Inspirasi
Dari Ajudan Menteri Hingga Menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota

Afandy Dwi Takdir adalah sosok perwira polisi muda yang inspiratif, lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 28 Desember 1991. Afandy tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan, keberanian dan semangat, yang menjadi dasar kuat dalam kariernya di Kepolisian Republik Indonesia.
Afandy awalnya tidak bercita – cita menjadi polisi, tapi menjadi pedagang sukses seperti orang tuannya yakni Haji Takdir dan ibunya Hajah Harjunah. Warisan jiwa pedagang ini lahir dari dari darah kakeknya Haji Salam, tentara di era kemerdekaan yang juga seorang pedangang dan pejuang.
Lalu mengapa Afandy Dwi Takdir anak kedua dari lima bersaudara ini menjadi polisi dan saat ini apa yang tidak pernah ia bayangkan itu di tahun 2024 membawannya menjadi Kasat Lantas Polres Kediri Kota ?
“Pedagang itu adalah yang turun temurun, dalam keluarga kami pedagang itu bukan pekerjaan. Maka harus mencari pekerjaan yang pasti contoh menjadi polisi. Polisi bisa berdagang tapi pedagang belum tentu bisa menjadi polisi. Saya juga sempat ingin menjadi dokter , karena ibu saya dulu bercita-cita menjadi dokter tapi tidak kesampaian. Eh saya malah mendapat istri dokter,” kata suami dokter Harli Pramitasari Nasution.
Prinsip Hidup dan Keteguhan

Lahir di Bumi Arung Palakka julukan untuk Kota Bone, Afandy Dwi Takdir telah digembleng banyak hal sedari kecil . Haji Takdir dan Hajah Harjunah orang tuanya yang memegang semboyan seperti kebanyakan orang Bone, yakni Mali’ siparappe, tallang sipahua yang artinya jika dihanyutkan oleh air, maka akan diselamatkan atau dibantu untuk mencapai tepian , jika tenggelam, maka akan diangkat atau diselamatkan. Menjadikannya seperti sekarang menjadi Pasukan Bhayangkara militan.
Moto ini mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas yang sangat kuat dalam masyarakat Bone. Dalam kehidupan masyarakat Bone, filosofi ini mengajarkan bahwa dalam situasi apapun, terutama dalam kesulitan, masyarakat Bone harus selalu siap membantu dan menyelamatkan sesama yang sedang menghadapi kesulitan. Nilai ini menunjukkan semangat persatuan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Hal ini pula yang membawa Haji Takdir menjadi pedagang sukses yang pantang menyerah sejak ia menikah 1989 hingga saat ini. Jatuh bangun dalam proses tersebut menggembleng pula sifat dan keteguhan Afandy dan keempat saudaranya yang lain.
Selain itu, semangat orang Bone juga erat kaitannya dengan nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, yang merupakan falsafah Bugis-Makassar untuk menghormati, menghargai, dan saling mengingatkan satu sama lain. Nilai-nilai ini menjadi dasar perilaku sehari-hari dan hubungan sosial masyarakat Bone.
Semangat perjuangan masyarakat Bone juga terinspirasi dari para raja dan pahlawan Bone yang terkenal, seperti Arung Palakka, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Sulawesi Selatan. Keberanian, keteguhan hati, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan menjadikan semangat Bone sebagai warisan yang dihormati dan dijaga turun-temurun.
Perjalanan Pendidikan dan Karier

Perjalanan Afandy dalam dunia pendidikan dimulai dari sekolah dasar di SD Negeri Lalowosula, yang kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 1 Lappariaja. Ia melanjutkan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Ulaweng, yang menjadi fondasi akademis dan karakter untuk karier gemilangnya di kepolisian. Afandy adalah Alumni SMAN 1 Ulaweng yang juga alumni kali pertama yang masuk AKPOL. Hal ini terbukti pada tahun 2015, ia berhasil masuk Akademi Kepolisian (Akpol), salah satu pencapaian besar dalam hidupnya.
“Alhamdulillah saya adalah alumni SMAN 1 Ulaweng yang kali pertama masuk dan lolos AKPOL. Untuk lolos di AKPOL pun penuh perjuangan yang berat. Saya daftar Akpol 2009, gagal pantukhir daerah, daftar Bintara 2010, gagal di perankingan. Terus daftar AKPOL 2010, gagal di parade pantukhir. Tidak putus asa saya daftar lagi Bintara 2011, tapi tidak melanjutkan tes. Dan yang terakhir daftar AKPOL 2011 akhirnya terpilih dan lolos,” kata bapak dua anak ini.
