Connect with us

Peristiwa

Kapolsek Mojoroto Jelasnya Bahaya Perundungan atau Bullying pada Santri Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh

Published

on

Kediriselaludihati.com – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota melaksanakan Sosialiasi Anti Perundungan Serta Stop Bullying Kepada Anak yang dilaksanakan di Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh Kelurahan Bandar Lor – Kota Kediri

Kegiatan pada hari Minggu tanggal 24 Maret 2024 mulai Pukul 09.00 wib – 11.48 wib bertempat di Gedung Sekolahan Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh dan Masjid Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh Kel Bandar Lor – Kota Kediri.

Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason,S.H. bersama Panit Polsek Mojoroto serta dan personil Polsek Mojoroto melaksanakan Sosialiasi Anti Perundungan Serta Stop Bullying Kepada Anak yang dilaksanakan di Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh Kel Bandar Lor – Kota Kediri kepada Santri dan pengurus Ponpes

adir dalam kegiatan ini antara lain :

  1. Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, S.H.
  2. Panit 1 Binmas Aiptu Agus Priyono
  3. Panit 2 Binmas Aiptu Siti Astuti
  4. Bripka Ida Ayu A, S.H.
  5. Brigadir Mella Atvontia, S.H., M.H.
  6. Kepala Ponpes bapak Afif Afandi
  7. Pengurus dan panitia Asrama 1445 H Ramadhan Wahidiyah Kedunglo Al Munadhdhoroh
  8. Pembina Ponpes Kedunglo
  9. Santri ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh

Rangkaian kegiatan. Kapolsek bersama Panit Binmas,  serta Personil Polsek Mojoroto hadir di Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh. Persiapan Kegiatan.

Materi disampaikan langsung oleh Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason, S.H. didua tempat terpisah kepada santri di Masjid Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh dan kepada pengurus, pihak keamanan, pembina ,guru dari Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh yaitu  di Gedung Sekolahan Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh :

Diawali dengan sambutan dari memperkenalkan diri Kapolsek Mojoroto kepada santi dan pengurus, pihak keamanan, pembina, guru dari Ponpes;

“Assalamualaikum wr Wb, Terimakasih waktu dan kesempatan di berikan waktu dan tempat untuk sosialisasi kepada santri dan para pembina, pengurus,guru Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh. Saya Kapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason,S.H. akan membawakan materi Anti Perundungan Serta Stop Bullying Kepada Anak,” jelasnya.

“Maksud dari sosialisasi berkaitan tentang Anti Perundungan Serta Stop Bullying kepada santri agar nantinya santri setelah saya membawakan materi bisa menyimak, mendengar, memahami apa yang dimaksud bullying, apa bahaya, apa akibat agar tidak terjadi kepada sesama santri , antara santri senior dan santri junior dan saya harapkan bagi yang kurang paham bisa bertanya kepada saya di akhir paparan materi. Saya juga mensosialisasikan juga kepada pihak keamanan,juga kepada pengurus,pembina serta guru pondok pesantren agar tahu langkah pencegahan, agar bisa menangani atau bisa mencegah, serta bisa memahami tugas dan bila ada hal tersebut bisa langsung mengambil tindakan dengan baik dan benar, kepada para pengurus , pembina ,guru ,pihak keamanan apa yang saya sampaikan ini bisa di paparkan atau dijelaskan kepada santri lain yang mungkin berhalanngan tidak berada disini, agar santri yang lain bisa tahu berkaitan dengan bullying dan perundungan dan para santri yang lain juga tidak melakukan aksi bullying dan bisa mencegah bila ada temannya yang melakukan aksi bullying ataupun bisa melaporkan kepada Sdra Sdra sebagai pihak keamanan,guru, pembina ataupun pengurus Ponpes,” tambahnya.

“Baik yang pertama adalah pengertian tentang bullying itu sendiri, saya akan menjelaskan berkaitan dengan bullying, yang mana definisi bullying yaitu perbuatan agresif yang disengaja dan bertujuan untuk menyakiti, merendahkan, mendominasi orang lain secara verbal atau fisik, dengan tindakan fisik seperti mendorong, memukul, menghina , mengejek dan lain lain. Yang mana pelaku biasanya berprilaku agresif namun cenderung untuk sesuatu yang negatif,” terangnya.

Kemudian jenis bullying yaitu :bullying fisik  berkaitan tentang penganiayaan seperti menendang, memukul, menjambak dan lain sebagainya, bullying verbal mencakup tentang kekurangan fisik seseorang, dengan menghina, menghujat, menjauhi, mengucilkan, mengejek.

