Connect with us

Inspirasi

Polres Kediri Kota Siap Kawal Distribusi Tebu dan Antisipasi Kepadatan Arus Lalu Lintas Selama Giling

Published

on

Kediriselaludihati – Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menerima kunjungan dan silaturahmi manajemen Pabrik Gula (PG) Mrican dan PG Pesantren di Ruang Bale Sekartaji Polres Kediri Kota, Selasa (12/5/2026). Pertemuan ini membahas kesiapan operasional musim giling 2026 sekaligus penguatan koordinasi pengamanan dan kelancaran distribusi tebu.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB dalam suasana hangat dan penuh koordinasi lintas sektor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut General Manager PG Mrican Tites Agung Triyono, General Manager PG Pesantren Sugondo, Kapolsek Mojoroto KOMPOL Rudy Purwanto, SH, Kapolsek Pesantren KOMPOL Siswandi, SH, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan, SH, MH, serta Kanit Pidsus Satreskrim Polres Kediri Kota.

Dalam sambutannya, General Manager PG Pesantren Sugondo menyampaikan apresiasi atas kesempatan berkoordinasi langsung dengan jajaran Polres Kediri Kota menjelang musim giling 2026.

Menurut dia, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis maupun nonteknis untuk memastikan operasional berjalan optimal. Namun demikian, peningkatan mobilitas armada pengangkut tebu diperkirakan menjadi tantangan utama selama musim panen.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan bersilaturahmi dengan Bapak Kapolres Kediri Kota. Saat ini kami tengah mempersiapkan seluruh kebutuhan operasional giling 2026. Tantangan terbesar kami adalah pengelolaan kepadatan armada truk tebu agar distribusi berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Sugondo.

Ia menjelaskan, operasional giling PG Pesantren Baru dijadwalkan mulai berjalan pada 19 Mei 2026.

Pada musim giling tahun ini, PG Pesantren Baru menargetkan capaian produksi cukup tinggi, yakni tebu giling sebesar 873.299,6 ton dengan target rendemen 7,26 persen serta produksi gula mencapai 63.597,32 ton.

Sugondo menilai kelancaran jalur distribusi menjadi faktor vital bagi keberhasilan operasional industri gula, terutama pada masa puncak panen.

“Akses mobilitas yang lancar menjadi kunci efisiensi industri gula selama musim giling. Karena itu, sinergi dengan kepolisian dan seluruh stakeholder sangat kami harapkan untuk meminimalkan potensi kemacetan maupun hambatan distribusi,” katanya.

Ia juga meminta dukungan seluruh pihak agar operasional musim giling tahun ini berjalan aman dan produktif.

“Kami mohon doa restu seluruh masyarakat dan stakeholder agar musim giling tahun ini berjalan lancar dan seluruh karyawan diberikan keselamatan dalam bekerja,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim menegaskan kesiapan Polres Kediri Kota dalam mendukung kelancaran operasional industri gula yang memiliki peran strategis bagi perekonomian daerah.

Ia menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan distribusi tebu berlangsung aman, tertib, dan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang signifikan.

“Kami menyambut baik silaturahmi dan koordinasi ini. Polres Kediri Kota akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan distribusi tebu berjalan lancar, aman, serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar AKBP Dr. Anggi.

Menurutnya, pengamanan musim giling bukan hanya soal pengaturan arus kendaraan, tetapi juga menjaga stabilitas keamanan kawasan industri dan jalur distribusi.

“Kepolisian berkomitmen penuh melakukan pengamanan jalur distribusi serta pengaturan lalu lintas agar aktivitas industri strategis ini tetap berjalan selaras dengan ketertiban umum,” katanya.

Anggi berharap kolaborasi yang dibangun antara kepolisian dan manajemen pabrik gula dapat memberikan dampak positif bagi keberhasilan operasional musim giling tahun ini.

“Melalui kolaborasi yang solid, kami berharap operasional PG Pesantren Baru dan PG Mrican pada 2026 mampu memberikan kontribusi optimal bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” ucapnya.

Setelah sesi diskusi dan koordinasi, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta.

Musim giling di wilayah Kediri sendiri setiap tahun menjadi perhatian karena tingginya mobilitas kendaraan pengangkut tebu yang berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah ruas jalan utama. Karena itu, koordinasi dini antara industri dan aparat keamanan dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan.