Afandy tak pernah berhenti mengembangkan diri. Ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2020, membekali dirinya dengan ilmu dan strategi kepolisian yang lebih mendalam. Berkat disiplin dan ketekunannya, Afandy mendapatkan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA) pada tahun 2015, yang menjadi awal kariernya sebagai perwira polisi.
Dedikasi dalam Setiap Penugasan
Afandy tidak hanya dikenal sebagai perwira yang cerdas, tetapi juga sebagai sosok yang tangguh dalam menghadapi berbagai penugasan. Selama bertugas di berbagai unit kepolisian, ia menunjukkan ketangguhan dan kemampuan kepemimpinan yang luar biasa. Mulai dari Brimob, Danki Kompi, hingga PAURPROGAR URREN MEN II, Afandy selalu menunjukkan integritas tinggi dan keberanian dalam menjalankan tugas-tugas berat.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia diamanahkan menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota pada Agustus 2024. Posisi ini bukan hanya tentang memimpin pengelolaan lalu lintas, tetapi juga berperan dalam memastikan keamanan masyarakat melalui operasi-operasi strategis. Afandy membawa pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya, yang menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang bercita-cita menjadi bagian dari penegak hukum.
Penghargaan dan Tanda Kehormatan
Karier gemilang Afandy diwarnai dengan berbagai penghargaan yang membuktikan betapa besarnya pengabdian yang ia berikan. Pada tahun 2019, ia dianugerahi Satyalancana Operasi Kepolisian, sebuah tanda kehormatan atas dedikasinya dalam berbagai operasi kepolisian yang ia jalani sebelumnya. Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pencapaian pribadi, tetapi juga pengakuan dari negara atas kontribusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Perjalanan Karier dan Kontribusi:
Sebagai seorang anggota intelijen dan kepolisian, perjalanan Afandy Dwi Takdir tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan nasional. Dalam penugasannya sebagai Agen Intelijen Ahli Madya di BIN, Afandy berperan penting dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi intelijen di bidang pertanian, pertanahan, dan kelautan. Penugasannya mencakup analisis mendalam dan penilaian situasi yang berdampak pada kebijakan ekonomi dan keamanan negara.
Di lapangan, Afandy dikenal sebagai sosok yang mampu beradaptasi dengan cepat dalam berbagai situasi dan tantangan. Pengalamannya sebagai ajudan Menteri Pertanian RI menunjukkan kepercayaannya dalam mengelola dan memberikan dukungan strategis di tingkat pemerintahan. Kemampuannya untuk bekerja di lingkungan yang dinamis dan sering kali penuh tekanan adalah cerminan dari dedikasinya dan kemampuannya dalam menjaga stabilitas dan keamanan.
Kontribusi Afandy dalam berbagai pelatihan dan pendidikan, seperti di BRIMOB dan STIK Lemdiklat Polri, memperkuat kemampuannya dalam kepemimpinan dan manajemen operasional. Keterampilannya dalam bahasa Inggris dan Bugis juga memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak, baik domestik maupun internasional, dan memperluas jaringan kerjanya.
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Afandy adalah sosok yang sangat inspiratif, terutama bagi generasi muda. Sebagai seorang Bugis, ia menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang mengutamakan keberanian, kehormatan, dan kerja keras. Afandy selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya, tidak pernah setengah hati, dan selalu siap menghadapi tantangan apa pun yang ada di hadapannya.
Kisah hidup Afandy mengajarkan bahwa dengan tekad dan disiplin, seseorang bisa meraih impian dan memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Afandy bukan hanya seorang polisi, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di lingkungannya. Melalui kisahnya, ia menginspirasi banyak anak muda untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berjuang, apa pun tantangan yang dihadapi.
Masa Depan dan Harapan:

Dengan rekam jejak yang mengesankan dan berbagai pencapaian yang telah diraih, masa depan Afandy Dwi Takdir dalam dunia kepolisian dan intelijen tampak sangat cerah. Dedikasinya terhadap tugas dan tanggung jawab, serta kemampuannya untuk berinovasi dan beradaptasi, menjadikannya salah satu aset berharga bagi institusi kepolisian dan BIN.
