Uncategorized
Polda Jatim Amankan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual Dua Anak Dibawah Umur
SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) melalui Subdit II Ditres PPA dan PPO Polda Jawa Timur, membongkar kasus kekerasan seksual yang menimpa dua anak perempuan kembar di bawah umur di Surabaya.
Tersangka berinisial WRS (39) diringkus Polisi setelah melakukan kekerasan seksual kedua anak tirinya secara berulang hingga salah satu korban hamil 5 bulan.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa tindak pidana kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang menyerang harkat, martabat, serta hak asasi manusia.
“Merujuk pada teori perlindungan hukum Satjipto Rahardjo, hukum harus hadir memberikan perlindungan bagi kelompok rentan,” ungkap Kombes Abast saat konferensi pers di Gedung Bidhunas Polda Jatim,Jumat (22/5/26).
Lebih lanjut Kombes Abast mengatakan, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, negara melalui aparat penegak hukum memiliki kewajiban untuk memberikan penanganan, perlindungan, dan pemulihan terhadap korban secara komprehensif.
Kombes Pol Abast menegaskan, penanganan kasus ini menggunakan prinsip victim oriented approach atau pendekatan yang menempatkan korban sebagai subjek yang harus dipulihkan hak dan rasa keadilannya.
Ia juga mengajak insan pers untuk mengawal isu ini secara edukatif dan proporsional demi menjaga identitas korban.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal PPA-PPO Polda Jatim, Kombes Pol Ganis Setyaningrum mengapresiasi keberanian korban dan dukungan masyarakat yang melaporkan kasus ini, sehingga kepolisian bisa langsung bergerak cepat melakukan percepatan penanganan.
“Kita melakukan upaya gelar perkara dan menaikkan ke penyidikan, penetapan tersangka serta mengamankannya,” ungkap Kombes Ganis.
Kedua korban berinisial RF dan RB sudah mengenal tersangka sejak tahun 2017 silam, tepatnya semenjak ibu kandung mereka menikah dengan WRS.
Aksi tak terpuji ini dilakukan tersangka di rumah mereka di kawasan Sukolilo, Surabaya.
Kombes Pol Ganis menjelaskan, modus operandi yang dilancarkan WRS adalah dengan memanfaatkan situasi rumah yang sepi saat ibu kandung korban sedang tidak berada di rumah.
Disitulah kesempatan pelaku untuk melakukan kekerasan seksual yang dilakukan terhadap korban RF sejak tahun 2023 sampai dengan tahun 2026.
“Begitu juga dilakukan kepada RB, saudara kembar berikutnya, sejak tahun 2025 sampai 2026 dan ini juga dilakukan lebih dari satu kali,” jelas Kombes Ganis.
Lebih lanjut, Dirres PPA-PPO Polda Jatim menjelaskan, korban RF pertama kali dicabuli pada tahun 2023 saat masih duduk di kelas 2 SMP, sedangkan kembaran RF yakni RB juga mengalami hal sama sejak Juni 2025.
Agar aksinya mulus, WRS kerap mengancam akan membunuh kedua korban dan ibu kandung mereka jika berani melapor.
Untuk memulihkan kondisi psikologis korban, Polda Jatim tidak hanya berfokus pada penegakan hukum melainkan juga bersinergi dengan instansi terkait untuk memberikan trauma healing.
“Kami koordinasi dengan DP3APPKB Kota Surabaya untuk memberikan perlindungan terhadap korban, dan tentunya kita melakukan identifikasi kebutuhan-kebutuhan korban apa saja, baik itu kebutuhan kesehatan, psikologi, pendampingan rumah aman dan sebagainya,” kata Kombes Ganis.
Saat ini, tersangka WRS telah resmi diamankan ke dalam tahanan Rutan Mapolda Jawa Timur.
Tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 76D jo Pasal 81 dan Pasal 76E jo Pasal 82 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 6 huruf c UU RI No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Polisi juga melapisinya dengan Pasal 473 ayat (2) dan Pasal 415 KUHP.
Karena status tersangka merupakan orang tua tiri atau wali yang seharusnya melindungi korban, hukuman pidananya akan ditambah sepertiga dari ancaman hukuman pokok maksimal 15 tahun penjara. (*)
Peristiwa
Bantuan Pangan Dibagikan di Bandar Lor, Bhabinkamtibmas Ingatkan Warga Tertib Mengantre
Kediriselaludihati.com – Sebanyak 1.156 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menerima bantuan pangan berupa beras dari pemerintah, pada Selasa (25/8/2026). Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras.
Besarnya jumlah penerima membuat proses pembagian membutuhkan pengaturan agar antrean tidak menumpuk. Bhabinkamtibmas Kelurahan Bandar Lor bersama Babinsa turun langsung melakukan pemantauan dan membantu menjaga ketertiban di lokasi.
Pembagian bantuan berlangsung di Aula Kelurahan Bandar Lor sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Warga datang secara bergantian untuk mengambil bantuan yang menjadi hak masing-masing.
