Connect with us

Inspirasi

Kapolres dan Wakil Wali Kota Kediri Lepas Ratusan Mahasiswa, Ajak Generasi Muda Terus Belajar dan Berkarya

Published

on

Kediriselaludihati- Sebanyak 128 mahasiswa asal Kota Kediri diberangkatkan menuju Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya untuk mengikuti Apel Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).

Pemberangkatan berlangsung di Kantor Pemerintah Kota Kediri dan dihadiri Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha, S.Pd.I., bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si.

Para mahasiswa diberangkatkan menggunakan tiga armada bus yang telah disiapkan untuk mengikuti kegiatan Apel Kebangsaan yang diselenggarakan Polda Jawa Timur.

Sebelum keberangkatan, para mahasiswa berkumpul di halaman Kantor Pemkot Kediri sejak pukul 09.00 WIB untuk mengikuti pengarahan, menerima pembagian konsumsi, serta mempersiapkan perjalanan menuju Surabaya.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa yang bersedia mengambil bagian dalam kegiatan kebangsaan tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa menjadi salah satu wujud kepedulian generasi muda terhadap semangat persatuan dan kebangsaan yang diwariskan melalui peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

“Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah mengikuti kegiatan ini. Keikutsertaan kalian merupakan bukti bahwa anak-anak muda mampu bergerak bersama dan selaras dalam semangat kebangsaan,” ujar AKBP Wisnu.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan selama perjalanan dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan panitia penyelenggara.

“Saya berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga kesehatan, mengikuti aturan panitia, serta menjaga ketertiban selama perjalanan maupun saat mengikuti Apel Kebangsaan di Polda Jawa Timur,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha menekankan pentingnya membangun karakter generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk memperkuat semangat belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri agar dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

“Mulai sekarang tanamkan karakter yang baik. Pemuda harus terus belajar dan belajar untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan karakter dan kemampuan yang baik, kita dapat membangun masa depan yang lebih baik,” ujar KH Qowimuddin Thoha.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya menjadi peserta kegiatan seremonial, tetapi juga mampu membawa pulang nilai-nilai kebangsaan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat persatuan, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial dinilai penting untuk membangun generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan daerah.

“Setelah itu, mari bersama-sama membangun Kota Kediri menjadi kota yang MAPAN dan berjaya,” pesannya.

Kegiatan pemberangkatan tersebut juga dihadiri Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Septia Intan Putri, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, serta Kasat Reskrim AKP Achmad Elyasarif Martadinata.

Setelah mengikuti pengarahan dan doa bersama, seluruh mahasiswa memasuki tiga bus yang disiapkan untuk membawa rombongan menuju Polda Jawa Timur.

Keikutsertaan 128 mahasiswa Kota Kediri dalam Apel Kebangsaan menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda yang menekankan peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan memperkuat rasa kebangsaan.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk bertemu dengan peserta dari daerah lain serta memperluas pengalaman dalam kegiatan yang mengangkat nilai-nilai kebersamaan.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan tidak berhenti pada upacara atau kegiatan seremonial, tetapi dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengembangkan potensi, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.Pemberangkatan rombongan mahasiswa dari Kantor Pemkot Kediri menuju Polda Jawa Timur berlangsung aman dan lancar. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Ngopi Bareng Warga Mojo, AKBP Wisnu Serahkan Tandon Air Bersih dan Buka Ruang Aspirasi Masyarakat

Published

on

Kediriselaludihati- Keluhan warga Desa Ponggok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, mengenai kesulitan mendapatkan air bersih mendapat perhatian Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si.

Setelah menerima informasi dari Bhabinkamtibmas setempat, AKBP Wisnu turun langsung membawa bantuan tandon penampungan dan air bersih untuk masyarakat, Rabu (28/10/2026).

Bantuan tersebut diserahkan di Musala Al-Banna, Desa Ponggok, setelah Kapolres menggelar kegiatan Ngopi Bareng dan Cangkruk Kamtibmas bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) se-Kecamatan Mojo.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.30 hingga 11.40 WIB itu menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus kesempatan bagi warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

AKBP Wisnu mengatakan, bantuan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Ponggok mengenai kondisi kekeringan dan kesulitan air bersih yang dialami warga.

