Connect with us

Peristiwa

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Turnamen Sepak Bola Antar Polres Dikawal Ketat Aparat Kepolisian

Published

on

Kediriselaludihati – Turnamen sepak bola Bhayangkara Cup IV dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 resmi digelar di Lapangan Brawijaya, Kota Kediri, Selasa (23/6).

Kegiatan yang mempertemukan sejumlah tim dari jajaran kepolisian di wilayah Jawa Timur tersebut mendapat pengamanan ketat dari personel Polres Kediri Kota guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan lancar.

Sebelum pertandingan dimulai, Kanit Provos Polres Kediri Kota memimpin apel sekaligus memberikan arahan dan petunjuk pelaksanaan (APP) kepada seluruh personel yang telah tersprint dalam kegiatan pengamanan. Apel dilaksanakan sebagai langkah awal untuk menyamakan persepsi, pembagian tugas, serta mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan selama pertandingan berlangsung.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngronggo, Aiptu Aris Hadi Suryanto, turut melaksanakan pemantauan dan pengamanan di lokasi kegiatan bersama personel lainnya yang terlibat dalam operasi pengamanan turnamen.

Pada hari pertama pelaksanaan, pertandingan dibuka dengan laga antara Polres Kediri melawan Polres Tulungagung yang digelar pukul 14.00 WIB. Selanjutnya, pertandingan kedua mempertemukan Polres Blitar Kota melawan Polres Trenggalek pada pukul 16.00 WIB.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal untuk menjamin seluruh peserta, official, maupun penonton dapat menikmati pertandingan dengan aman dan nyaman.

“Turnamen Bhayangkara Cup bukan hanya ajang olahraga dan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat soliditas serta sinergitas antaranggota Polri. Karena itu, aspek keamanan menjadi prioritas utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar,” ujarnya.

Menurut Bowo, kehadiran personel pengamanan di lokasi tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat yang hadir menyaksikan pertandingan.

“Kami telah menempatkan personel sesuai ploting yang telah ditentukan. Tujuannya untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan serta memastikan situasi tetap kondusif selama pertandingan berlangsung,” katanya.

Turnamen Bhayangkara Cup IV menjadi salah satu rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati tahun ini. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat hubungan dan kebersamaan antaranggota kepolisian dari berbagai wilayah.

Di tengah atmosfer pertandingan yang penuh semangat sportivitas, aparat kepolisian tetap mengedepankan langkah-langkah preventif guna menjaga stabilitas keamanan. Pemantauan dilakukan sejak sebelum pertandingan dimulai hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Kapolsek menambahkan bahwa semangat Hari Bhayangkara tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari, tetapi juga melalui kegiatan positif yang membangun kebersamaan dan kesehatan jasmani personel.

“Melalui kegiatan olahraga seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan kekompakan, serta memperkuat jiwa sportivitas di lingkungan Polri,” tuturnya.

Hingga berakhirnya pertandingan pada hari pertama, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di sekitar lokasi kegiatan terpantau aman dan terkendali. Seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar tanpa adanya gangguan yang menonjol.

Polres Kediri Kota memastikan pengamanan akan terus dilakukan secara optimal selama pelaksanaan Bhayangkara Cup IV berlangsung sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif selama rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Anjangsana Polres Kediri Kota Jadi Wujud Kepedulian dan Dukungan Moril bagi Personel yang Tengah Berjuang Pulih

Published

on

Kediriselaludihati – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota menunjukkan kepedulian terhadap keluarga besar Polri melalui kegiatan anjangsana kepada personel yang tengah mengalami sakit. 

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi serta jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota.

Kegiatan anjangsana dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi berbeda sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang sedang menjalani masa pemulihan kesehatan. Selain menyerahkan tali asih, rombongan juga memberikan motivasi agar para personel tetap semangat dan optimistis menghadapi proses penyembuhan.

Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Aiptu Diah Soraya, S.H., di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kapolres Kediri Kota menyempatkan diri berbincang langsung dengan Aiptu Diah dan keluarganya.

AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa kehadiran pimpinan dan rekan-rekan sejawat merupakan bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi anggota yang sedang menghadapi ujian kesehatan.

“Jangan pernah patah semangat atau lelah untuk berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin apabila Tuhan telah berkehendak. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kasih sayang dan empati keluarga besar Polres Kediri Kota. Fokuslah pada pemulihan kesehatan dan jangan terbebani dengan urusan dinas terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Kapolres, kesehatan anggota menjadi perhatian serius institusi. Karena itu, setiap personel yang sedang mengalami sakit harus merasakan dukungan penuh dari keluarga besar Polri agar memiliki semangat untuk kembali pulih dan beraktivitas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak merasa sendiri ketika menghadapi masa sulit. Kebersamaan dan kepedulian adalah bagian dari kekuatan keluarga besar Polri,” katanya.

