

Karena selama ini jumlah yang diterima oleh daerah juga bergantung dari alokasi yang diberikan oleh provinsi. Lebih lanjut, pihaknya juga terus melakukan pengawasan terhadap ternak – ternak yang ada di Kota Kediri.

“Berkaca dari kasus PMK ini, penanganan pada secepat mungkin akan menjadi penentu dalam mengatasi wabah yang bisa saja menyerang,” pungkas Kasat Binmas (*)

Continue Reading

Uncategorized

Sasar Pasar Grosir Buah dan Sayur Ngronggo Kediri, Polisi Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada pedagang dan pengunjung Pasar Grosir Buah dan Sayur di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, pada Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas.

Berbeda dengan kegiatan edukasi yang dilakukan di sekolah, kali ini petugas mendatangi langsung pusat aktivitas perdagangan untuk menjangkau masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan raya.

Pasar Grosir Buah dan Sayur menjadi salah satu lokasi yang memiliki aktivitas mobilitas pedagang, pembeli, dan kendaraan pengangkut komoditas perdagangan.

Kondisi tersebut menjadikan kesadaran berlalu lintas sebagai hal penting, baik bagi pengendara kendaraan pribadi maupun masyarakat yang menjalankan kegiatan distribusi barang.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan dan penyuluhan atau binluh dilakukan untuk mengajak masyarakat lebih disiplin saat berkendara.

“Melalui kegiatan ini, kami mengimbau pedagang dan pengunjung pasar agar selalu mematuhi rambu-rambu serta peraturan lalu lintas. Keselamatan harus menjadi kebutuhan dalam setiap perjalanan,” kata AKP Septia.

Dalam kegiatan tersebut, Kanit Kamsel bersama anggota Satlantas memberikan imbauan secara langsung kepada pedagang dan pengunjung pasar.

Petugas menekankan pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas sebagai salah satu dasar terciptanya keamanan dan ketertiban di jalan.

Kedisiplinan berlalu lintas tidak hanya bertujuan menghindari pelanggaran, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Pengendara perlu memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata kewajiban ketika terdapat petugas kepolisian di jalan.

Melalui pendekatan dialogis di kawasan pasar, pesan keselamatan diharapkan lebih mudah diterima oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Pedagang dan pengunjung pasar merupakan kelompok pengguna jalan yang memiliki pola perjalanan beragam, mulai dari menggunakan sepeda motor dan mobil hingga kendaraan pengangkut barang.

Karena itu, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Satlantas Polres Kediri Kota juga mengajak masyarakat berperan sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas.

Ajakan tersebut menekankan pentingnya membangun kebiasaan berkendara yang aman atas kesadaran pribadi.

“Jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas dan jadikan keselamatan sebagai kebutuhan,” demikian pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Upaya edukasi di ruang publik menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk membangun budaya tertib berlalu lintas.

Melalui kegiatan pembinaan, masyarakat diharapkan memahami bahwa pelanggaran lalu lintas dapat menimbulkan risiko bagi diri sendiri maupun orang lain.

Selain itu, kepatuhan terhadap aturan turut mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas perdagangan dan distribusi kebutuhan sehari-hari.

Laporan Satlantas Polres Kediri Kota tidak menyebutkan jumlah pedagang dan pengunjung yang mengikuti sosialisasi maupun adanya penindakan pelanggaran selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan tersebut berfokus pada penyampaian imbauan dan edukasi, bukan operasi penegakan hukum terhadap pengunjung pasar.

Sosialisasi ini juga berlangsung di tengah pelaksanaan Operasi Sikat Semeru 2026 yang dijadwalkan pada 10 hingga 21 Oktober 2026.

Namun, kegiatan Unit Kamsel merupakan program pembinaan keselamatan berlalu lintas dan tidak disebut sebagai bagian dari penugasan khusus dalam operasi tersebut.

Melalui kegiatan edukasi di Pasar Grosir Buah dan Sayur Ngronggo, Satlantas Polres Kediri Kota berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan semakin meningkat.