Bullying relasional ( mengucilkan), cyber bullying, Prejudicial bullying biasanya terkait perbedaan suku , ras, agama yang merupakan perbedaan mendasar, merupakan sifat bangga dan menganggap berlebihan  dengan suku, ras, agama sendiri

Faktor penyebab bullying diantaranya, faktor Keluarga ( dari keluarga yang broken home, bisa terjadi hingga menyebabkan anak bisa menjadi pelaku bullying). Faktor lingkungan (lingkungan yang tidak sehat ,dari pergaulan bisa menimbulkan perilaku bullying).

Faktor Media Massa, (melalui medsos biasanya orang mengetahui suatu berita yang nantinya berita tersebut mempengaruhi orang untuk mencemooh dari berita yang berada di medsos, akhirnya ikut membuly), Tradisi senioritas
( karena merasa senior merasa berkuasa akhirnya menindas adik kelas atau yuniornya).

Pernah menjadi korban ( pelaku pernah menjadi korban, akhirnya cenderung mempunyai keinginan untuk bullying), Perbedaan kelas (perbedaan atau kesenjangan kelas akhir nya membuat yang baik untuk membuly kelas lain )

Ciri ciri Korban rentan bullying:

  1. Terlihat berbeda dari yang lain
  2. terlihat lemah
  3. Terlihat depresi
  4. terlibat memiliki sedikit teman
  5. hambatan sosialisasi dengan baik
  6. menderita gangguan fisik atau mental
  7. orientasi seksual tertentu
  8. trauma dan masalah keluarga
  9. kurang pengetahuan tentang bullying

Ciri ciri pelaku bullying

  1. memiliki sikap dan perilaku berbeda
  2. cenderung mempunyai keinginan berkuasa dan dominasi
  3. bersikap Egois
  4. mudah marah dan agresif
  5. tidak merasa bersalah
  6. tidak memiliki empati
  7. mempunyai perasaan itu dengki, atau dendam dengan orang lain

Contoh tempat yang digunakan untuk bullying. Kantor, sekolahan, rumah , lingkungan masyarakat, jaringan internet ( media sosial/ dunia Maya), dan di tempat lainnya
Yang mana dimana saja bisa terjadi.

Dampak yang timbul tentang bullying

  1. Korban akan depresi, stres , kecemasan
    Hal ini bisa mengakibatkan korban berbuat nekat atau hal hal yang tidak diinginkan, bila mengetahui hal ini harus paham dan segarra di dekati, di tolong
  2. Pelaku menjadi kebiasaan untuk menjadi tindakan kriminalitas
  3. Bagi yang menyaksikan bisa menjadi pelaku

Cara mengatasi bullying :

  1. Peran serta orang tua dan guru
    (harus melalui pendekatan dan komunikasi khusus agar dampak atau bila ada permasalahan untuk dikomunikasikan atau diselesaikan, dengan membangun komunikasi terbuka, pendidikan anti bullying, memberikan contoh perilaku positif, mengajarkan keterampilan sosial, melibatkan komunitas dan sekolah dalam membina serta mencegah bullying)
  2. pengetahuan tentang bullying
    (saya harapkan dari sosialisasi ini adik adik dan para pengurus,pembina Ponpesbisa menambah pengetahuan,bisa memahami,bisa menangani, bisa mencegah terjadinya bullying)
  3. Tanamkan nilai tentang keagamaan
    ( Dengan menanamkan Nilai agama pemahaman tentang ajaran agama agar tidak terjadi perilaku bully)
  4. Dasar hukum / ketentuan pidana bagi pelaku bullying :
    akibat dari dari kasus bullying pelaku akan mengarah ke arah tindak pidana diantaranya :
  • 310 ,315 KUHP ( penghinaan)
  • 351 KUHP ( penganiayaan)
  • 362 KUHP( pencurian )
  • 368 (1) KUHP  ( pemerasan dan pengancaman) mengarah ke premanisme
  • 338 KUHP (menghilangkan nyawa seseorang)
  • 359, 360 ( tentang kealpaan kepada seseorang)

“Harapan saya dari sosialisasi ini seperti tadi yang sudah saya utarakan yaitu tidak ada perundungan tidak ada bullying di lingkungan ponpes, ataupun di tempat lain dari santri ,dari pihak keamanan, pihak pembina ,pihak pengurus, pihak guru karena saya sudah menjelaskan bahaya, ciri ciri, faktor hingga akibat yang ditimbulkan serta ancaman pidana dari kasus bullying dimananpun,” ungkapnya.

