Peristiwa
Sekitar 40 Pedagang Pasar Pahing Siapkan Aksi Soal Retribusi, Bhabinkamtibmas Ingatkan Jangan Terprovokasi
Kediriselaludihati – Pendekatan dialog dilakukan polisi menjelang keberangkatan pedagang Pasar Pahing untuk menyampaikan aspirasi ke Balai Kota dan DPRD Kota Kediri, Senin (21/9/2026).
Bhabinkamtibmas Kelurahan Singonegaran Bripka M. Rifai bersama Babinsa memilih duduk dan ngopi bersama sekitar 40 pedagang di kawasan Pasar Pahing, Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB, sebelum para pedagang bergerak mengikuti aksi unjuk rasa.
Dalam laporan Polsek Pesantren, kelompok pedagang tersebut dipimpin koordinator lapangan Budi Prasetyo alias Gareng. Aspirasi yang akan mereka sampaikan berkaitan dengan persoalan retribusi dan biaya administrasi tahunan.
Pertemuan tidak diarahkan untuk menghalangi pedagang menyampaikan aspirasi. Bhabinkamtibmas dan Babinsa lebih menekankan pesan agar peserta menjaga ketertiban selama kegiatan serta tidak mudah terprovokasi hingga melakukan tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Kapolsek Pesantren Kompol Siswandi, S.H., melalui laporan kegiatan menyebut Bhabinkamtibmas dan Babinsa melakukan komunikasi dengan paguyuban pedagang sebelum mereka berangkat mengikuti aksi.
Pendekatan tersebut dilakukan melalui percakapan langsung di lingkungan pasar, sehingga pesan keamanan disampaikan kepada pedagang sebelum mereka bergerak menuju lokasi penyampaian aspirasi.
Aksi pedagang pada hari yang sama kemudian memang berlangsung di DPRD dan Balai Kota Kediri. Pemberitaan media menyebut massa berasal dari sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri dan mempersoalkan antara lain retribusi serta sistem sewa kios.
Persoalan tarif dan pengelolaan pasar telah menjadi perdebatan sebelum aksi berlangsung.
Pemerintah Kota Kediri melalui Perumda Pasar Joyoboyo pada 18 September 2026 menjelaskan bahwa tarif jasa pelayanan pasar yang diberlakukan masih mengacu pada SK Direksi Nomor 5 Tahun 2023 tertanggal 31 Maret 2023. Perumda menyatakan belum ada perubahan tarif dan ketentuannya mengacu pada Peraturan Wali Kota Kediri Nomor 27 Tahun 2022.
Untuk Pasar Pahing, Perumda menyebut tarif kios bagian depan yang menghadap Jalan HOS Cokroaminoto sekitar Rp20 ribu per hari. Jika dihitung selama satu tahun nilainya sekitar Rp7,3 juta ditambah biaya administrasi Rp200 ribu.
Di sisi lain, pedagang sebelumnya menyampaikan keberatan terhadap sejumlah kebijakan pengelolaan pasar. Di antara persoalan yang mereka kemukakan adalah biaya administrasi, sistem sewa serta pungutan yang mereka nilai menambah beban usaha. Perbedaan pandangan antara pedagang dan pengelola inilah yang kemudian menjadi bagian dari materi aspirasi dalam aksi 21 September.
Bagi kepolisian, substansi tuntutan tersebut berada dalam ruang penyampaian aspirasi masyarakat. Peran petugas dalam pertemuan pagi itu lebih diarahkan pada pencegahan gangguan keamanan selama peserta menyampaikan pendapat.
Bhabinkamtibmas dan Babinsa karena itu memilih komunikasi langsung dengan pedagang sebelum keberangkatan. Peserta diingatkan untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan serta tidak terpancing provokasi yang dapat mengubah penyampaian aspirasi menjadi tindakan pidana.
Pendekatan di Pasar Pahing tersebut memperlihatkan pola pengamanan yang dimulai sebelum massa berada di jalan. Polisi membangun komunikasi dengan kelompok yang akan menyampaikan aspirasi sejak dari titik keberangkatan, sementara persoalan retribusi dan administrasi yang menjadi tuntutan tetap menjadi materi yang disampaikan pedagang kepada pemerintah dan DPRD Kota Kediri. (res/aro)
Peristiwa
Final Badminton Cup-1 Meriah di GOR Tathya Dharaka, AKBP Wisnu Apresiasi Para Juara
Kediriselaludihati – Turnamen Badminton Cup-1 Tahun 2026 yang diselenggarakan PB Bhayangkara Polres Kediri Kota mencapai babak final di GOR Tathya Dharaka Polres Kediri Kota, Minggu (20/9/2026) malam.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., hadir menyaksikan pertandingan sekaligus menyerahkan trofi dan uang hadiah kepada para juara.