Kehadirannya dalam posisi-posisi strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional, memberikan harapan besar akan kontribusinya terhadap pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan dan kesejahteraan negara. Melalui komitmennya yang kuat, Afandy terus membuktikan bahwa dedikasi dan keahlian adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dan membuat perbedaan dalam pelayanan publik.
Pesan Inspiratif

Afandy sering memberikan pesan kepada rekan-rekan dan generasi muda untuk tidak pernah berhenti belajar dan berkembang. Baginya, pendidikan bukan hanya di bangku sekolah, tetapi juga dari pengalaman hidup dan tantangan yang dihadapi setiap hari. Ia percaya bahwa dengan pendidikan dan integritas, seseorang bisa menghadapi segala rintangan dan mencapai kesuksesan.
“Jangan pernah ragu untuk berbuat baik dan mengabdi untuk negara. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini bisa menjadi jejak yang akan diingat oleh generasi mendatang,” kata Afandy.
Afandy Dwi Takdir adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan ketulusan, siapa pun bisa menjadi pemimpin yang menginspirasi dan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Sejarah Nenek Moyangnya
La Galigo adalah sebuah karya epik dari budaya Bugis, Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai salah satu epos terpanjang di dunia, bahkan lebih panjang dari “Mahabharata” dan “Iliad.” Kisah ini ditulis dalam bentuk puisi, terdiri dari sekitar 6.000 halaman dan 300.000 baris, serta menceritakan tentang mitos penciptaan dan kehidupan awal di Bumi.
Kisah La Galigo bukan hanya sekedar mitos, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat Bugis, seperti keberanian, kehormatan, kesetiaan, serta hubungan erat antara manusia dengan alam dan dunia gaib. Epos ini juga mengandung banyak ajaran moral yang masih relevan bagi kehidupan masyarakat Bugis hingga saat ini.
Walaupun sebagian besar cerita La Galigo lebih dikenal secara lisan, teksnya kini telah dijaga dan dipelajari sebagai salah satu warisan budaya dunia. UNESCO mengakui naskah ini sebagai salah satu warisan dokumenter dunia pada 2011, menggarisbawahi pentingnya La Galigo dalam memperkaya khazanah sastra dan sejarah dunia.
Sebelum kehadiran Afandy Dwi Takdir di Kediri , 347 tahun sebelumnya Karaeng Galesong seorang tokoh legendaris dari Sulawesi Selatan telah hadir di Kota Kediri. Ia merupakan salah satu pemimpin dalam perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap penjajah Belanda pada abad ke-17.
Karaeng Galesong dikenal sebagai pejuang tangguh yang terus berjuang mempertahankan kedaulatan bangsanya meski harus meninggalkan tanah kelahirannya setelah kekalahan kerajaan Makassar dalam Perjanjian Bongaya tahun 1667.
Setelah kekalahan Makassar dalam perang melawan Belanda, Karaeng Galesong bersama Sultan Hasanuddin dan para bangsawan lainnya menolak tunduk pada Belanda. Ia meninggalkan Sulawesi dan bergabung dengan para pelaut Bugis dan Makassar yang beroperasi sebagai pelaut dan perompak di Laut Jawa.
Karaeng Galesong dikenal memiliki perlawanan yang gigih, bahkan bergabung dengan pasukan Trunojoyo, pemimpin pemberontakan di Jawa melawan kekuasaan Mataram dan Belanda. Pusat kekuasaan Trunojoyo dan Karaeng Galesong itu ada di Kompleks Masjid Setono Gedong Jalan Dhoho Kota Kediri atau tepatnya di belakang Mako Satlantas Polres Kediri Kota . Berkuasanya Trunojoyo dan Karaeng Galesong di Kediri yang memiliki benteng seluas 8,5 kilometer setelah sebelumnya mampu mengalahkan Amangkurat I yang berpihak kepada VOC.
“ Karaeng Galesong berasal dari keturunan bangsawan Gowa, salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan. Namanya diabadikan sebagai simbol keberanian dan perlawanan melawan penjajahan, khususnya dalam sejarah perjuangan melawan kekuasaan kolonial di wilayah timur Indonesia tepatnya di Kediri. Mungkin ini sudah takdir yang membawa saya kesini (Kediri) seperti yang dilakukan leluhur kami,” kata Afandy Dwi Takdir
Selain keterlibatannya dalam perlawanan, kisah Karaeng Galesong juga menyiratkan hubungan erat antara masyarakat Sulawesi dan Jawa pada masa itu, di mana banyak pejuang Sulawesi turut ambil bagian dalam perjuangan di Jawa.
