Peristiwa
Rakor Persiapan Embarkasi Haji Bandara Dhoho, Sejumlah Fasilitas dan Sistem Pelayanan Mulai Dikaji
Kediriselaludihati – Rencana menjadikan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji terus dimatangkan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengelola bandara, maskapai, hingga berbagai instansi pendukung menggelar rapat koordinasi dan visitasi persiapan penyelenggaraan embarkasi haji, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Gong Fu Hotel Grand Surya, Kota Kediri, tersebut membahas kesiapan berbagai sektor, mulai dari pelayanan penerbangan, akomodasi jamaah, keamanan, kesehatan, imigrasi, kepabeanan, hingga dukungan logistik penerbangan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Abdul Haris, jajaran Kementerian Haji dan Umrah, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri, pengelola Bandara Internasional Dhoho Kediri, Saudi Airlines, Angkasa Pura Indonesia, AirNav Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, serta berbagai perusahaan pendukung layanan penerbangan.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu dalam kegiatan tersebut diwakili Kasat Intelkam Polres Kediri Kota AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., bersama jajaran terkait untuk mengikuti pembahasan kesiapan aspek keamanan penyelenggaraan embarkasi haji.
Direktur PT Surya Dhoho Investama Maksin Arisandi mengatakan, persiapan Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji merupakan proses yang membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
“Kegiatan ini sudah lama kami persiapkan bersama berbagai pihak. Kami berharap Bandara Dhoho Kediri dapat secara resmi menjadi embarkasi haji dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, penyelenggaraan embarkasi haji bukan hanya berkaitan dengan keberangkatan jamaah, tetapi melibatkan banyak sektor yang harus dipastikan kesiapan dan koordinasinya.
“Kesuksesan embarkasi haji Bandara Dhoho Kediri merupakan keberhasilan bersama, bukan hanya satu pihak,” katanya.
Sementara itu, Plt Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Kediri terhadap rencana tersebut.
Menurutnya, keberadaan embarkasi haji di Bandara Dhoho akan memberikan dampak positif, terutama terhadap pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat.
“Kami sangat mendukung rencana Bandara Dhoho Kediri menjadi embarkasi haji karena akan memberikan efek besar bagi Kota Kediri, terutama dari sisi perekonomian,” ujarnya.
Sekretaris Ditjen Pelayanan Haji Abdul Haris menjelaskan, rencana Bandara Dhoho Kediri menjadi embarkasi haji telah dipersiapkan sejak sebelumnya. Namun, keputusan tersebut tetap harus melalui berbagai tahapan teknis dan persetujuan dari pihak terkait.
“Semua tergantung pada kesiapan teknis dan persetujuan dari pihak terkait, termasuk Saudi Airlines. Semoga langkah yang dilakukan hari ini memberikan dampak positif agar persiapan dapat terealisasi dan digunakan pada 2027,” jelasnya.
Dalam pembahasan klaster penerbangan, PT Angkasa Pura Indonesia memaparkan kesiapan konsep pelayanan jamaah haji melalui jalur airside, termasuk alur keberangkatan jamaah, penanganan bagasi, serta kebutuhan operasional penerbangan.
Perwakilan Otoritas Bandara Wilayah III Surabaya juga menyampaikan hasil pengawasan terhadap aspek keamanan penerbangan Bandara Dhoho Kediri. Berdasarkan audit, implementasi standar keamanan penerbangan telah berjalan dengan tingkat efektivitas tertentu dan menjadi salah satu pendukung kesiapan bandara.
Dari sisi maskapai, perwakilan Saudi Airlines menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan dan melihat langsung kondisi Bandara Dhoho Kediri.
“Bandara Dhoho merupakan bandara yang sangat bagus dari sisi bangunan dan manajemen. Kami telah menerima permohonan agar Bandara Dhoho menjadi embarkasi haji yang nantinya melayani jamaah,” ujar perwakilan Saudi Airlines.
Namun, pihak Saudi Airlines menegaskan bahwa penyelenggaraan penerbangan haji membutuhkan persiapan matang, termasuk pemenuhan berbagai standar operasional dan inspeksi teknis.
“Kami akan membuat laporan tertulis kepada pimpinan pusat terkait hasil kunjungan dan kesiapan Bandara Dhoho Kediri,” katanya.