Pertandingan final dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 23.30 WIB. Dua kategori dipertandingkan pada malam puncak, yakni kategori EF dan CD.
Sekitar 50 penonton hadir menyaksikan pertandingan tersebut bersama jajaran Polres Kediri Kota dan panitia.
Turut hadir Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata, S.T.K., S.I.K., KBO Satreskrim Iptu Iwan Sulaiman serta Kanit Pidkor Ipda Hudi Santoso.
Tim wasit dan panitia bersama para peserta final melengkapi rangkaian pertandingan malam itu.
Setelah persiapan pertandingan, laga final kategori EF menjadi pertandingan pertama yang digelar. Final kemudian dilanjutkan untuk kategori CD.
Turnamen mencapai puncaknya setelah seluruh pertandingan final selesai. Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu kemudian menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.
Trofi dan uang hadiah diberikan kepada Juara 1, Juara 2, Juara 3 dan Juara 4 pada masing-masing kategori EF dan CD.
Laporan kegiatan tidak mencantumkan nama pemain maupun pasangan yang menempati empat posisi tersebut, sehingga hasil final tidak dirinci berdasarkan nama pemenang.
Penyerahan hadiah menjadi penutup rangkaian kompetisi Badminton Cup-1 yang diselenggarakan PB Bhayangkara Polres Kediri Kota.
Kehadiran AKBP Wisnu pada pertandingan final sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap aktivitas olahraga di lingkungan Polres Kediri Kota.
Turnamen tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara peserta, panitia, jajaran kepolisian dan pencinta bulu tangkis yang hadir menyaksikan pertandingan.
Setelah penyerahan trofi dan hadiah, para juara, peserta serta jajaran Polres Kediri Kota melakukan foto bersama di GOR Tathya Dharaka.
Berakhirnya laga kategori EF dan CD sekaligus menandai selesainya edisi perdana Badminton Cup PB Bhayangkara Polres Kediri Kota pada 2026. Turnamen tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga membuka ruang bagi olahraga bulu tangkis untuk menjadi sarana kebersamaan di lingkungan kepolisian. (res/aro)
Peristiwa
Bhabinkamtibmas Hadir di Ngampel dan Ploso, Jaga Pengajian Maulid Nabi hingga Harlah Teras Gubuk
Kediriselaludihati – Jajaran Bhabinkamtibmas Polres Kediri Kota melakukan pemantauan terhadap sejumlah kegiatan masyarakat di Kota dan Kabupaten Kediri, Minggu (20/9/2026).
Di Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, polisi bersama tiga pilar hadir dalam pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang menghadirkan Dr. KH Reza Ahmad Zahid atau Gus Reza. Sementara di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Bhabinkamtibmas mengawal kompetisi futsal antar-RT dalam rangka Harlah Teras Gubuk ke-2.
Di Ngampel, pengajian umum berlangsung di lingkungan Perumahan The Shafa Garden RT 08 RW 02 mulai pukul 19.30 WIB.
Gus Reza hadir sebagai penceramah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Dalam laporan kegiatan Polsek Mojoroto, Gus Reza disebut sebagai pengurus PBNU sekaligus Rektor Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri.
Bhabinkamtibmas Ngampel Aiptu Soleh hadir bersama unsur tiga pilar untuk mengikuti sekaligus melakukan pemantauan kegiatan keagamaan tersebut.
Kapolsek Mojoroto Kompol H. Rudi Purwanto, S.H., melalui laporan kegiatan menyebut kehadiran Bhabinkamtibmas bersama tiga pilar merupakan bagian dari pendampingan terhadap aktivitas masyarakat di wilayah binaan.
Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi juga menjadi ruang bagi Bhabinkamtibmas untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Komunikasi dengan warga tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan.
Pada hari yang sama, kegiatan masyarakat dengan karakter berbeda berlangsung di Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
Mulai sekitar pukul 14.00 WIB, Bhabinkamtibmas Desa Ploso Bripka R. Rahardian S.W. melakukan pengamanan dan pemantauan kompetisi futsal antar-RT di Lapangan Pondok Gubuk Dirosah Teras Gubuk, Dusun Tanjang.
Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Harlah Teras Gubuk ke-2 dan dijadwalkan berlangsung selama enam hari, mulai 20 hingga 25 September 2026.
Pemantauan dilakukan untuk menjaga aktivitas pertandingan maupun masyarakat yang datang ke lokasi. Pertandingan antar-RT sekaligus menjadi ruang pertemuan warga dalam rangkaian peringatan hari lahir Teras Gubuk.
