Connect with us

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Imbau Warga Jaga Kamtibmas dan Tangkal Hoaks Selama Ramadhan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Jajaran Polsek Kediri Kota melakukan monitoring kegiatan keagamaan yang digelar masyarakat dan santri Pondok Pesantren Al Amien, Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri, pada Jumat (20/2/2026) sore. Kegiatan pengajian dan buka bersama tersebut dipantau langsung oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Rejomulyo, Aiptu Bustanul Arifin, bersama Babinsa setempat.

Kegiatan berlangsung di aula utama Pondok Pesantren Al Amien, Jalan Ngasinan Raya, Kota Kediri, mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai. Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian memastikan kegiatan masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif, khususnya di bulan Ramadan.

Pengajian dan buka bersama ini dihadiri pengasuh ponpes KH. Anwar Iskandar, jajaran pengurus dan tenaga pengajar Pondok Pesantren Al Amien, pengurus Ranting NU Ngasinan dan Rejomulyo, Fatayat dan Muslimat Kelurahan Rejomulyo, para santri, tokoh agama, serta warga sekitar pondok pesantren.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. menjelaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa bertujuan memberikan rasa aman sekaligus mempererat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

“Kami melakukan pemantauan agar kegiatan keagamaan berjalan lancar, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas, antara lain agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan, khususnya kejahatan jalanan dan pencurian (3C). Selain itu, warga juga diajak menjaga kerukunan, kebersihan lingkungan, kesehatan, serta mematuhi hukum dan tertib berlalu lintas.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di media sosial. “Kami mengajak masyarakat untuk menyaring sebelum membagikan informasi agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks,” kata Kompol Bowo Wicaksono.

Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diimbau untuk menjadi “polisi bagi diri sendiri dan keluarga” dengan meningkatkan kepedulian terhadap situasi di sekitarnya. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama Ramadhan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan keamanan. Kehadiran aparat kepolisian mendapat sambutan positif dari pengurus pondok pesantren dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Kediri Kota dalam mengawal aktivitas keagamaan masyarakat serta memperkuat pendekatan preventif dan humanis guna mewujudkan Kota Kediri yang aman, damai, dan religius selama bulan suci Ramadhan. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Dermo Kawal Penilaian Adipura, Kapolsek Mojoroto Dorong Kepedulian Lingkungan

Published

on

Kediriselaludihati – Bank Sampah Semanding Berseri di Jalan Merbabu Gang 3, RT 4 RW 1, Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mendapat kunjungan tim penilai dari Provinsi Jawa Timur dalam rangka penilaian Adipura, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mendapat pendampingan dari Bhabinkamtibmas Kelurahan Dermo Aiptu Suhartono bersama unsur tiga pilar, yakni pemerintah kelurahan, TNI, dan Polri.

Kehadiran tim penilai menjadi momentum bagi pengelola bank sampah dan masyarakat setempat untuk menunjukkan kegiatan pengelolaan sampah berbasis lingkungan yang selama ini dijalankan.

Dalam kunjungan tersebut, tim penilai didampingi perwakilan dinas lingkungan hidup Kota Kediri, Lurah Dermo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT 4 RW 1, serta para kader Bank Sampah Semanding Berseri.

Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program kemasyarakatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Kami mendukung kegiatan masyarakat yang bertujuan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kompol Rudi.

Menurutnya, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga membutuhkan partisipasi dan kesadaran masyarakat secara berkelanjutan.

Keberadaan bank sampah menjadi salah satu sarana yang dapat mendorong warga untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga agar memiliki manfaat lebih besar.

“Bank sampah menunjukkan bahwa persoalan lingkungan dapat ditangani melalui kebersamaan dan kepedulian warga. Kami berharap semangat seperti ini terus berkembang di tengah masyarakat,” katanya.

Kompol Rudi menilai keterlibatan pengurus lingkungan dan kader bank sampah merupakan bagian penting dalam membangun kebiasaan hidup bersih.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh penilaian atau penghargaan, tetapi juga konsistensi masyarakat dalam menjaga kebersihan sehari-hari.

“Yang terpenting bukan hanya saat dilakukan penilaian, tetapi bagaimana kesadaran menjaga lingkungan dapat menjadi kebiasaan bersama.
Lingkungan yang bersih dan tertata tentu memberikan manfaat bagi seluruh warga,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah kelurahan, petugas lingkungan hidup, pengurus RT, kader bank sampah, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan tersebut.

Melalui pendekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polsek Mojoroto berupaya hadir dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan sebagai bagian dari pelayanan serta penguatan hubungan dengan warga.