Selain aspek penerbangan, rapat juga membahas kesiapan akomodasi jamaah. Sejumlah hotel di wilayah Kediri diproyeksikan menjadi tempat transit sementara sebelum pembangunan fasilitas asrama haji permanen.
Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur menyampaikan harapan agar Bandara Dhoho Kediri dapat menjadi embarkasi haji karena dapat mengurangi beban pelayanan di wilayah Surabaya.
Dari aspek keamanan, perwakilan kepolisian menyampaikan bahwa pengamanan penyelenggaraan haji akan melibatkan sinergi berbagai pihak.
“Polri siap mendukung dan mengamankan seluruh tahapan, mulai dari persiapan, mobilisasi jamaah, hingga proses keberangkatan haji,” disampaikan dalam forum tersebut.
Sementara itu, pada klaster kesehatan dan pelayanan jamaah, sejumlah instansi seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Kantor Imigrasi Kediri, Bea Cukai Kediri, dan Badan Karantina Indonesia menyatakan kesiapan mendukung apabila Bandara Dhoho ditetapkan sebagai embarkasi haji.
Kantor Imigrasi Kediri menyampaikan kesiapan personel untuk mendukung proses pemeriksaan dokumen perjalanan jamaah, sedangkan Bea Cukai menyiapkan dukungan terkait pengawasan barang bawaan jamaah sesuai ketentuan.
Dalam sektor pendukung penerbangan, sejumlah perusahaan penyedia layanan catering, ground handling, maintenance pesawat, hingga Pertamina Aviasi juga memaparkan kesiapan masing-masing.
Melalui rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak menyusun sejumlah catatan dan rencana tindak lanjut untuk memastikan kesiapan Bandara Internasional Dhoho Kediri apabila nantinya ditetapkan sebagai embarkasi haji.
Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu melalui jajaran menyatakan bahwa aspek keamanan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Sinergi antara Polres Kediri Kota, Polres Kediri, TNI, pengelola bandara, serta seluruh stakeholder akan terus diperkuat.
Rencana menjadikan Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji diharapkan mampu menghadirkan manfaat luas bagi masyarakat Kediri Raya sekaligus memperkuat posisi bandara baru tersebut sebagai pusat konektivitas regional. (res/aro)
Peristiwa
Kompensasi Warga Terdampak di Jalan Jaksa Agung dan Jalan Kawi Kediri Dibahas, Pembangunan Jalan Suparjan Jadi Prioritas
Kediriselaludihati.com – Persoalan kompensasi bagi warga yang terdampak pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi di Kantor Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).
Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut melibatkan pemerintah kelurahan, perwakilan masyarakat, unsur pelaksana proyek, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Pembahasan difokuskan pada perkembangan kompensasi bagi warga yang terdampak aktivitas pembangunan, khususnya di kawasan Jalan Jaksa Agung dan Jalan Kawi.
Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pembayaran kompensasi terakhir untuk warga terdampak di kedua kawasan itu dilakukan pada September 2026.
Sementara itu, pelaksanaan pembangunan saat ini lebih diprioritaskan pada kawasan Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Meski demikian, berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pertemuan, masih terdapat penerima kompensasi, terutama pada lokasi yang aktivitas pembangunannya masih berlangsung.
Rapat koordinasi tersebut menjadi sarana komunikasi antara pihak terkait dan masyarakat untuk membahas perkembangan proyek serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Kelurahan Mojoroto Yahya Budiono, Bhabinkamtibmas Aiptu Andri Jatmiko, serta dua Babinsa, yakni Serka Parik Susanto dan Pratu Arif Afandi.
Pertemuan juga diikuti Kasi Ketenteraman dan Ketertiban, Kasi Pemerintahan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta para ketua RT dan RW.
Dari unsur terkait pembangunan hadir Alfi selaku perwakilan hubungan masyarakat LMA bersama sejumlah staf.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memungkinkan pembahasan mengenai dampak pembangunan dilakukan melalui koordinasi langsung di tingkat kelurahan.
Pembangunan infrastruktur jalan tol menuju Bandara Dhoho merupakan proyek yang berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan yang dilalui maupun berdekatan dengan lokasi pekerjaan.
Selain perubahan akses dan arus kendaraan, pelaksanaan proyek juga dapat menimbulkan dampak sementara terhadap lingkungan dan kegiatan warga.
Karena itu, komunikasi mengenai kompensasi menjadi salah satu hal penting agar masyarakat memperoleh penjelasan mengenai mekanisme dan perkembangan penanganan dampak pembangunan.
