Uncategorized
Kompolnas Bersama Lintas Lembaga Perkuat Kolaborasi Perlindungan Perempuan dan Anak
Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memperkuat sinergi dengan sejumlah kementerian dan lembaga dalam upaya meningkatkan perlindungan terhadap perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya. Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kompolnas dengan sejumlah lembaga terkait di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Kerja sama tersebut melibatkan Kompolnas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (KemenPPPA), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Sekretaris Utama Kompolnas Irjen Pol. (Purn.) Drs. Arief Wicaksono Sudiutomo mengatakan, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga diperlukan untuk menghadapi berbagai persoalan terkait perlindungan perempuan, anak, dan hak asasi manusia yang memiliki kompleksitas dan tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja.
“Segala sesuatu tidak bisa dilaksanakan dan dihadapi sendiri. Ini harus bersinergi sesama kementerian dan kelembagaan serta saling bertukar data dan informasi. Dengan sinergitas ini, diharapkan penanganan berbagai persoalan dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Arief dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut salah satunya diarahkan untuk memperkuat pertukaran data dan informasi antarkementerian dan lembaga. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan berbagai persoalan secara lebih terpadu, termasuk dalam upaya memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Arief menambahkan, penguatan perlindungan perempuan dan anak juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak hingga ke tingkat kewilayahan. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi penting agar setiap lembaga dapat menjalankan peran sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing-masing.
Sementara itu, Ketua KPAI Dr. Aris Adi Leksono mengatakan, penandatanganan MoU tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat perlindungan anak, khususnya dalam konteks penegakan hukum dan pemulihan korban.
“Kami berharap dengan MoU ini, penguatan perlindungan anak Indonesia, khususnya dalam konteks penegakan hukum untuk mencapai derajat keadilan, semakin optimal. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya pemulihan anak dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa mendatang,” ujarnya.
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA Irjen Pol. (Purn.) Dra. Desy Andriani menambahkan, sinergi lintas lembaga diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal bagi korban kekerasan, baik perempuan maupun anak, termasuk kelompok rentan lainnya seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia.
“Sinergitas dan kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap korban-korban kekerasan, sekaligus memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku serta pemenuhan hak-hak korban dan keluarga korban,” kata Desy.
Ketua LPSK Brigjen Pol. (Purn.) Dr. Achmadi menegaskan bahwa perlindungan saksi dan korban memiliki dimensi yang luas dan kompleks sehingga tidak dapat dikerjakan oleh satu lembaga saja.
“Perlindungan saksi dan korban tidak bisa dikerjakan sendiri. LPSK juga tidak bisa bekerja sendiri, demikian juga lembaga lainnya. Karena itu, sinergi kebijakan, program, dan kegiatan perlu terus ditingkatkan secara bersama-sama,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polkam Irjen Pol. Desman Sujaya Tarigan mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat diimplementasikan secara konkret hingga ke tingkat daerah.
“MoU ini tidak hanya sekadar tanda tangan, tetapi implementasinya akan diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan tugas di lapangan. Kita sudah berkomitmen bersama sampai ke tingkat daerah supaya perlindungan kepada anak, perempuan, dan masyarakat dapat lebih dirasakan,” ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, para pihak berkomitmen memperkuat koordinasi dan pertukaran data serta informasi, sekaligus mendorong implementasi kolaborasi hingga ke tingkat daerah. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan layanan perlindungan yang lebih cepat, tepat, profesional, dan terpadu bagi perempuan, anak, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan perlindungan.
Peristiwa
Siswa PAUD dan TK Dikenalkan Profesi Polisi, Rambu Lalu Lintas, hingga Keselamatan di Jalan Raya Kota Kediri
Kediriselaludihati.com – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) menghadirkan edukasi keselamatan berlalu lintas bagi anak-anak melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak).
Kegiatan yang berlangsung di Taman Lalu Lintas, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Kamis (23/7/2026), diikuti siswa-siswi PAUD dan TK LISA Kota Kediri. Melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan, anak-anak diajak mengenal aturan dasar berlalu lintas serta peran kepolisian di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Kanit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota bersama anggota memberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan di jalan, pengenalan profesi Polri, serta edukasi tertib berlalu lintas sejak usia dini.