“Kemarin saya bertemu Bhabinkamtibmas Desa Ponggok dan mendapat informasi bahwa desa ini mengalami kekeringan serta krisis air bersih. Kemudian kami mengumpulkan anggota untuk membicarakan apa yang bisa kami bantu bagi masyarakat,” ujar AKBP Wisnu.

Dari pembahasan tersebut, Polres Kediri Kota memutuskan memberikan bantuan berupa tandon penampungan air sekaligus menyalurkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Ternyata masyarakat di sini memang sangat membutuhkan air bersih. Karena itu, kami memberikan bantuan tandon dan air bersih. Semoga bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi warga Desa Ponggok,” katanya.

Sebelum menyerahkan bantuan, AKBP Wisnu terlebih dahulu bertemu dengan perangkat desa dan masyarakat di Kantor Desa Ponggok.

Pertemuan tersebut dihadiri Plt. Camat Mojo H. Moh. Nurul Hasan, S.T., Kepala Desa Ponggok Yoyok Dudi, jajaran PPDI Kecamatan Mojo, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Turut mendampingi Kapolres, Kabag Ops Kompol Iwan Setyo Budhi, Kasat Intelkam AKP Laksono Setiawan, Kasat Reskrim AKP Achad Elyasyarif Martadinata, Kasat Lantas AKP Septia Intan Putri, Kasat Samapta AKP Agung Saifudin, serta Kapolsek Mojo Iptu Mahmud Satriawan.

Dalam suasana cangkrukan, Kepala Desa Ponggok Yoyok Dudi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres beserta jajaran.

Ia mengungkapkan bahwa bantuan tandon dan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan mendapatkan air.

“Kami mewakili masyarakat Desa Ponggok mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Warga kami sangat membutuhkan air bersih. Semoga bantuan tandon air ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Yoyok.

Selain persoalan air bersih, Yoyok juga menyampaikan aspirasi mengenai pelayanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bagi warga desa.

Ia berharap ada mekanisme pendampingan atau koordinasi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun Bhabinkamtibmas agar warga memperoleh informasi dan pelayanan yang benar tanpa harus menggunakan jasa calo.

Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Wisnu mengarahkan masyarakat untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas apabila membutuhkan informasi mengenai proses pengurusan SIM.

“Terkait pembuatan SIM, untuk menghindari calo, bapak dan ibu bisa berkoordinasi melalui Bhabinkamtibmas Desa Ponggok,” ujarnya.

Kapolres juga mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan layanan kepolisian 110 apabila menemukan kejadian yang membutuhkan penanganan polisi.

“Kami memiliki layanan 110 yang bisa digunakan masyarakat apabila ada kejadian menonjol. Silakan menghubungi 110, nanti anggota kepolisian terdekat, termasuk Polsek Mojo, dapat segera merespons laporan tersebut,” kata AKBP Wisnu.

Menurutnya, kegiatan Ngopi Bareng dan Cangkruk Kamtibmas bukan sekadar pertemuan antara pejabat kepolisian dan masyarakat, tetapi menjadi sarana untuk mendengar langsung kondisi serta kebutuhan warga.

“Kami hadir di sini untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus mengetahui situasi kamtibmas di desa. Melalui kegiatan cangkrukan seperti ini, kami ingin terus membangun komunikasi antara polisi dan masyarakat,” tuturnya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Kapolres bersama rombongan bergerak menuju Musala Al-Banna, Desa Ponggok, yang menjadi lokasi penyerahan bantuan.

Setibanya di lokasi, AKBP Wisnu menyerahkan bantuan tandon air secara simbolis kepada Kepala Desa Ponggok dan perwakilan masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan penyaluran air bersih kepada warga.

Di lokasi tersebut, Yoyok kembali menyampaikan rasa terima kasih sekaligus harapan agar kesulitan air bersih yang dialami masyarakat segera teratasi.

“Kami mohon doanya, mudah-mudahan krisis air bersih di desa kami segera selesai. Terima kasih kepada Bapak Kapolres dan seluruh anggota atas bantuan tandon serta air bersih untuk warga kami,” katanya.