Dengan dimulainya musim giling dalam waktu dekat, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku industri diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kelancaran aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Tiga Personel Polres Kediri Kota Jalani Perawatan, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Datang Menjenguk

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. menjenguk tiga anggota Polres Kediri Kota yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri, pada Jumat (2/10/2026).

Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kesehatan anggota sekaligus memberikan dukungan dan semangat selama menjalani proses pemulihan.

AKBP Wisnu datang bersama Ketua Bhayangkari Kota Kediri Aie Wisnu dan Kasidokes Polres Kediri Kota Ipda Habib.

Rombongan diterima Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Kediri Kombes Pol. dr. Elyani, Sp.OG.(K) Obsos.

Tiga anggota Polres Kediri Kota yang dikunjungi masing-masing Kanit Samapta Polsek Pesantren AKP Sugito, PS Kanit Pidsus Satreskrim Aiptu Bagus serta PNS Polsek Pesantren Pengatur I Susiati.

Setelah tiba di RS Bhayangkara Kediri, Kapolres bersama Karumkit mendatangi anggota yang tengah menjalani perawatan.

AKBP Wisnu melihat kondisi mereka sekaligus memberikan dukungan agar tetap bersemangat mengikuti proses perawatan hingga kondisi kesehatan kembali pulih.

Kunjungan tersebut juga menjadi bentuk perhatian pimpinan kepada personel yang sedang sakit.

Kapolres ingin memastikan anggota yang menjalani perawatan mendapatkan dukungan, tidak hanya dari keluarga, tetapi juga lingkungan institusi tempat mereka bertugas.

Kehadiran Ketua Bhayangkari Kota Kediri dalam kegiatan tersebut turut menjadi bagian dari dukungan moril kepada anggota dan keluarganya selama menjalani masa perawatan.

Dalam kesempatan itu, rombongan berbincang dengan anggota yang dirawat dan memberikan semangat agar fokus pada proses pemulihan kesehatan.

Karumkit Bhayangkara Tk. II Kediri Kombes Pol. dr. Elyani turut mendampingi Kapolres selama melakukan kunjungan ke ruang perawatan.

Kegiatan visite berlangsung sekitar 40 menit. Setelah memastikan kondisi anggota dan memberikan dukungan, rombongan Kapolres meninggalkan RS Bhayangkara Kediri sekitar pukul 09.40 WIB.

Kunjungan kepada personel yang sakit menjadi bagian dari perhatian internal Polres Kediri Kota terhadap kondisi kesehatan anggotanya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat bagi personel yang sedang menjalani perawatan untuk menjalani proses pemulihan hingga nantinya dapat kembali beraktivitas. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Tiga Pilar Jagalan Kota Kediri Kumpulkan RT-RW dan Linmas, Perlinsos hingga Kamtibmas Jadi Pembahasan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Satgas Perlindungan Masyarakat (Linmas), Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), serta ketua RT dan RW di Kelurahan Jagalan, Kota Kediri, mengikuti sosialisasi program perlindungan sosial, pada Jumat (2/10/2026). Kegiatan sekaligus menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.

Sosialisasi yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung di Gedung Serbaguna Kelurahan Jagalan dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), tiga pilar serta lembaga kemasyarakatan.

Camat Kota Kediri Agus Subiyanto, S.Sos., M.Si. hadir bersama Imam Kusuma Negara dari pengelola pengaduan publik Disdukcapil serta Arif selaku pendamping PKH dari Dinas Sosial.

Selain itu, kegiatan diikuti unsur tiga pilar Kelurahan Jagalan, ketua RT dan RW, Satlinmas serta unsur LKK.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. mengatakan, Bhabinkamtibmas Kelurahan Jagalan hadir bersama tiga pilar untuk mendampingi kegiatan sekaligus membangun komunikasi dengan unsur masyarakat di tingkat kelurahan.

“Sosialisasi tersebut membahas program perlindungan sosial bagi Satgas Linmas dan LKK. Kehadiran perwakilan Disdukcapil dan pendamping PKH juga menjadi bagian dari penyampaian informasi kepada peserta yang hadir,” ujarnya.

Keterlibatan ketua RT dan RW dinilai penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat dan mengetahui berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan masing-masing.

Selain pembahasan perlindungan sosial, Bhabinkamtibmas memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menyampaikan pesan kamtibmas.

