Connect with us

Uncategorized

Kapolri Luncurkan STNK Digital dan Pembayaran Tilang Terintegrasi

Published

on

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Sistem Pembayaran Denda Tilang melalui Digital Korlantas serta STNK Digital dalam rangka Syukuran Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 Tahun 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026).Peluncuran tersebut menjadi bagian dari penguatan transformasi digital pelayanan Korlantas Polri untuk memberikan kemudahan, kepastian, dan akses layanan yang lebih praktis kepada masyarakat.Sistem Pembayaran Denda Tilang terintegrasi dalam aplikasi Digital Korlantas. Layanan ini memudahkan pelanggar untuk mengonfirmasi data dan membayar titipan denda secara digital, sekaligus mendukung proses pelimpahan dana ke Rekening Penampungan Lainnya Kejaksaan.Mekanisme layanan dimulai dari pelanggaran yang terekam Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE. Setelah diverifikasi petugas Korlantas, pelanggar menerima notifikasi dan dapat mengecek serta mengonfirmasi data melalui aplikasi Digital Korlantas.Pelanggar kemudian melakukan top up dan pembayaran titipan denda melalui LantasPay. Dana sebesar denda maksimal diteruskan ke Rekening Penampungan Lainnya Kejaksaan untuk proses persidangan.Setelah putusan sidang diterbitkan, status perkara akan diperbarui melalui aplikasi. Apabila nilai putusan lebih rendah dari titipan denda, selisih dana dikembalikan ke saldo pengguna dan pelanggar menerima pemberitahuan mengenai putusan serta pengembalian tersebut.Selain layanan pembayaran tilang, Korlantas Polri juga menghadirkan STNK Digital sebagai pelengkap dokumen fisik kendaraan. Melalui aplikasi Digital Korlantas, pemilik kendaraan dapat mengakses bukti legitimasi pengoperasian kendaraan secara praktis melalui telepon seluler.Data STNK Digital terhubung dan divalidasi dengan pangkalan data kendaraan bermotor Korlantas Polri. Petugas dapat memverifikasi data kendaraan saat pemeriksaan di jalan melalui kode QR dinamis yang tersertifikasi secara digital.STNK Digital juga dilengkapi perlindungan untuk mencegah halaman dokumen direkam maupun di-screenshot. Layanan ini diharapkan mempercepat verifikasi keabsahan dokumen kendaraan serta membantu mencegah pemalsuan.Peluncuran kedua layanan tersebut sejalan dengan tema Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, “Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri”, dalam menghadirkan pelayanan lalu lintas yang semakin humanis, responsif, dan dekat dengan masyarakat.

Continue Reading

Peristiwa

Patroli MQR Dikerahkan Sejak Pagi, Sejumlah Persimpangan Strategis Kediri Dijaga Personel Satlantas

Published

on

Polreskedirikota.com – Kediriselaludihati.com – Satlantas Polres Kediri Kota meningkatkan pemantauan arus lalu lintas sekaligus melakukan pengamanan jalur rombongan Vespa dalam rangkaian Harlah Teras Gubuk, pada Sabtu (26/9/2026).

Pengamanan dilakukan melalui dua kegiatan. Sejak pukul 09.00 WIB, personel Patwal melaksanakan Patroli Mahameru Quick Response (MQR) menggunakan kendaraan roda empat yang dilengkapi Dash Cam.

Patroli menyusuri sejumlah ruas utama Kota Kediri, yakni Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Dhoho, Jalan PB Sudirman, Jalan Urip Sumoharjo hingga Jalan Sersan Suharmaji.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan patroli dilakukan untuk memantau kondisi lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Patroli MQR kami laksanakan untuk melakukan pemantauan arus lalu lintas sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas sehingga Kamseltibcar Lantas tetap terjaga,” kata AKP Septia.

Pengamanan kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00 WIB dengan penempatan personel di sejumlah titik yang dilalui rombongan Vespa dalam rangka Harlah Teras Gubuk.

Personel ditempatkan antara lain di Simpang Empat Semampir, simpang Kantor Pos, Simpang Empat Nabatiasa, Simpang Empat Lonceng, Simpang Empat Sumur Bor, Simpang Empat Alun-alun, Simpang Tiga Jetis hingga Simpang Tiga Ploso Mart.

Pengamanan jalur melibatkan anggota staf dan Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan Kanit Turjawali sebagai perwira pengendali.

“Personel ditempatkan pada sejumlah persimpangan yang dilalui rombongan. Tujuannya agar perjalanan rombongan tetap tertib dan pada saat bersamaan arus lalu lintas masyarakat dapat tetap berjalan aman dan lancar,” ujar Septia.

Menurutnya, pengamanan kegiatan masyarakat yang melibatkan rombongan kendaraan membutuhkan perhatian pada titik-titik persimpangan untuk mengurangi potensi gangguan terhadap pengguna jalan lainnya.

“Kami melakukan pengamanan jalur sebagai bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Yang kami jaga bukan hanya kelancaran rombongan, tetapi juga keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan jalan,” katanya.

Septia juga mengingatkan peserta kegiatan untuk tetap mematuhi ketentuan berlalu lintas selama berada di jalan raya.

“Kami mengimbau seluruh peserta untuk tetap tertib, mengikuti arahan petugas dan menghormati pengguna jalan lainnya. Keselamatan harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Berdasarkan laporan petugas, Patroli MQR maupun pengamanan jalur rombongan Vespa Harlah Teras Gubuk berlangsung aman dan lancar.