Bagi AKBP Wisnu, informasi yang diperoleh anggota Bhabinkamtibmas dari masyarakat harus menjadi perhatian agar kepolisian dapat memahami persoalan nyata di wilayah tugasnya.

Karena itu, ia berharap komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Bhabinkamtibmas terus terjalin, tidak hanya ketika muncul persoalan keamanan, tetapi juga saat warga menghadapi kesulitan sosial.

“Jika ada permasalahan, silakan disampaikan kepada kepala desa atau anggota kami, Bhabinkamtibmas. Harapan kami, sinergi dan komunikasi seperti ini terus terjalin dengan baik,” ujar AKBP Wisnu.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat.

Menurutnya, kepolisian membutuhkan dukungan dan keterlibatan warga agar berbagai persoalan dapat diketahui lebih awal dan dicarikan jalan keluarnya bersama.

Kegiatan penyerahan bantuan kemudian dilanjutkan dengan Ngopi Bareng bersama warga Desa Ponggok.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Kediri Kota tidak hanya menyalurkan bantuan untuk meringankan kesulitan air bersih, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai kebutuhan pelayanan kepolisian dan kondisi keamanan lingkungan. Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.40 WIB dalam keadaan aman dan lancar. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

AKBP Wisnu: Polisi Jogo Sekolah Harus Jadi Sahabat Siswa, Cegah Persoalan Remaja Sejak Dini

Published

on

Kediriselaludihati- Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di Polres Kediri Kota menjadi momentum memperkuat perlindungan terhadap generasi muda. Melalui penyematan ban lengan Polisi Jogo Sekolah, kepolisian menegaskan komitmennya menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, dan terbebas dari berbagai potensi gangguan keamanan.

Penyematan tersebut dilakukan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., di halaman Mapolres Kediri Kota, Rabu (28/10/2026).

Upacara yang berlangsung pukul 08.00 hingga 08.30 WIB itu diikuti pejabat utama Polres Kediri Kota, para Kapolsek jajaran, personel kepolisian, aparatur sipil negara, serta anggota Polisi Jogo Sekolah.

Dalam rangkaian upacara, dilakukan pembacaan Naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928, penyematan ban lengan kepada perwakilan Polisi Jogo Sekolah, serta pembacaan Ikrar Pelajar Kota Kediri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wisnu menegaskan bahwa Polisi Jogo Sekolah merupakan bagian dari inisiatif Polda Jawa Timur melalui Satuan Tugas Preemptive Strike yang mengedepankan pendekatan pencegahan dan edukasi di lingkungan pendidikan.

“Polda Jawa Timur telah menginisiasi Satgas Preemptive Strike Polisi Jogo Sekolah. Langkah ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan sebuah gerakan preventif dan edukatif yang menyentuh akar rumput di lingkungan sekolah,” ujar AKBP Wisnu dalam amanatnya.

Menurutnya, keberadaan Polisi Jogo Sekolah diharapkan mampu membangun sistem pencegahan dini terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan pelajar.

Program tersebut tidak hanya menempatkan kepolisian sebagai unsur pengawasan, tetapi juga sebagai mitra sekolah dalam mendampingi perkembangan dan pembentukan karakter peserta didik.

“Hari ini kita menyatukan komitmen untuk satu tujuan mulia, yaitu mewujudkan sekolah yang aman serta membentuk pelajar yang tertib, disiplin, dan terlindungi,” katanya.

AKBP Wisnu menekankan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kolaborasi antara kepolisian, pihak sekolah, guru, dan pelajar.

Kepada polisi pendamping kelas dan polisi pengawas sekolah, ia meminta agar kehadiran mereka tidak menciptakan jarak dengan siswa.

Sebaliknya, anggota kepolisian diharapkan mampu membangun kedekatan, menjadi tempat berbagi persoalan, serta memberikan pendampingan ketika pelajar menghadapi kesulitan.

“Jadilah teladan dan sahabat bagi para siswa. Dekati mereka dengan hati, dengarkan keluh kesah mereka, dan lakukan tindakan pencegahan sedini mungkin sebelum potensi gangguan kamtibmas meluas,” tegas AKBP Wisnu.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena persoalan di lingkungan sekolah tidak selalu dapat diselesaikan melalui tindakan disiplin atau penegakan hukum semata.

