Connect with us

Peristiwa

Wali Kota Kediri Vinanda dan Gus Qowim Hadiri Doa Bersama PGRI, Bhabinkamtibmas Kaliombo Ajak Warga Jaga Kondusivitas

Published

on

Kediriselaludihati.com – Sekitar 1.000 guru dari berbagai sekolah di Kota Kediri mengikuti doa bersama dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Masjid Al-Ikhlas, lingkungan SMP Negeri 2 Kota Kediri, Jalan Padang Padi, Kelurahan Kaliombo, pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB tersebut dihadiri oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, serta sejumlah tokoh agama dan pejabat pemerintah daerah.

Kehadiran ratusan hingga sekitar seribu tenaga pendidik dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI yang pada 2026 memasuki usia 81 tahun.

Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, Polsek Kediri Kota melalui Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo Aipda Andrey V.M., S.H., melakukan pemantauan bersama Babinsa setempat.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.Sos., melalui laporan kegiatan menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan untuk mendukung kelancaran acara sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kegiatan doa bersama tersebut juga dihadiri Ketua PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau Gus Ab dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Mandung Sulaksono.

Para guru yang hadir mengikuti kegiatan sebagai bagian dari kebersamaan insan pendidikan dalam memperingati perjalanan organisasi profesi guru di Indonesia.

PGRI didirikan pada 25 November 1945, tidak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah perjuangan dan pengembangan profesi guru yang memiliki hubungan erat dengan sejarah pendidikan nasional.

Pada 2026, PGRI genap berusia 81 tahun. Peringatan hari ulang tahunnya secara nasional jatuh pada 25 November, bertepatan dengan Hari Guru Nasional.

Kegiatan doa bersama yang digelar di Kota Kediri pada 23 Oktober tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan menjelang hari ulang tahun organisasi.

Melalui kegiatan keagamaan, para guru memiliki kesempatan untuk mempererat kebersamaan sekaligus merefleksikan peran pendidikan dalam kehidupan masyarakat.

Guru memiliki tanggung jawab tidak hanya menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai sosial peserta didik.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku generasi muda, peran tersebut menjadi semakin penting.

Pendidikan juga membutuhkan lingkungan sosial yang aman agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

Karena itu, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan masyarakat yang diselenggarakan komunitas pendidikan merupakan bagian dari dukungan terhadap terciptanya situasi yang tertib dan kondusif.

Dalam kegiatan di Masjid Al-Ikhlas, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kaliombo turut menyampaikan imbauan agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Pesan tersebut ditujukan untuk mendorong partisipasi warga dalam menciptakan suasana yang aman, baik selama kegiatan berlangsung maupun dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami mendukung kegiatan positif masyarakat, termasuk doa bersama dalam rangka HUT PGRI. Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa bertujuan membantu menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan agar seluruh peserta dapat mengikuti acara dengan tertib dan nyaman,” kata Kompol Bowo.

Pemantauan yang dilakukan Aipda Andrey bersama Babinsa juga menjadi bagian dari koordinasi kewilayahan antara kepolisian, TNI, dan masyarakat.

Kehadiran petugas di lokasi kegiatan memungkinkan komunikasi langsung dengan penyelenggara maupun warga apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan.

Selain mendukung keamanan acara, pendekatan tersebut dapat memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat di lingkungan Kelurahan Kaliombo.

Dalam kegiatan yang melibatkan peserta dalam jumlah besar, koordinasi diperlukan agar aktivitas masyarakat dapat berlangsung tanpa mengganggu ketertiban di sekitar lokasi.

Meski demikian, laporan kegiatan tidak menyebutkan adanya gangguan keamanan, kepadatan lalu lintas, maupun persoalan lain selama acara berlangsung.

“Para guru memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Kami berharap sinergi antara sekolah, masyarakat, dan kepolisian terus terjalin, termasuk dalam memberikan pemahaman mengenai disiplin, keselamatan, dan pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan,” ujar Kapolsek.

Peringatan HUT PGRI juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya peran guru dalam perjalanan bangsa.

Sejak awal kemerdekaan, guru menjadi bagian dari pembangunan pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia Indonesia.