Agenda futsal tersebut merupakan bagian awal dari rangkaian kegiatan yang lebih panjang.
Setelah kompetisi berakhir, Harlah Teras Gubuk ke-2 dijadwalkan berlanjut dengan TG Riding Rihlah Wali pada 26 September 2026. Rombongan akan menempuh sejumlah ruas jalan dan melakukan ziarah sebelum kembali menuju Teras Gubuk.
Puncak lainnya berupa Ceremony TG Fest 2 dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 dengan menghadirkan Letto dan Dewa 19.
Untuk dua agenda tersebut, Satlantas Polres Kediri Kota telah melakukan koordinasi terkait pengamanan jalur, rekayasa lalu lintas serta penyiapan kantong parkir. Simpang Tiga Indomaret/Bondo Yudo dan Simpang Empat Maesan termasuk titik yang dipersiapkan untuk pengalihan arus saat kegiatan berlangsung.
Pengamanan juga direncanakan di Simpang Tiga Teras Gubuk, Simpang Empat Ploso Mart, Simpang Empat Ploso serta Simpang Tiga Jalan Baru.
Sementara untuk agenda Riding Rihlah Wali, pengamanan akan menyesuaikan rute perjalanan rombongan dan lokasi ziarah.
Dua kegiatan pada Minggu itu menunjukkan karakter tugas Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan beragam aktivitas masyarakat. Di Ngampel, petugas hadir di tengah pengajian Maulid Nabi. Di Ploso, pengamanan dilakukan di lapangan tempat warga bertanding futsal.
Kehadiran polisi sejak kegiatan di tingkat lingkungan juga menjadi bagian dari pola pengamanan preventif. Komunikasi dibangun dari kegiatan warga yang paling dekat, sementara agenda dengan skala lebih besar dipersiapkan melalui koordinasi dan rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan. (res/aro)
Peristiwa
Kader Kesehatan Dandangan Didorong Aktif Pantau Warga, Bhabinkamtibmas Soroti Bahaya Asap dan Kebakaran
Kediriselaludihati – Dinas Kesehatan Kota Kediri menggelar musyawarah sekaligus sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kantor Kelurahan Dandangan, Kota Kediri, Senin (21/9/2026).
Dalam kegiatan yang melibatkan kader kesehatan tersebut, Bhabinkamtibmas Dandangan Aipda Heppy Endra, S.H., turut mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran serta menghasilkan asap yang mengganggu pernapasan.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB dengan dihadiri Sekretaris Kelurahan Dandangan, perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Kepala Puskesmas Pembantu beserta staf, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta kader kesehatan Kelurahan Dandangan.
Sosialisasi menjadi ruang komunikasi mengenai pentingnya perilaku sanitasi dan kesehatan yang dimulai dari lingkungan masyarakat.
Bhabinkamtibmas Dandangan Aipda Heppy Endra memanfaatkan pertemuan tersebut untuk mengajak kader kesehatan dan warga lebih aktif memonitor kondisi kesehatan masyarakat di lingkungannya.
Warga juga didorong mengikuti anjuran tenaga kesehatan ketika menemukan persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan.
Perhatian lain diberikan terhadap kebiasaan membakar sampah. Masyarakat diminta tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama apabila lokasi pembakaran berdekatan dengan permukiman maupun material yang mudah terbakar.
Larangan tersebut memiliki dua pertimbangan. Selain mengurangi potensi munculnya kebakaran, asap pembakaran sampah juga dapat mengganggu kualitas udara di lingkungan tempat tinggal.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui laporan kegiatan menyebut Bhabinkamtibmas hadir bersama unsur kelurahan, tenaga kesehatan dan Babinsa dalam sosialisasi tersebut.
Menurut laporan Polsek Kediri Kota, pesan yang disampaikan kepada kader kesehatan dan masyarakat adalah meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan warga serta mengikuti anjuran petugas kesehatan.
Bhabinkamtibmas juga secara khusus meminta warga menghindari pembakaran sampah sembarangan sebagai langkah pencegahan kebakaran dan paparan asap di lingkungan permukiman.
Kehadiran kepolisian dalam forum kesehatan tersebut memperluas peran Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan. Persoalan keamanan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kriminalitas, tetapi juga tindakan masyarakat yang berpotensi menimbulkan bahaya bagi lingkungan sekitarnya.
Melalui kader kesehatan, pesan mengenai sanitasi, kesehatan lingkungan dan pencegahan pembakaran sampah diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat hingga tingkat RT dan RW.
Kolaborasi Dinas Kesehatan, pemerintah kelurahan, kader kesehatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kesehatan lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak unsur. Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari warga, termasuk mengelola sampah tanpa menimbulkan risiko baru bagi lingkungan. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