Peserta diajak bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan koordinasi apabila menemukan persoalan maupun potensi gangguan keamanan di wilayah Kelurahan Jagalan.

Menurut Bowo, keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat. Keberadaan Linmas, RT, RW dan lembaga kemasyarakatan memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan aktivitas warga sehari-hari.

Koordinasi dengan tiga pilar juga diperlukan agar setiap persoalan di tingkat lingkungan dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Polsek Kediri Kota mendorong Bhabinkamtibmas untuk terus membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk melalui kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan di tingkat kelurahan.

Dengan komunikasi yang terjaga, informasi mengenai persoalan sosial maupun potensi gangguan kamtibmas diharapkan dapat diterima lebih cepat sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Sosialisasi di Kelurahan Jagalan tersebut sekaligus menjadi forum yang mempertemukan unsur pemerintahan, pendamping program sosial, tiga pilar dan lembaga kemasyarakatan dalam satu ruang koordinasi.

Kegiatan diharapkan tidak hanya menambah pemahaman peserta mengenai program perlindungan sosial, tetapi juga memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. (res/an)

Continue Reading

Inspirasi

Propam Cek Kehadiran Personel Polres Kediri Kota Usai Apel Pagi

Published

on

Kediriselaludihati – Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kediri Kota melakukan pengecekan kehadiran personel Polri dan ASN sekaligus penegakan ketertiban dan disiplin atau Gaktibplin seusai apel pagi, Kamis (24/9/2026).

Apel yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin IPTU Wina Nurwarida, S.H. Personel dari berbagai bagian, satuan dan seksi mengikuti kegiatan sebelum dilanjutkan pemeriksaan oleh Propam.

Pengecekan tidak sebatas mencatat siapa yang berada di lapangan apel. Propam juga mendata personel yang tidak hadir beserta keterangannya, mulai menjalankan dinas, lepas dinas, operasi, pendidikan, cuti, izin hingga sakit.

Kasipropam Polres Kediri Kota IPTU Bambang Heri Muljono, S.H. mengatakan pendataan tersebut diperlukan agar keberadaan setiap personel dapat dipertanggungjawabkan.

“Absensi dilakukan terhadap personel Polri maupun ASN Polri. Anggota yang tidak berada di lapangan apel tetap didata keterangannya, apakah sedang dinas, lepas dinas, sakit, izin maupun menjalankan tugas lainnya,” kata IPTU Bambang.

Berdasarkan rekapitulasi Propam, tingkat kehadiran pada masing-masing satuan berbeda karena sebagian personel sedang menjalankan tugas kedinasan.

Sat Samapta misalnya memiliki 72 personel. Sebanyak 36 hadir dalam apel, sedangkan lainnya tercatat 27 menjalankan dinas, delapan lepas dinas dan satu sakit.

Pada Satreskrim, dari 67 personel sebanyak 14 mengikuti apel. Personel lainnya tercatat menjalankan dinas, lepas dinas, kegiatan operasional serta tugas menjaga tahanan.

Sementara sejumlah fungsi tercatat hadir lengkap, di antaranya Sattahti sebanyak enam personel, Satbinmas 15 personel, Siwas empat personel, Sikeu enam personel, Sikum empat personel dan Sium enam personel.

“Jumlah anggota yang tidak mengikuti apel tidak serta-merta berarti tidak masuk kerja. Karena itu setiap ketidakhadiran harus memiliki keterangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bambang.

Seusai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Gaktibplin. Langkah tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan internal untuk memastikan anggota menjalankan ketentuan kedinasan dan menjaga disiplin.

Menurut Bambang, pengawasan internal perlu dilakukan secara konsisten karena kedisiplinan personel berhubungan langsung dengan pelaksanaan tugas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Disiplin dimulai dari internal. Kehadiran, kesiapan menjalankan tugas dan kepatuhan terhadap ketentuan harus terus diawasi. Gaktibplin menjadi salah satu cara kami melakukan kontrol tersebut,” katanya.

Pengecekan disiplin Kamis pagi juga berlangsung pada hari yang sama dengan pemeriksaan urine narkoba terhadap personel fungsi Reskrim. Sebanyak 33 personel yang mengikuti pemeriksaan urine tersebut dinyatakan negatif narkoba.

Dua kegiatan itu menjadi bagian dari pengawasan internal Polres Kediri Kota, mulai dari kedisiplinan kehadiran hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page