Anak-anak juga dikenalkan dengan fungsi alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) dan berbagai rambu jalan. Materi disampaikan dengan metode interaktif agar mudah dipahami sesuai dengan usia peserta.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H. mengatakan, edukasi keselamatan lalu lintas perlu diberikan sejak dini agar menjadi kebiasaan positif bagi anak-anak.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang keselamatan sejak awal. Dengan pendekatan yang menyenangkan, pesan tertib berlalu lintas akan lebih mudah diterima,” ujarnya.
Menurut dia, kegiatan Polsanak juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Polisi tidak hanya hadir sebagai penegak aturan, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan perlindungan, edukasi, dan rasa aman.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota berharap kesadaran berlalu lintas dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan sekolah, sehingga budaya keselamatan di jalan raya dapat terbentuk sejak generasi paling muda. (res/an)
Peristiwa
Kendaraan Dash Cam Satlantas Polres Kediri Kota Dikerahkan untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas dan Wujudkan Kamseltibcarlantas
Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota kembali melaksanakan patroli Mahameru Quick Response (MQR) sebagai upaya menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Kediri Kota, pada Kamis (23/7/2026).
Patroli tersebut dilaksanakan sejak pukul 06.30 WIB menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi Dash Cam untuk memantau situasi lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di jalan raya.
Dalam pelaksanaannya, personel Satlantas Polres Kediri Kota melakukan pemantauan melalui sejumlah ruas jalan utama, di antaranya Jalan Brawijaya, Jalan Diponegoro, Jalan Pemuda, Jalan Hasanudin, dan Jalan Hayam Wuruk.
Selain itu, patroli juga menyasar jalur Jalan Mayor Bismo, Jalan Mayjend Sungkono, Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rahmat, hingga Jalan Brawijaya.
Kegiatan tersebut dikendalikan oleh Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan anggota Patwal Satlantas Polres Kediri Kota.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Tutud Yudho Prastyawan, S.H., M.H. mengatakan, patroli MQR merupakan bentuk pelayanan kepolisian untuk memastikan aktivitas masyarakat di jalan raya berjalan aman dan tertib.
“Patroli ini dilakukan untuk memantau kondisi lalu lintas sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat pengguna jalan,” ujar Kasat Lantas.
Menurutnya, pemantauan secara rutin melalui patroli bergerak menjadi salah satu langkah preventif dalam menjaga situasi lalu lintas tetap kondusif, terutama pada jam aktivitas masyarakat.
Melalui kegiatan patroli MQR tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota terus berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan kondisi lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di wilayah Kota Kediri. (res/an)
Peristiwa
Polri Bersama Mahasiswa KKN UIN Syekh Wasil Kediri Dorong Kerukunan Antarumat Beragama di Wilayah Binaan
Kediriselaludihati.com – Bhabinkamtibmas jajaran Polsek Kediri Kota terus memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan sambang dan silaturahmi, termasuk dengan tokoh agama serta pengelola tempat kebudayaan, pada Kamis (23/7/2026).
Di Kelurahan Setonopande, Bhabinkamtibmas Aiptu Syaifudin Yuri bersama mahasiswa KKN UIN Syekh Wasil Kediri melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Gereja GTDI Salomo, Jalan Sultan Agung Gang 4, Kelurahan Setonopande, Kota Kediri.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan diterima oleh Pendeta GTDI Salomo Pdt. Erson Situmorang. Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi untuk memperkenalkan lingkungan wilayah binaan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama.
Aiptu Syaifudin menyampaikan pentingnya menjaga sikap saling menghormati dan menghargai antarwarga yang memiliki perbedaan latar belakang keyakinan maupun budaya.
Sementara itu, di wilayah Kelurahan Pakelan, Bhabinkamtibmas Aiptu Hendrik K. Dewangga mendampingi mahasiswa KKN UIN Syekh Wasil Kediri dalam kegiatan kunjungan ke Gie Kie/Pangruti Layon Kediri.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan penjelasan mengenai keberadaan Gie Kie di Kota Kediri dari pengurus, yakni Ibu Ana dan Saudara Nico. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenal keberagaman sosial dan budaya yang ada di wilayah Kelurahan Pakelan.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. mengatakan bahwa kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat.
“Komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok masyarakat penting dilakukan untuk menjaga suasana yang harmonis serta memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapolsek.
Menurutnya, keberagaman yang ada di Kota Kediri menjadi kekuatan bersama apabila dibangun dengan sikap saling menghormati dan komunikasi yang baik.
Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, Polsek Kediri Kota berharap sinergi antara Polri, tokoh agama, mahasiswa, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan penuh toleransi. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa6 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal6 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa6 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi6 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