Peran tersebut terus berkembang seiring perubahan kebutuhan masyarakat, termasuk dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Di Kota Kediri, keterlibatan pemerintah daerah, tokoh agama, dan para guru dalam doa bersama menunjukkan adanya ruang pertemuan lintas unsur untuk mempererat hubungan sosial di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, kepolisian menjalankan fungsi pemantauan dan pembinaan masyarakat agar kegiatan dapat berlangsung dalam situasi aman.

Kapolsek Kediri Kota melaporkan bahwa kegiatan doa bersama HUT ke-81 PGRI di Masjid Al-Ikhlas SMPN 2 Kota Kediri berlangsung aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PGRI 2026 sekaligus mempererat kebersamaan para guru dan masyarakat pendidikan di Kota Kediri. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Cegah Perundungan di Sekolah, Kompol Bowo Wicaksono Berikan Pembinaan kepada Pelajar Kelas IX SMPN 1 Kediri

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying kepada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman pelajar mengenai dampak perundungan, terutama terhadap korban.

Pembinaan dan penyuluhan berlangsung di SMPN 1 Kota Kediri, Jalan Diponegoro, Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota, mulai pukul 07.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, Kompol Bowo didampingi Panit Binmas Polsek Kediri Kota Aiptu Dwi Sasongko dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Balowerti Aiptu M. Chamson Syafi’i.

Kehadiran jajaran kepolisian di lingkungan sekolah merupakan bagian dari kegiatan pembinaan kepada pelajar agar memahami pentingnya menjaga hubungan sosial yang sehat dan menghindari perilaku yang dapat merugikan orang lain.

Materi yang disampaikan berfokus pada bahaya perundungan serta berbagai dampak yang dapat dialami korban.

Perundungan merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dengan adanya ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban. Bentuknya tidak selalu berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, tindakan sosial, maupun media digital.

Ejekan yang dilakukan terus-menerus, penghinaan, ancaman, pengucilan, hingga penyebaran konten yang mempermalukan seseorang dapat menjadi bentuk perundungan apabila memenuhi unsur-unsurnya.

Persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan sosial, serta proses belajar siswa.

Korban perundungan dapat mengalami rasa takut, kehilangan kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, hingga enggan mengikuti kegiatan sekolah.

Dalam kondisi tertentu, perundungan juga dapat menimbulkan dampak psikologis yang lebih serius sehingga membutuhkan pendampingan dari keluarga, sekolah, maupun tenaga profesional.

Melalui kegiatan pembinaan di SMPN 1 Kota Kediri, kepolisian berupaya memberikan pemahaman kepada siswa agar mampu mengenali perilaku perundungan dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar.

Kompol Bowo menekankan bahaya bullying dan dampak yang dapat timbul terhadap korban dalam materi penyuluhannya. Namun, laporan kegiatan tidak memuat kutipan langsung dari penyampaian tersebut.

Selain memahami dampak terhadap korban, pelajar juga perlu mengetahui bahwa tindakan perundungan dapat menimbulkan konsekuensi bagi pelakunya.

Penanganannya dapat melibatkan pembinaan oleh pihak sekolah, pendampingan orang tua, serta mekanisme perlindungan anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Apabila suatu tindakan memenuhi unsur tindak pidana, penanganannya harus dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan dengan tetap memperhatikan perlindungan dan hak anak.

Pencegahan perundungan juga memerlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, bukan hanya siswa yang mengalami atau melakukan tindakan tersebut.

Teman sebaya memiliki peran penting untuk tidak ikut menyebarkan ejekan, mempermalukan korban, maupun membiarkan tindakan perundungan terus berlangsung.

Sementara itu, guru dan orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman ketika menyampaikan persoalan yang dialaminya.

Perkembangan penggunaan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mencegah perundungan di kalangan remaja.

Perundungan dapat terjadi melalui grup percakapan, unggahan media sosial, maupun penyebaran foto dan video yang bertujuan mempermalukan seseorang.

Karena itu, pendidikan mengenai etika berkomunikasi dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Kegiatan pembinaan oleh Polsek Kediri Kota tersebut menyasar siswa kelas IX yang sedang berada pada masa perkembangan remaja dan semakin aktif berinteraksi, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Melalui penyuluhan, pelajar diharapkan dapat memahami batas antara bercanda dan tindakan yang menyakiti orang lain, serta mengetahui pentingnya mencari bantuan apabila mengalami atau menyaksikan perundungan.

Sekolah juga memiliki peran untuk menyediakan mekanisme pelaporan yang aman, menjaga kerahasiaan korban, dan menindaklanjuti setiap laporan secara tepat.