Dalam rapat di Kelurahan Mojoroto, pembahasan mengenai kompensasi berkaitan dengan aktivitas proyek di Jalan Jaksa Agung, Jalan Kawi, dan Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Namun, laporan kegiatan belum merinci bentuk kompensasi yang diberikan, jumlah warga penerima, besaran pembayaran, maupun kriteria penetapan penerima.
Belum dijelaskan pula apakah kompensasi tersebut berkaitan dengan gangguan aktivitas usaha, akses bangunan, kerusakan properti, atau bentuk dampak pembangunan lainnya.
Dengan demikian, kompensasi yang dibahas dalam pertemuan tersebut belum dapat disamakan dengan pembayaran ganti kerugian pengadaan tanah tanpa adanya penjelasan lebih lanjut dari pihak pelaksana proyek.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., menyampaikan bahwa Bhabinkamtibmas bersama unsur tiga pilar menghadiri koordinasi tersebut sekaligus mengimbau masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Kehadiran kepolisian diarahkan untuk mendukung kelancaran komunikasi antara pihak terkait serta mencegah munculnya gangguan keamanan selama pembahasan berlangsung.
“Kami berharap setiap persoalan yang muncul akibat pelaksanaan pembangunan dapat dikomunikasikan secara terbuka melalui pemerintah kelurahan dan pihak terkait. Masyarakat tetap kami imbau menjaga ketertiban agar pembahasan mengenai kompensasi dapat berjalan dengan baik,” kata Kompol Rudi.
Persoalan kompensasi menjadi perhatian karena menyangkut kepentingan warga yang menjalankan aktivitas sehari-hari di sekitar kawasan pembangunan.
Kejelasan informasi mengenai pihak yang bertanggung jawab, dasar pemberian kompensasi, serta waktu penyalurannya diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui forum koordinasi, warga dan unsur pemerintah setempat dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan pekerjaan serta menyampaikan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.
Di sisi lain, keterlibatan RT, RW, dan LPMK menjadi penting karena lembaga tersebut memiliki hubungan langsung dengan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Informasi yang diperoleh melalui rapat dapat menjadi bahan komunikasi kepada warga, sepanjang sesuai dengan keputusan dan penjelasan resmi pihak yang berwenang.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aiptu Andri Jatmiko bersama Babinsa turut memantau situasi selama berlangsungnya pertemuan.
Kehadiran unsur kepolisian dan TNI merupakan bagian dari koordinasi kewilayahan dalam mendukung penyelesaian persoalan masyarakat melalui musyawarah.
“Kami mengajak masyarakat mengutamakan musyawarah apabila terdapat perbedaan informasi atau persoalan terkait dampak pembangunan. Koordinasi dengan pemerintah kelurahan dan pihak pelaksana proyek perlu terus dijaga agar situasi tetap aman dan kondusif,” tambah Kompol Rudi.
Pembahasan kompensasi di Kelurahan Mojoroto berlangsung ketika pekerjaan infrastruktur di kawasan Jalan Suparjan Mangunwijaya juga berdampak pada pengaturan arus lalu lintas.
Pada Kamis (22/10/2026) malam, Satlantas Polres Kediri Kota telah melakukan pengalihan dan pengaturan kendaraan di kawasan Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame sehubungan dengan penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya untuk mendukung pekerjaan proyek tol.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pekerjaan fisik, tetapi juga memerlukan koordinasi mengenai akses jalan dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar.
Meski demikian, rapat koordinasi pada Jumat tersebut belum dilaporkan menghasilkan keputusan baru mengenai jadwal pembayaran kompensasi atau mekanisme penanganan warga yang belum menerima.
Informasi mengenai tindak lanjut hasil pertemuan masih memerlukan konfirmasi kepada pemerintah kelurahan dan pihak pelaksana proyek.
Kapolsek Mojoroto melaporkan bahwa seluruh rangkaian rapat koordinasi di Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Mojoroto berlangsung lancar, tertib, dan aman.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari komunikasi berkelanjutan antara pemerintah kelurahan, masyarakat, dan pihak pelaksana proyek dalam menangani dampak pembangunan jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri. (res/an)
Peristiwa
Antisipasi Kemacetan di Mojoroto dan Sukorame, Unit Turjawali Satlantas Kediri Kota Lakukan Pengaturan Jalan
Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota melakukan pengalihan dan pengaturan arus kendaraan menyusul penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya untuk mendukung pekerjaan proyek jalan tol menuju Bandara Dhoho Kediri, pada Kamis (22/10/2026) malam.
