Connect with us

Inspirasi

Hari Bhayangkara ke-80 Jadi Momentum Pengabdian, Polres Kediri Kota Hadirkan Hunian Layak

Published

on

Kediriselaludihati – Komitmen Polri untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kembali diwujudkan Polres Kediri Kota melalui program bedah rumah dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Program tersebut ditandai dengan peresmian rumah milik Setio Harsono, warga Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, yang telah selesai direnovasi sehingga kini menjadi hunian yang lebih layak.

Peresmian rumah hasil renovasi dipimpin langsung Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Yani Anggi, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri Kota.

Suasana penuh kehangatan mewarnai prosesi peresmian yang ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol selesainya proses renovasi rumah. Momen tersebut sekaligus menjadi bukti nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak huni.

Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, program bedah rumah merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat yang diwujudkan melalui aksi sosial dan kemanusiaan.

“Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. Semoga rumah yang telah direnovasi ini membawa kenyamanan, kebahagiaan, dan menjadi penyemangat bagi keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Inilah wujud komitmen Polri untuk terus hadir, peduli, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Anggi.

Menurutnya, tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu warga yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan.

Ketua Bhayangkari Cabang Kediri Kota, Ny. Yani Anggi, menambahkan bahwa Bhayangkari akan terus mendukung berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi keluarga penerima. Semoga semangat berbagi dan kepedulian seperti ini terus tumbuh sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat kehadiran Polri dan Bhayangkari,” katanya.

Rasa haru tampak menyelimuti keluarga Setio Harsono saat menerima rumah yang telah selesai direnovasi. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Kapolres Kediri Kota beserta seluruh jajaran yang telah mewujudkan impiannya memiliki rumah yang layak huni.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kediri Kota beserta Ibu Ketua Bhayangkari dan seluruh anggota Polres Kediri Kota. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami. Semoga kebaikan ini menjadi amal ibadah dan seluruh anggota Polri selalu diberikan kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan tugas,” ucap Setio Harsono.

Program bedah rumah tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan bakti sosial Polres Kediri Kota dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Selain menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, kegiatan ini juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan antara Polri dengan masyarakat.

Melalui berbagai program sosial yang terus digelar, Polres Kediri Kota berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang selalu hadir membawa solusi, kepedulian, dan manfaat nyata sesuai semangat “Polri untuk Masyarakat.” (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Propam Cek Kehadiran Personel Polres Kediri Kota Usai Apel Pagi

Published

on

Kediriselaludihati – Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Kediri Kota melakukan pengecekan kehadiran personel Polri dan ASN sekaligus penegakan ketertiban dan disiplin atau Gaktibplin seusai apel pagi, Kamis (24/9/2026).

Apel yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut dipimpin IPTU Wina Nurwarida, S.H. Personel dari berbagai bagian, satuan dan seksi mengikuti kegiatan sebelum dilanjutkan pemeriksaan oleh Propam.

Pengecekan tidak sebatas mencatat siapa yang berada di lapangan apel. Propam juga mendata personel yang tidak hadir beserta keterangannya, mulai menjalankan dinas, lepas dinas, operasi, pendidikan, cuti, izin hingga sakit.

Kasipropam Polres Kediri Kota IPTU Bambang Heri Muljono, S.H. mengatakan pendataan tersebut diperlukan agar keberadaan setiap personel dapat dipertanggungjawabkan.

“Absensi dilakukan terhadap personel Polri maupun ASN Polri. Anggota yang tidak berada di lapangan apel tetap didata keterangannya, apakah sedang dinas, lepas dinas, sakit, izin maupun menjalankan tugas lainnya,” kata IPTU Bambang.

Berdasarkan rekapitulasi Propam, tingkat kehadiran pada masing-masing satuan berbeda karena sebagian personel sedang menjalankan tugas kedinasan.

Sat Samapta misalnya memiliki 72 personel. Sebanyak 36 hadir dalam apel, sedangkan lainnya tercatat 27 menjalankan dinas, delapan lepas dinas dan satu sakit.