“Bila ada permasalahan saya harap bisa tanggap, harus mengetahui tentang permasalahan yang ada diantara santri, kepada para pengurus, pembina ataupun guru tidak boleh menganak emaskan santri, agar tidak kesenjangan dan muncul tindakan bullying, saya rasa ini juga merupakan salah satu faktor, kepada santri yang nakal agar di dalami, dipanggil, dtanya kenapa sehingga punya perilaku seperti itu, jangan sampai santri tersebut ada permasalahan makan dari itu kita harus tahu lebih dahulu akar permasalahannya apa sehingga seseorang atau santri sampai melakukan bullying atau perundungan,” tambahnya.

“Saya sangat menghimbau untuk pembina ,pengurus, guru tidak melakukan penganiayaan atau tindakan fisik, ini bukan cara yang baik karena dari ini bisa timbul bahaya kepada mental anak, yang mana itu juga masuk tindak pidana penganiayaan dan bisa dipidana, Santri harus dibina ,bila ada kendala bisa menghubungi kami pihak Kepolisian, semua permasalahan tidak harus di hukum , bisa diselesaikan secara restorasi justice.nanti saya akan memberikan no telp untuk bisa dihubungi bila menemui kendala,” tutupnya.

Sesi Tanya Jawab

santri : Jika ada anak terkena bullying disekolah, dan dari pihak sekolah tidak mengetahui, apakah bisa dilaporkan ke Kepolisian atau kepada pengurus Ponpes ?

Jawab : seperti yang saya sampaikan, agar selalu berkomunikasi kepada pihak pembina atau pengurus Ponpes, nanti bila masalah tersebut masih sebatas verbal mungkin pondok akan menyelesaikan intern ke dalam, dan pihak Ponpes bisa menghubungi Kepolisian untuk dibantu dalam penyelesaian Masalahnya.

Persyaratan masuk Polisi ?

Jawaban : Masuk Polri tidak dipungut biaya, atau gratis. Dalam Kepolisian ada tingkat tamtama, Bintara, Perwira, Usia mencukupi sesuai syarat, Sehat jasmani rohani.

Melalui kriteria Lulus sekolah baik SMA, SMK,D3, S1, S 2 , S3 dan lain lain sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan

Cara mengatasi bila mempunyai trauma?

Jawaban: Hilangkan semua ketakutan dan kekhwatiran , berikutnya agar dikomunikasikan dengan apa yang menjadi dasar ketakutan itu.

Pertanyaa : Apakah syarat menjadi Polisi harus bisa berenang ?

Jawaban < Persyaratan Polisi wajib untuk bisa renang, namun bisa disiasati dengan berlatih sebelum tes , untuk gaya apa saja tidak menjadi Masalah yang penting bisa renang

Kapolsek Mojoroto memberikan nomor telepon kepada para santri dan pengurus,pembuni dan guru Ponpes, untuk bisa sharing atau melaporkan kejadian bullying atau perundungan.

Pemberian cindera mata kepada santri. Dokumentasi. Selesai. Selama kegiatan berlangsung situasi aman dan kondusif. (res/an).

Continue Reading

Inspirasi

Ngopi Bareng Awak Media, Kapolres Kediri Kota Buka Ruang Komunikasi dan Kritik untuk Perkuat Kamtibmas

Published

on

Kediriselaludihati- Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu memperkuat komunikasi dengan insan pers melalui kegiatan Ngopi Bareng Awak Media (Piramida) bersama organisasi wartawan dan pimpinan media di Kediri Raya, Rabu (19/8/2026) sore.

Pertemuan yang berlangsung di Pawon Mak Gomah, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi antara kepolisian dan media dalam menghadirkan informasi yang positif serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota bersama perwakilan organisasi wartawan, di antaranya Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta sejumlah pimpinan media di wilayah Kediri Raya.

Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Kapolres Kediri Kota bersama awak media membahas berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat, sekaligus pentingnya komunikasi terbuka antara kepolisian dan pers.

Ketua PWI Kediri Raya Bambang Ishwahyoedhi mengatakan, hubungan antara kepolisian dan media memiliki peran strategis dalam membangun suasana yang aman serta memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat.

“Ini menjadi poin penting sebagai bentuk sinergitas antara kepolisian dengan media. Melalui pemberitaan, kita juga bisa ikut menciptakan keamanan dan kenyamanan,” kata Bambang.

Menurutnya, media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu menciptakan suasana yang kondusif melalui pemberitaan yang mengedepankan fakta dan kepentingan publik.

“Persoalan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga berbagai pihak termasuk media. Peran media sangat diperlukan untuk menciptakan situasi yang aman,” ujarnya.