“Kami mengingatkan para pelajar agar tidak menganggap bullying sebagai candaan biasa. Tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak serius bagi korban. Karena itu, siswa harus saling menghormati, tidak melakukan kekerasan, dan berani melapor kepada guru atau orang tua apabila mengetahui adanya perundungan,” kata Kompol Bowo.

Keterlibatan Kapolsek Kediri Kota bersama anggota Binmas dan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan kepolisian melalui edukasi di lingkungan pendidikan.

Penyuluhan kepada pelajar merupakan salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan sebelum muncul persoalan kekerasan maupun konflik antarsiswa.

Meski demikian, kegiatan tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kasus perundungan di SMPN 1 Kota Kediri. Laporan kepolisian hanya menyebutkan pelaksanaan pembinaan dan penyuluhan mengenai bahaya bullying kepada siswa kelas IX.

Tidak terdapat pula keterangan mengenai jumlah peserta maupun kasus tertentu yang menjadi latar belakang kegiatan.

Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono melaporkan bahwa seluruh rangkaian pembinaan dan penyuluhan di SMPN 1 Kota Kediri berlangsung tertib dan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Kediri Kota mendorong tumbuhnya kesadaran di kalangan pelajar untuk saling menghormati, menghindari kekerasan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Jumat Keliling di Masjid Al Huda Kediri, AKBP Wisnu Ajak Masyarakat Manfaatkan Layanan Polisi 110

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si. didampingi Ketua Bhayangkari Kediri Kota Ny Aie Wisnu mengajak masyarakat lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial. Pesan tersebut disampaikan saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Jami’ Al Huda, Jalan Al Huda, Kelurahan Ngadirejo, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).

Dalam pertemuan bersama jamaah, AKBP Wisnu mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membuat informasi dapat tersebar dengan cepat, termasuk kabar yang belum tentu benar.

Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai setiap informasi yang diterima melalui media sosial maupun platform komunikasi digital lainnya.

Kapolres juga mengajak warga memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila menemukan tindak pidana, gangguan keamanan, atau persoalan yang menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Jumat Keliling tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Kediri Kota membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan.

AKBP Wisnu bersama rombongan berangkat dari Mapolres Kediri Kota sekitar pukul 11.30 WIB dan tiba di Masjid Jami’ Al Huda pada pukul 11.40 WIB.

Kedatangan Kapolres disambut jamaah dan pengurus masjid sebelum rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dalam sambutannya, AKBP Wisnu mengatakan bahwa Polres Kediri Kota berencana melaksanakan kegiatan serupa secara rutin sebagai sarana menyampaikan pesan kamtibmas sekaligus mendekatkan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

“Kami dari Polres Kediri Kota akan melaksanakan kegiatan seperti ini secara rutin untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas,” kata AKBP Wisnu.

Menurutnya, komunikasi langsung dengan warga menjadi penting agar kepolisian dapat mengetahui persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, warga juga memiliki kesempatan untuk menyampaikan informasi, keluhan, maupun pertanyaan terkait pelayanan kepolisian.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian Kapolres adalah maraknya informasi yang beredar di ruang digital.

AKBP Wisnu mengingatkan bahwa tidak semua informasi yang muncul di internet dapat dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan.

Masyarakat perlu memeriksa sumber informasi, membandingkan dengan keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan, serta menghindari penyebaran kabar yang belum terverifikasi.

“Seperti yang kita ketahui bersama, saat ini kita sudah memasuki dunia digital dan banyak berita di dunia maya. Kami berharap bapak-bapak sekalian tidak percaya seratus persen terhadap informasi tersebut, tetapi mengecek terlebih dahulu kebenarannya,” ujar AKBP Wisnu.

Ia menegaskan bahwa Polres Kediri Kota siap membantu masyarakat apabila membutuhkan klarifikasi terhadap informasi yang berkaitan dengan persoalan keamanan dan ketertiban.

“Kami dari Polres Kediri Kota siap membantu bapak-bapak sekalian untuk memastikan apakah berita tersebut benar atau tidak,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting karena penyebaran informasi yang tidak benar dapat memicu kesalahpahaman dan keresahan apabila diterima tanpa pemeriksaan.