Pada Satreskrim, dari 67 personel sebanyak 14 mengikuti apel. Personel lainnya tercatat menjalankan dinas, lepas dinas, kegiatan operasional serta tugas menjaga tahanan.

Sementara sejumlah fungsi tercatat hadir lengkap, di antaranya Sattahti sebanyak enam personel, Satbinmas 15 personel, Siwas empat personel, Sikeu enam personel, Sikum empat personel dan Sium enam personel.

“Jumlah anggota yang tidak mengikuti apel tidak serta-merta berarti tidak masuk kerja. Karena itu setiap ketidakhadiran harus memiliki keterangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Bambang.

Seusai apel, kegiatan dilanjutkan dengan Gaktibplin. Langkah tersebut menjadi bagian dari fungsi pengawasan internal untuk memastikan anggota menjalankan ketentuan kedinasan dan menjaga disiplin.

Menurut Bambang, pengawasan internal perlu dilakukan secara konsisten karena kedisiplinan personel berhubungan langsung dengan pelaksanaan tugas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Disiplin dimulai dari internal. Kehadiran, kesiapan menjalankan tugas dan kepatuhan terhadap ketentuan harus terus diawasi. Gaktibplin menjadi salah satu cara kami melakukan kontrol tersebut,” katanya.

Pengecekan disiplin Kamis pagi juga berlangsung pada hari yang sama dengan pemeriksaan urine narkoba terhadap personel fungsi Reskrim. Sebanyak 33 personel yang mengikuti pemeriksaan urine tersebut dinyatakan negatif narkoba.

Dua kegiatan itu menjadi bagian dari pengawasan internal Polres Kediri Kota, mulai dari kedisiplinan kehadiran hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Jelang Habib Syech di Lirboyo, Gus Bidin dan Kapolres Kediri Kota Soroti Konvoi serta Flyer Perguruan

Published

on

Kediriselaludihati- Potensi konvoi dan gesekan antarkelompok setelah kegiatan besar di kawasan Lirboyo menjadi pembicaraan serius dalam pertemuan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. dengan KH Badrul Huda Zainal Abidin atau Gus Bidin di kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Rabu (23/9/2026).

Pertemuan berlangsung di kediaman Gus Bidin di Jalan Abdul Karim, Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, mulai pukul 11.05 hingga 12.20 WIB.

Dalam silaturahmi tersebut, Gus Bidin yang merupakan Dewan Khos Pagar Nusa Pusat berbicara panjang mengenai dinamika kegiatan pesantren, tradisi pencak dor hingga munculnya ajakan melalui flyer di media sosial yang terkadang mengaitkan kegiatan Lirboyo dengan kelompok perguruan silat tertentu.

Gus Bidin menegaskan kegiatan pengajian maupun sholawatan yang diselenggarakan di Lirboyo pada dasarnya bukan kegiatan perguruan silat.

“Dalam kegiatan pondok seperti pengajian maupun sholawatan sudah ada imbauan untuk tidak mengundang perguruan mana pun dan dalam kegiatan dilarang memakai atribut perguruan,” kata Gus Bidin.

Persoalan justru kerap muncul ketika sebuah kegiatan di Lirboyo kemudian beredar di media sosial dengan narasi atau flyer yang mengajak kelompok tertentu untuk hadir.

Menurut Gus Bidin, kondisi semacam itu berpotensi mendorong konvoi di jalan dan membuka kemungkinan terjadinya perselisihan setelah kegiatan selesai.

Ia mencontohkan kegiatan sholawatan yang menghadirkan Habib Syech. Kegiatan keagamaan semacam itu, menurutnya, terkadang ikut dikaitkan dengan perguruan tertentu sehingga berpotensi memunculkan konvoi.

“Mohon ada shock therapy dari pihak kepolisian ke oknum perguruan saat kegiatan di Lirboyo, karena kegiatan di Lirboyo sendiri bukan kegiatan perguruan. Namun oleh oknum-oknum sering diunggah melalui flyer untuk mengajak anggota perguruan menghadiri kegiatan di Lirboyo,” ujarnya.