( Penulis : Imam Mubarok)
Inspirasi
Kapolres Hadiri Upacara Bersama Forkopimda, Amanat Presiden Tekankan Polri Profesional, Humanis, dan Adaptif Hadapi Tantangan Zaman
Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 dengan penuh khidmat di halaman Balai Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmat Nomor 15, Rabu (1/7/2026). Upacara yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat” tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan, pengabdian, dan kepercayaan publik.
Upacara dimulai pukul 08.00 WIB dan dipimpin oleh Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Toha selaku inspektur upacara. Kegiatan dihadiri sekitar 400 peserta yang terdiri dari unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, perbankan, serta berbagai elemen masyarakat.
Turut hadir dalam upacara tersebut Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hardiansyah, S.Sos., M.A.P., Ketua DPRD Kota Kediri Dra. Firdaus, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Rivo Chandera Makarupa Madellu, S.H., Ketua Pengadilan Negeri Kota Kediri Khairul, S.H., M.H., Danbrigif Mekanis 16/Wira Yudha Letkol Inf. Mohammad Sujoko, M.Han., Danyon Mekanis 521/DY Letkol Inf. Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., Karumkit Bhayangkara Kediri Kombes Pol dr. Heri Budiono, Sp.U., M.Kes., Ketua Pengadilan Agama Kota Kediri, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pejabat Pemerintah Kota Kediri, pejabat utama Polres Kediri Kota, para pimpinan perbankan, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gladi bersih sebelum dilanjutkan pelaksanaan upacara, pemberian tanda kehormatan, serta pembacaan amanat Presiden Republik Indonesia oleh inspektur upacara.
Dalam amanat Presiden yang dibacakan Wakil Wali Kota Kediri, disampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polri atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga stabilitas keamanan nasional selama delapan dekade.
Presiden menegaskan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, merupakan pengingat bahwa seluruh tugas Polri harus berorientasi pada kepentingan masyarakat melalui pelayanan yang cepat, profesional, dan humanis.
Amanat tersebut juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ancaman siber, kejahatan transnasional, hingga dinamika ekonomi dunia. Karena itu, Polri dituntut menjadi institusi yang adaptif, prediktif, serta mampu merespons setiap perkembangan dengan cepat dan tepat.
Selain itu, Presiden menegaskan pentingnya dukungan Polri terhadap berbagai program strategis nasional, di antaranya penguatan ketahanan pangan, pemberantasan narkoba dan judi daring, penyediaan rumah bagi masyarakat, hingga pengamanan investasi nasional.
Dalam amanat tersebut, Presiden juga menyampaikan lima arahan utama kepada institusi Polri, yakni memperkuat reformasi kelembagaan, meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan, memperkuat kapasitas sumber daya manusia menghadapi tantangan digital, meningkatkan fleksibilitas organisasi menghadapi dinamika global, serta memperkuat legitimasi institusi melalui peningkatan kepercayaan masyarakat.
“Kepercayaan publik adalah modal utama yang harus dijaga dengan kinerja nyata, bukan retorika. Polri harus terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, humanis, responsif, dan prediktif,” demikian salah satu pesan Presiden dalam amanat yang dibacakan pada upacara tersebut.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan Polisi Cilik yang memukau para tamu undangan, disusul pertunjukan drumband yang semakin memeriahkan suasana peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Selanjutnya, seluruh tamu undangan mengikuti kegiatan tasyakuran yang digelar di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara.
Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus kami jaga melalui kerja nyata,” ujar AKBP Anggi.
Ia menambahkan, Polres Kediri Kota akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung pembangunan daerah demi terwujudnya Kota Kediri yang aman, nyaman, dan sejahtera.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kota Kediri berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sesuai tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)
Inspirasi
Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Pengabdian, Polres Kediri Kota Hadirkan Hunian Layak
Kediriselaludihati – Komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan Polres Kediri Kota melalui program bedah rumah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut ditandai dengan peresmian rumah milik Setio Harsono, warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, yang telah selesai direnovasi sehingga kini menjadi hunian yang lebih layak.
Peresmian rumah hasil renovasi dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota.
Suasana penuh kehangatan mewarnai prosesi peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol selesainya proses renovasi rumah. Momen tersebut sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak huni.
Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat yang diwujudkan melalui aksi sosial dan kemanusiaan.