Pengaturan lalu lintas dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dengan menempatkan personel di sejumlah titik persimpangan, terutama Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame, Kota Kediri.
Penempatan petugas dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat perubahan arus lalu lintas selama penutupan jalan berlangsung.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilaksanakan oleh personel Unit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (Turjawali).
Petugas melakukan pengalihan arus, pengaturan kendaraan, serta penguraian kepadatan pada jalur yang terdampak penutupan.
Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas kendaraan di kawasan Mojoroto dan Sukorame tetap berjalan meskipun terdapat pembatasan akses pada ruas Jalan Suparjan Mangunwijaya.
Penutupan jalan berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan proyek tol yang direncanakan mendukung akses menuju Bandara Dhoho Kediri.
Keberadaan proyek tersebut membuat pengaturan lalu lintas menjadi perhatian, terutama pada ruas jalan yang selama ini digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Perubahan arus kendaraan berpotensi memengaruhi kelancaran perjalanan apabila tidak disertai pengaturan yang memadai.
Karena itu, personel Turjawali ditempatkan di persimpangan untuk membantu mengarahkan pengendara dan mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Usulan kutipan Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, perlu dikonfirmasi sebelum diterbitkan:
“Kami melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas menyusul penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya yang berkaitan dengan pembangunan proyek tol menuju Bandara Dhoho. Personel Turjawali ditempatkan di sejumlah persimpangan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan menjaga kelancaran lalu lintas,” ujarnya.
Simpang Empat Mojoroto G3 dan Simpang Empat Sukorame menjadi titik perhatian petugas dalam pelaksanaan pengalihan arus tersebut.
Di kedua lokasi, anggota Satlantas melakukan pengaturan kendaraan yang melintas sekaligus membantu mengurai potensi kepadatan akibat perubahan pola perjalanan.
Kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan memberikan arahan kepada pengguna jalan agar dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi lalu lintas.
Pengendara diharapkan memperhatikan petunjuk dan arahan petugas, terutama ketika melintasi kawasan yang terdampak pekerjaan pembangunan.
Selain mematuhi pengalihan arus, masyarakat juga perlu menjaga kecepatan kendaraan dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas.
Pengaturan arus menjadi penting karena penutupan jalan dapat menyebabkan kendaraan berpindah ke ruas lain yang masih dapat dilalui.
Apabila volume kendaraan meningkat pada jalur alternatif, potensi antrean dapat muncul di sejumlah persimpangan.
Melalui penempatan personel Turjawali, Satlantas Polres Kediri Kota berupaya menjaga agar perubahan arus kendaraan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas yang lebih luas.
Usulan kutipan lanjutan Kasat Lantas, perlu dikonfirmasi sebelum diterbitkan:
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan tidak memaksakan melintas pada ruas jalan yang sedang ditutup. Keselamatan dan kelancaran perjalanan menjadi prioritas selama berlangsungnya pengaturan lalu lintas,” terangnya.
Meski demikian, laporan Satlantas belum merinci ruas jalan alternatif yang ditetapkan, batas titik penutupan Jalan Suparjan Mangunwijaya, maupun perkiraan durasi pemberlakuan rekayasa lalu lintas.
Belum dijelaskan pula apakah penutupan dilakukan secara penuh selama 24 jam atau hanya pada waktu tertentu sesuai kebutuhan pekerjaan proyek.
Karena itu, masyarakat yang akan melintas di kawasan Mojoroto dan Sukorame perlu memperhatikan kondisi serta petunjuk petugas di lapangan.
Informasi mengenai waktu pembukaan kembali jalan dan jalur pengalihan secara terperinci masih memerlukan penjelasan dari pihak terkait.
Berdasarkan laporan kegiatan, pelaksanaan pengalihan dan pengaturan arus oleh personel Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota pada Kamis malam berlangsung aman dan lancar.