Bambang mengapresiasi langkah Kapolres Kediri Kota yang membuka ruang komunikasi bersama insan pers. Menurutnya, hubungan yang baik antara kepolisian dan media akan memudahkan penyampaian informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama.

Ia berharap kegiatan seperti Piramida dapat dilakukan secara berkelanjutan karena perkembangan situasi masyarakat dan kebutuhan informasi publik terus mengalami perubahan.

“Beliau ingin kebersamaan. Masalah keamanan bukan hanya polisi saja, tetapi media juga memiliki peran. Beliau juga terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan,” ungkapnya.

Sementara itu, melalui kegiatan tersebut, AKBP Wisnu menunjukkan komitmennya untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk insan pers.

Bagi kepolisian, media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, mengedukasi masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Komunikasi yang terbangun antara kepolisian dan media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menjaga suasana Kediri Kota tetap aman dan nyaman.

Silaturahmi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polres Kediri Kota dengan berbagai unsur masyarakat. Dengan komunikasi yang berjalan baik, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat direspons secara lebih cepat dan tepat.

AKBP Wisnu sebelumnya juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan. Menurutnya, keamanan bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama.

Melalui sinergi antara kepolisian dan media, diharapkan tercipta ekosistem informasi yang sehat, kritis, dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat Kota Kediri. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Dari Kedekatan dengan Warga hingga Kesiapsiagaan Mako, AKBP Wisnu Dorong Polsek Tingkatkan Pelayanan Publik

Published

on

Kediriselaludihati- Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu melakukan kunjungan kerja ke jajaran Polsek Banyakan dan Polsek Semen, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi pimpinan Polres Kediri Kota untuk memperkuat komunikasi internal, mengevaluasi kondisi wilayah, sekaligus memberikan arahan terkait peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota, AKBP Wisnu mengawali kunjungan di Mapolsek Banyakan sebelum melanjutkan agenda ke Mapolsek Semen.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres berdialog langsung dengan Kapolsek, anggota, serta Bhayangkari ranting masing-masing wilayah. Selain memberikan arahan kedinasan, kunjungan juga diisi dengan pengecekan kesiapan pengamanan markas komando (Sispam Mako) serta peninjauan kegiatan UMKM Bhayangkari.

Kapolsek Banyakan AKP Joko Purwantono menyampaikan kondisi wilayah hukumnya yang memiliki karakter geografis dan dinamika masyarakat yang beragam. Wilayah Banyakan terdiri dari sembilan desa dengan kondisi wilayah dataran rendah hingga dataran tinggi.

Selain itu, perkembangan pembangunan infrastruktur seperti Bandara Dhoho dan akses jalan tol turut membawa perubahan sosial di masyarakat.

“Wilayah Banyakan mengalami perkembangan cukup pesat dengan adanya pembangunan bandara dan jalan tol. Tentunya perkembangan tersebut juga membawa dinamika yang harus kami antisipasi bersama,” ujar AKP Joko dalam penyampaiannya.

Menurutnya, jajaran Polsek Banyakan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga untuk menjaga komunikasi dan mengantisipasi persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Menanggapi kondisi tersebut, AKBP Wisnu menekankan pentingnya peran anggota Polri untuk selalu hadir dan membangun hubungan baik dengan masyarakat.

“Bhabinkamtibmas adalah tulang punggung Polsek. Gambaran Polres dan Polsek di tengah masyarakat ada pada Bhabinkamtibmas,” kata AKBP Wisnu.


Ia meminta agar anggota Bhabinkamtibmas tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi benar-benar memahami kondisi masyarakat di wilayah binaannya.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga keamanan dan menyelesaikan berbagai persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

“Kita harus menyadari bahwa kepolisian bukan warga yang superior. Kita harus menempatkan diri sejajar, bahkan lebih rendah dari masyarakat dalam memberikan pelayanan,” tegasnya.

AKBP Wisnu juga mengingatkan seluruh anggota agar tidak ragu menyampaikan berbagai perkembangan situasi kepada pimpinan. Menurutnya, komunikasi yang cepat dan terbuka akan membantu penyelesaian persoalan secara lebih efektif.

“Kalau ada informasi yang terjadi di masyarakat segera laporkan. Jangan takut untuk menyampaikan, agar permasalahan bisa kita tangani lebih cepat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan secara menyeluruh agar tidak meninggalkan masalah baru di kemudian hari.

“Setiap permasalahan harus diselesaikan sampai tuntas, jangan setengah-setengah karena bisa menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Usai dari Polsek Banyakan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Mapolsek Semen. Kapolsek Semen AKP Sonny Setiawan menyampaikan kondisi wilayah yang memiliki karakter pegunungan dengan 12 desa binaan.