Komunikasi yang terbuka dan pendampingan yang tepat dapat membantu mengidentifikasi persoalan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Dalam amanatnya, AKBP Wisnu juga memberikan perhatian khusus kepada kepala sekolah dan guru bimbingan konseling (BK).

Menurutnya, sekolah memiliki peran mendasar dalam membentuk karakter sekaligus mendeteksi perubahan perilaku peserta didik.

“Kepada kepala sekolah dan guru BK, Anda adalah benteng moral di sekolah. Sinergi yang kuat antara sekolah dan Polri akan memastikan bahwa setiap riak permasalahan remaja dapat diidentifikasi dan dicarikan solusi terbaik secara persuasif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut harus mengedepankan kepentingan dan perlindungan pelajar, sehingga setiap persoalan dapat ditangani dengan pendekatan yang mendidik.

Tidak kalah penting, Kapolres juga mengajak para pelajar, khususnya pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat.

Para pelajar didorong menjadi agen perubahan yang mampu memberikan contoh positif kepada teman sebaya.

“Khusus untuk para pelajar generasi bangsa, pengurus OSIS, kalian adalah agen perubahan atau agent of change. Jadilah pelopor ketertiban dan kedisiplinan di sekolah kalian. Jangan ragu untuk merangkul teman-temanmu,” pesan AKBP Wisnu.

Ia juga meminta para pelajar memiliki kepedulian terhadap situasi di lingkungan sekolah dan tidak membiarkan persoalan yang berpotensi merugikan teman-temannya berkembang tanpa penanganan.

Penyematan ban lengan Polisi Jogo Sekolah dalam peringatan Sumpah Pemuda memiliki makna penting karena menempatkan keselamatan dan masa depan generasi muda sebagai tanggung jawab bersama.

Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi pengingat bahwa generasi muda bukan hanya penerus bangsa, tetapi juga memiliki peran dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Melalui Polisi Jogo Sekolah, Polres Kediri Kota berupaya menerjemahkan semangat tersebut ke dalam langkah nyata berupa pendampingan, pembinaan, serta penguatan komunikasi antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.

Program ini sekaligus menjadi implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, dengan melibatkan sekolah dan pelajar sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda dan penyematan Polisi Jogo Sekolah diakhiri dengan doa serta foto bersama.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan tertib. (res/aro)

Continue Reading

Inspirasi

Yang Muda Banyak Karya, Bukan Banyak Gaya: Cara Polres Kediri Kota Merawat Kedekatan dengan Generasi Muda

Published

on

Kediriselaludihati- Siapa bilang wayang hanya milik generasi tua? Di tangan Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono, S.H., pertunjukan wayang justru menjadi ruang pertemuan antara polisi dan anak-anak muda untuk berbagi cerita, gagasan, hingga aspirasi tentang Kota Kediri.

Suasana berbeda itu hadir dalam acara Wayang Cangkrukan yang digelar Polres Kediri Kota di Kopag Space, Selasa (27/10/2026) malam, menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Bukan sekadar pertunjukan seni, kegiatan tersebut mempertemukan berbagai komunitas pemuda dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Ada Karang Taruna, komunitas sepeda, komunitas lari, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Asosiasi Film Kediri, hingga Asosiasi Musik Kediri. Mereka datang dari latar belakang berbeda, tetapi dipertemukan oleh semangat yang sama: membangun Kota Kediri melalui karya dan kebersamaan.

Menariknya, sosok yang memainkan wayang malam itu bukan dalang profesional yang biasa tampil di panggung pertunjukan, melainkan seorang perwira polisi.

Kompol Bowo Wicaksono tampil sebagai dalang, menjadikan wayang sebagai medium komunikasi yang dekat dengan kebudayaan sekaligus kehidupan generasi muda.

Tema yang diangkat pun terasa akrab dengan bahasa anak muda, yakni “Yang Muda yang Banyak Karya, Bukan Banyak Gaya.”