“Satlantas Polres Kediri Kota akan terus melakukan pemantauan dan pengaturan pada kegiatan masyarakat yang berpotensi memengaruhi arus lalu lintas agar Kamseltibcar Lantas tetap terwujud,” pungkas AKP Septia. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Personel Gabungan Diterjunkan, Satlantas Polres Kediri Kota: Fokus Kami Menjaga Pergerakan Masyarakat Tetap Aman

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kepolisian melakukan penyekatan dan pemantauan di kawasan perbatasan Kediri-Nganjuk, pada Sabtu (26/9/2026). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi potensi gesekan yang melibatkan massa perguruan silat.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dengan apel personel di kawasan perbatasan Tarokan-Nganjuk. Pengamanan melibatkan anggota Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota serta personel dari Polsek Pesantren, Kediri Kota, Mojoroto, Banyakan, Tarokan dan Grogol.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota bertindak sebagai perwira pengendali dalam kegiatan tersebut.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan penyekatan dilakukan sebagai langkah antisipasi, bukan karena telah terjadi konflik.

“Kegiatan ini merupakan langkah pencegahan. Personel ditempatkan untuk melakukan pemantauan sekaligus pengaturan arus lalu lintas sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin,” ujar AKP Septia.

Menurutnya, kawasan perbatasan menjadi salah satu titik yang perlu mendapatkan perhatian karena menjadi jalur pergerakan masyarakat dari dan menuju wilayah Kota Kediri.

Petugas tidak hanya melakukan pemantauan terhadap pergerakan massa yang berkaitan dengan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), tetapi juga memastikan aktivitas pengguna jalan lainnya tetap berlangsung aman dan lancar.

“Kami tetap memperhatikan masyarakat yang menggunakan jalan untuk aktivitas sehari-hari. Fokus kami adalah menjaga pergerakan masyarakat tetap aman sekaligus mencegah adanya aktivitas yang berpotensi memicu gesekan,” katanya.

Septia menegaskan, kehadiran personel gabungan merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga situasi tetap kondusif. Pencegahan dinilai lebih penting dibandingkan menunggu munculnya persoalan di lapangan.

“Ketika ada potensi kerawanan, lebih baik dilakukan antisipasi sejak awal. Anggota melakukan pemantauan, pengaturan lalu lintas dan berkoordinasi apabila ditemukan perkembangan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Keterlibatan sejumlah Polsek dalam kegiatan tersebut juga memungkinkan pemantauan dilakukan secara terkoordinasi pada jalur-jalur yang terhubung dengan wilayah perbatasan.

Satlantas Polres Kediri Kota mengimbau masyarakat, termasuk anggota maupun simpatisan perguruan silat, untuk menjaga ketertiban selama melakukan perjalanan dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Kami mengajak semuanya menjaga situasi Kediri tetap aman. Hindari konvoi yang mengganggu lalu lintas, jangan mudah terprovokasi dan ikuti arahan petugas di lapangan,” kata Septia.

Hingga pelaksanaan kegiatan selesai, penyekatan dan pemantauan di wilayah perbatasan berlangsung aman dan lancar serta tidak dilaporkan adanya gangguan menonjol.

“Keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas. Kami berharap semua pihak memiliki kesadaran yang sama untuk menjaga ketertiban dan tidak memberi ruang bagi terjadinya konflik,” pungkas AKP Septia. (res/an)

Continue Reading

Uncategorized

Ngaji Gus Baha Satukan Santri dan Jajaran Polri Se-Indonesia, 42 Ribu Peserta Gaungkan Semangat Kebangsaan

Published

on

REMBANG – Ratusan santri dan personel Polri duduk bersama di Rembang, sementara puluhan ribu jajaran kepolisian terhubung secara virtual dari berbagai wilayah Indonesia. Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjadi ruang kebersamaan untuk memperkuat persatuan, semangat kebangsaan, dan pengabdian kepada masyarakat.Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA, Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026), diikuti 700 peserta secara langsung, terdiri atas 100 Polwan, 300 Polki, dan 300 santri. Pada saat yang sama, 41.449 peserta mengikuti secara virtual, termasuk jajaran kepolisian dari berbagai daerah.Kehadiran santri dan personel Polri dalam satu ruang, serta keterhubungan puluhan ribu peserta dari berbagai penjuru negeri, memberikan makna tersendiri. Mereka dipertemukan dalam pesan yang sama: menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan memperkuat kebersamaan ulama dan umara dalam menjaga Indonesia.Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menyampaikan terima kasih kepada Gus Baha dan seluruh pengurus pesantren yang telah memberikan kesempatan kepada keluarga besar Polri untuk mengikuti Ngaji Kebangsaan.Di hadapan para peserta, Kapolri mengingatkan bahwa ulama dan umara memiliki sejarah panjang perjuangan bersama, mulai dari merebut hingga mempertahankan kemerdekaan. Semangat tersebut kini diteruskan melalui tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan sekaligus membangun bangsa.Kapolri menggambarkan ulama sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara. Sementara itu, Polri menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat agar pembangunan dapat terus berjalan.Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri juga mengajak seluruh peserta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Perbedaan harus dikelola dengan baik agar tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat dan negara.Kapolri turut menyampaikan bahwa tugas anggota Polri penuh risiko. Karena itu, ia memohon doa dan bimbingan para ulama, khususnya bagi personel yang sedang menjalankan tugas, agar senantiasa diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan.Ngaji Kebangsaan pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan di Rembang. Ratusan santri dan personel Polri yang hadir langsung serta puluhan ribu jajaran yang terhubung secara virtual menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa semangat persatuan ke berbagai penjuru Indonesia.Dari pesantren di Rembang hingga jajaran Polri di seluruh Indonesia, lebih dari 42 ribu peserta dipersatukan oleh satu semangat: ulama memberi arah, Polri menjaga keamanan, dan bersama-sama merawat persatuan untuk Indonesia yang aman, kuat, dan terus maju.

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page