Peristiwa
Protes Maxim Turbo, Driver Ojol Kediri Gelar Aksi hingga Segel Kantor

Kediriselaludihati – Sekitar 200 pengemudi ojek online yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kediri Raya menggelar aksi menolak penerapan fitur Maxim Turbo berbayar di Kota Kediri.
Aksi yang berlangsung pada Selasa (21/9/2026) itu menyasar Kantor Pemerintah Kota Kediri di Jalan Basuki Rahmat dan berlanjut ke Kantor Perwakilan Maxim Kediri di Jalan Banjaran Gang Carik.
Massa menilai fitur Turbo membebani pengemudi karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan fasilitas prioritas dalam menerima pesanan. Selain penghapusan Turbo, massa meminta penerimaan mitra baru dibatasi.
Setelah menyampaikan aspirasi dan mengikuti audiensi di Pemkot Kediri, massa bergerak menuju Kantor Perwakilan Maxim Kediri. Di lokasi tersebut, sejumlah peserta aksi kemudian memasang rantai dan gembok pada kantor serta menempelkan banner dan poster.
Sebelum bergerak, sekitar 200 peserta berkumpul di depan Taman Makam Pahlawan Joyoboyo, Jalan PK Bangsa, Kota Kediri. Mereka membawa satu mobil komando, sekitar 230 sepeda motor, sejumlah bendera komunitas, banner, dan poster berisi tuntutan.
Perwakilan GARDA Kediri Raya, Rudi Sutanto, meminta peserta menjaga aksi tetap damai. Ia menegaskan tujuan kedatangan mereka adalah meminta pemerintah daerah membantu mempertemukan pengemudi dengan pihak aplikator.
“Tempat kita mencari nafkah kita jaga bersama, jangan anarkis. Kita sampaikan tuntutan kita,” kata Rudi dalam orasinya.
Menurut dia, para pengemudi berharap Pemkot Kediri dapat memfasilitasi penyelesaian persoalan dengan manajemen aplikator.
“Hapus Maxim Turbo dan stop penerimaan mitra baru. Kita datang ke sini dengan baik-baik dan penuh harapan,” ujarnya.
Dewan Penasihat GARDA Kediri Raya Moch. Mahbuba mengatakan, aksi tersebut dilakukan untuk menyampaikan keberatan pengemudi secara terbuka kepada pemerintah daerah dan Maxim.
“Kita meminta jajaran Pemkot Kediri memfasilitasi apa yang menjadi tuntutan para driver agar diakomodasi,” kata Mahbuba.
Setelah berorasi, perwakilan massa diterima dalam audiensi bersama jajaran Pemkot Kediri dan perwakilan Maxim sekitar pukul 11.25 WIB.
Dalam pertemuan itu, pengemudi kembali mempersoalkan sistem Turbo. Perwakilan pengemudi, Dimas, menyebut fitur tersebut ditawarkan dengan biaya Rp 15.000 untuk tiga jam.
Menurut Dimas, pengemudi sudah harus menanggung sejumlah biaya operasional untuk bekerja. Kehadiran fitur berbayar itu dinilai menambah pengeluaran.
“Fitur Turbo merupakan fitur baru dari Maxim yang merupakan fitur prioritas, sedangkan sebelumnya kita sudah keluar modal,” kata Dimas.
Pengemudi lainnya, Mustakim, mempersoalkan peluang mendapatkan pesanan antara pengemudi yang membeli dan tidak membeli Turbo.
Ia mengklaim pengemudi yang tidak menggunakan fitur tersebut menjadi lebih sulit mendapatkan pesanan. Karena itu, ia mempertanyakan prinsip keadilan dalam distribusi pesanan setelah fitur Turbo diterapkan.
“Pengemudi yang tidak membeli fitur Turbo tidak ada peluang untuk mendapatkan order. Sebelum ada Turbo, peluang kita mendapatkan order sama,” kata Mustakim.
Ketua DPD GARDA Jawa Timur Fikri Nurulhafid juga meminta penjelasan mengenai manfaat fitur Turbo jika pengemudi yang tidak membelinya tetap disebut memiliki kesempatan mendapatkan pesanan yang sama.
Selain Turbo, GARDA meminta penerimaan mitra baru dibatasi. Mereka menilai jumlah pengemudi perlu disesuaikan dengan permintaan layanan agar pendapatan mitra tidak semakin tertekan.
Menanggapi tuntutan tersebut, perwakilan Maxim Kediri, Nana, mengatakan aspirasi pengemudi akan diteruskan kepada kantor pusat.
Ia juga meminta maaf karena perwakilan Maxim dari kantor pusat belum dapat hadir dalam audiensi tersebut.