Terlebih, informasi yang berkaitan dengan tindak kriminalitas, konflik sosial, maupun isu keamanan sering kali mendapat perhatian masyarakat dan berpotensi menyebar dengan cepat.

Karena itu, AKBP Wisnu meminta warga lebih bijak menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas asal-usulnya.

Selain mengingatkan bahaya hoaks, Kapolres juga memperkenalkan kembali layanan kepolisian melalui nomor 110.

Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan kepolisian ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan penanganan petugas.

AKBP Wisnu mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu menghubungi kepolisian apabila menemukan persoalan yang mengganggu keamanan lingkungan.

“Apabila bapak-bapak sekalian menemukan permasalahan seperti tindak pidana atau apa pun yang berkaitan dengan keresahan masyarakat, kami dari Polres Kediri Kota siap melayani melalui layanan polisi 110,” ujarnya.

Ia berharap keberadaan layanan tersebut dapat mempermudah masyarakat memperoleh bantuan kepolisian tanpa harus terlebih dahulu mendatangi kantor polisi.

“Harapannya, dengan layanan 110 tersebut, kami dapat membantu masyarakat dalam mengatasi kendala yang terjadi di lingkungan mereka,” kata AKBP Wisnu.

Layanan polisi 110 merupakan saluran pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian yang dapat diakses masyarakat secara gratis.

Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat melaporkan peristiwa yang membutuhkan respons kepolisian, termasuk dugaan tindak pidana maupun gangguan keamanan dan ketertiban.

Meski demikian, laporan yang disampaikan masyarakat tetap memerlukan informasi yang jelas agar petugas dapat menindaklanjuti sesuai kondisi dan kewenangannya.

Setelah menyampaikan pesan kamtibmas, AKBP Wisnu mengikuti khotbah dan salat Jumat berjamaah bersama masyarakat di Masjid Jami’ Al Huda.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama takmir dan imam masjid.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran Polres Kediri Kota untuk menjalin komunikasi dengan tokoh agama serta masyarakat di lingkungan Kelurahan Ngadirejo.

Melalui dialog tersebut, kepolisian dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan pengurus tempat ibadah yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial masyarakat.

Masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga ruang pertemuan warga dan penyampaian pesan-pesan sosial yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, kegiatan Jumat Keliling dapat menjadi salah satu sarana komunikasi antara kepolisian dan masyarakat tanpa harus menunggu munculnya persoalan keamanan.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kediri Kota didampingi Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, S.H., M.H., dan Kasat Binmas AKP Cahyo Widodo, S.H.

Turut hadir Kasubbag Perencanaan Polres Kediri Kota AKP Ibnu Sa’i, Kanit Propam Polsek Kediri Kota Iptu Murdijono, Kasi TIK Polres Kediri Kota Aiptu Nanang, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Ngadirejo Aiptu Bekti Purwanto.

Kehadiran sejumlah pejabat kepolisian tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan pembinaan dan komunikasi masyarakat yang dilakukan langsung oleh pimpinan Polres Kediri Kota.

Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut diarahkan untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai cara memperoleh informasi yang benar serta mekanisme meminta bantuan kepolisian.

AKBP Wisnu menekankan pentingnya kerja sama antara polisi dan warga dalam menjaga situasi lingkungan tetap aman.

Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polres Kediri Kota berharap masyarakat semakin terbuka dalam menyampaikan informasi yang berkaitan dengan keamanan di lingkungannya.

Kegiatan di Masjid Jami’ Al Huda berlangsung hingga sekitar pukul 13.00 WIB dan diakhiri dengan foto bersama.

Jumat Keliling tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan Polres Kediri Kota kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sekaligus memperkuat edukasi mengenai literasi digital dan pelayanan kepolisian. (res/an)

Continue Reading

Peristiwa

Green Policing di Asrama Polisi PK Bangsa, Kapolres Kediri Kota Ajak Masyarakat Bersama Menjaga Lingkungan

Published

on

Kediriselaludihati.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., melaksanakan kegiatan penanaman pohon bersama masyarakat di lingkungan Asrama Polisi (Aspol) Jalan PK Bangsa, Kota Kediri, pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Green Policing, pendekatan kepolisian yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata bersama masyarakat.

AKBP Wisnu hadir bersama Wakapolres Kediri Kota Kompol Putu Gde Caka Pratyaksa Ratsuko dan sejumlah pejabat utama Polres Kediri Kota.