Pesan yang ditekankan adalah bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar menghindari sanksi, melainkan kebiasaan yang perlu diterapkan setiap kali menggunakan jalan raya. (res/an)

Continue Reading

Uncategorized

Menko Infrastruktur dan Kepala BRAN Perkuat Sinergi, Dorong Tanah Lebih Produktif bagi Rakyat

Published

on

Jakarta, 13 Oktober 2026 — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Dr. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A., menerima Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN), Jenderal Polisi Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi lintas sektor untuk mempercepat reforma agraria, mendukung penyelesaian konflik pertanahan, serta mendorong pemanfaatan tanah yang lebih produktif bagi kesejahteraan rakyat.Sinergi ini diarahkan agar reforma agraria tidak berhenti pada penataan dan kepastian hukum atas tanah, tetapi juga terhubung dengan pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan, dan pembukaan akses ekonomi bagi rakyat.Kepala BRAN Dedi Prasetyo menjelaskan, salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pembangunan Sistem Satu Data Agraria yang mengintegrasikan informasi pertanahan dan aset dari kementerian, lembaga, serta badan usaha milik negara (BUMN). Data terpadu tersebut diharapkan menjadi dasar untuk memetakan potensi tanah, mengidentifikasi persoalan agraria, dan menentukan prioritas pemanfaatan tanah secara lebih terukur.“Reforma agraria harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Data yang akurat dan status tanah yang jelas menjadi fondasi untuk menentukan pemanfaatan tanah sesuai peruntukannya, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong produktivitas dan kesejahteraan rakyat,” ujar Dedi.Pertemuan juga membahas pentingnya pemetaan konflik agraria secara menyeluruh, termasuk identifikasi lokasi, status tanah, pihak terkait, dan kewenangan instansi yang bertanggung jawab. BRAN tengah menyiapkan mekanisme pengaduan keagrariaan untuk menghimpun laporan rakyat dan mengoordinasikan tindak lanjut bersama kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah.Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah laporan mengenai sekitar 20.000 warga di Pasuruan yang menghadapi kendala pemasangan listrik akibat persoalan alas hak tanah. Penanganannya memerlukan verifikasi status tanah dan koordinasi lintas instansi agar solusi yang ditempuh memiliki dasar hukum yang jelas.Dedi menegaskan, reforma agraria perlu menghubungkan penataan aset dengan penataan akses. Tanah yang telah ditata perlu didukung infrastruktur dan kesempatan ekonomi agar dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.“Tanah yang tertata perlu didukung akses dan infrastruktur agar manfaatnya dapat dirasakan rakyat. Karena itu, sinergi lintas sektor diperlukan untuk menyelaraskan kebijakan, memperjelas pembagian kewenangan, dan memastikan pelaksanaan reforma agraria berjalan secara terukur serta akuntabel,” tegasnya.BRAN juga tengah mematangkan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) serta mekanisme koordinasi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pengelola aset negara. Langkah ini ditujukan untuk memperjelas pembagian tugas, memperkuat integrasi data, dan mendukung penentuan prioritas penanganan persoalan agraria.Melalui penguatan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, BRAN mendorong reforma agraria yang menghubungkan kepastian hukum atas tanah, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan produktivitas ekonomi.“Keberhasilan reforma agraria harus diukur dari kemajuan nyata dalam penataan tanah, penyelesaian persoalan agraria, dan manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat,” pungkas Dedi.BRAN berkomitmen memperkuat penataan tanah dan sinergi lintas sektor untuk mendorong tanah lebih produktif dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Continue Reading

Uncategorized

Kapolri: Commander Wish Jadi Pedoman Personel dalam Melayani Masyarakat

Published

on

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si., melalui Commander Wish menegaskan bahwa setiap anggota Polri harus senantiasa memahami masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan menyelesaikan persoalan bersama masyarakat. Arahan tersebut menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam menjalankan tugas kepolisian yang berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat.“Setiap anggota Polri harus memahami masyarakat, bekerja untuk masyarakat, dan bersama-sama menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat. Kehadiran Polri harus memberikan manfaat dan solusi nyata,” tegas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (13/10/2026).Kapolri menekankan bahwa pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya berfokus pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga harus disertai kemampuan untuk mendengar aspirasi, memahami kebutuhan, serta merespons berbagai persoalan yang dihadapi warga.Sejalan dengan arahan tersebut, seluruh personel Polri diharapkan terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat kedekatan dengan masyarakat, serta mengedepankan pelayanan yang humanis, responsif, dan berintegritas. Setiap anggota juga dituntut untuk menjalankan tugas secara bertanggung jawab dengan mengutamakan kepentingan masyarakat.Kapolri menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui tindakan nyata, kualitas pelayanan, serta konsistensi anggota dalam menjalankan tugas. Dengan demikian, Polri dapat terus memperkuat sinergi bersama masyarakat dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.Semangat “Polisi Bersama Masyarakat” menjadi komitmen bagi seluruh personel Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun kepercayaan, dan bersama-sama mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, serta harmonis.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page