Inspirasi
Dari Ajudan Menteri Hingga Menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota

Afandy Dwi Takdir adalah sosok perwira polisi muda yang inspiratif, lahir di Bone, Sulawesi Selatan, pada 28 Desember 1991. Afandy tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai-nilai kehormatan, keberanian dan semangat, yang menjadi dasar kuat dalam kariernya di Kepolisian Republik Indonesia.
Afandy awalnya tidak bercita – cita menjadi polisi, tapi menjadi pedagang sukses seperti orang tuannya yakni Haji Takdir dan ibunya Hajah Harjunah. Warisan jiwa pedagang ini lahir dari dari darah kakeknya Haji Salam, tentara di era kemerdekaan yang juga seorang pedangang dan pejuang.
Lalu mengapa Afandy Dwi Takdir anak kedua dari lima bersaudara ini menjadi polisi dan saat ini apa yang tidak pernah ia bayangkan itu di tahun 2024 membawannya menjadi Kasat Lantas Polres Kediri Kota ?
“Pedagang itu adalah yang turun temurun, dalam keluarga kami pedagang itu bukan pekerjaan. Maka harus mencari pekerjaan yang pasti contoh menjadi polisi. Polisi bisa berdagang tapi pedagang belum tentu bisa menjadi polisi. Saya juga sempat ingin menjadi dokter , karena ibu saya dulu bercita-cita menjadi dokter tapi tidak kesampaian. Eh saya malah mendapat istri dokter,” kata suami dokter Harli Pramitasari Nasution.
Prinsip Hidup dan Keteguhan

Lahir di Bumi Arung Palakka julukan untuk Kota Bone, Afandy Dwi Takdir telah digembleng banyak hal sedari kecil . Haji Takdir dan Hajah Harjunah orang tuanya yang memegang semboyan seperti kebanyakan orang Bone, yakni Mali’ siparappe, tallang sipahua yang artinya jika dihanyutkan oleh air, maka akan diselamatkan atau dibantu untuk mencapai tepian , jika tenggelam, maka akan diangkat atau diselamatkan. Menjadikannya seperti sekarang menjadi Pasukan Bhayangkara militan.
Moto ini mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas yang sangat kuat dalam masyarakat Bone. Dalam kehidupan masyarakat Bone, filosofi ini mengajarkan bahwa dalam situasi apapun, terutama dalam kesulitan, masyarakat Bone harus selalu siap membantu dan menyelamatkan sesama yang sedang menghadapi kesulitan. Nilai ini menunjukkan semangat persatuan, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
Hal ini pula yang membawa Haji Takdir menjadi pedagang sukses yang pantang menyerah sejak ia menikah 1989 hingga saat ini. Jatuh bangun dalam proses tersebut menggembleng pula sifat dan keteguhan Afandy dan keempat saudaranya yang lain.
Selain itu, semangat orang Bone juga erat kaitannya dengan nilai sipakatau, sipakalebbi, sipakainge, yang merupakan falsafah Bugis-Makassar untuk menghormati, menghargai, dan saling mengingatkan satu sama lain. Nilai-nilai ini menjadi dasar perilaku sehari-hari dan hubungan sosial masyarakat Bone.
Semangat perjuangan masyarakat Bone juga terinspirasi dari para raja dan pahlawan Bone yang terkenal, seperti Arung Palakka, yang dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Sulawesi Selatan. Keberanian, keteguhan hati, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan menjadikan semangat Bone sebagai warisan yang dihormati dan dijaga turun-temurun.
Perjalanan Pendidikan dan Karier

Perjalanan Afandy dalam dunia pendidikan dimulai dari sekolah dasar di SD Negeri Lalowosula, yang kemudian dilanjutkan di SMP Negeri 1 Lappariaja. Ia melanjutkan pendidikan menengah di SMA Negeri 1 Ulaweng, yang menjadi fondasi akademis dan karakter untuk karier gemilangnya di kepolisian. Afandy adalah Alumni SMAN 1 Ulaweng yang juga alumni kali pertama yang masuk AKPOL. Hal ini terbukti pada tahun 2015, ia berhasil masuk Akademi Kepolisian (Akpol), salah satu pencapaian besar dalam hidupnya.