Pengamanan lalu lintas tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian menjaga mobilitas masyarakat selama pelaksanaan pekerjaan infrastruktur yang berdampak pada akses jalan di Kota Kediri. (res/an)
Peristiwa
Polisi Sasar Kawasan Wisata Taman Brantas Kediri, Ingatkan Pengendara Patuhi Rambu dan Aturan Lalu Lintas
Kediriselaludihati.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota menggelar sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat yang berkunjung ke kawasan wisata Taman Brantas, Kota Kediri, pada Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 13.00 WIB tersebut dilaksanakan oleh anggota Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Kediri Kota sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
Melalui kegiatan pembinaan dan penyuluhan tersebut, petugas mengajak pengunjung untuk lebih disiplin mematuhi rambu-rambu serta peraturan lalu lintas ketika beraktivitas di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H., melalui laporan kegiatan menjelaskan bahwa edukasi dilakukan dengan menyampaikan imbauan secara langsung kepada pengunjung kawasan wisata.
Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap perjalanan, bukan sekadar kewajiban untuk menghindari sanksi pelanggaran.
Kegiatan ini sekaligus memperluas jangkauan edukasi keselamatan lalu lintas dengan mendatangi masyarakat di ruang publik.
Taman Brantas merupakan salah satu ruang terbuka di Kota Kediri yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, bersantai, dan melakukan berbagai aktivitas.
Keberadaan pengunjung di kawasan tersebut menjadi kesempatan bagi petugas untuk menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas di luar kegiatan penertiban kendaraan di jalan.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diingatkan agar selalu memperhatikan rambu-rambu, mematuhi ketentuan lalu lintas, serta menjaga ketertiban ketika menggunakan jalan raya.
Kedisiplinan berkendara menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kecelakaan yang dapat membahayakan pengendara, penumpang, maupun pengguna jalan lainnya.
“Keselamatan berlalu lintas harus menjadi kebutuhan setiap masyarakat. Melalui kegiatan edukasi di ruang publik seperti Taman Brantas, kami mengajak warga untuk semakin disiplin mematuhi rambu dan aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” kata Kasatlantas Polres Kediri Kota AKP Septia.
Selain kepatuhan terhadap rambu, keselamatan berkendara juga berkaitan dengan sikap pengendara dalam menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Pengendara sepeda motor perlu menggunakan helm berstandar nasional Indonesia (SNI), sedangkan pengemudi dan penumpang mobil wajib menggunakan sabuk keselamatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengguna jalan juga perlu memperhatikan batas kecepatan, kondisi kendaraan, serta menghindari penggunaan telepon genggam yang mengganggu konsentrasi saat berkendara.
Hal-hal tersebut merupakan bagian dari perilaku berkendara yang aman dan bertanggung jawab.
Edukasi keselamatan tidak hanya ditujukan kepada pengendara kendaraan bermotor, tetapi juga relevan bagi pejalan kaki dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalan.
Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diperlukan untuk menciptakan kondisi jalan yang tertib dan mengurangi potensi terjadinya kecelakaan.
Melalui pendekatan langsung kepada masyarakat, Unit Kamsel berupaya menumbuhkan pemahaman bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama.
Kesadaran tersebut diharapkan tidak hanya muncul ketika terdapat petugas kepolisian di jalan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap masyarakat dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Kepatuhan terhadap aturan merupakan langkah sederhana yang sangat penting untuk mencegah kecelakaan,” tambah Kasatlantas.
Dalam kegiatan di Taman Brantas, anggota Unit Kamsel juga menyampaikan ajakan agar masyarakat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
Pesan tersebut menekankan bahwa budaya tertib berlalu lintas perlu dibangun melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Masyarakat diharapkan tidak memandang peraturan lalu lintas sebagai pembatas aktivitas, melainkan sebagai pedoman untuk melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.
Pendekatan edukatif di kawasan wisata menjadi salah satu cara kepolisian menyampaikan pesan tersebut secara lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.
Laporan kegiatan tidak menyebutkan jumlah pengunjung yang menerima sosialisasi maupun adanya tindakan penegakan hukum selama kegiatan berlangsung.
Dengan demikian, kegiatan yang dilaksanakan Unit Kamsel Satlantas Polres Kediri Kota tersebut berfokus pada pembinaan dan penyuluhan, bukan operasi penindakan pelanggaran.
Melalui sosialisasi di Taman Brantas, Satlantas Polres Kediri Kota kembali mengingatkan masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai prioritas setiap kali berkendara.
Ajakan menjadi pelopor keselamatan diharapkan dapat mendorong perilaku tertib berlalu lintas, baik di kawasan wisata maupun di jalan raya dalam aktivitas sehari-hari. (res/an)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