“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Semoga rumah yang telah direnovasi ini membawa kenyamanan, kebahagiaan, dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Inilah wujud komitmen Polri untuk terus hadir, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Anggi.
Menurutnya, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu warga yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan.
Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Ny. Yani Anggi, menambahkan bahwa Bhayangkari akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi keluarga penerima. Semoga semangat berbagi dan kepedulian seperti ini terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kehadiran Polri dan Bhayangkari,” katanya.
Rasa haru tampak menyelimuti keluarga Setio Harsono saat menerima rumah yang telah selesai direnovasi. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolres Kediri Kota beserta seluruh jajaran yang telah mewujudkan impiannya memiliki rumah yang layak huni.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kediri Kota beserta Ibu Ketua Bhayangkari dan seluruh anggota Polres Kediri Kota. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga kebaikan ini menjadi amal ibadah dan seluruh anggota Polri selalu diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas,” ucap Setio Harsono.
Program bedah rumah tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan bakti sosial Polres Kediri Kota dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.
Melalui berbagai program sosial yang terus digelar, Polres Kediri Kota berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang selalu hadir membawa solusi, kepedulian, dan manfaat nyata sesuai semangat “Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)
Inspirasi
Upacara Korp Rapor Warnai Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Penghargaan atas Dedikasi dan Kinerja Personel

Kediriselaludihati – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota menggelar Upacara Korp Rapor Kenaikan Pangkat bagi anggota Polri periode 1 Juli 2026 di halaman apel Mapolres Kediri Kota, Selasa (30/6/2026).
Sebanyak 102 personel menerima kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian dalam menjalankan tugas kepolisian.
Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB itu dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., selaku Inspektur Upacara. Turut hadir Wakapolres Kediri Kota, para Pejabat Utama (PJU), para Kapolsek jajaran, anggota Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Polres Kediri Kota.
Prosesi korp rapor berlangsung khidmat diawali dengan laporan perwira upacara, penghormatan pasukan, penyematan kenaikan pangkat kepada perwakilan personel, hingga penyampaian amanat Kapolres Kediri Kota. Seusai upacara, seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat menerima ucapan selamat dari Kapolres dan jajaran pejabat utama sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut.
Pada periode 1 Juli 2026 ini, sebanyak 102 personel memperoleh kenaikan pangkat dengan rincian satu personel dari Ajun Komisaris Polisi (AKP) menjadi Komisaris Polisi (Kompol) melalui kenaikan pangkat pengabdian, 29 personel dari Aipda menjadi Aiptu, 11 personel dari Bripka menjadi Aipda, enam personel dari Brigadir menjadi Bripka, delapan personel dari Briptu menjadi Brigadir, serta 14 personel dari Bripda menjadi Briptu.
Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi merupakan amanah yang harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat.
“Setiap kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, disiplin, dan kinerja yang telah ditunjukkan. Namun, di balik penghargaan tersebut terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga marwah institusi Polri,” ujarnya.
Menurut Kapolres, momentum kenaikan pangkat yang bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa setiap anggota Polri dituntut terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan semangat melayani masyarakat.
“Kenaikan pangkat hendaknya menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik, lebih profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat. Jadikan pencapaian ini sebagai penyemangat untuk terus mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan serta menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.
AKBP Anggi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga para personel yang dinilai memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan anggota menjalankan tugas sebagai insan Bhayangkara.
“Keberhasilan seorang anggota tidak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar personel yang selama ini turut memberikan semangat sehingga anggota dapat menjalankan tugas dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Kediri Kota Kompol Riko Saksono, S.E., menjelaskan bahwa proses kenaikan pangkat dilaksanakan melalui mekanisme yang telah ditetapkan berdasarkan penilaian terhadap masa dinas, kinerja, disiplin, serta pemenuhan berbagai persyaratan administrasi.
“Kenaikan pangkat merupakan bagian dari sistem pembinaan karier personel Polri. Harapannya, seluruh anggota yang memperoleh kenaikan pangkat dapat terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi terbaik bagi institusi maupun masyarakat,” ujarnya.
Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan tertib, khidmat, dan lancar. Suasana penuh kebanggaan tampak mewarnai wajah para personel yang menerima kenaikan pangkat beserta keluarga yang turut menyaksikan momen tersebut.
Melalui upacara korp rapor ini, Polres Kediri Kota menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, modern, dan terpercaya.
Semangat Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh personel untuk semakin memperkuat dedikasi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (res/aro)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