Dalam arahannya, AKBP Wisnu memberikan apresiasi terhadap kesiapan jajaran Polsek Semen, khususnya dalam pelaksanaan pengecekan Sispam Mako.

“Saya sudah mengunjungi beberapa Polsek, dan dari beberapa Polsek tersebut penampilan Sispam Mako yang paling baik ada di sini, Polsek Semen,” ujar AKBP Wisnu.

Menurutnya, kesiapan personel dan sarana pendukung merupakan bagian penting dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan.

Ia kembali menekankan bahwa anggota Bhabinkamtibmas harus menjadi contoh bagi masyarakat.

“Kalau Bhabinkamtibmas bisa melakukan deteksi dini dan problem solving, banyak permasalahan bisa diselesaikan sebelum menjadi besar,” jelasnya.

Selain itu, AKBP Wisnu mengingatkan seluruh anggota agar tetap mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan.

“Masyarakat saat ini melihat Polri. Jangan sampai pelayanan yang diberikan justru menyakiti masyarakat. Tampilkan profesionalisme dan humanisme,” tegasnya.

Dalam dialog bersama anggota, sejumlah masukan juga disampaikan, di antaranya terkait kebutuhan kendaraan operasional untuk wilayah dengan medan sulit serta dukungan sarana bagi Bhabinkamtibmas.

AKBP Wisnu menyampaikan bahwa kebutuhan tersebut akan menjadi perhatian dan akan dilakukan evaluasi sesuai kemampuan organisasi.

“Kita akan coba usahakan. Yang terpenting bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal,” ujarnya.

Kunjungan kerja tersebut juga menjadi ruang bagi Kapolres untuk memperkuat sinergi antara pimpinan dan anggota di tingkat Polsek. AKBP Wisnu berharap seluruh jajaran terus menjaga integritas, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin dekat dengan warga.

Melalui kunjungan tersebut, Polres Kediri Kota menegaskan komitmen untuk memperkuat peran Polsek sebagai ujung tombak pelayanan publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Refleksi Kebangsaan di Selopanggung Kediri, Tokoh Lintas Elemen Kenang Jasa Tan Malaka Datuk Ibrahim

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sejumlah tokoh masyarakat, unsur pemerintah, organisasi keagamaan, serta elemen masyarakat mengikuti kegiatan tabur bunga dan doa bersama di Area Makam Nasional Tan Malaka Datuk Ibrahim, Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada Selasa (18/8/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 100 peserta tersebut menjadi bagian dari refleksi kebangsaan untuk mengenang jasa dan perjuangan Tan Malaka Datuk Ibrahim sekaligus memperkuat nilai nasionalisme di tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Selopanggung Aipda Eko Puthut Pujo Cahyono bersama Babinsa turut hadir melakukan pendampingan. Kehadiran aparat kewilayahan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dan sinergi dengan masyarakat dalam kegiatan yang memiliki nilai sejarah dan kebangsaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kabupaten Kediri KH An’im Falahudin Macrus, Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Saiful Rizal, Ketua KUA Kecamatan Semen Mochamad Fatoni S.Ag., M.H.I., Ketua NU Kecamatan Semen KH Arif Efendi, Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Semen, Paguyuban Kepala Sekolah Kecamatan Semen, perwakilan organisasi keagamaan, perwakilan Pondok Pesantren Lirboyo, PC LDII, Muhammadiyah, Banser Kecamatan Semen, serta unsur masyarakat setempat.

Kapolsek Semen AKP Sonny Setiawan, S.Tr.K., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan bernuansa sejarah seperti tabur bunga dan doa bersama menjadi ruang penting untuk mengingat kembali perjuangan para tokoh bangsa.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat terus menjaga nilai-nilai perjuangan, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menjadikan sejarah sebagai bagian dari pembelajaran bagi generasi berikutnya,” ujar AKP Sonny.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai kebangsaan dapat menjadi ruang bersama yang mempertemukan berbagai latar belakang.

Area Makam Nasional Tan Malaka di Desa Selopanggung menjadi salah satu tempat bersejarah yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan perjuangan bangsa. Karena itu, kegiatan refleksi kebangsaan di lokasi tersebut menjadi momentum untuk merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam sejarah Indonesia.

Selain tabur bunga, kegiatan juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa perjuangan Tan Malaka Datuk Ibrahim.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai sejarah bangsa, serta meneruskan nilai perjuangan melalui kontribusi positif di lingkungan masing-masing. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page