“Alhamdulillah saya adalah alumni SMAN 1 Ulaweng yang kali pertama masuk dan lolos AKPOL. Untuk lolos di AKPOL pun penuh perjuangan yang berat. Saya daftar Akpol 2009, gagal pantukhir daerah, daftar Bintara 2010, gagal di perankingan. Terus daftar AKPOL 2010, gagal di parade pantukhir. Tidak putus asa saya daftar lagi Bintara 2011, tapi tidak melanjutkan tes. Dan yang terakhir daftar AKPOL 2011 akhirnya terpilih dan lolos,” kata bapak dua anak ini.
Afandy tak pernah berhenti mengembangkan diri. Ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2020, membekali dirinya dengan ilmu dan strategi kepolisian yang lebih mendalam. Berkat disiplin dan ketekunannya, Afandy mendapatkan pangkat Inspektur Polisi Dua (IPDA) pada tahun 2015, yang menjadi awal kariernya sebagai perwira polisi.
Dedikasi dalam Setiap Penugasan
Afandy tidak hanya dikenal sebagai perwira yang cerdas, tetapi juga sebagai sosok yang tangguh dalam menghadapi berbagai penugasan. Selama bertugas di berbagai unit kepolisian, ia menunjukkan ketangguhan dan kemampuan kepemimpinan yang luar biasa. Mulai dari Brimob, Danki Kompi, hingga PAURPROGAR URREN MEN II, Afandy selalu menunjukkan integritas tinggi dan keberanian dalam menjalankan tugas-tugas berat.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia diamanahkan menjadi Kasatlantas Polres Kediri Kota pada Agustus 2024. Posisi ini bukan hanya tentang memimpin pengelolaan lalu lintas, tetapi juga berperan dalam memastikan keamanan masyarakat melalui operasi-operasi strategis. Afandy membawa pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya, yang menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang bercita-cita menjadi bagian dari penegak hukum.
Penghargaan dan Tanda Kehormatan
Karier gemilang Afandy diwarnai dengan berbagai penghargaan yang membuktikan betapa besarnya pengabdian yang ia berikan. Pada tahun 2019, ia dianugerahi Satyalancana Operasi Kepolisian, sebuah tanda kehormatan atas dedikasinya dalam berbagai operasi kepolisian yang ia jalani sebelumnya. Penghargaan ini tidak hanya menjadi simbol pencapaian pribadi, tetapi juga pengakuan dari negara atas kontribusinya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Perjalanan Karier dan Kontribusi:
Sebagai seorang anggota intelijen dan kepolisian, perjalanan Afandy Dwi Takdir tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga pada pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan nasional. Dalam penugasannya sebagai Agen Intelijen Ahli Madya di BIN, Afandy berperan penting dalam merumuskan dan mengimplementasikan strategi intelijen di bidang pertanian, pertanahan, dan kelautan. Penugasannya mencakup analisis mendalam dan penilaian situasi yang berdampak pada kebijakan ekonomi dan keamanan negara.
Di lapangan, Afandy dikenal sebagai sosok yang mampu beradaptasi dengan cepat dalam berbagai situasi dan tantangan. Pengalamannya sebagai ajudan Menteri Pertanian RI menunjukkan kepercayaannya dalam mengelola dan memberikan dukungan strategis di tingkat pemerintahan. Kemampuannya untuk bekerja di lingkungan yang dinamis dan sering kali penuh tekanan adalah cerminan dari dedikasinya dan kemampuannya dalam menjaga stabilitas dan keamanan.
Kontribusi Afandy dalam berbagai pelatihan dan pendidikan, seperti di BRIMOB dan STIK Lemdiklat Polri, memperkuat kemampuannya dalam kepemimpinan dan manajemen operasional. Keterampilannya dalam bahasa Inggris dan Bugis juga memudahkan komunikasi dengan berbagai pihak, baik domestik maupun internasional, dan memperluas jaringan kerjanya.
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Afandy adalah sosok yang sangat inspiratif, terutama bagi generasi muda. Sebagai seorang Bugis, ia menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang mengutamakan keberanian, kehormatan, dan kerja keras. Afandy selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap tugas yang diembannya, tidak pernah setengah hati, dan selalu siap menghadapi tantangan apa pun yang ada di hadapannya.
Kisah hidup Afandy mengajarkan bahwa dengan tekad dan disiplin, seseorang bisa meraih impian dan memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Afandy bukan hanya seorang polisi, tetapi juga seorang pemimpin yang mampu membawa perubahan positif di lingkungannya. Melalui kisahnya, ia menginspirasi banyak anak muda untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berjuang, apa pun tantangan yang dihadapi.
Masa Depan dan Harapan:

Dengan rekam jejak yang mengesankan dan berbagai pencapaian yang telah diraih, masa depan Afandy Dwi Takdir dalam dunia kepolisian dan intelijen tampak sangat cerah. Dedikasinya terhadap tugas dan tanggung jawab, serta kemampuannya untuk berinovasi dan beradaptasi, menjadikannya salah satu aset berharga bagi institusi kepolisian dan BIN.
Kehadirannya dalam posisi-posisi strategis, baik di tingkat lokal maupun nasional, memberikan harapan besar akan kontribusinya terhadap pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung keamanan dan kesejahteraan negara. Melalui komitmennya yang kuat, Afandy terus membuktikan bahwa dedikasi dan keahlian adalah kunci untuk mencapai keberhasilan dan membuat perbedaan dalam pelayanan publik.
Pesan Inspiratif

Afandy sering memberikan pesan kepada rekan-rekan dan generasi muda untuk tidak pernah berhenti belajar dan berkembang. Baginya, pendidikan bukan hanya di bangku sekolah, tetapi juga dari pengalaman hidup dan tantangan yang dihadapi setiap hari. Ia percaya bahwa dengan pendidikan dan integritas, seseorang bisa menghadapi segala rintangan dan mencapai kesuksesan.
“Jangan pernah ragu untuk berbuat baik dan mengabdi untuk negara. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini bisa menjadi jejak yang akan diingat oleh generasi mendatang,” kata Afandy.
Afandy Dwi Takdir adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, dedikasi, dan ketulusan, siapa pun bisa menjadi pemimpin yang menginspirasi dan memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Sejarah Nenek Moyangnya
La Galigo adalah sebuah karya epik dari budaya Bugis, Sulawesi Selatan, yang dianggap sebagai salah satu epos terpanjang di dunia, bahkan lebih panjang dari “Mahabharata” dan “Iliad.” Kisah ini ditulis dalam bentuk puisi, terdiri dari sekitar 6.000 halaman dan 300.000 baris, serta menceritakan tentang mitos penciptaan dan kehidupan awal di Bumi.
Kisah La Galigo bukan hanya sekedar mitos, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat Bugis, seperti keberanian, kehormatan, kesetiaan, serta hubungan erat antara manusia dengan alam dan dunia gaib. Epos ini juga mengandung banyak ajaran moral yang masih relevan bagi kehidupan masyarakat Bugis hingga saat ini.
Walaupun sebagian besar cerita La Galigo lebih dikenal secara lisan, teksnya kini telah dijaga dan dipelajari sebagai salah satu warisan budaya dunia. UNESCO mengakui naskah ini sebagai salah satu warisan dokumenter dunia pada 2011, menggarisbawahi pentingnya La Galigo dalam memperkaya khazanah sastra dan sejarah dunia.
Sebelum kehadiran Afandy Dwi Takdir di Kediri , 347 tahun sebelumnya Karaeng Galesong seorang tokoh legendaris dari Sulawesi Selatan telah hadir di Kota Kediri. Ia merupakan salah satu pemimpin dalam perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap penjajah Belanda pada abad ke-17.
Karaeng Galesong dikenal sebagai pejuang tangguh yang terus berjuang mempertahankan kedaulatan bangsanya meski harus meninggalkan tanah kelahirannya setelah kekalahan kerajaan Makassar dalam Perjanjian Bongaya tahun 1667.
Setelah kekalahan Makassar dalam perang melawan Belanda, Karaeng Galesong bersama Sultan Hasanuddin dan para bangsawan lainnya menolak tunduk pada Belanda. Ia meninggalkan Sulawesi dan bergabung dengan para pelaut Bugis dan Makassar yang beroperasi sebagai pelaut dan perompak di Laut Jawa.
Karaeng Galesong dikenal memiliki perlawanan yang gigih, bahkan bergabung dengan pasukan Trunojoyo, pemimpin pemberontakan di Jawa melawan kekuasaan Mataram dan Belanda. Pusat kekuasaan Trunojoyo dan Karaeng Galesong itu ada di Kompleks Masjid Setono Gedong Jalan Dhoho Kota Kediri atau tepatnya di belakang Mako Satlantas Polres Kediri Kota . Berkuasanya Trunojoyo dan Karaeng Galesong di Kediri yang memiliki benteng seluas 8,5 kilometer setelah sebelumnya mampu mengalahkan Amangkurat I yang berpihak kepada VOC.