Pesan tersebut mengajak generasi muda untuk tidak berhenti pada penampilan, popularitas, atau sekadar mengikuti tren, tetapi berani menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Di tengah perkembangan media sosial yang sering menempatkan perhatian publik pada apa yang terlihat, tema itu mengingatkan bahwa nilai seorang pemuda juga ditentukan oleh gagasan, kreativitas, dan kontribusi nyata.

Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., hadir bersama para pejabat utama Polres Kediri Kota untuk berbaur dengan berbagai elemen pemuda.

Kehadiran AKBP Wisnu menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih terbuka antara kepolisian dan masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, seni, olahraga, dan kebudayaan.

“Pemuda Kota Kediri memiliki banyak potensi, mulai dari olahraga, seni, musik, film, hingga kegiatan sosial. Kami ingin potensi itu terus berkembang menjadi karya yang positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Wisnu.

Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya kesempatan mengenang sejarah perjuangan generasi muda pada 1928, tetapi juga momentum memperkuat persatuan dan tanggung jawab terhadap lingkungan tempat tinggal.

Semangat persatuan tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana, seperti saling menghargai perbedaan, membangun kolaborasi antarkomunitas, serta berperan aktif menjaga keamanan dan kenyamanan kota.

Wayang Cangkrukan sekaligus menjadi bentuk implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, yakni menghadirkan kepolisian bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dialog masyarakat.

Melalui kegiatan ini, para pemuda mendapatkan ruang untuk menyampaikan informasi, pandangan, maupun aspirasi secara langsung kepada jajaran kepolisian.

Komunikasi dua arah tersebut menjadi penting karena persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum.

Dibutuhkan pula kedekatan, rasa saling percaya, dan keterbukaan antara polisi dengan masyarakat yang dilayaninya.

“Polisi tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan situasi yang aman dan nyaman. Kami membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk anak-anak muda. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi maupun informasi secara langsung,” kata AKBP Wisnu.

Pilihan menggunakan wayang dalam kegiatan ini juga memiliki makna tersendiri.

Sebagai salah satu warisan seni pertunjukan Nusantara, wayang sejak lama menjadi sarana menyampaikan nilai kehidupan, kritik sosial, dan pesan moral melalui cerita.

Ketika wayang dibawa ke ruang cangkrukan bersama komunitas pemuda, kesenian tradisional itu memperoleh kesempatan untuk hadir dalam suasana yang lebih dekat dengan generasi sekarang.

Pertemuan antara tradisi dan kehidupan anak muda menjadi gambaran bahwa kebudayaan dapat terus hidup ketika diberi ruang untuk beradaptasi tanpa kehilangan nilai dasarnya.

Di sisi lain, keberagaman komunitas yang hadir memperlihatkan banyaknya jalur kontribusi yang dapat ditempuh generasi muda.

Ada yang berkarya melalui film dan musik, membangun solidaritas lewat olahraga, atau menggerakkan kegiatan sosial melalui organisasi kepemudaan.

Semua memiliki peran dalam membentuk wajah Kota Kediri yang kreatif, terbuka, dan nyaman untuk ditinggali.

AKBP Wisnu berharap para pemuda terus menjaga semangat kebersamaan serta tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pemuda Kota Kediri untuk terus berkarya, menjaga persatuan, dan bersama-sama menciptakan situasi yang aman serta nyaman. Jadikan perbedaan komunitas dan latar belakang sebagai kekuatan untuk membangun Kota Kediri yang lebih baik,” pesannya.

Malam Wayang Cangkrukan itu membawa pesan sederhana: kedekatan antara polisi dan masyarakat tidak harus selalu dibangun melalui pertemuan formal.

Kadang, percakapan yang hangat, pertunjukan budaya, dan ruang untuk saling mendengarkan justru dapat menjadi awal tumbuhnya kepercayaan.

Di Kopag Space malam itu, semangat Sumpah Pemuda menemukan panggungnya sendiri. Bukan hanya tentang mengenang ikrar persatuan, melainkan juga mengajak generasi muda membuktikannya melalui karya.

Sebab, menjadi pemuda bukan sekadar soal usia atau gaya, tetapi tentang keberanian menghadirkan sesuatu yang berarti bagi sesama. (res/aro)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2019 kediriselaludihati.com

You cannot copy content of this page