Bhabinkamtibmas Bandar Lor Aipda Toni Setiawan mengatakan, kehadiran petugas tidak sekadar melakukan pengamanan. Polisi bersama Babinsa juga berkomunikasi dengan warga dan mengingatkan penerima agar mengikuti mekanisme pembagian yang telah disiapkan.
“Jumlah penerimanya cukup banyak, mencapai 1.156 KPM. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk tertib mengantre sehingga pembagian bantuan bisa berjalan teratur dan warga juga merasa nyaman,” kata Toni.
Menurut dia, pengaturan antrean menjadi penting karena dalam waktu yang relatif bersamaan terdapat banyak warga yang datang ke kantor kelurahan. Petugas berupaya mencegah terjadinya penumpukan sekaligus memastikan masyarakat, terutama warga lanjut usia, dapat mengikuti proses pembagian dengan nyaman.
Setiap KPM dalam penyaluran tersebut mendapatkan bantuan sebanyak 30 kilogram beras. Dengan jumlah penerima mencapai 1.156 KPM, distribusi bantuan di Bandar Lor menjadi kegiatan yang melibatkan cukup banyak warga dalam satu lokasi.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., mengatakan keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari fungsi pelayanan kepolisian di tingkat kelurahan.
“Bhabinkamtibmas berada paling dekat dengan masyarakat. Ketika ada kegiatan yang menghadirkan warga dalam jumlah besar, anggota harus hadir untuk membantu, berkomunikasi, dan memastikan prosesnya tertib,” kata Rudi.
Ia menambahkan, pola pengamanan dalam kegiatan sosial lebih mengedepankan pendekatan persuasif. Petugas tidak hanya berdiri mengawasi, tetapi juga membantu mengurai antrean serta menyampaikan imbauan secara langsung apabila mulai terjadi kepadatan.
Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa juga mencerminkan kerja bersama tiga pilar dalam mengawal kegiatan di tingkat kelurahan. Koordinasi tersebut dinilai penting, terutama pada kegiatan pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Rudi meminta personel di wilayah untuk tetap memperhatikan dinamika selama proses distribusi. Menurut dia, pembagian bantuan bukan sekadar persoalan keamanan, tetapi juga menyangkut kenyamanan warga ketika menerima pelayanan.
“Yang harus dijaga adalah prosesnya. Jangan sampai warga yang datang untuk menerima bantuan justru mengalami kesulitan karena antrean tidak tertata. Pendekatannya harus humanis dan membantu,” ujarnya.
Di sela pemantauan, Bhabinkamtibmas juga memanfaatkan pertemuan dengan warga untuk membangun komunikasi mengenai keamanan lingkungan. Masyarakat didorong untuk tidak ragu berkoordinasi dengan petugas apabila menemukan persoalan maupun potensi gangguan kamtibmas di lingkungan tempat tinggalnya.
Dengan pola tersebut, kehadiran polisi dalam distribusi bantuan pangan tidak berhenti pada pengamanan kegiatan. Interaksi langsung dengan lebih dari seribu warga menjadi ruang bagi Bhabinkamtibmas untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus memastikan bantuan pemerintah diterima melalui proses yang tertib dan teratur. (res/an)
Peristiwa
Dari Sembako Murah hingga Lomba Anak, Kegiatan Sosial di Kelurahan Semampir Kediri Diwarnai Pesan Kamtibmas
Kediriselaludihati.com – Halaman SD dan SMP YBPK di Jalan Mayor Bismo Nomor 52, Kelurahan Semampir, Kota Kediri, pada Selasa (25/8/2026), menjadi ruang pertemuan warga dalam kegiatan sosial yang memadukan pasar murah, pelayanan kesehatan gratis, hingga perlombaan untuk anak-anak.
Kegiatan bertajuk Pasar Murah Ceria (PMC) tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB). Selain memberikan akses kebutuhan masyarakat melalui pasar murah, penyelenggara membuka layanan pengobatan gratis dan menggelar perlombaan anak bertema cinta kasih untuk bangsa.
Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Semampir, Polsek Kediri Kota Aiptu Dodik Bagoes Riyadi bersama Babinsa melakukan sambang dan pemantauan di lokasi. Kehadiran keduanya diarahkan untuk membantu menjaga ketertiban sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat perlu mendapat dukungan, termasuk melalui kehadiran aparat kewilayahan yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan warga.
“Bhabinkamtibmas hadir bukan hanya ketika muncul persoalan. Kegiatan masyarakat seperti pasar murah dan pelayanan kesehatan juga menjadi kesempatan untuk bertemu, berkomunikasi, dan membangun kedekatan dengan warga,” kata Bowo.
Menurut dia, komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam pemeliharaan keamanan lingkungan. Masyarakat didorong tidak ragu menyampaikan informasi maupun persoalan yang terjadi di sekitarnya kepada Bhabinkamtibmas.
Dalam kegiatan itu, Aiptu Dodik juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada masyarakat. Warga diajak menjaga ketertiban selama kegiatan, memperhatikan keamanan lingkungan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang nyaman bagi peserta.
Pengamanan dilakukan dengan pendekatan dialogis. Polisi dan Babinsa berbaur dengan warga serta memantau aktivitas di sekitar halaman sekolah yang menjadi pusat kegiatan.