“Sebelumnya sudah ada rekan-rekan Maxim yang datang, baik yang pro dan kontra. Aspirasi akan kami tampung dan kami teruskan ke pusat,” kata Nana.
Menurut Nana, fitur Turbo memiliki beberapa tingkatan dan masih dalam tahap kajian. Ia menyebut penggunaan fitur tersebut bersifat pilihan.
“Saat ini fitur Turbo ada beberapa tingkatan dan saat ini masih dikaji. Terkait fitur Turbo ini merupakan opsi,” ujarnya.
Terkait permintaan pembatasan mitra baru, Nana mengatakan kebijakan penerimaan pengemudi berada dalam pertimbangan kantor pusat dengan memperhitungkan kondisi permintaan dan ketersediaan pengemudi yang bersifat fluktuatif.
Asisten Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Kediri Eko Lukmono Hadi mengatakan pemerintah kota telah menerima surat berisi aspirasi GARDA.
Pemkot, kata dia, ingin mengetahui ruang kewenangan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti persoalan tersebut sekaligus mendengarkan penjelasan dari pengemudi dan pihak aplikator.
“Kami ingin memastikan ada di bagian mana Pemerintah Kota bisa mendukung rekan-rekan semua karena kami juga ingin mengetahui langkah-langkah dari pemerintah daerah lain,” kata Eko.
Menurut Eko, hak-hak mitra pengemudi perlu mendapat perhatian. Namun, tindak lanjut juga harus mempertimbangkan kewenangan dan regulasi yang berlaku.
“Kalau itu meresahkan dan melanggar, maka kami akan melindungi hak-hak mitra,” ujarnya.
Eko menilai salah satu persoalan yang terlihat dalam polemik tersebut adalah komunikasi antara aplikator dan pengemudi.
Pemkot Kediri kemudian mengarahkan agar Dinas Perhubungan menyiapkan surat untuk menyampaikan aspirasi pengemudi kepada pihak-pihak yang berwenang dan manajemen aplikator di tingkat pusat.
“Coba nanti Pak Kadishub bisa buat surat untuk dikirim ke aplikator, Kementerian Perhubungan atau Kominfo terkait aspirasi rekan-rekan mitra driver Maxim Kediri,” kata Eko.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Bambang Tri Lasmono menyoroti perlunya keseimbangan antara permintaan layanan dan jumlah pengemudi.
“Jadi saya melihat seharusnya demand dan supply ini seimbang,” kata Bambang.
Ia berharap aplikator memperhitungkan kondisi wilayah dan jumlah kebutuhan layanan ketika melakukan penerimaan mitra baru.
Audiensi di Pemkot Kediri berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Massa kemudian bergerak menuju Kantor Perwakilan Maxim Kediri di Jalan Banjaran Gang Carik.
Sekitar pukul 12.52 WIB, peserta tiba di kantor tersebut.Di lokasi itu, peserta aksi melakukan penyegelan dengan memasang rantai dan gembok pada kantor. Massa juga memasang banner dan poster berisi penolakan terhadap Turbo serta tuntutan pembatasan penerimaan mitra baru.
Aksi berakhir sekitar pukul 13.00 WIB dan peserta kemudian membubarkan diri.
Dalam aksi tersebut, GARDA menyampaikan lima tuntutan utama. Selain penghapusan Turbo dan permintaan pembatasan penerimaan mitra, mereka meminta Pemkot Kediri memanggil manajemen Maxim untuk memberikan klarifikasi mengenai kebijakan tersebut.
Mereka juga meminta pemerintah daerah memberikan perlindungan terhadap mitra pengemudi, mendorong adanya pengawasan terhadap kebijakan aplikator, serta memfasilitasi dialog antara pengemudi, aplikator, dan pemerintah.
Sementara itu, pengamanan dilakukan jajaran Polres Kediri Kota sejak sebelum massa bergerak dari titik kumpul.
Apel pengamanan digelar sekitar pukul 08.00 WIB di halaman Pemkot Kediri dan dipimpin Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi.
Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu I Gde Caka Riyatsaka Ratsuko bersama sejumlah pejabat utama dan personel Polres Kediri Kota serta polsek jajaran turut berada dalam rangkaian pengamanan.
Polisi juga melakukan pengawalan sepanjang rute yang dilalui peserta dari kawasan TMP Joyoboyo menuju Balai Kota hingga Kantor Perwakilan Maxim Kediri. (res/aro)
Peristiwa
Kaliombo Perkuat 5 Pilar STBM, Polisi Ajak Warga Jaga Lingkungan Sehat dan Aman
Kediriselaludihati – Upaya mencegah penyakit menular berbasis lingkungan dilakukan di Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri, dengan memperkuat peran kader kesehatan melalui penerapan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Kegiatan pemberdayaan kader tersebut digelar di Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Kaliombo, Selasa (29/9/2026), mulai pukul 10.00 WIB.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo Aipda Andrey V.M., S.H. bersama unsur Tiga Pilar turut hadir dalam kegiatan yang mengangkat pencegahan penyakit menular berbasis lingkungan melalui 5 Pilar STBM serta desa dan kelurahan sehat iklim.
Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos. mengatakan, persoalan kesehatan lingkungan membutuhkan keterlibatan masyarakat karena pencegahan tidak cukup hanya dilakukan oleh petugas kesehatan.
“Peran masyarakat sangat penting. Lingkungan yang bersih dan sehat perlu dibangun melalui kebiasaan bersama, sekaligus tetap menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan,” kata Bowo.
STBM merupakan pendekatan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mewujudkan sanitasi yang lebih baik. Lima pilarnya meliputi stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga, serta pengamanan limbah cair rumah tangga.
Melalui pemberdayaan tersebut, kader kesehatan diharapkan menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Kegiatan juga menjadi bagian dari upaya membangun kelurahan yang lebih tangguh menghadapi persoalan kesehatan dan perubahan kondisi lingkungan.
Bhabinkamtibmas Kaliombo dalam kesempatan tersebut mengajak warga tidak hanya memperhatikan persoalan kebersihan dan kesehatan, tetapi juga berpartisipasi menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
“Kami mengimbau seluruh warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Lingkungan yang sehat juga harus didukung situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Andrey.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kelurahan Kaliombo, unsur seksi pemerintahan dan sosial, seksi ekonomi dan pembangunan, Ketua TP PKK, petugas kesehatan, kader kesehatan, Bhabinkamtibmas serta Babinsa.
Sinergi antara pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader, Babinsa dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sejak dari tingkat lingkungan dan rumah tangga.
Bowo mengatakan, kepolisian melalui Bhabinkamtibmas akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kehidupan warga.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas bukan hanya ketika ada persoalan keamanan. Kami ingin terus membangun komunikasi dan bekerja bersama masyarakat dalam berbagai kegiatan di lingkungan,” katanya. (res/aro)
Peristiwa
GARDA Kediri Raya Kembali Gelar Aksi, Satlantas Amankan Balai Kota dan Kantor Maxim
Kediriselaludihati – Gabungan Aksi Roda Dua (GARDA) Kediri Raya kembali menggelar aksi unjuk rasa di Kota Kediri, Selasa (29/9/2026). Satlantas Polres Kediri Kota menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi aksi.
Pengamanan dilakukan mulai pukul 08.00 WIB dengan dua lokasi yang menjadi sasaran pemantauan, yakni Balai Kota Kediri dan Kantor Maxim di kawasan Banjaran, Kota Kediri.
Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, S.T.K., S.I.K., M.H. mengatakan, personel Satlantas ditempatkan untuk mendukung pengamanan sekaligus menjaga arus lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
“Anggota Satlantas melaksanakan pengaturan dan pengamanan kegiatan aksi unjuk rasa GARDA Kediri Raya di Balai Kota Kediri,” kata Septia.
Pengamanan berada di bawah kendali Kanit Turjawali Satlantas Polres Kediri Kota dengan melibatkan anggota Satlantas Polres Kediri Kota.
Menurut Septia, pengaturan lalu lintas diperlukan untuk mengantisipasi dampak aktivitas massa terhadap pengguna jalan lainnya, terutama di kawasan Balai Kota yang berada di salah satu ruas pusat aktivitas Kota Kediri.
“Kami memastikan kegiatan masyarakat tetap dapat berjalan dan arus lalu lintas di sekitar lokasi aksi tetap terjaga,” ujarnya.
Aksi kali ini merupakan kelanjutan dari penyampaian aspirasi GARDA Kediri Raya terkait kebijakan aplikator Maxim.
Sebelumnya, para pengemudi ojek online yang tergabung dalam GARDA Kediri Raya mempersoalkan penerapan fitur Maxim Turbo berbayar. Mereka juga meminta adanya pembatasan penerimaan mitra baru serta meminta pemerintah memfasilitasi dialog antara pengemudi dan pihak aplikator.
Dalam aksi sebelumnya, perwakilan pengemudi telah mengikuti audiensi bersama jajaran Pemerintah Kota Kediri dan perwakilan Maxim.
Para pengemudi menilai penerapan Turbo menambah beban operasional karena mitra harus mengeluarkan biaya untuk memperoleh fitur prioritas. Sementara pihak Maxim menyatakan fitur tersebut bersifat opsional dan aspirasi pengemudi akan diteruskan kepada kantor pusat.