Perhatian tersebut semakin penting karena dalam waktu dekat Lirboyo dijadwalkan menggelar kegiatan bersama Habib Syech sekitar 8 Oktober 2026.

“Dalam acara tersebut mohon antisipasi akun-akun orang yang tidak bertanggung jawab yang dapat memicu adanya konvoi dalam kegiatan tersebut,” kata Gus Bidin.

Pencak Dor Ikut Dibahas

Selain kegiatan keagamaan, pembicaraan cukup panjang menyentuh pencak dor, tradisi pertarungan di atas panggung bambu yang memiliki hubungan panjang dengan lingkungan pesantren dan masyarakat Kediri.

Gus Bidin menjelaskan pencak dor bukan milik satu perguruan tertentu. Pesertanya bahkan tidak harus berasal dari satu kelompok pencak silat.

“Pencak dor sebenarnya bukan milik salah satu perguruan. Semua perguruan bisa ikut, bahkan bukan dari pencak silat saja,” katanya.

Ia menggambarkan pencak dor sebagai kegiatan tradisional dengan panggung yang dibuat menggunakan bambu. Menurutnya, tata pelaksanaan dan aspek keselamatan dalam kegiatan juga telah berkembang, termasuk penyediaan ambulans.

“Dalam kegiatan pencak dor yang diselamatkan dua orang, yang jatuh maupun yang menjatuhkan,” ujar Gus Bidin menggambarkan filosofi yang menyertai tradisi tersebut.

Gus Bidin juga membedakan antara situasi ketika pencak dor berlangsung dengan persoalan yang dapat muncul setelah acara.

Menurut dia, kegiatan di lokasi pada umumnya dapat berlangsung tertib. Persoalan justru berpotensi terjadi ketika massa meninggalkan lokasi dan muncul konvoi di perjalanan.

“Pencak dor baik di luar maupun di area pondok saat kegiatan sangat aman, namun pasca kegiatan sering dipakai ajang konvoi sehingga banyak ditemukan perselisihan di perjalanan,” katanya.

Ia membandingkan kondisi tersebut dengan periode sebelum pandemi Covid-19. Saat itu, pencak dor menurut Gus Bidin dapat berlangsung setiap satu atau dua minggu dengan lokasi berpindah-pindah.

Kini situasinya dinilai berbeda karena kegiatan pencak dor terkadang diikuti mobilisasi kelompok yang berpotensi menimbulkan persoalan di jalan.

Karena itu, Gus Bidin meminta kepolisian ikut mengantisipasi penyebaran flyer di media sosial yang berpotensi mengundang konvoi.

“Saya harapkan dari pihak kepolisian saat kegiatan pondok maupun pencak dor, tim cyber bisa mengantisipasi flyer yang beredar sehingga tidak memicu kegiatan konvoi perguruan,” ujarnya.

AKBP Wisnu: Kita Saling Komunikasi

Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyatakan pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan dirinya bersilaturahmi setelah sekitar dua bulan menjalankan tugas di Kediri Kota.

“Saya merupakan orang baru di sini. Intinya mohon maaf baru bisa silaturahmi karena sudah dua bulan kami bertugas, baru bisa silaturahmi ke sini,” kata AKBP Wisnu.

Ia kemudian memperkenalkan para pejabat Polres Kediri Kota yang ikut dalam rombongan.

Hadir Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko, S.I.K., M.I.K., Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, S.H., Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif M., S.T.K., S.I.K., serta Kaur Regident Iptu Adnan.

AKBP Wisnu mengatakan kepolisian membutuhkan informasi mengenai agenda-agenda besar di lingkungan pesantren, termasuk pencak dor, agar langkah antisipasi dapat disiapkan sejak awal.

“Kita mintakan data terkait kegiatan pondok, terutama kegiatan pencak dor, karena pasca kegiatan tersebut sering banyak kejadian,” katanya.

Menurut Wisnu, pola pengamanan juga perlu melihat perbedaan antara pencak dor yang digelar di lingkungan pesantren dan kegiatan serupa di luar pondok.

“Kita nanti saling komunikasi dan koordinasi bila memang ada kegiatan di Lirboyo maupun kegiatan pencak dor, baik di Lirboyo maupun di luar Ponpes Lirboyo, untuk antisipasi adanya kegiatan konvoi dalam acara tersebut,” ujar AKBP Wisnu.

Kapolres juga menggali pandangan Gus Bidin mengenai kemungkinan adanya aturan yang lebih baku dalam penyelenggaraan pencak dor, khususnya terkait keselamatan peserta dan pengelolaan massa.

Pertemuan turut membahas rencana kegiatan pencak dor yang disebut akan diselenggarakan Pemerintah Kota Kediri. AKBP Wisnu meminta pandangan Gus Bidin sebagai salah satu bahan pertimbangan kepolisian terkait rekomendasi kegiatan tersebut.

“Kita di sini juga sharing kepada Gus Bidin terkait kegiatan di Lirboyo maupun rencana pencak dor yang diselenggarakan oleh Pemkot sebagai bahan untuk pertimbangan pemberian izin rekomendasi dalam kegiatan tersebut,” kata Wisnu.

Gus Bidin menyampaikan pihaknya bukan panitia resmi dalam rencana tersebut. Jika kegiatan benar-benar dilaksanakan, ia berharap aturan mengenai atribut perguruan dan pembatasan peserta dibuat secara jelas.

Menurutnya, pengaturan semacam itu penting agar pencak dor tetap ditempatkan sebagai tradisi, bukan berubah menjadi ruang untuk menunjukkan rivalitas kelompok.

AKBP Wisnu menutup pembicaraan dengan menekankan pentingnya jalur komunikasi antara kepolisian dan lingkungan Lirboyo.
“Saya harapkan kita bisa saling koordinasi dan bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Kediri,” ujarnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri KH Muhtadi Makmun atau Gus Muh serta Gus Ali, Ketua Yayasan Gus Maksum Jauhari Lirboyo.

Silaturahmi kemudian ditutup dengan foto bersama. Pembicaraan selama lebih dari satu jam itu menghasilkan satu perhatian yang sama: kegiatan pesantren maupun tradisi pencak dor perlu dijaga agar tidak bergeser menjadi pemicu mobilisasi dan perselisihan di jalan akibat tindakan segelintir orang. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

AKBP Wisnu Tinjau SPPG dan TK Kemala Bhayangkari, Pengawasan MBG Diperketat dari Dapur hingga Siswa

Published

on

Kediriselaludihati- Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta dua TK Kemala Bhayangkari di Kota Kediri, Rabu (16/9/2026).

Kunjungan sejak pukul 07.00 hingga 10.10 WIB itu dilakukan untuk mengecek fasilitas sekaligus mengawasi proses penyediaan dan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) agar makanan yang diterima siswa memenuhi standar kualitas, higienitas dan kelayakan konsumsi.

Empat lokasi yang dikunjungi masing-masing SPPG Polri Semampir 1, TK Kemala Bhayangkari 42, TK Kemala Bhayangkari 41 serta SPPG 3 Polres Kediri Kota.

AKBP Wisnu didampingi Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota Ny. Aie Wisnu, Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Prastyaka Ratsuko, S.I.K., M.I.K., pejabat utama Polres Kediri Kota, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., serta pengurus Bhayangkari Cabang Kediri Kota.

Kunjungan pertama dilakukan di SPPG Polri Semampir 1. Rombongan tiba sekitar pukul 07.00 WIB dan diterima Kepala SPPG Semampir 1 Polres Kediri Kota Anastasya Sukma Kundhalini bersama karyawan.