Kegiatan YSKB tersebut melibatkan Adi Prayitno sebagai ketua pelaksana dan Fx Luhkita Heru P., S.Pd., sebagai penanggung jawab kegiatan.
Bowo menilai kegiatan sosial semacam ini memiliki nilai lebih karena tidak berhenti pada bantuan kebutuhan masyarakat. Pertemuan warga dalam satu ruang juga dapat memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial di lingkungan.
“Keamanan pada dasarnya tumbuh dari lingkungan yang warganya saling mengenal dan saling peduli. Karena itu, kami ingin kehadiran Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian dari komunikasi tersebut,” ujarnya.
Pasar murah dan pengobatan gratis menjadi bagian yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga. Sementara itu, perlombaan anak memberikan ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam kegiatan kebersamaan dengan semangat cinta kasih terhadap bangsa.
Bagi Polsek Kediri Kota, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk menjalankan pola kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Semampir tidak sebatas menjaga sebuah acara, tetapi juga membangun hubungan dengan warga melalui aktivitas sosial yang berlangsung di lingkungan mereka.
Dari halaman sekolah di Jalan Mayor Bismo itu, pelayanan sosial, kegiatan anak, dan komunikasi kamtibmas bertemu dalam satu kegiatan. Polisi berharap ruang-ruang kebersamaan semacam ini turut memperkuat kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus membuat persoalan di tingkat kelurahan dapat diketahui dan ditangani lebih dini. (res/an)
Peristiwa
Ribuan Orang Hadiri Seminar Parenting di IKCC Kediri, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Ikut Jaga Ketertiban
Kediriselaludihati.com – Sekitar 1.100 wali murid menghadiri Seminar Nasional Pendidikan Anak yang digelar Yayasan Taman Pendidikan Rahmad Kota Kediri di Gedung IKCC Insumo Palace, Jalan Urip Sumoharjo, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri, pada Selasa (25/8/2026).
Besarnya jumlah peserta membuat aspek keamanan dan ketertiban menjadi salah satu perhatian selama kegiatan. Polsek Kediri Kota menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan sejak pagi.
Pengamanan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Personel Polsek Kediri Kota yang terlibat dalam surat perintah dipimpin Iptu Murdijono, S.H., sebagai perwira pengendali. Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo Aipda Andrey V.M., S.H., turut berada di lokasi untuk melakukan pemantauan sekaligus berkomunikasi dengan masyarakat.
Seminar menghadirkan dr. Aisah Dahlan, CM.NLP., CCHT., CI., sebagai pemateri. Kehadiran sekitar 1.100 wali murid membuat kawasan sekitar lokasi kegiatan mengalami peningkatan aktivitas sejak pagi.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan kepolisian, terutama ketika sebuah acara menghadirkan peserta dalam jumlah besar.
“Ketika masyarakat menggelar kegiatan dengan jumlah peserta yang cukup banyak, kehadiran anggota diperlukan untuk membantu menjaga ketertiban dan mengantisipasi persoalan yang mungkin muncul di lapangan,” kata Bowo.
Menurut dia, pengamanan tidak hanya berorientasi pada lokasi utama seminar. Personel juga perlu memperhatikan aktivitas peserta ketika datang maupun meninggalkan tempat kegiatan, termasuk potensi kepadatan kendaraan di sekitar gedung.
Bhabinkamtibmas Kaliombo juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan kamtibmas kepada masyarakat. Warga diajak ikut menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga tanggung jawab menciptakan lingkungan yang nyaman tidak hanya bertumpu pada petugas kepolisian.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Kegiatan sebesar ini akan jauh lebih mudah dikelola ketika peserta, panitia, masyarakat sekitar, dan petugas memiliki kepedulian yang sama,” ujar Bowo.
Seminar pendidikan anak tersebut sekaligus memperlihatkan tingginya perhatian para orang tua terhadap persoalan pengasuhan dan pendidikan anak. Lebih dari seribu wali murid berkumpul dalam satu forum untuk mengikuti materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Bagi kepolisian, kegiatan masyarakat dengan peserta besar juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi langsung. Bhabinkamtibmas yang sehari-hari bertugas di wilayah kelurahan ditempatkan sebagai penghubung antara masyarakat dengan kepolisian ketika muncul persoalan maupun kebutuhan pelayanan keamanan.
Bowo menambahkan, pendekatan seperti itu penting agar polisi tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan, tetapi juga berada di tengah masyarakat dalam kegiatan pendidikan, sosial, keagamaan, maupun aktivitas warga lainnya.
“Bhabinkamtibmas harus dekat dengan masyarakat. Dari komunikasi yang baik, banyak persoalan bisa diketahui lebih awal dan dapat dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas,” katanya.
Kehadiran personel Polsek Kediri Kota di lokasi diarahkan untuk memastikan rangkaian seminar dapat berlangsung tertib di tengah besarnya jumlah peserta, sekaligus menjaga aktivitas masyarakat di sekitar kawasan IKCC Insumo Palace tetap berjalan sebagaimana mestinya. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