Kegiatan tersebut juga melibatkan warga yang tinggal di sekitar Asrama Polisi PK Bangsa.

Setibanya di lokasi, AKBP Wisnu langsung mengikuti penanaman pohon bersama masyarakat dan jajaran kepolisian.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus mendorong kepedulian terhadap penghijauan lingkungan permukiman.

Penanaman pohon menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama untuk memperbaiki kualitas lingkungan.

Keberadaan pepohonan di kawasan permukiman memiliki sejumlah manfaat, mulai dari memberikan keteduhan, membantu menyerap air hujan, hingga mendukung kualitas udara dan kenyamanan lingkungan.

Di kawasan perkotaan, ruang hijau juga memiliki peran penting dalam mengurangi paparan panas dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Karena itu, kegiatan penghijauan tidak hanya berkaitan dengan penanaman pohon, tetapi juga membutuhkan perhatian terhadap pemeliharaan tanaman agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan Green Policing di Aspol PK Bangsa menjadi bagian penting dari upaya membangun kesadaran bersama terhadap kondisi lingkungan.

Kehadiran warga menunjukkan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan personel kepolisian, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat di sekitar asrama.

Selain menjadi kegiatan penghijauan, penanaman pohon bersama dapat memperkuat komunikasi antara aparat kepolisian dan warga.

Hubungan tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam pendekatan kepolisian yang mengedepankan kerja sama dengan masyarakat.

Melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan lingkungan, kepolisian dapat membangun interaksi dengan warga di luar kegiatan penegakan hukum dan pengamanan.

“Melalui kegiatan Green Policing, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan. Menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tugas kepolisian, tetapi menjaga lingkungan agar tetap hijau, bersih, dan nyaman juga membutuhkan kepedulian kita bersama.” kata AKBP Wisnu.

Kegiatan Green Policing sejalan dengan upaya membangun kesadaran bahwa pemeliharaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Perubahan kondisi lingkungan perkotaan, termasuk berkurangnya ruang terbuka hijau dan meningkatnya kebutuhan kawasan permukiman, menjadi alasan pentingnya kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.

Meski penanaman pohon merupakan langkah yang relatif sederhana, manfaatnya bergantung pada pemilihan jenis tanaman, kesesuaian lokasi, serta perawatan setelah penanaman.

Karena itu, keberlanjutan kegiatan menjadi hal penting agar pohon yang ditanam tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan seremonial.

Di lingkungan asrama polisi, penghijauan juga dapat memberikan manfaat langsung bagi penghuni maupun masyarakat sekitar.

Pepohonan yang tumbuh dengan baik dapat menciptakan kawasan yang lebih teduh dan mendukung kenyamanan ruang bersama.

Selain itu, kegiatan yang melibatkan warga dapat menjadi sarana membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan merawat lingkungan secara kolektif.

“Kami berharap pohon yang ditanam hari ini dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil di sekitar tempat tinggal masing-masing,” tambah Wisnu.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Wisnu didampingi Wakapolres dan para pejabat utama Polres Kediri Kota.

Keterlibatan pimpinan kepolisian dalam penanaman pohon menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan penghijauan yang dilakukan bersama warga.

Sementara itu, kehadiran masyarakat sekitar Aspol PK Bangsa memperlihatkan adanya partisipasi warga dalam kegiatan yang berlangsung di lingkungan kepolisian tersebut.

Laporan kegiatan belum merinci jumlah pohon yang ditanam, jenis tanaman yang digunakan, maupun rencana pemeliharaan setelah penanaman.

Meski demikian, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk interaksi langsung antara Polres Kediri Kota dan masyarakat melalui aktivitas pelestarian lingkungan.

Green Policing juga dapat menjadi sarana edukasi bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari kegiatan berskala besar.

Menanam dan merawat pohon, menjaga kebersihan, serta memperhatikan kondisi ruang hijau di sekitar tempat tinggal merupakan tindakan yang dapat dilakukan secara bersama-sama.

Melalui kegiatan di Asrama Polisi PK Bangsa, Polres Kediri Kota menempatkan penghijauan sebagai salah satu bentuk kegiatan sosial yang melibatkan partisipasi masyarakat.

Berdasarkan laporan kegiatan, penanaman pohon yang dipimpin AKBP Wisnu berlangsung aman dan kondusif.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat melalui kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggal. (res/an)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page