“ Karaeng Galesong berasal dari keturunan bangsawan Gowa, salah satu kerajaan besar di Sulawesi Selatan. Namanya diabadikan sebagai simbol keberanian dan perlawanan melawan penjajahan, khususnya dalam sejarah perjuangan melawan kekuasaan kolonial di wilayah timur Indonesia tepatnya di Kediri. Mungkin ini sudah takdir yang membawa saya kesini (Kediri) seperti yang dilakukan leluhur kami,” kata Afandy Dwi Takdir
Selain keterlibatannya dalam perlawanan, kisah Karaeng Galesong juga menyiratkan hubungan erat antara masyarakat Sulawesi dan Jawa pada masa itu, di mana banyak pejuang Sulawesi turut ambil bagian dalam perjuangan di Jawa.
( Penulis : Imam Mubarok)
Inspirasi
Kabag Ops Pimpin Langsung Kegiatan KRYD di Kota Kediri, Terpantau Aman Terkendali
Kediriselaludihati — Jajaran Polres Kediri Kota menggelar apel bersama yang dilanjutkan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) oleh Ton Siaga pada Sabtu (31/1/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 23.00 WIB di Mako Polres Kediri Kota itu difokuskan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya balap liar, konvoi liar, serta aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Apel dipimpin langsung Kabag Ops Polres Kediri Kota, Kompol Iwan Setyo Budhi. Kegiatan ini melibatkan personel lintas fungsi, di antaranya Kasat Samapta, Kasat Narkoba, Kanit II Sat Intel, personel Sat Samapta, Sat Lantas, gabungan staf, personel Sat Reskrim, Sat Narkoba, Sat Intelkam, Humas, Propam, serta Dokkes.
Usai apel, personel Ton Siaga bergerak menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan pada malam hari. Rute patroli meliputi Jembatan Brawijaya, Kantor Pos, kawasan Dandangan, Simpang 3 Kodim hingga perbatasan kota. Patroli dilanjutkan menuju Simpang 4 Baptis, Simpang 4 Bence, Simpang 3 Ngronggo, Simpang 4 Alun-alun, GOR Joyoboyo, Terminal Baru, Jalan Lebak Tumpang, Simpang 4 Sukorame, Bundaran Sekartaji, dan kembali ke Mako Polres Kediri Kota.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan arus lalu lintas, patroli dialogis, serta imbauan kepada kelompok masyarakat yang masih berkumpul hingga larut malam agar membubarkan diri secara tertib. Pemeriksaan selektif juga dilakukan terhadap kelompok yang dicurigai berpotensi melakukan pelanggaran hukum, dengan pendekatan humanis dan persuasif.
Kompol Iwan Setyo Budhi menegaskan, kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan potensi pelanggaran yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalan.
“Patroli Ton Siaga ini bagian dari upaya pencegahan. Kami ingin memastikan tidak ada balap liar maupun konvoi yang meresahkan. Kehadiran personel di titik rawan menjadi bentuk nyata perlindungan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemetaan lokasi patroli dilakukan berdasarkan evaluasi situasi kamtibmas serta laporan masyarakat. Polres Kediri Kota, kata dia, akan terus meningkatkan intensitas patroli pada jam-jam rawan guna menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Sinergi antar fungsi kita optimalkan agar respons di lapangan cepat dan tepat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas,” ucapnya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi wilayah hukum Polres Kediri Kota dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali tanpa kejadian menonjol. Patroli KRYD oleh Ton Siaga akan terus digelar secara berkala sebagai bagian dari komitmen Polri menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (res/aro)
Inspirasi
Kapolres Kediri Kota Pimpin Upacara Penganugerahan Satyalancana di Awal Tahun 2026

Kediriselaludihati – Sebanyak 30 personel Polres Kediri Kota menerima Tanda Kehormatan Negara Satyalancana Pengabdian dalam upacara penganugerahan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. Kegiatan tersebut digelar di Halaman Apel Mako Polres Kediri Kota, Jalan KDP Slamet No. 2, Kota Kediri, Senin (26/1/2026).

Upacara penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan negara atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian anggota Polri yang telah melaksanakan tugas secara terus-menerus tanpa cacat selama masa dinasnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Kediri Kota Kompol Yanuar Rizal Ardianto, S.H., S.I.K., para pejabat utama Polres Kediri Kota, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Kediri Kota.