Pendampingan tim penilai Adipura di Bank Sampah Semanding Berseri berlangsung tertib dan lancar. Berdasarkan laporan petugas, kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Bhabinkamtibmas Sambangi Balai Desa Kerep, Dorong Warga Segera Laporkan Persoalan Kamtibmas

Published

on

Kediriselaludihati – Polsek Tarokan, Polres Kediri Kota, mengajak perangkat desa dan masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan melalui komunikasi dan deteksi dini terhadap potensi gangguan ketertiban.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sambang dialogis Bhabinkamtibmas Desa Kerep, Aiptu Moh Syafiudin, di Balai Desa Kerep, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Senin (2/11/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu dilakukan dengan menemui Kepala Dusun Kerep, Bambang Suprayitno, S.E., bersama sejumlah perangkat desa lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi sarana komunikasi antara kepolisian dan pemerintah desa untuk membahas pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Aiptu Moh Syafiudin mengingatkan perangkat desa agar terus membangun kepedulian warga terhadap situasi lingkungan serta tidak mengabaikan persoalan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

Masyarakat juga diimbau segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau Polsek Tarokan apabila mengetahui adanya permasalahan yang membutuhkan penanganan kepolisian.

Kapolsek Tarokan AKP Priyo Hadistyo, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan perangkat desa sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan gangguan keamanan.

“Perangkat desa memiliki kedekatan dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayahnya. Karena itu, komunikasi antara pemerintah desa, warga, dan kepolisian perlu terus diperkuat agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui lebih awal,” ujar AKP Priyo.

Menurutnya, menjaga keamanan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan patroli maupun kehadiran petugas kepolisian. Diperlukan partisipasi aktif masyarakat untuk menciptakan situasi yang tertib dan nyaman.

Ia menilai komunikasi yang baik antara perangkat desa dan Bhabinkamtibmas dapat membantu mempercepat penyampaian informasi apabila muncul persoalan di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan permasalahan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Tarokan. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” katanya.

AKP Priyo juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan persoalan sosial melalui komunikasi yang baik agar tidak berkembang menjadi perselisihan yang lebih besar.

Menurutnya, perangkat desa dapat berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan kepolisian, terutama dalam menyampaikan aspirasi maupun informasi yang berkaitan dengan keamanan lingkungan.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mengedepankan komunikasi apabila menghadapi persoalan. Keamanan merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Melalui kegiatan sambang dialogis, Polsek Tarokan terus memperkuat pendekatan Polisi Bersama Masyarakat dengan membangun hubungan yang lebih dekat antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan warga. (res/aro)

Continue Reading

Lalu Lintas

Satlantas Polres Kediri Kota Amankan 18 STNK, 3 SIM dan Satu Sepeda Motor dalam Operasi Patuh Semeru

Published

on

Kediriselaludihati – Satlantas Polres Kediri Kota mencatat 22 penindakan pelanggaran lalu lintas dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 di kawasan Simpang Empat Veteran, Kota Kediri, Senin (2/11/2026).

Dari hasil penindakan tersebut, petugas mencatat 18 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), tiga Surat Izin Mengemudi (SIM), serta satu unit sepeda motor sebagai barang bukti.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB itu melibatkan personel Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggota Provos.

Penindakan dilakukan di bawah pengendalian Kanit Turjawali sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., mengatakan Operasi Patuh Semeru 2026 dilaksanakan untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan di jalan raya.

“Operasi Patuh Semeru bukan semata-mata untuk melakukan penindakan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan disiplin masyarakat agar pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dapat dicegah,” ujar AKP Septia.

Menurutnya, penindakan terhadap pelanggaran merupakan salah satu langkah kepolisian untuk memastikan pengguna jalan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran lalu lintas dapat menimbulkan risiko, tidak hanya bagi pengendara yang bersangkutan, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.

“Kami berharap masyarakat memahami bahwa aturan lalu lintas dibuat untuk melindungi keselamatan bersama. Kepatuhan harus menjadi kebiasaan setiap hari, bukan hanya ketika ada operasi kepolisian,” katanya.

Operasi Patuh Semeru 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.

Selama pelaksanaan operasi, masyarakat diingatkan untuk menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi surat-surat kendaraan, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak menggunakan telepon genggam ketika berkendara.

Pengendara juga diminta menghindari perilaku berisiko seperti melawan arus, menerobos lampu merah, berkendara melebihi batas kecepatan, maupun mengemudikan kendaraan dalam pengaruh alkohol.

AKP Septia turut mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki SIM mengendarai kendaraan bermotor.

“Orang tua memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Jangan memberikan kendaraan kepada anak yang belum memenuhi persyaratan, karena keselamatan mereka jauh lebih penting,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah penindakan, melainkan juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berkendara secara aman dan bertanggung jawab.

Melalui Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah hukumnya. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page