Sementara itu, kegiatan anjangsana kedua dilaksanakan di kediaman Aiptu Slamet, S.H., di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kunjungan tersebut dipimpin Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., bersama istri dan didampingi sejumlah pejabat utama serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Dalam kesempatan itu, rombongan menyerahkan bantuan dan memberikan dukungan moral kepada Aiptu Slamet agar tetap kuat menjalani proses pengobatan. Kehadiran jajaran pimpinan Polres Kediri Kota disambut hangat oleh keluarga yang merasa mendapatkan perhatian langsung dari institusi.

Kegiatan serupa juga dilakukan di kediaman Brigadir Hendri Santoso di Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri. Sejumlah pejabat Polres Kediri Kota bersama Bhayangkari hadir untuk memberikan semangat dan motivasi agar Brigadir Hendri tetap optimistis menjalani masa pemulihan.

Kapolres Kediri Kota menjelaskan bahwa anjangsana merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan kekeluargaan.

“Peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya tentang kegiatan seremonial atau institusional. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga rasa persaudaraan, saling peduli, dan saling menguatkan di lingkungan keluarga besar Polri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa solidaritas internal merupakan modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Dengan hubungan kekeluargaan yang kuat, setiap anggota akan memiliki semangat dan motivasi lebih besar dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota merasakan kehadiran dan perhatian dari keluarga besar Polres Kediri Kota. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegas AKBP Anggi.

Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan anjangsana. Kehadiran Kapolres, Wakapolres, para pejabat utama, serta Bhayangkari menjadi penyemangat tersendiri bagi anggota yang sedang sakit untuk terus berjuang menjalani proses penyembuhan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui perhatian terhadap sesama anggota sebagai bagian dari keluarga besar Polri. Nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan itu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota Gelar Ziarah di TMP Joyoboyo

Published

on

Kediriselaludihati – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri Kota menunjukkan kepedulian terhadap keluarga besar Polri melalui kegiatan anjangsana kepada personel yang tengah mengalami sakit. 

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) tersebut dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi serta jajaran pejabat utama Polres Kediri Kota.

Kegiatan anjangsana dilaksanakan secara serentak di tiga lokasi berbeda sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril kepada anggota yang sedang menjalani masa pemulihan kesehatan. Selain menyerahkan tali asih, rombongan juga memberikan motivasi agar para personel tetap semangat dan optimistis menghadapi proses penyembuhan.

Kunjungan pertama dilakukan di kediaman Aiptu Diah Soraya, S.H., di Desa Jabon Selatan, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kapolres Kediri Kota menyempatkan diri berbincang langsung dengan Aiptu Diah dan keluarganya.

AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan bahwa kehadiran pimpinan dan rekan-rekan sejawat merupakan bentuk empati sekaligus dukungan moral bagi anggota yang sedang menghadapi ujian kesehatan.

“Jangan pernah patah semangat atau lelah untuk berdoa. Tidak ada yang tidak mungkin apabila Tuhan telah berkehendak. Kehadiran kami di sini adalah bentuk kasih sayang dan empati keluarga besar Polres Kediri Kota. Fokuslah pada pemulihan kesehatan dan jangan terbebani dengan urusan dinas terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurut Kapolres, kesehatan anggota menjadi perhatian serius institusi. Karena itu, setiap personel yang sedang mengalami sakit harus merasakan dukungan penuh dari keluarga besar Polri agar memiliki semangat untuk kembali pulih dan beraktivitas.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota tidak merasa sendiri ketika menghadapi masa sulit. Kebersamaan dan kepedulian adalah bagian dari kekuatan keluarga besar Polri,” katanya.

Sementara itu, kegiatan anjangsana kedua dilaksanakan di kediaman Aiptu Slamet, S.H., di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Kunjungan tersebut dipimpin Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., bersama istri dan didampingi sejumlah pejabat utama serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Dalam kesempatan itu, rombongan menyerahkan bantuan dan memberikan dukungan moral kepada Aiptu Slamet agar tetap kuat menjalani proses pengobatan. Kehadiran jajaran pimpinan Polres Kediri Kota disambut hangat oleh keluarga yang merasa mendapatkan perhatian langsung dari institusi.

Kegiatan serupa juga dilakukan di kediaman Brigadir Hendri Santoso di Kelurahan Rejomulyo, Kota Kediri. Sejumlah pejabat Polres Kediri Kota bersama Bhayangkari hadir untuk memberikan semangat dan motivasi agar Brigadir Hendri tetap optimistis menjalani masa pemulihan.

Kapolres Kediri Kota menjelaskan bahwa anjangsana merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang sarat dengan nilai kemanusiaan dan kekeluargaan.

“Peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya tentang kegiatan seremonial atau institusional. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjaga rasa persaudaraan, saling peduli, dan saling menguatkan di lingkungan keluarga besar Polri,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa solidaritas internal merupakan modal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin kompleks. Dengan hubungan kekeluargaan yang kuat, setiap anggota akan memiliki semangat dan motivasi lebih besar dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anggota merasakan kehadiran dan perhatian dari keluarga besar Polres Kediri Kota. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat,” tegas AKBP Anggi.

Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai seluruh rangkaian kegiatan anjangsana. Kehadiran Kapolres, Wakapolres, para pejabat utama, serta Bhayangkari menjadi penyemangat tersendiri bagi anggota yang sedang sakit untuk terus berjuang menjalani proses penyembuhan.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota menegaskan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui perhatian terhadap sesama anggota sebagai bagian dari keluarga besar Polri. Nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan itu menjadi fondasi penting dalam mewujudkan tema Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, yakni “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)

Continue Reading

Peristiwa

Pelepasan Hak Lahan Resmi Dilakukan, Proyek Tol Kediri–Tulungagung Masuki Tahap Percepatan Pembangunan

Published

on

Kediriselaludihati – Proses pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung kembali mencatat kemajuan signifikan. Sebanyak 18 bidang tanah di Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, resmi menerima pembayaran uang ganti kerugian (UGR) dengan total nilai mencapai Rp18,3 miliar dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Gayam, Selasa (23/6).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.05 WIB tersebut sekaligus menjadi tahapan pelepasan hak atas objek pengadaan tanah yang akan digunakan untuk pembangunan salah satu proyek strategis nasional di wilayah Kediri dan Tulungagung.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pertanahan Kota Kediri Dra. Asri Surjanti, S.H., M.Kn., QRMP, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri–Tulungagung Linanda Krisni, S.S.AP., M.AP., Camat Mojoroto Abdul Rahman, S.H., M.Si., perwakilan Bank BNI, pihak pelaksana proyek, unsur pemerintah daerah, serta warga penerima ganti kerugian.

Kepala Kelurahan Gayam Kusumawanti, S.Sos., M.M., dalam sambutannya mengingatkan warga agar memanfaatkan dana ganti kerugian secara bijaksana untuk kepentingan jangka panjang.

“Alhamdulillah proses yang panjang akhirnya sampai pada tahap pembayaran. Kami berharap uang ganti kerugian ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga untuk investasi yang bermanfaat bagi masa depan keluarga,” ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Gayam dan Kota Kediri secara umum.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Kediri Dra. Asri Surjanti menegaskan bahwa pembayaran ganti kerugian yang dilakukan hari ini merupakan titik akhir dari proses administrasi pengadaan tanah yang telah berlangsung cukup panjang.

“Hari ini merupakan momentum yang sangat penting. Setelah proses yang panjang, akhirnya sampai pada tahap pembayaran ganti kerugian. Setelah dana masuk ke rekening masing-masing pihak yang berhak dan pelepasan hak ditandatangani, maka secara hukum hak atas tanah tersebut telah beralih kepada negara untuk kepentingan pembangunan jalan tol,” jelasnya.

Asri juga mengingatkan masyarakat agar mengelola dana yang diterima secara bijaksana dan produktif.

“Gunakan uang ganti rugi ini dengan baik. Jangan hanya untuk kebutuhan konsumtif, tetapi pikirkan investasi dan masa depan keluarga. Pembangunan ini merupakan program pemerintah yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Ketua Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Kediri–Tulungagung Linanda Krisni menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mendukung program pembangunan nasional dengan merelakan lahannya digunakan untuk kepentingan umum.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang telah mendukung proses pengadaan tanah. Per hari ini, setelah pelepasan hak ditandatangani, status tanah secara resmi beralih menjadi tanah negara dan dapat segera dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan jalan tol,” ujarnya.

Menurut Linanda, total pembayaran uang ganti kerugian yang disalurkan pada kegiatan tersebut mencapai Rp18,3 miliar untuk 18 bidang tanah yang berada di Kelurahan Gayam.

Dalam kesempatan yang sama, Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan menegaskan komitmen kepolisian untuk mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan aman dan kondusif.

“Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung merupakan proyek strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas wilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran Polri dalam kegiatan ini untuk memastikan seluruh proses berjalan secara aman, tertib, transparan, dan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

AKP Laksono menambahkan bahwa pihaknya memahami tanah yang terdampak memiliki nilai ekonomi maupun emosional bagi masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi warga harus dihormati dan diselesaikan melalui mekanisme yang telah ditetapkan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah dan pihak terkait. Apabila masih terdapat hal-hal yang perlu dijelaskan, silakan disampaikan melalui jalur yang tersedia sehingga seluruh proses dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak,” ujarnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen kepemilikan tanah kepada Kantor Pertanahan Kota Kediri untuk dilakukan validasi. Setelah dinyatakan lengkap, para pihak menandatangani berita acara pelepasan hak dan berita acara pemberian ganti kerugian.

Tahap berikutnya, warga yang berhak menerima buku rekening Bank BNI dan pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening masing-masing penerima.

Pembangunan Jalan Tol Kediri–Tulungagung sendiri diharapkan menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Mataraman, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang koridor jalan tol.

Selama pelaksanaan kegiatan pemberian ganti kerugian dan pelepasan hak berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan kendala berarti maupun gangguan keamanan yang dapat menghambat jalannya kegiatan. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page