Di lokasi tersebut, AKBP Wisnu mengecek fasilitas yang digunakan dalam pelayanan pemenuhan gizi sebelum rombongan melanjutkan kunjungan ke TK Kemala Bhayangkari 42 sekitar pukul 07.30 WIB.

Kapolres dan rombongan tiba di TK Kemala Bhayangkari 42 sekitar pukul 07.45 WIB. Selain memeriksa fasilitas sekolah, AKBP Wisnu mengikuti senam bersama anak-anak dan menyaksikan pembagian MBG kepada siswa.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengawasan terhadap makanan yang disalurkan SPPG Yayasan Kemala Bhayangkari kepada peserta didik.

AKBP Wisnu menekankan bahwa proses penyediaan dan penyaluran MBG perlu mendapat perhatian agar manfaat program benar-benar diterima peserta didik secara optimal.

“Pelayanan, penyediaan dan penyaluran harus semakin baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh peserta didik,” kata AKBP Wisnu, merujuk pada penekanan dalam kegiatan tersebut.

Menurut Wisnu, pengawasan langsung diperlukan untuk mengantisipasi persoalan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan kepada siswa.

Perhatian tidak hanya diarahkan pada kelancaran distribusi, tetapi juga kualitas dan higienitas makanan sebelum dikonsumsi anak-anak.

Dalam laporan kegiatan disebutkan, menu MBG yang disiapkan SPPG Polri Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Kediri Kota melalui proses pemeriksaan dan standar operasional prosedur (SOP) sebelum didistribusikan.

Setiap paket makanan diperiksa sebelum disalurkan kepada siswa untuk memastikan kelayakannya.

“Setiap paket makanan dicek sebelum didistribusikan kepada para siswa untuk memastikan kualitas, higienitas dan kelayakan konsumsi,” kata Wisnu, berdasarkan penekanan dalam pengawasan MBG tersebut.

Setelah menyelesaikan kunjungan di TK Kemala Bhayangkari 42, rombongan bergerak menuju TK Kemala Bhayangkari 41 sekitar pukul 08.40 WIB.

Rombongan tiba sekitar pukul 09.00 WIB dan diterima Kepala TK Kemala Bhayangkari 41 Erwin Pujiana, S.Pd., bersama para guru.

AKBP Wisnu kembali memeriksa fasilitas sekolah. Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan pembagian suvenir sebelum rombongan melanjutkan perjalanan ke SPPG 3 Polres Kediri Kota.

Sekitar pukul 09.40 WIB, Kapolres bersama rombongan tiba di SPPG 3 Polres Kediri Kota dan diterima Kepala SPPG Billy Walfa Fitrada bersama karyawan.

Pengecekan kembali difokuskan pada fasilitas SPPG yang menjadi bagian dari mata rantai penyediaan makanan bagi peserta didik.

Pengawasan terhadap SPPG menjadi perhatian karena kualitas makanan harus dijaga sejak tahap penyediaan hingga diterima siswa. Pemeriksaan sebelum distribusi menjadi salah satu tahapan untuk mencegah makanan yang tidak memenuhi standar sampai kepada penerima.

Selain kesiapan fasilitas, proses kerja di SPPG juga berkaitan langsung dengan kemampuan layanan menyediakan makanan dalam kondisi layak konsumsi.

Kunjungan ke sekolah kemudian menjadi bagian untuk melihat sisi akhir dari proses tersebut, yakni ketika makanan didistribusikan kepada peserta didik.

Rangkaian pengecekan empat lokasi berakhir sekitar pukul 10.10 WIB setelah rombongan meninggalkan SPPG 3 Polres Kediri Kota.

Kunjungan tersebut menempatkan pengawasan MBG tidak hanya pada jumlah makanan yang dapat disalurkan, tetapi juga pada proses sebelum makanan sampai ke tangan siswa.

Pemeriksaan fasilitas, penerapan SOP, pengecekan makanan dan pemantauan distribusi menjadi tahapan yang harus berjalan beriringan agar pelayanan pemenuhan gizi bagi peserta didik dapat diberikan sesuai standar. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page