Dalam amanatnya, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas kinerja dan dedikasi yang telah ditunjukkan, khususnya sejak awal Januari 2026. Menurutnya, berkat kerja keras dan sinergi seluruh personel, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kediri Kota tetap terjaga dalam kondisi aman dan kondusif.
“Upacara penganugerahan tanda kehormatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen pengabdian Polri di awal tahun 2026. Pergantian tahun jangan hanya dimaknai sebagai pergantian kalender, melainkan sebagai titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Kapolres.
AKBP Anggi menjelaskan bahwa Satyalancana Pengabdian merupakan penghargaan tertinggi dari negara yang dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada anggota Polri yang memenuhi persyaratan ketat, baik dari aspek masa dinas, integritas moral, maupun kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas.
Pada tahun 2026 ini, sebanyak 30 personel Polres Kediri Kota menerima Satyalancana Pengabdian dengan rincian, Satyalancana Pengabdian 32 Tahun sebanyak empat personel, Satyalancana Pengabdian 24 Tahun sebanyak lima personel, Satyalancana Pengabdian 16 Tahun sebanyak lima personel, serta Satyalancana Pengabdian 8 Tahun sebanyak 16 personel.
Kapolres berpesan agar penghargaan tersebut tidak dimaknai sebatas pemenuhan hak administratif semata, namun menjadi simbol kepercayaan dan apresiasi negara atas konsistensi anggota Polri dalam menjaga marwah institusi serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
“Kepada seluruh personel, saya perintahkan untuk terus memperkuat sinergi, soliditas, dan semangat gotong royong dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus menggelorakan reformasi birokrasi Polri yang berorientasi pada pelayanan publik,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan komitmen Polres Kediri Kota untuk terus menghadirkan Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, sekaligus problem solver di tengah dinamika sosial sesuai dengan semangat Polri Untuk Masyarakat.
Upacara penganugerahan Satyalancana Pengabdian ini diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi seluruh personel Polres Kediri Kota untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, serta menjadi sumber daya manusia Polri yang unggul, kreatif, dan inovatif demi menjaga keamanan dan mendukung kemajuan bangsa dan negara. (res/aro)
Inspirasi
Petugas Sisir Objek Vital dan Beri Imbauan Humanis kepada Warga yang Beraktivitas Larut Malam
Kediriselaludihati – Polres Kediri Kota melaksanakan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu malam (24/1/2026) sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk aksi balap liar serta kerawanan yang kerap muncul pada malam akhir pekan.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 23.00 WIB dan berlangsung hingga dini hari dengan menyasar sejumlah titik rawan dan objek vital di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Patroli dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., serta melibatkan personel gabungan dari Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kasat Samapta Polres Kediri Kota, Kanit Turjawali Satlantas, Kanit Pamobvit Satsamapta, serta anggota dari kedua satuan. Keterlibatan lintas fungsi ini dilakukan untuk memperkuat efektivitas patroli, baik dalam aspek pengamanan wilayah maupun pengaturan situasi lalu lintas.
Dalam pelaksanaannya, petugas menyisir sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi menjadi titik kumpul masyarakat pada malam hari, termasuk kawasan perkantoran dan area publik. Kehadiran polisi di lapangan difokuskan pada upaya pencegahan dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya balap liar, konvoi kendaraan, maupun aktivitas lain yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Selain patroli mobiling, personel juga melakukan pendekatan dialogis kepada warga yang masih berada di luar rumah hingga larut malam. Petugas memberikan imbauan secara humanis agar masyarakat tetap menjaga ketertiban, menghindari kegiatan yang berisiko menimbulkan gangguan, serta segera kembali ke rumah masing-masing apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah individu yang dinilai mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Langkah tersebut merupakan bagian dari tindakan preventif guna menekan peluang terjadinya tindak kriminalitas maupun pelanggaran hukum lainnya.
Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi menegaskan bahwa patroli KRYD merupakan bentuk kehadiran nyata Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.
“Patroli ini dilaksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sekaligus mengantisipasi balap liar serta potensi gangguan masyarakat lainnya, terutama pada malam akhir pekan,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, dengan pola dan sasaran yang menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan.
Menurut dia, sinergi antar satuan di lingkungan Polres Kediri Kota menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. “Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus rasa tenang bagi warga,” katanya.
Selama pelaksanaan patroli, situasi wilayah hukum Polres Kediri Kota dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. Kepolisian pun mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Dengan langkah preventif yang konsisten, Polres Kediri Kota berharap stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.(res/aro)
-
Peristiwa5 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Uncategorized5 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