Pemkot Kediri ketika itu juga menyatakan akan meneruskan aspirasi para pengemudi kepada pihak terkait sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Aksi sebelumnya kemudian berlanjut ke Kantor Perwakilan Maxim Kediri di Banjaran. Sejumlah peserta aksi memasang rantai dan gembok serta banner dan poster di kantor tersebut.
Karena itu, dalam aksi lanjutan Selasa, pengamanan tidak hanya difokuskan di kawasan Balai Kota Kediri, tetapi juga mencakup Kantor Maxim di Banjaran.
Septia mengatakan, fokus Satlantas berada pada pengamanan jalur dan pengaturan kendaraan agar penyampaian aspirasi tidak mengganggu keselamatan maupun kelancaran pengguna jalan.
“Kami melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman dan masyarakat pengguna jalan tetap terlayani,” kata Septia. (res/aro)
kriminal
Jaga Mojoroto Tetap Aman, Polisi Sisir Perbankan, SPBU dan Kawasan Permukiman
Kediriselaludihati – Polsek Mojoroto, Polres Kediri Kota, meningkatkan patroli malam dengan menyisir sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan pengawasan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas dan gangguan keamanan.
Patroli Harkamtibmas Backbone tersebut dilaksanakan Senin (28/9/2026) mulai pukul 21.00 WIB dengan sasaran terminal bus, permukiman warga, kawasan perumahan, perbankan hingga stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Kapolsek Mojoroto Kompol Rudi Purwanto, S.H. mengatakan, patroli dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada malam hari.
“Patroli dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk kejahatan 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor,” kata Rudi.
Dalam kegiatan tersebut, Polsek Mojoroto menerjunkan tiga personel. Mereka yakni Aiptu Margono sebagai perwira pengendali, Aipda Aris K dan Aipda Hengki.
Petugas bergerak menyusuri sejumlah kawasan yang menjadi sasaran patroli. Terminal bus menjadi salah satu lokasi pemantauan karena menjadi tempat aktivitas dan mobilitas masyarakat, termasuk pada malam hari.
Patroli kemudian menyasar kawasan permukiman dan perumahan. Kehadiran polisi di lingkungan tempat tinggal warga diharapkan dapat mempersempit ruang terjadinya tindak kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Kami mengedepankan upaya pencegahan. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat mencegah munculnya niat maupun kesempatan melakukan tindak kejahatan,” ujar Rudi.
Selain lingkungan tempat tinggal warga, petugas melakukan pemantauan di kawasan perbankan. Lokasi tersebut menjadi salah satu sasaran untuk mengantisipasi tindak kriminalitas terhadap fasilitas perbankan maupun masyarakat yang melakukan transaksi.
SPBU juga masuk dalam rute patroli. Polisi memantau situasi di sekitar area pengisian bahan bakar untuk memastikan aktivitas masyarakat berlangsung aman.
Menurut Rudi, patroli pada malam hari menjadi bagian dari upaya Polsek Mojoroto menjaga situasi keamanan di wilayah hukumnya tetap kondusif.
Ia juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan segera menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas maupun kejadian yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
“Keamanan lingkungan membutuhkan peran bersama. Apabila masyarakat mengetahui adanya gangguan keamanan atau aktivitas yang mencurigakan, segera informasikan kepada petugas,” katanya.
Polsek Mojoroto menyatakan patroli berlangsung lancar. Hingga kegiatan berakhir, situasi di sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemantauan terpantau aman dan terkendali. (res/aro)
-
Peristiwa6 years agoNing Sheila Hasina Binti KH Zamzami Lirboyo Juara 1 MHQ 30 Juz , MTQ XIV Kapolda Jatim Cup
-
Peristiwa7 years agoPonpes Tarbiyatul Qur’an Al Falah Ploso Kediri Gelar Haflah dan Wisuda Khatmil Qur’an
-
Kriminal7 years agoJangan Coba Coba Balap Liar di Kota Kediri, Dihukum Dorong Motor Dua Kilometer
-
Uncategorized6 years ago6 Pelatihan Sertifikasi Gada Pratama di Mako Brimob Kediri Terima Anumerta Peserta Terbaik
-
Peristiwa6 years agoPengunjung Pasar Bolawen Kabupaten Kediri Diimbau Jaga Jarak dan Cuci Tangan
-
Peristiwa7 years agoRibuan Umat Muslim Ikuti Pengajian Rutin Malam Rabu Gus Lik Kediri
-
Peristiwa3 years agoInilah Kegiatan Malam Tirakatan Jumat Legi di Gereja Puhsarang
-
Inspirasi7 years agoMengenal Sosok Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta
